Keysha

Keysha
Kebingungan Alena



Keysha dan Alena sangat terkejut melihat kondisi Zahra yang nampak sudah sangat lemas, Zahra terduduk di pintu kamar mandi.


"Ya ampun Ra.." Ucap Alena dan Keysha.


"Bi coba lihat ambulance udah dateng belum?" Ucap Alena.


"Baik Bu, coba saya lihat lagi" Ucap Bi Nawang, dia pun berlari keluar dari kamar Zahra.


"Ra.. bertahan yaa?" Ucap Keysha terisak.


"Sa..Ki..**" Ucap Zahra terbata.


"Iya Ra.. bentar lagi ambulance dateng kok, sabar yaaa" ucap Alena. Dan tidak lama bi Nawang kembali dengan 2 orang pria menggunakan seragam serba putih.


"Bu ambulance nya sudah datang" ucap Bi Nawang.


"Mas ini tolong bawa Zahra ke mobil yaa?" Ucap Keysha.


"Baik bu" jawab ke dua pria yang diketahui petugas ambulance.


Mereka pun mengangkat tubuh Zahra dengan hati hati dan membawanya menggunakan tandu, setelah itu Zahra di pindah kan ke bankar dan di masukkan kedalam mobil ambulance.


"Key, gue ikut ambulance aja ya nemenin Zahra" ucap Alena.


"Gue ikut" Ucap Keysha.


"Raisa, kamu ngikutin dari belakang ya" Ucap Keysha kepada Raisa, dan Raisa pun mengangguk paham.


"Bi Nawang jangan lupa hubungi Arya" Ucap Keysha, Arya adalah suami Zahra.


"Baik Bu " Jawab Bi Nawang. Setelah itu Keysha dan Alena pun masuk kedalam mobil ambulance menemani Zahra. Mobil ambulance melaju dengan cepat menuju rumah sakit terdekat.


"Ra.. bertahan yaa" ucap Keysha sambil menggenggam tangan Zahra.


"Ar..yaa" Zahra terus memanggil nama suaminya dengan lirih.


"Sabar ya Ra.. Bi Nawang udah nelvon Arya kok, bentar lagi pasti Arya sampai" Ucap Alena.


"Sa..kiit" Ucap Zahra, air mata tidak hentinya mengalir dari mata Zahra.


"Iya Ra.. loe pasti kuat kok, kita percaya loe itu perempuan tangguh" Ucap Keysha mencoba menyemangati Zahra.


Setelah beberapa menit mengemudi akhirnya mereka sampai di rumah sakit, mereka pun menurunkan tubuh Zahra dengan hati - hati dan membawa Zahra masuk kedalam rumah sakit.


"Gue urus administrasi dulu" Ucap Keysha, dia pun beralih menuju bagian admin.


Sedangkan Alena membawa Zahra ke ruang UGD dengan beberapa perawat, Alena terus menggenggam tangan Zahra dan memberi nya semangat.


"Loe harus bertahan yaa, janji sama gue" Ucap Alena.


"Alena..." Panggil Zahra lirih.


"Iya Ra? Kenapa?" Tanya Alena.


"Ka..lau.. terjadi.. ses..suatu.. sama.. gue.." Ucapan Zahra mulai terbata karena nafasnya tersengal - Senegal.


"Tolong.. Jan...jii .. sama gue.. loe..akan.. menj..jadi.. pengganti .. gue.. dan .. rawat..anak .. gue yaa?" Tanya Zahra.


Alena menggeleng," Ra loe ngomong apa sih? Loe bakalan baik - baik aja dan loe bakalan bisa nemenin anak dan suami loe.. loe harus kuat" Ucap Alena.


"Gue.. mohon.. janji yaaa.. supaya gue.. lebih.. tenang" Ucap Alena.


"Raa.." Alena bingung harus bagaimana, dia tidak mau berjanji dengan hal yang tidak mungkin bisa dia lakukan.


"Len.." Panggil Zahra lirih, dari sorot matanya bisa Alena lihat Zahra sangat berharap besar.


"Iya Ra.." Akhirnya Alena menjawab dengan kata iya, senyum pun terukir di bibir Zahra. Dan pada saat itu Zahra sudah sampai di ruang UGD, suster pun menyuruh Alena untuk menunggu di luar.


Alena masih menatap Zahra yang tersenyum ke arahnya, entah kenapa terasa menyakitkan bagi Alena, sampai akhirnya suster menutup ruangan UGD.


Alena terduduk lemas di kursi depan ruang UGD, dia masih memikirkan perkataan Zahra tadi.


"Apa maksud loe Ra" Tanya Alena dalam hati.


Keysha pun akhirnya datang menemui Alena, rupanya dia sudah selesai mengurus administrasi Zahra.


"Gimana Len?" Tanya Keysha.


