Keysha

Keysha
awal mula



Akhirnya operasi selesai, Aditya dan Harun nampak sedikit lega sekarang, dan beberapa menit kemudian dokter dan perawat yang melakukan operasi juga keluar.


"Bagaimana kondisi istri saya dok?" Tanya Aditya.


"Syukurlah pak, operasi berjalan lancar. Sebentar lagi ibu Bella akan di pindah kan keruang rawat" Ujar dokter.


"Syukurlah dok, terimakasih banyak" Ucap Aditya.


"Berterimakasih lah pada Yang Maha Kuasa pak, kami hanya perantara" Ucap dokter, "kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter berpamitan.


Kini Aditya dan Harun tengah berada di ruang rawat Bella, Bella belum siuman semenjak operasi tadi, mungkin efek obat bius.


"Lalu bagaimana cara kamu menjelaskan nya nanti pada Bella nak?" Tanya Harun, ini lah yang Aditya pikirkan sekarang. Bagaimana cara Aditya menyampaikan kepada Bella tentang kondisinya sekarang.


"Aku bingung pak, bagaimana cara ku menyampaikan pada Bella, aku takut dia akan sedih" Ucap Aditya.


"Sedih itu pasti nak" Ucap Harun.


"Aku nggak sanggup pak, kalau harus mengatakan kepada Bella tentang operasi pengangkatan rahim nya" Ujar Aditya.


"Apa? Pengangkatan rahim?" Itu adalah suara Bella, dia baru sadar dan samar samar mendengar perbincangan Aditya dan Harun. Hingga akhirnya dia mendengar operasi pengangkatan rahim.



"Sayang?" Ucap Aditya terkejut.



"Nak kamu sudah sadar?" Tanya Harun setelah mendekat ke arah ranjang Bella.



"Mas, pak tolong jawab pertanyaan ku, apa rahim ku diangkat?" Tanya Bella serius.



Aditya dan Harun saling berpandangan, mereka khawatir untuk menjelaskan semuanya tentang keadaan Bella sekarang.



"Maafin mas sayang, mas terpaksa" Ucap Aditya sambil menundukkan kepalanya.



"Jadi, benar? Rahimku di angkat? Dan aku nggak akan pernah bisa punya anak mas?" Tanya Bella dan Aditya mengangguk.



"Enggak.. nggak mungkin.. nggak boleh mas.. nggak boleh.. !!" Teriak Bella histeris. Aditya langsung memeluk Bella agar lebih tenang. Sedangkan Harun langsung memanggil dokter.



"Harusnya kamu nggak biarin dokter lakuin itu mas!!" Teriak Bella.



"Maafin mas Bell, ini semua terpaksa, karena mas takut kehilangan kamu .. ada kanker di rahim kamu sayang, ini jalan satu - satunya" ucap Aditya menjelaskan.



Bella terpaku ketika mendengar ada kanker di rahimnya, "kanker?" Tanya Bella.



"Iya sayang" Jawab Aditya, kini Bella tidak lagi berteriak histeris, tapi Bella menangis di pelukan Aditya.



"Sudah sayang, tenang yaa.. apapun yang terjadi aku akan tetap ada di samping kamu aku janji" Ucap Aditya.



"Tapi sampai kapanpun aku nggak akan bisa kasih kamu keturunan mas" Ucap Bella terisak.




Beberapa hari kemudian Bella sudah di perbolehkan pulang oleh dokter, Aditya menjemput Bella dari rumah sakit dan mengantarkan pulang.



"Sayang, malam ini mungkin aku akan pulang agak larut, karena ada perayaan karena omset naik pesat" ucap Aditya.



"Iya mas, nggak papa kok" Jawab Bella.



Dan sesampainya di rumah, Aditya mengantar kan Bella hingga kekamar, Aditya juga menitipkan Bella pada pak Harun.



Pukul 12 malam Aditya masih di restoran, Aditya dan karyawan nya baru saja melakukan pesta karena omset restoran yang naik pesat, Aditya masih ada di ruang kerjanya karena terlalu banyak minum dia merasa sangat pusing.



Dan masih ada beberapa karyawan wanita yang membereskan sisa - sisa pesta.



"Akhir nya selesai juga" Ucap Rahma salah satu pelayan di restoran Aditya.



"Iya, capek banget" Ucap Rania.



"Ya udah yuk pulang" Ajak Kiara. Merekapun pergi ke loker, untuk mengambil beberapa barang milik mereka.



Saat beru keluar restoran, Rania teringat sesuatu.



"Ya ampun hp ku ketinggalan" Ucap Rania.



" Ya udah, ambil gih" Ucap Kiara.


"Kalian duluan aja" ucap Rania, karena rumahnya memang yang paling dekat, rumah Rania ada di belakang restoran.


"Ya udah, kita duluan ya" ucap Rahma dan diangguki Rania.


Rania kembali masuk ke dalam restoran, dan dia mihat lampu ruangan Aditya yang masih menyala.


"Apa pak Aditya belum pulang? Untung belum aku kunci" Ucap Rania. Dia pun menghampiri Aditya ruangan Aditya.


"Permisi pak" Ucap Rania ketika melihat Aditya yang tengah memejamkan mata di kursi. Aditya membuka matanya. Dia menyipit kan mata karena silau dengan terang nya lampu.


"Pak Aditya belum pulang?" Tanya Rania sopan. Aditya menatap ke arah pintu, dia pun mulai berjalan dan mendekat.


"Maaf pak, saya mau pulang, restoran mau saya kunci dari luar saja pak? Bapak bawa kuncinya kan?" Tanya Rania lagi.


Grep bukannya menjawab Aditya malah memeluk Rania dengan erat, Rania terkejut dan sekuat tenaga mendorong Aditya. Namun nihil, tenaga Rania tetap kalah dengan tenaga Aditya.


.


.


...**Cukup double up 😁 jangan lupa Like, vote dan komennya...


...Terimakasih**...