
Zahra terisak dalam pelukan Arya, rasanya Zahra menjadi ibu yang gagal dalam melindungi buah hatinya yang masih dalam kandungan, hingga sang buah hati terpaksa harus dilahirkan padahal usia kandungan Zahra baru satu bulan.
"Anak kita nggak papa kan mas?" Tanya Zahra.
"Nggak papa kok sayang, kondisinya sudang berangsur membaik, kamu tenang saja ya??" Ucap Arya menenangkan Zahra.
"Iya mas " Jawab Zahra. Kemudian Zahra pun melepaskan pelukannya dan beralih menatap Dimas dengan tajam.
"Loe mau ngerjain gue ya??" Ucap Zahra kesal.
"Apa sih Ra siapa yang mau ngerjain loe" Elak Dimas.
"Lah terus tadi ngapain loe ngomong di lambatin gitu? Sengaja kan loe" Ucap Zahra.
"Heh Maemunah, loe nya aja yang ngga mau dengerin omongan gue sampe selesai, gue tuh mencoba menjelaskan secara perlahan supaya loe ngerti" ucap Dimas beralibi.
"Halah ngeles aja loe kaya bajaj" Ucap Zahra.
"Ckk udah Dimas, Zahra kalian tuh apa ngga bisa akur?" Ucap Arya melerai mereka berdua.
"Nggak" Jawab Zahra dan Dimas bersamaan.
"Ra.. kita semua pamit dulu ya.. " Ucap Keysha.
"Yah kok pada balik sih" Ucap Zahra.
"Loe masih harus banyak istirahat Ra pasca operasi, besok kita kesini lagi" Ucap Alena.
"Ya udah, makasih banget ya kalian udah nolongin gue" Ucap Zahra.
"Kita cuma perantara Ra, Allah yang udah atur scenario nya" jawab Keysha.
"Ya udah kita pamit yaa" Mereka berempat pun berpamitan dan keluar dari ruang rawat Zahra.
"Eh kita kita lihat anak Zahra yuk" ajak Alby.
"Iya sambil kita pamitan ke keluarga Zahra" Ucap Keysha, mereka pun berjalan menuju ruangan perawatan bayi.
"Eh temen - temen Zahra" ucap Helen.
"Iya tantee" Jawab Keysha ,Alena dan Alby bersamaan.
"Mau lihat anak Zahra ya?" Tanya Andin.
"Iya Tante " Jawab mereka dengan semangat.
"Nah itu dia, lagi tidur" ucap Agam menunjukan bayi Zahra dan Arya.
"Oh iya gimana kondisi Zahra?" Tanya Yuda.
"Zahra udah siuman om" Jawab Dimas.
"Alhamdulillah" Mereka pun menghela nafas lega.
"Oh iya Tante, om kita semua pamit yaa" Ucap Dimas mewakili.
"Loh kok pada pulang? " Tanya Agam.
"Iya om besok kita kesini lagi" Jawab Dimas.
"Ya sudah kalau begitu kalian hati - hati ya.. terimakasih juga sudah banyak membantu Zahra" Ucap Andin.
"Iya Tante, kalau begitu kami permisi" mereka berempat pun pamit.
"Alhamdulillah ya, keadaan Zahra membaik" Ucap Keysha.
"Iya meskipun ngeselin, tapi berat juga kalau di tinggal dia" jawab Alby.
Ketika Keysha keluar dari rumah sakit, dia melihat mobil Marvel yang juga baru saja sampai. Marvel pun menghampiri istri nya.
"Kamu kok kesini sayang?" Tanya Keysha setelah mencium tangan Marvel.
"Iya sayang, tadi aku suruh Raisa untuk pulang, dan aku yang jemput kamu.. gimana keadaan Zahra?" Tanya Marvel.
"Dia udah lebih baik kok Vel, kondisinya sudah mulai stabil" jawab Dimas.
"Syukurlah, ya sudah sayang ayo kita pulang" Ajak Marvel.
"Iya sayang" Jawab Keysha, "guys gue duluan ya" Pamit Keysha pada teman - temannya.
"Iya Key, Vel hati - hati" Ucap Alby, Alena dan Dimas.
Keysha pun memasuki mobil bersama Marvel, mobil melaju meninggalkan pelataran rumah sakit.
"Alhamdulillah bayinya selamat, meskipun lahir prematur tapi bayinya kuat kok, kondisinya juga berangsur membaik" Jawab Keysha.
"Tapi.. tadi keadaan Zahra sudah sangat mengkhawatirkan" Ucap Keysha sendu, dia mengingat kembali ketika dokter menyatakan bahwa Zahra sudah meninggal.
