Keysha

Keysha
Season 2 (Hari pernikahan)



Dua mempelai duduk berdampingan menampilkan senyum terbaik


mereka, raut wajah bahagia selalu mereka tunjukkan, membuat para tamu undangan


dibuat iri oleh dua sejoli tersebut. Dari informasi yang diberikan oleh pembawa


acara di perniakahan Tama dan Kanaya, rupanaya Tama mempersunting Kanaya dengan


memberikan mahar sebesar 2 milyar rupiah. Tentu saja itu adalah jumlah yang


sangat fantastis bukan? Pembawa acara pun juga menanyakan bagaimana proses


pertemuan Tama dan Kanaya, padahal itu semua atas permintaan Tama sendiri saat


mereka sedang briefing. Tidak lama, Tama nampak berdiri dari duduknya dan


meminta pengeras suara.


“Selamat malam semuanya,” sapa Tama dengan senyum yang


selalu terurai.


“Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada tamu undangan


yang  sudah turut hadir dalam resepsi


pernikahan kami, mungkin ini juga menjadi pertanyaan beberapa orang, kapan saya


dan Kanaya mulai dekat.”


“Jadi saya dan istri saya sudah dekat menjadi sahabat sejak


kecil, tapi … sekitar 5 tahun lalu, tapi sudah lebih 6 bulan sih, Kanaya pergi


ke Amerika, karena mendapatkan penawaran kerja disalah satu rumah sakit bonafit


disana, dan pada saat itu saya juga tengah melaksanakan pernikahan pertama


saya. Iya mungkin pernikahan pertama saya juga jarang diketahui oleh banyak


orang, karena memang saya sangat menutup rapat,” jelas Tama.


“Saya dan istri saya bertemu sekitar beberapa bulan lalu,


saat Kanaya baru saja pulang dari Amerika, jadi ketika pertemuan pertama kali


kita itu, saya sudah memiliki seorang putri,” jelas Tama.


“Jujur saja, hubungan ini terjalin sangat singkat, lalu


kenapa saya begitu yakin dengan Kanaya adalah, karena Kanaya menyayangi putri


saya, yang pada saat pertemuan mereka berdua Kanaya tidak tahu menahu bahwa


Felly putri saya, saya juga melihat bagaimana Kanaya mencintai dan melindungi


Felly salayaknya seorang Ibu, dan masih banyak hal yang membuat saya yakin


dengan Kanaya.”


“Dan, malam hari ini izinkan saya mengungkapkan sesuatu,


mengungkapkan perasaan hati saya yang paling dalam kepada istri saya,” Tama


menatap Kanaya dengan dalam dan penuh cinta, sapai-sampai membuat Kanaya


tersipu.


“Kanaya, aku tahu aku bukan lelaki sempurna dan aku tahu,


kamu terlalu sempurna untuk aku yang biasa ini. Tapi aku ingin kamu tahu, bahwa


getaran cinta itu muncul, saat pertemuan kita pertama kali, pertemuan setelah 5


tahun kita tidak berjumpa, awalnya aku merasa ragu karena yaa statusku, aku


yakin kamu pasti bisa mendapat pria yang jauh lebih baik, jauh segalanya dari


pada aku.”


Tama menghelas napasnya,  dia melangkah mendekat kearah Kanaya, “tapi … semakin aku menahan


perasaan ku, ternyata aku semakin tidak mampu, semakin aku ingin menjauh, tapi


hati ku berkata lain. Maka dari itu, aku mecoba untuk meyakinkan diriku dan aku


mencoba belajar, dan berharap supaya aku bisa pantas bersanding dengan kamu,


dan malam hari ini aku Tamasha Pratama ingin mengungkapkan isi hati ku yang


paling dalam, bahwa aku sangat mencintai kamu, pernikahan kita bukan soal aku


mencari ibu untuk putriku, tapi juga untuk masa depan kita bersama, aku mau


kamu menemani ku, menjadi pendamping hidupku sampai ajal memisahkan kita dan


bisa menyatukan kita lagi jannah nya,” ujar Tama tersenyum manis  dan mencium tangan Kanaya. Para tamu undangan


pun bersorak akan keromantisan yang diciptakan oleh pengantin baru tersebut.


‘Tama kayanya berlebihan banget deh,’ rupanya Kanaya masih


berpikir kalau Tama tengah berbohong, dia takut kalau dirinya akan terbawa


perasaan akan apa yang dilakukan dan diucapkan oleh Tama. Karena yang Kanaya


tahu, pernikahan ini terjadi demi kepentingan mereka masing-masing.


