Keysha

Keysha
Season 2 (Harapan)



Setelah Bella dan Indira pergi, Kanaya dan Raka langsung


menghampiri ibunya yang kini tengah tertunduk sedih, sedih karena kecewa, dan


sedih karena ada yang menyakiti putrinya.


“Mah…” Kanaya duduk disamping Keysha, namun begitu


terkejutnya dia karena Keysha langsung jatuh pingsan.


“Mamah!!” Kanaya dan Raka sama-sama terkejut, dan bertepatan


saat itu, Tama datang berkunjung.


“Raka? Tante Keysha kenapa?” tanya Tama dengan raut wajah


cemas.


“Nanti aku jelaskan kak, sebaiknya kita bawa Mamah ke rumah


sakit,” jawab Raka, kemudian atas bantuan Tama mereka membawa Keysha ke rumah


sakit menggunakan mobil milik Tama, yang lebih mudah karena diluar bagasi.


Kini Kanaya, Raka dan Tama tengah menunggu diruang rawat


Keysha, karena Dokter bilang keadaan Keysha tidak terlalu mengkhawatirkan,


Keysha pingsan karena terlalu shock. Kanaya sudah menghubungi Marvel yang


tengah berada di Bandun, dan hari ini juga Marvel akan pulang, karena begitu


khawatir dengan kondisi istiri tercintanya.


“Kalian sudah makan?” tanya Tama kepada kedua kakak beradik


itu, dan Raka pun menggeleng.


“Ya sudah aku belikan makanan dulu ya?” pamit Tama, dia pun


pergi sendiri membelikan makanan untuk Kanaya dan Raka serta untuk dirinya.


Kanaya masih memikirkan bagaimana jika papahnya pulang dan


tahu apa penyebabnya kenapa Keysha bisa masuk ke rumah sakit, Kanaya yakin


Marvel tidak akan tinggal diam.


“Kakak pasti lagi mikirin apa yang akan papah lakukan?”


tebak Raka.


“Iya, kakak agak khawatir,” jawab Kanaya.


“Udah lah kak, nggak usah dipikirin, yang penting kita fokus


ke kesehatan Mamah dulu,” ucap Raka memberikan saran..


.


Disisi lain, Bella dan Indira pulang dengan raut wajah risau


karena tidak bisa mendapatkan maaf dari Keysha, dan saat mereka masuk ternyata


Aditya dan Nando masih menunggu di ruang tamu dengan raut wajah yang sulit


dibaca.


“Bagaimana?” tanya Aditya tanpa menatap kearah anak dan


istrinya.


“Kami ….” Indira nampak bingung untuk menjawab.


“Gagal?” tebak Aditya, namun tebakannya malah diangguki oleh


Bella dan Indira, yang tentu saja memancing emosi Aditya. Dia menendang vas


bunga yang ada disampingnya hingga pecah berserakan.


Tanpa sepatah katapaun Aditya meninggalkan ruang tamu dan


memilih melangkah menuju kamarnya, Bella yang melihat Aditya hanya diam pun


langsung menyusul suaminya. Sedangkan Indira mendekat kearah Nando.


“Nando …” Indira berusaha menggapai jemari Nando, namun


langsung ditepis.


“Aku nggak nyangka, kalau ternyata begini sikap kamu dan


sifat kamu yang asli,” nada bicara Nando penuh kekecewaan.


“Bukan begitu Nando, akuu …” Indira berusaha menjelaskan,


namun Nando seakan tidak mau mendengar apapun dan memilih pergi menuju


kamarnya.


Indira terduduk lemas, karena kini bukan hanya rumah


tangganya saja yang bermasalah, tapi malah menyangkut pautkan rumah tangga


kedua orangtuanya..


.


.


Marvel, begitu marah ketika mengetahui penyebab istrinya


masuk rumah sakita ada sangkut pautnya dengan Bella dan Indira, dia benar-benar


tidak habis pikir dengan mereka yang terus saja menganggu istri dan anaknya.


“Langkah apa yang akan Papah ambil?” tanya Raka.


“Papah akan membua mereka jera sudah membuat kekacauan


dikeluarga kita,” jawab Marvel seraya menatap lurus kedepan, dengan tatapan


penuh amarah.


Disisi lain, Marvel melihat putrinya yang tengah tertidur


dengan bersandar di bahu Tama, sedangkan Tama tertidur dengan sandaran kepala


lain, bahkan akan langsung melangkah ke jenjang yang lebih serius.Marvel pun


mengajak putranya untuk  sarapan bersama.


