
Setelah Bella dan Indira pergi, Kanaya dan Raka langsung
menghampiri ibunya yang kini tengah tertunduk sedih, sedih karena kecewa, dan
sedih karena ada yang menyakiti putrinya.
“Mah…” Kanaya duduk disamping Keysha, namun begitu
terkejutnya dia karena Keysha langsung jatuh pingsan.
“Mamah!!” Kanaya dan Raka sama-sama terkejut, dan bertepatan
saat itu, Tama datang berkunjung.
“Raka? Tante Keysha kenapa?” tanya Tama dengan raut wajah
cemas.
“Nanti aku jelaskan kak, sebaiknya kita bawa Mamah ke rumah
sakit,” jawab Raka, kemudian atas bantuan Tama mereka membawa Keysha ke rumah
sakit menggunakan mobil milik Tama, yang lebih mudah karena diluar bagasi.
Kini Kanaya, Raka dan Tama tengah menunggu diruang rawat
Keysha, karena Dokter bilang keadaan Keysha tidak terlalu mengkhawatirkan,
Keysha pingsan karena terlalu shock. Kanaya sudah menghubungi Marvel yang
tengah berada di Bandun, dan hari ini juga Marvel akan pulang, karena begitu
khawatir dengan kondisi istiri tercintanya.
“Kalian sudah makan?” tanya Tama kepada kedua kakak beradik
itu, dan Raka pun menggeleng.
“Ya sudah aku belikan makanan dulu ya?” pamit Tama, dia pun
pergi sendiri membelikan makanan untuk Kanaya dan Raka serta untuk dirinya.
Kanaya masih memikirkan bagaimana jika papahnya pulang dan
tahu apa penyebabnya kenapa Keysha bisa masuk ke rumah sakit, Kanaya yakin
Marvel tidak akan tinggal diam.
“Kakak pasti lagi mikirin apa yang akan papah lakukan?”
tebak Raka.
“Iya, kakak agak khawatir,” jawab Kanaya.
“Udah lah kak, nggak usah dipikirin, yang penting kita fokus
ke kesehatan Mamah dulu,” ucap Raka memberikan saran..
.
Disisi lain, Bella dan Indira pulang dengan raut wajah risau
karena tidak bisa mendapatkan maaf dari Keysha, dan saat mereka masuk ternyata
Aditya dan Nando masih menunggu di ruang tamu dengan raut wajah yang sulit
dibaca.
“Bagaimana?” tanya Aditya tanpa menatap kearah anak dan
istrinya.
“Kami ….” Indira nampak bingung untuk menjawab.
“Gagal?” tebak Aditya, namun tebakannya malah diangguki oleh
Bella dan Indira, yang tentu saja memancing emosi Aditya. Dia menendang vas
bunga yang ada disampingnya hingga pecah berserakan.
Tanpa sepatah katapaun Aditya meninggalkan ruang tamu dan
memilih melangkah menuju kamarnya, Bella yang melihat Aditya hanya diam pun
langsung menyusul suaminya. Sedangkan Indira mendekat kearah Nando.
“Nando …” Indira berusaha menggapai jemari Nando, namun
langsung ditepis.
“Aku nggak nyangka, kalau ternyata begini sikap kamu dan
sifat kamu yang asli,” nada bicara Nando penuh kekecewaan.
“Bukan begitu Nando, akuu …” Indira berusaha menjelaskan,
namun Nando seakan tidak mau mendengar apapun dan memilih pergi menuju
kamarnya.
Indira terduduk lemas, karena kini bukan hanya rumah
tangganya saja yang bermasalah, tapi malah menyangkut pautkan rumah tangga
kedua orangtuanya..
.
.
Marvel, begitu marah ketika mengetahui penyebab istrinya
masuk rumah sakita ada sangkut pautnya dengan Bella dan Indira, dia benar-benar
tidak habis pikir dengan mereka yang terus saja menganggu istri dan anaknya.
“Langkah apa yang akan Papah ambil?” tanya Raka.
“Papah akan membua mereka jera sudah membuat kekacauan
dikeluarga kita,” jawab Marvel seraya menatap lurus kedepan, dengan tatapan
penuh amarah.
Disisi lain, Marvel melihat putrinya yang tengah tertidur
dengan bersandar di bahu Tama, sedangkan Tama tertidur dengan sandaran kepala
lain, bahkan akan langsung melangkah ke jenjang yang lebih serius.Marvel pun
mengajak putranya untuk sarapan bersama.