"Zahra lagi ditangani" Jawab Alena sendu.


"Sangkin paniknya, gue lupa ngabarin Dimas" Ucap Alena.


"Wajar Alena.. " Jawab Keysha, entah kenapa Keysha melihat ada sesuatu yang lain dari wajah Alena, Keysha tahu Alena sedih namun ada sesuatu yang nampaknya tengah Alena pikirkan.


"Len, low baik - baik aja kan?" Tanya Keysha.


"Entah Key, omongan Zahra tadi buat gue kepikiran" Jawab Alena.


" Zahra? Emang Zahra ngomong apa? " Tanya Keysha.


"Tadi sebelum Zahra masuk ruang UGD Zahra minta ke gue, kalau terjadi sesuatu sama dia gue harus janji kalau gue bakalan gantiin posisi dia buat anak dan suami nya" Ucap Alena.


"Lenn, itu semua nggak akan terjadi, nggak usah dipikirin yaa? Loe percaya kan kalau Zahra wanita yang kuat?" Tanya Keysha dan Alena mengangguk.


"Udah ya.. sekarang kita doain aja buat keselamatan Zahra dan anaknya" ucap Keysha.


"Iya Key" Jawab Alena. Tidak lama Dimas dan Alby pun datang dengan nafas yang tersengal - sengal.


"Gimana kondisi Zahra?" Tanya Dimas dan Alby bersamaan,mereka masih mengatur nafasnya.


"Zahra masih di tangani dokter, kamu udah hubungin orang tua Zahra kan Dim?" Tanya Alena.


"Udah kok, bahkan mertua Zahra juga" Jawab Dimas.


"Gimana ceritanya sih bisa sampai jatuh?" Tanya Alby penasaran.


"Kita nggak tahu, soalnya waktu kita dateng ke rumah Zahra , Bu nawang udah panik dan bilang kalau Zahra jatuh di kamar mandi, kita juga nggak sempet buat nanyain ke bi Nawang kenapa Zahra sampai jatuh soalnya kita fokus ke kondisi Zahra yang pada saat itu udah mengkhawatirkan banget" ucap Keysha menjelaskan.


Dan tidak lama keluarga Zahra pun datang, mereka sama - sama khawatir dengan kondisi Zahra, terutama ibu Zahra Tante Andin dan ibu mertua Zahra Tante Helen.


"Dimas? Mana Zahra?" Tanya Andin.


"Zahra lagi di tanganin sama dokter Tante" Jawab Dimas


"Zahra akan baik - baik aja kan?" Tanya Helen.


"Kita berdoa aja ya Tante, sekarang ini kita semua hanya bisa berserah pada Yang Maha Kuasa" Jawab Alena.


Mereka pun akhirnya kembali menunggu dokter selesai memeriksa Zahra, dan tidak lama dokter keluar dengan raut wajah yang sulit di artikan.


"Dok bagaimana keadaan anak saya?" Tanya Agam papah Zahra.


"Bisa bertemu dengan suami ibu Zahra?"Tanya dokter.


"Kebetulan dok suami Zahra belum datang" Ucap Yuda ayah mertua Zahra.


"Saya suaminya Zahra" Mereka semua menolah kearah sumber suara, ternyata Arya baru saja sampai.


"Bagaimana keadaan istri saya dok?" Tanya Arya.


"Mari pak kita bicara di ruangan saya" Ajak dokter.


"Baik dok" jawab Arya. Dia pun mengikuti dokter menuju ruangan nya.


"Silahkan duduk pak" Dokter mempersilahkan Arya untuk duduk.


"Terimakasih dok" Arya pun duduk di depan dokter.


"Jadi begini pak, kondisi kandungan Bu Zahra sudah mengkhawatirkan, air ketuban sudah mengering akibat Bu Zahra yang tejatuh, jadi kami sarankan untuk melakukan operasi sesar, namun mengingat usia kehamilan Bu Zahra yang masih 8 bulan itu berarti anak bapak prematur" ujar dokter.


"Tolong lakukan yang terbaik untuk anak dan istri saya dok" ucap Arya.


"Kami akan melakukan yang terbaik pak, tapi kami mohon bapak menandatangani surat pernyataan bahwa bapak menyetujui operasi ini" Ujar dokter sambil menyerahkan berkas kepada Arya.


"Baik dok" Arya pun menandatangani nya.


"Baik pak, kalau begitu kami akan langsung mempersiapkan operasi nya, tolong bantu doa ya pak" Ujar dokter.


"Baik dok, kalau begitu saya permisi" Arya pun pamit keluar dari ruangan dokter.


.


.


...**Horeee langsung crazy up 🤣 cukup ya buat hari ini.. jangan lupa ya Readers kasih like ,vote dan komennya ...


...Terimakasih**...