Maried With Mr. L

Maried With Mr. L
BAB 96



Seperti yang sudah seharusnya, Ibu tiri kini di bawa ke kantor polisi untuk menjalani sidang dan menerima hukuman atas apa yang dia lakukan beberapa tahun lalu hingga mencuri sepuluh tahun Ibu Maria yang seharusnya dia habiskan bersama Ariel, dan bisa saja dia masih bersama Tuan Diro sebagai istrinya. Tapi sudahlah, semua yang terjadi anggaplah sebagai pelajaran agar di masa depan dapat mengubah sikap dan tidak melakukan kesalahan yang sama.


Setelah kepergian Ibunya yang di bawa ke penjara, Sephora benar-benar seperti kehilangan arah. Dia tidak bisa lagi bersandar kepada Ayah yang bahkan hanya bisa diam tidak melakukan apapun dan terus melamun, dan dengan kejadian ini Daniel justru semakin mengekangnya agar tak meninggalkan Apartemen karena khawatir dia akan terbawa masalah ini dan kalau Sephora hamil anaknya terpaksa harus hidup dalam kandungan Ibunya di dalam sel tahanan yang tidak tahu bagaimana buruk situasi di sana.


" Makanlah makanan yang aku bawa, ingat juga minum vitamin mu juga. " Barisan kalimat itu adalah kata terakhir sebelum Daniel keluar dari apartemen.


Sephora sekarang benar-benar seperti tubuh tanpa nyawa untuk bersemangat dalam hidup , dia kehilangan segalanya yang dulu membuatnya bisa merasakan apa itu sombong, bagaimana rasanya menginjak harga diri orang lain, dia seperti hidup seorang diri, sama seperti yang pernah di rasakan Ariel. Kala itu Ariel hidup bersama Ayah, Ibu tiri, dan juga dia sebagai kakak tirinya tapi Sephora dan Ibunya, bahkan Ayahnya juga membuat Ariel seperti hidup seorang diri di tengah-tengah keluarganya.


Suara bel pintu, dan Sephora tau jika itu bukanlah Daniel. Entah siapa, Sephora benar-benar tidak ingin tahu, hanya saja karena suara bel terus terdengar dan membuatnya risih pada akhirnya Sephora membukakan pintu apartemen.


Seorang wanita paruh baya, entah siapanya Daniel, sekarang Sephora benar-benar tidak perduli apa yang akan terjadi pada hidupnya. Entah juga seperti apa orang akan memperlakukannya dia sama sekali sudah tidak ingin perduli. Kali ini wanita itu tidak melakukan hal yang kasar, hanya saja tatapan tajam yang terlihat begitu jelas mengadakan jika dia tidak menyukai Sephora. Iya, memang siapa yang akan menyukai Sephora kalau Sephora ada di dalam situasi dan posisi seperti sekarang ini?


" Putraku sudah menceritakan tentang mu, dan juga Ibu mu yang tertangkap polisi bersama paman, dan juga kakek mu. Cih! Sebenarnya aku tidak Sudi jika nantinya cucuku harus di lahirkan dari wanita sepertimu, tapi aku benar-benar terpaksa mengiyakan ucapan anakku karena bagiamana pun memiliki cucu adalah keinginan keluarga besar kami. Dengar, kau harus baik-baik disini, jaga diri mu dan tubuh mu, aku bawakan vitamin yang bagus untuk menyambut kehamilan. Aku benar-benar berdoa semoga cucuku tidak mewarisi sifat buruk seperti Ibunya dan keluarga Ibunya nanti. Yah, untung saja Daniel hanya akan mengambil anak mu saja dan menjadikan istrinya sebagai Ibunya, karena kalau tidak, aku benar-benar tidak akan bisa tidur dengan nyenyak nantinya. " Ucap wanita paruh baya itu yang ternyata dia adalah Ibu kandung dari Daniel. Agak mencengangkan memang karena Daniel ternyata menceritakan keberadaan dirinya, sekaligus kegunaannya kepada Ibunya. Istrinya yang tidak lagi datang itu pasti sudah memikirkan baik-baik tentang rencana Daniel dan setuju saja karena dia sadar bahwa tidak bisa memiliki atau melahirkan anak kandung sendiri.