Tidak lama setelah Marvel dan Raka pergi, Keysha juga
terbangun, Keysha langsung tersenyum kala melihat putrinya tengah tertidur dan
disampingnya ada Tama yang selalu ada untuk putri sulung Keysha. Cahaya matahari
yang mengintip dibalik gorden membuat Kanaya terbangun, dan karena pergerakan
Kanaya juga akhirnya Tama pun membuka matanya.
Sangat terlihat kalau mereka sangat canggung dengan keadaan
sekarang, namun melihat hal itu Keysha malah tersenyum karena melihat tingkah
Kanaya dan Tama yang tampak malu-malu selayaknya remaja. Suara tawa Keysha
membuat pandangan Tama dan Kanaya teralihkan, dan mendekat kearah ranjang Keysha.
“Mamah sudah bangun?” tanya Kanaya penuh perhatian.
“Sudah sayang ,” jawab Kanaya sembari tersenyum kearah
putrinya.
“Tama…” panggil Kanaya lirih.
“Iya tante?” Tama mendekat dan duduk di kursi samping kanan Keysha,
berhadapan dengan Kanaya.
Keysha menggenggam tangan Kanaya dan Tama, lalu
menyatukannya membuat mereka berdua saling bertatapan dengan raut wajah
bingung.
“Berjanjilah kalau kalian akan selalu bersama,karena Mamah
melihat ketulusan dimata Tama, Mamah yakin kalau Tama bisa menjaga kamu Kanaya,”
ucap Keysha.
“Mamah yakin kalau kalian memang sudah ditakdirkan untuk
bersama,” ucap Keysah lagi.
“Iya tante, saya janji akan menjaga Kanaya dan bertanggung
sepenuhnya terhadap Kanaya,” ujar Tama dengan yakin.
“Terimakasih Tama, terimakasih karena kamu sudah hadir dan
mengobati luka Kanaya, yang tante yakini kalau lukanya belum sepenuhnya sembuh,
namun kamu sudah mau berusaha dan mengambil resiko itu.”
“Saya melakukan itu karena saya percaya Kanaya gadis pintar,
dan dia tidak mungkin mau kembali jatuh ke lubang yang sama,” maksud Tama dalam
perkataan ini adalah, Kanaya tidak mungkin mau kembali ke pelukan Nando lagi
dan mengharapkan cinta laki-laki yang jelas-jelas sudah menyakitinya.
Kemudian Tama pun berpamitan untuk pulang, karena dia juga
harus mengurus beberapa pekerjaannya, ditambah lagi putri kecilnya yang terus
menanyakan keberadaan Tama. Karena Kanaya juga harus bekerja di rumah sakit,
dia akhirnya pulang bersama Tama.
“Tam,” panggil Kanaya.
“Iya?” Tama menjawab seraya masih fokus mengemudi.
“Kita bakalan tetep nikah?” tanya Kanaya dengan nada ragu.
Tama menatap Kanaya sekilas, karena dia bingun dengan
pertanyaan Kanaya barusan, “menurut kamu? apa kamu mau membuat orangtua kamu
kecewa Kanaya? aku yakin tante Keysha cukup lega karena kamu sudah akan
memiliki pendamping yang itu berarti kamu sudah membuka hati kamu untuk orang
lain.”
Kanaya menghela napasnya, “aku juga nggak ada niatan untuk
membatalkannya,” jawab Kanaya, “karena aku tahu, Raka dengan Nabila ingin
melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius, namun terhalang oleh aku
yang belum menikah,” akhirnya Tama tahu apa alasan Kanaya yang tiba-tiba mau
menerima lamarannya pada malam itu.
“Baguslah kalau begitu,” singkat padat dan jelas jawaban
dari Tama.
‘Tadi dihadapan mamah aja, dia bersikap manis,’ batin Kanaya
kesal.
Suasana di meja makan Aditya terlihat sangat sepi, padahal
ada 5 orang disana, namun tidak ada obrolan apapun yang mereka bicarakan
seperti biasanya. Biasanya disela sarapan mereka akan mengobrol hangat seputar
pekerjaan atau rencana liburan, namun kini itu semua jauh berbeda, apa lagi
Aditya dengan Bella dan Indira dengan Nando, pasangan suami istri itu masih
terlibat percekcokan yang tidak ada habisnya karena perlakuan Indira kemarin
pada Keysha.