Tidak lama setelah Marvel dan Raka pergi, Keysha juga


terbangun, Keysha langsung tersenyum kala melihat putrinya tengah tertidur dan


disampingnya ada Tama yang selalu ada untuk putri sulung Keysha. Cahaya matahari


yang mengintip dibalik gorden membuat Kanaya terbangun, dan karena pergerakan


Kanaya juga akhirnya Tama pun membuka matanya.


Sangat terlihat kalau mereka sangat canggung dengan keadaan


sekarang, namun melihat hal itu Keysha malah tersenyum karena melihat tingkah


Kanaya dan Tama yang tampak malu-malu selayaknya remaja. Suara tawa Keysha


membuat pandangan Tama dan Kanaya teralihkan, dan mendekat kearah ranjang Keysha.


“Mamah sudah bangun?” tanya Kanaya penuh perhatian.


“Sudah sayang ,” jawab Kanaya sembari tersenyum kearah


putrinya.


“Tama…” panggil Kanaya lirih.


“Iya tante?” Tama mendekat dan duduk di kursi samping kanan Keysha,


berhadapan dengan Kanaya.


Keysha menggenggam tangan Kanaya dan Tama, lalu


menyatukannya membuat mereka berdua saling bertatapan dengan raut wajah


bingung.


“Berjanjilah kalau kalian akan selalu bersama,karena Mamah


melihat ketulusan dimata Tama, Mamah yakin kalau Tama bisa menjaga kamu Kanaya,”


ucap Keysha.


“Mamah yakin kalau kalian memang sudah ditakdirkan untuk


bersama,” ucap Keysah lagi.


“Iya tante, saya janji akan menjaga Kanaya dan bertanggung


sepenuhnya terhadap Kanaya,” ujar Tama dengan yakin.


“Terimakasih Tama, terimakasih karena kamu sudah hadir dan


mengobati luka Kanaya, yang tante yakini kalau lukanya belum sepenuhnya sembuh,


namun kamu sudah mau berusaha dan mengambil resiko itu.”


“Saya melakukan itu karena saya percaya Kanaya gadis pintar,


dan dia tidak mungkin mau kembali jatuh ke lubang yang sama,” maksud Tama dalam


perkataan ini adalah, Kanaya tidak mungkin mau kembali ke pelukan Nando lagi


dan mengharapkan cinta laki-laki yang jelas-jelas sudah menyakitinya.


Kemudian Tama pun berpamitan untuk pulang, karena dia juga


harus mengurus beberapa pekerjaannya, ditambah lagi putri kecilnya yang terus


menanyakan keberadaan Tama. Karena Kanaya juga harus bekerja di rumah sakit,


dia akhirnya pulang bersama Tama.


“Tam,” panggil Kanaya.


“Iya?” Tama menjawab seraya masih fokus mengemudi.


“Kita bakalan tetep nikah?” tanya Kanaya dengan nada ragu.


Tama menatap Kanaya sekilas, karena dia bingun dengan


pertanyaan Kanaya barusan, “menurut kamu? apa kamu mau membuat orangtua kamu


kecewa Kanaya? aku yakin tante Keysha cukup lega karena kamu sudah akan


memiliki pendamping yang itu berarti kamu sudah membuka hati kamu untuk orang


lain.”


Kanaya menghela napasnya, “aku juga nggak ada niatan untuk


membatalkannya,” jawab Kanaya, “karena aku tahu, Raka dengan Nabila ingin


melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius, namun terhalang oleh aku


yang belum menikah,” akhirnya Tama tahu apa alasan Kanaya yang tiba-tiba mau


menerima lamarannya pada malam itu.


“Baguslah kalau begitu,” singkat padat dan jelas jawaban


dari Tama.


‘Tadi dihadapan mamah aja, dia bersikap manis,’ batin Kanaya


kesal.


Suasana di meja makan Aditya terlihat sangat sepi, padahal


ada 5 orang disana, namun tidak ada obrolan apapun yang mereka bicarakan


seperti biasanya. Biasanya disela sarapan mereka akan mengobrol hangat seputar


pekerjaan atau rencana liburan, namun kini itu semua jauh berbeda, apa lagi


Aditya dengan Bella dan Indira dengan Nando, pasangan suami istri itu masih


terlibat percekcokan yang tidak ada habisnya karena perlakuan Indira kemarin


pada Keysha.