Sungguh menyedihkan bukan? Ibunya Daniel saja bisa dengan begitu semangat menunjukan dan mengatakan apa yah dia rasakan karena menganggap Sephora bukan apa-apa dan tidak akan bisa melakukan apapun. Jadi, bagaimana Sephora bisa membela dirinya sekarang?


Setelah kepergian Ibunya Daniel tadi Sephora hanya bisa terdiam memandangi banyaknya obat-obatan herbal, teh herbal, bahkan juga sekantung alat uji kehamilan. Rupanya keberadaannya di sana benar-benar di samakan dengan mesin penghasil anak untuk mereka.


Dua minggu kemudian.


Sephora terduduk memandangi alat uji kehamilan yang menunjukkan dua garis, iya dia hamil! Tapi masalahnya Sephora benar-benar tidak bisa tersenyum bahagia seperti kebanyakan wanita di luar sana ketika mendapatkan kehamilan.


Sephora mencengkram alat uji kehamilan itu dengan mata memerah. Dia inga benar kata-kata Ibunya Daniel yang mengatakan jika ketika anak yang dilahirkan oleh Sephora lahir nanti, Daniel akan membawanya dan merawatnya bersama istrinya serta tidak akan membuatkan Sephora ada di hidup anaknya. Alasannya adalah mereka tidak ingin anak itu terkontaminasi sikap buruk Sephora dan keluarganya. Tapi, Ibu mana yang rela berpisah dengan anak yang dilahirkannya selama pikiran sang Ibu normal?


" Tidak, aku harus keluar dari sini dulu. "


Sephora membuang alat uji kehamilan itu kedalam closed, lalu segera dia keluar dari sana. Sekarang dia sudah memiliki semangat untuk melanjutkan hidup, sekarang dia memiliki kesempatan untuk berbuat baik dengan tulus terhadap seseorang yaitu, anaknya sendiri. Dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, jadi dia harus benar-benar mengambil resiko.


Untunglah Daniel selama ini mengira jika Sephora sudah begitu depresi dengan hidupnya sehingga tidak ingin pergi kemanapun karena tidak memiliki tempat lain untuk di tuju dan sama sekali tidak berjaga di apartemen. Dengan mimik biasa dan santai Sephora keluar dari apartemen yang di penuhi kamera pengawas di sana. Dia memberhentikan sebuah taksi, dan tujuannya sekarang adalah pergi menemui Ariel dan Leo.


Dia tahu dia mungkin akan di usir dari sana, tapi dia akan terus memohon agar Ariel dan Leo dapat membantunya, melindungi dari Daniel, dan dia juga berhaji di dalam hati akan membalas kebaikan Ariel dan Leo nantinya. Entah dengan cara apa karena sepertinya mereka tidak membutuhkan dirinya, tapi niat itu benar-benar ada di hatinya.


Sesampainya di sana Sephora memang sempat di tolak untuk masuk, tapi karena dia terus memohon, dan di sana juga sedang ada Ibu Maria, pada akhirnya Sephora di izinkan masuk.


Dia menceritakan apa yang terjadi kepada Ibu Maria dan Ariel disana. Mulai dari hari dimana dia berniat meracuni Leo, sampai bisa sampai sekarang ini.


Ibu Maria dan Ariel menghela nafas bersamaan. Jujur saja Ibu Maria memang tidak menyukai Sephora sama sekali karena dia tahu bagaimana Sephora memperlakukan putrinya. Tapi, memikirkan bayi yang ada di perut Sephora membuat Ibu Maria tidak tega sehingga memutuskan untuk membantu Sephora.


" Tapi ingat ya, kalau kau tinggal disini, kau tidak boleh punya niat buruk! Apalagi sampai ingin ewita dengan suamiku, aku bukan hanya akan menendang mu keluar, tapi aku juga akan menjahit rapat lobang mu itu agar tidak bisa di gunakan lagi! " Ucap Ariel mengancam.


Bersambung.