Tama memeluk Kanaya dan berbisik pelan, “semua yang aku


katakana benar adanya Kanaya, aku mencintai kamu bahkan sangat, I love you my


terkejut, dia terkejut karena pengakuan Tama dan terkejut karena perlakuan Tama


yang berani mencium pipi Kanaya dihadapan banyak orang.


“Jangan kurang ajar ya?” bisik Kanaya pelan, namun Tama


malah tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.


“Sayang, banyak orang bilang kalau ketika wanita menjadi


pengantin maka mereka tengah menjadi ratu semalam, tapi aku akan berusaha dan


memastikan kalau kamu akan selalu dan selamanya menjadi ratu dihatiku dan di


istina kita, bersama putri kecil kita,” ujar Tama sembari menatap Fellycia dan


melambaikan tangannya, Kanaya pun merespon dengan senyumannya.


Semua tamu undangan bersorak malihat keromantisan sang


pengantin, begitu juga dengan Marvel dan Keysha, mereka sangat bahagia karena


melihat putri sulung mereka sudah melepas masa lajangnya, dan berharap kalau


Kanaya dan Tama bisa hidup bahagia selamanya.


Keysha dan Marvel menatap Kanaya dan juga Tama dengan


tatapan penuh haru, sebegai orangtua tentu mereka ingin melihat anak-anaknya


hidup bahagia, tapi satu hal yang selalu Keysha dan Marvel sebutkan dalam doa


mereka, semoga Tama bisa menjaga dan mencintai putri mereka dengan tulus sampai


ajal memisahkan, dan pernikahan mereka akan selalu dikaruniai kebahagiaan.


Mereka pernah melihat bagaimana hancurnya Kanaya saat dia


harus kehilangan Nando dengan cara pengkhianatan yang begitu mendalam karena


dilakukan oleh orang-orang yang dia percaya, yaitu kekasih dan sahabatnya


sendiri, tapi kini semua sudah berbeda, Kanaya mendapatkan pengganti Nando,


sosok lelaki yang bisa dikatakan jauh lebih baik dari Nando dan sebagai


orangtua Keysha juga Marvel yakin kalau Tama bisa memberikan kebahagiaan untuk


Kanaya.Kehilangan itu memang menyakitkan, dan obatnya hanya satu yaitu


mengikhlaskan.


Ada hal yang sangat menonjol membuat Keysha dan Marvel


setuju dan yakin dengan Tama adalah, karena Tama nampak tidak mau membuka jati


diri Fellycia yang sebenarnya dimata public, Tama nampak sangat menyayangi


Felly selayaknya putri kandung sendiri. Jika pada Fellycia saja yang sebenarnya


tidak memiliki ikatan darah, Tama bisa sesayang dan bertanggung jawab itu,


apalagi kepada istri dan anak kandungnya nanti?


“Baiklah, kita sudah mendengar beberapa sambutan dan


kata-kata romantic dari mempelai pria, tentunya kita ingin mendengar bukan


sepatah dua patah dari mempelai wanita? Kepada nyonya Kanaya Pratama kami


persilahkan.”


Kanaya pun mau tidak mau akhirnya bangkit dari duduk dan


sedikit maju kedepan, nampaknya Kanaya cukup gugup berbicara dihadapan banyak


orang.


“Selamat malam semuanya, pertama-tama saya juga ingin


mengucapkan terimakasih kepada rekan, kerabat, dan keluarga yang sudah berkenan


hadir ikut meramaikan dan mendoakan pernikahan kami. Saya tidak bisa berbicara


banyak hal, tapi satu hal yang pasti, saya bahagia karena saya sudah


mendapatkan paket lengkap, yaitu suami dan putri kecil yang sangat cantik dan


baik,” Kanaya memberikan ciuman jarak jauh kepada Felly dan dibalas olih gadis


mungil itu dengan gemasnya, “saya meminta doa restunya semoga pernikahan ini


menjadi pernikahan terakhir kami, dan keluarag kecil kami selalu dilimpahkan


kebahagiaan,” ujar Kanaya penuh harap.


Anisa terharu dengan ucapan Kanaya, dia tidak menyangka


kalau akhirnya akan bisa memiliki menantu apalagi itu adalah Kanaya, Anisa


masih ingat betul bagaimana dulu dia sempat bercanda kepada Keysha bahwa mereka


akan menjodohkan putra putri mereka, dan ternyata ucapan benar-benar doa. Anisa


juga bahagia, akhirnya cucu perempuan kesayangannya bisa memiliki dan merasakan


kasih sayang seorang ibu, Anisa berharap Kanaya bisa terus menjadi sosok ibu


yang baik bagi Felly.