
Di mobil, Kanaya terus memeluk Keysha erat, sedari tadi Kanaya juga menangis di pelukan Keysha, namun karena lelah, Kanaya pun tertidur dalam pelukan Keysha. Keysha tak menyangka kalau putrinya akan disakiti oleh kekasih dan juga sahabat yang begitu Kanaya percaya, Keysha teramat kecewa dengan Nando, Indira dan Bella.
Akhirnya mereka pun sampai dikediaman Keysha, Keysha pun hendak membangunkan anaknya namun langsung dicegah oleh Tama.
"Biar saya yang bawa Kanaya kekamar tante, kasihan Kanaya," ucap Tama.
"Boleh Tama, terimakasih banyak ya," ucap Keysha.
"Sama-sama Tante," Tama pun turun dari mobil, dan menggendong Kanaya ala bridal style menuju kamar.
Keysha berjalan lebih dulu untuk menunjukkan kamar Kanaya, setelah sampai, Tama membaringkan tubuh Kanaya dengan hati-hati.
Keysha menyelimuti putrinya dengan perasaan sedih, karena kisah percintaan Kanaya harus mengalami hal sepahit ini, dikhianati oleh dua orang terdekatnya sekaligus.
"Tante nggak nyangka Kanaya akan mengalami hal ini," ucap Keysha seraya terisak.
"Tante harus sabar, Tante harus kuat demi Kanaya, karena Kanaya butuh support dari kedua orangtuanya saat ini, aku yakin Tante ini memang bukan hal yang mudah, tapi aku jauh lebih yakin hati Kanaya lebih kuat dari apa yang Tante bayangkan, tugas kita hanya memberikan dukungan kepada Kanaya dan yakinkan akan ada orang lain yang jauh lebih baik dari Nando untuk Kanaya." jelas Tama.
"Tante juga berharap begitu, meskipun mungkin agak sulit bagi Kanaya melupakan Nando, karena 2 tahun bukanlah waktu yang sedikit," jawab Keysha.
"Iya Tante," Tama setuju dengan apa yang Keysha katakan, memang tidak mudah melupakan masa lalu yang sudah dirajut bersama.
"Tama boleh Tante bertanya?" izin Keysha.
"Silahkan Tante."
"Kenapa kamu belum menikah? apa kamu juga belum bisa melupakannya?" tanya Keysha hati-hati.
"Sejujurnya, perasaan saya kepada almarhum Vanes sudah benar-benar menghilang, tentang saya yang belum menikah, karena saya mempertimbangkan Felly Tante, ketika saya menikah maka calon istri saya juga harus menerima Felly dengan sepenuh hati, menyayangi Felly dengan tulus layaknya seorang ibu, dan itu yang sulit bagi saya, karena saya takut mereka tidak bisa menerima Felly, dan akhirnya itu akan menjadi memori buruk bagi Felly tentang seorang ibu, mengingat Felly belum pernah merasakan kasih sayang ibunya," jelas Tama.
"Tante bangga sama kamu Tama, lelaki yang dulu masih terlihat labil, kini sudah benar-benar beranjak dewasa," ujar Keysha.
"Terimakasih Tante," Tama melihat jam dipergelangan tangannya, dan ternyata sudah cukup sore.
"Tante, saya pamit ya, pasti Felly sudah mencari saya," ucap Tama berpamitan.
"Iya Tama, terimakasih atas bantuannya."
"Sama-sama Tante," Setelah itu Tama pun keluar dari kamar Kanaya dan melangkah pulang.
Malam hari, Kanaya dan keluarganya sudah berkumpul untuk makan malam, namun ada satu kursi yang kosong, yaitu milik Raka.
Kanaya pun bertanya, "Raka mana mah?"
Keysha yang tengah sibuk membantu Art pun menatap putrinya dengan senyum, "kan Raka lagi keluar kota selama satu mingu sayang, urusan pekerjaan."
Kanaya pun tersenyum, "oh iya mah, aku lupa."
Tak lama Marvel pun datang dan duduk dikursi nya, karena anggota keluarga sudah berkumpul, mereka pun mulai menyantap makan malam. Keysha sudah menceritakan semuanya kepada Marvel tentang Nando yang menikah dengan Indira, kecewa dan marah itu yang Marvel rasakan. Namun, sebisa mungkin dia menahan gejolak amarahnya didepan Kanaya putrinya, karena tidak mau Kanaya kembali mengingat kisah cintanya yang dikhianati sahabatnya sendiri.
