
Kini Keysha sudah berada di rumah sakit menjenguk Alena, serta memberitahukan kepada kedua orang tua Alena tentang Fahri yang sudah di dalam penjara dengan berbagai bukti
"Assalammualaikum" ucap Keysha ketika memasuki ruangan Alena
"Waalaikumsalam" ternyata didalam ada orang tua Alena juga Dimas
"Bunda, Ayah" Keysha mencium tangan Susi dan Ahmad
"Kamu datang terus kesini memang nya tidak sibuk?" tanya Susi
"Enggak Bun, butik lagi libur untuk beberapa hari karena memang kami lagi nunggu stok buat ngisi butik" ucap Keysha
"Oh ya Len gimana kabar loe?" tanya Keysha kepada Alena
"Sudah lebih baik, bahkan dokter bilang besok udah boleh pulang mungkin" jawab Alena
"Alhamdulillah cepet ya proses pemulihannya?" ucap Ahmad
"Kan dokternya Alena banyak Yah" ledek Keysha
"Keysha " Alena hendak melempar Keysha dengan bantal tapi langsung dicegah oleh Dimas
"Loe lagi sakit Len, hilangin dulu deh sifat macan low itu" ucap Dimas
Bughh Alena meninju perut Dimas
"Aww" Dimas tepekik kesakitan "galak banget gila" ucap Dimas
"Bojo galak ya Dim" ucap Keysha
"Sudah sudah jangan bertengkar" ucap Susi menengahi
"Oh ya Bun, aku kesini juga mau ngasih kabar" ucap Keysha hati hati
Alena dan Dimas melihat ada raut wajah bingung dari Keysha "Ada apa Key?" tanya Alena
"Iya nak ceritakan saja" ucap Ahmad menimpali
"Begini Ayah, Bunda, Fahri sudah ditangkap dan dia sekarang sudah dipenjara" ucap Keysha , dia dapat melihat raut wajah kecewa dari kedua orang tua Alena
Mungkin mereka kecewa dengan Fahri yang sudah mereka percaya bisa menjaga Alena namun ternyata malah mencelakai Alena
"Bisa kami kesana nak?" tanya Susi
"Bun gak usah" cegah Alena, dia sudah tahu siapa pelakunya dari cerita Dimas
"Ibu harus melihat laki laki yang sudah kami percaya bisa menjaga kamu tapi ternyata dia mengecewakan kami nak" ucap Ahmad
"Yang penting kan Alena gak papa Yah" ucap Alena
"Kami harus bertemu dia" ucap Susi
"Tapi Ayah sama Bunda jangan jawab pertanyaan Fahri nanti ya kalau Fahri menanyakan kondisi Alena" ucap Keysha
"Loh kenapa Key?" kali ini Dimas yang bertanya
"Soalnya Fahri sempet nanya terus Keysha cuman jawab salah satu diantara korban Fahri meninggal , terus waktu Fahri nanya gimana kondisi Alena aku gak jawab" ucap Keysha
"Gila, loe nyumpahin gue mati" ucap Alena
"Duh, otak loe ya, kalo gue nyumpahin loe mati ngapain gue bawa loe kerumah sakit, gue ngomong gitu supaya Fahri hidup dengan rasa bersalah ,itu balas dendam yang lebih baik" ucap Keysha menjelaskan
"Rasa bersalah?" tanya Alena
"Iyaa, Bunda sama Ayah inget nggak waktu aku pertama kali ngasih tahu tentang Fahri yang ternyata pelaku dari semua ini?" tanya Keysha
"Iya nak Bunda ingat" ucap Susi
"Ayah juga ingat" jawab Ahmad
"Nah waktu itu aku vidioin Bun terus aku kasih lihat ke Fahri, kayanya dia ngerasa bersalah deh" jelas Keysha
"Penyesalan itu sudah terlambat,kami sudah terlanjur kecewa" ucap Ahmad
"Ayah udah gak perlu di ingat terus" ucap Alena
"Yah sabar jangan terlalu terbawa emosi, Keysha benar dengan Fahri membawa rasa penyesalan selama di penjara itu akan lebih baik" ucap Susi
"Ayah harus lebih tenang, besok aku akan bawa Ayah dan bunda bertemu Fahri" ucap Keysha
"Kenapa tidak sekarang nak?" tanya Susi
"Melihat kondisi Ayah seperti ini aku rasa tidak baik Bun, ayah akan emosi disana dan kita tidak akan bisa bertemu Fahri yang ada kita hanya disuruh pergi dari kantor polisi, aku harap Ayah bisa lebih menyiapkan hati Ayah dan lebih bisa mengatur emosi Ayah" ucap Keysha
"Baiklah nak" jawab Ahmad
Keysha melihat jam tangannya yang ternyata sudah pukul 10.30 Keysha harus segera ke restoran tempat dia dan Bella janji untuk bertemu
"Ya sudah Ayah, Bunda aku pamit yaa" ucap Keysha
"Loh mau kemana nak?" tanya Ahmad
"Ada acara Yah, Keysha pamit ya" Keysha pun menyalimi tangan Susi dan Ahmad lalu beralih keranjang Alena
"Gue balik ya" ucap Keysha kepada Alena dan Dimas
"Thanks ya" ucap Alena
"Buat apa?" tanya Keysha
"Karna loe berhasil nangkep Fahri" ucap Alena
"Loe harus cepet sembuh Len, ini semua gak gratis ,loe harus kerja" ucap Keysha
"Sialan loe, ngingetin kerja lagi" ucap Alena
"Canda Alena ya ampun bener Karo loe Dim, Alena galak banget kayak macan" ucap Keysha dan hanya dibalas kekehan dari Dimas
"Loe belain dia Dim?" tanya Alena
"Ehh ,enngg.. " Dimas bingung
"Ya elahh ada yang minta dibela calon pacar" ucap Keysha meledek sambil berlalu pergi
"Keysha!!" teriak Alena diakhiri senyum
"Jangan teriak teriak Alena, kasian pasien lain" tegur Dimas
Alena menutup mulutnya dengan tangan "eh iya iya maaf" cengir Alena
Disisi lain Marvel Dan Farel tengah berdiskusi sekarang seputar pekerjaan
"Tuan, kenapa nona masih belum percaya kalau Bella adalah partner Fahri?" ucap Farel tiba tiba
"Entah lah, biar kan Keysha membuktikan jadi kita juga lebih yakin" ucap Marvel
"Tapi kalau dipikir pikir tuan, Bella memang yang paling berpotensi, kalau di ingat dia juga kan pernah hampir mencelakai nona " ucap Farel
Marvel nampak berpikir sejenak "kamu benar Farel, tapi bagaimana kalau itu ternyata Aditya" ucap Marvel
"Hah, Aditya tuan?" tanya Farel memastikan
"Bukankah kejadian itu terjadi ketika hari persidangan putusan perceraian?" tanya Marvel
"Iya tuan, tapi kan waktu itu Aditya tidak datang" jawab Farel
"Mungkin dia tengah mengatur semuanya, ditambah lagi Bella adalah istrinya ,bukankah sangat mudah untuk mengambil KTP Bella?" ucap Marvel
"Anda benar tuan" jawab Farel
.
.
Jadi kira kira siapa? ada yang setuju dengan pemikiran Marvel?
Jangan lupa yaa readers terus kasih dukungan untuk karya ku dengan cara Like Vote dan komen
Terimakasih 🥰