"Loh memang kenapa sayang??" Tanya Marvel.
"Zahra sudah dinyatakan meninggal setelah operasi selesai, bahkan Arya suami Zahra sudah sangat frustasi mendengar kabar itu" Jawab keysha.
"Tapi bagai mendapatkan mukjizat dari Allah SWT detak jantung Zahra kembali setelah Arya membawa anak nya ke ruangan Zahra, anak Zahra dan Arya menangis sangat keras, meskipun awalnya kami semua sudah pasrah karena Zahra tidak kunjung membuka matanya. Namun setelah beberapa menit Zahra menunjukkan tanda - tanda kehidupan" Jawab Keysha menjelaskan seraya tersenyum.
"Syukurlah kalau begitu sayang, lalu bagaimana kondisi Zahra sekarang?" Tanya Marvel lagi.
"Kondisi nya sudah membaik, mungkin tinggal memulihkan kondisi Zahra juga luka jahitan nya" Jelas Keysha.
"Besok kita jenguk Zahra ya sayang?" Ajak Marvel.
"Boleh, aku juga kangen banget sama baby boy nya" Ujar Keysha kembali mengingat wajah anak Zahra yang sangat menggemaskan.
"Kamu suka anak kecil?" Tanya Marvel dan Keysha mengangguk.
"Kalau begitu, ayo kita berusaha keras supaya punya baby" Ujar Marvel seraya tersenyum, tidak lupa kerlingan matanya yang bisa memikat hati wanita yang melihat nya. Namun berbeda dengan Keysha, dia membelalakkan matanya mendengar ucapan Marvel.
Dia pun mencubit perut Marvel hingga Marvel mengadu kesakitan.
"Awww sayang sakit" Pekik Marvel.
"Kamu tuh kalau ngomong di jaga, di sini bukan cuma ada kita, tapi Farel juga" bisik Keysha.Sedangkan Farel hanya menahan senyum.
"Kenapa sayang? Takut Farel kepingin? Ya gampang suruh aja dia nikah sama Lavanya, iya kan Rel?" Tanya Marvel pada Farel.
"Iya tuan" Jawab Farel.
"Kamu kok cuma iya iya aja sih Rel" Ujar Keysha kesal.
"Lalu saya harus menjawab apa nona? Kan memang saya kepingin nikah sama Lavanya" jawab Farel santai , nampaknya sudah tidak ada lagi rasa malu ketika Farel membahas Lavanya didepan Keysha dan Marvel.
"Cieee yang udah ngebet nikah" Ujar Marvel meledek.
"Kan tuan bilang supaya saya cepet punya anak, jadi nanti kalau kita punya anak bisa di jodohkan" Ucap Farel polos.
Keysha hanya menggeleng dengan tingkah Marvel dan Farel ini, bisa - bisanya mereka sudah ada rencana menjodohkan anak mereka, padahal Keysha saja belum hamil apa lagi Lavanya yang sekarang belum di persunting oleh Farel.
"Jangan mikirin anak dulu, nikahin dulu Lavanya baru gasspoll " Ucap Marvel.
"Siap tuan" Jawab Farel.
Tiba. - tiba saja Keysha merasa perutnya tidak enak, dia juga mual, Keysha berpikir mungkin asam lambungnya naik karena jika di ingat hari ini dia tidak makan siang, dia melewati makan siangnya karena fokus pada kondisi Zahra.
Hoekkk Keysha mencoba menahan rasa mualnya, tapi tetap saja rasanya seperti menyiksa.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Marvel panik.
"Sepertinya asam lambungku naik Vel, aku belum makan siang hari ini" Ujar Keysha.
"Ya sudah Farel kita berhenti di salah satu restoran terdekat ya?" Ucap Marvel.
"Iya tuan" Jawab Farel.
"Nggak mau" Tolak Keysha.
"Loh, kenapa sayang??" Tanya Marvel.
"Aku mau makan sate ayam aja, tapi yang di pinggir jalan" Jawab Keysha.
"Tapi..." Ucapan Marvel terpotong karena Keysha kembali bersuara.
"Kalau nggak mau ya udah aku nggak mau makan" Ujar Keysha.
"Oke.. Farel cari pedagang sate kaki lima" Ucap Marvel.
.
.
...**Kira - kira Keysha kenapa nih? ada yang tahu??...
...wahh hari ini pun aku kasih crazy up readers, jadi jangan lupa untuk terus dukung karyaku dengan cara Like,vote dan komen yaaaa...
...Terimakasih**...