Meskipun begitu, Marvel tetap mengambil langkah tegas, dia sudah memberitahukan kepada pos jaga, untuk melarang keluarga Aditya datang ke kediaman nya, bahkan Marvel menyertakan foto Aditya, Bella, Indira dan Nando. Lalu bagaimana dengan Desi? Keysha dan Marvel masih menghormati Desi selayaknya orang tua, jadi mereka tidak melarang Desi untuk datang.
Selesai makan malam, Keysha masuk kedalam kamarnya, dia menatap sekeliling yang berisi foto-fotonya, ada juga foto dengan Indira dan juga dengan Nando. Kanaya pun mengambil semua foto yang berhubungan dengan Indira juga Nando dan memasukkan nya kedalam kardus, selesai mengambil foto, Kanaya mencari barang-barang kenangannya dengan Indira ataupun Nando.
Selesai membuat video, Kanaya menguploadnya ke sosial media, dengan caption "the condition of my room now."
Kanaya membawa kardus yang berisi foto tadi kesamping rumah, Kanaya menatap foto-foto tersebut satu persatu, ketika melihat foto tersebut, Kanaya kembali teringat dengan masa lalunya dulu. Kanaya masih tidak menyangka, kalau dua orang yang paling Kanaya percaya adalah orang yang paling dalam membuat luka.
Kanaya mengambil ponselnya dan memotret kobaran api yang tengah membakar semua foto-foto yang bersangkutan dengan Indira dan Nando, kemudian dia mengunggahnya ke akun sosial medianya.
@KanayaPutri5927, selamat tinggal kenangan & terimakasih atas lukanya.
Tak lama Kanaya memposting foto tersebut, beberapa temannya memberikan komentar, bahkan Raka pun turut meramaikan postingan kakaknya itu.
@DwiRaka78, kenangan? Luka? ada apa nih?
@AldenSinathirya27, sama-sama.
@BaraManggala09, bau-bau kegalauan.
Saat Kanaya tengah sibuk dengan ponsel, tiba-tiba Keysha datang menghampiri putrinya.
"Sayang," panggil Keysha.
"Eh iya mah?" tanya Kanaya.
"Ikut nggak, mamah mau ke tante Anisa, ngasih oleh-oleh."
Kanaya berpikir sejenak, "boleh deh."
"Ya udah yuk." Ajak Keysha, mereka pun berjalan kaki menuju kediaman Anisa.
Tanpa Kanaya tahu, akun Instagram nya tengah ramai menjadi perbincangan, karena ada salah satu akun yang ikut mengomentari foto Kanaya.
@misskepo, ini kakak yang tadi di cafe panda bukan? yang cowoknya direbut sama sahabat sendiri, ini video lengkapnya.
Akun tersebut memberikan video yang menampilkan pertemuan Kanaya, Nando dan Indira sore tadi di cafe, rupanya ada yang sempat merekam pembicaraan mereka, bahkan sangat terdengar jelas perkataan Kanaya yang mengatakan Indira adalah sahabat yang merebut kekasihnya sendiri.
Indira, Nando, Raka dan teman-teman Kanaya yang lain melihat video itu, bahkan banyak juga pengguna akun lain yang ikut merepost video tersebut. Cibiran pedas terus tertuju untuk Indira dan Nando, bahkan ada yang membawa nama rumah sakit tempat Indira dan Nando praktek.
Kini, Nando dan Indira pun tengah ketar-ketir karena berita tentangnya sudah menyebar bahkan viral, malu yang pasti akan mereka rasakan.
"Nan, gimana ini," keluh Indira.
Nando mencoba bersikap tenang, supaya Indira tidak semakin risau.
"Kamu tenang ya, aku akan cari solusinya, kamu jangan khawatir," ucap Nando seraya menggenggam tangan Indira.
"Maafin aku ya, gara-gara aku kamu jadi malu," Isak Indira, melihat Indira menangis, Nando menjadi tidak tega, Nando pun memeluk Indira mencoba memberikan ketenangan.
Sejujurnya Nando juga tengah risau, dia takut masalah ini akan merembet ke pekerjaannya dan Indira, namun apapun itu, Nando harus punya persiapan dan mempersiapkan solusi untuk hal terburuk yang akan terjadi.