
"pasien yang tidak selamat adalah .. Ibu Lisa" ucap dokter , sontak tangis Bagas dan Farah langsung pecah, Keysha benar benar sudah tidak bisa bergerak dia merasakan tubuhnya mati rasa
Baru saja hubungannya dengan omah membaik, tapi sekarang Yang Maha Kuasa sudah memanggil omah Lisa lebih dulu
"Dokter pasti salah, Ibu saya masih bisa diselamatkan kan dok?" ucap Bagas histeris , Alby dan Dimas mencoba menenangkan Bagas
"Om, kita tau ini berat, tapi jangan begini om pasti omah sangat sedih sekarang" ucap Dimas
Farah memeluk putrinya yang terduduk dilantai, Keysha masih belum percaya ini terjadi, baru saja mereka merasakan kebahagiaan saat sidang putusan bahkan Keysha masih merasakan dekapan hangat dari omah Lisa
"Kenapa kau ambil dia, kenapa harus secepat ini? hubungan kami sudah jauh lebih baik, omah .." batin Keysha , hatinya pilu
perawat mendorong bankar omah keluar ruangan UGD untuk mengurus jenazah nya, Keysha dan yang lain pun menghentikan perawat
"Tunggu sus" ucap Keysha, dia membuka kain penutup wajah omah Lisa, wajah pucat omah Lisa namun bibir yang tersenyum damai itulah yang mereka lihat
"omahhhh" Keysha semakin menangis histeris
"Buu" begitu juga dengan Bagas
"Omah, aku mohon bangun, omah bilang omah mau melihat aku bahagia, jadi aku mohon banguna!" teriak Keysha histeris
Alby dan Dimas mencoba menenangkan Keysha
"Key, jangan seperti ini" ucap Dimas
"omah bohong, omah bilang dia mau melihat aku bahagia ,tapi kenapa omah pergiii!!" ucap Keysha semakin histeris ,Dimas langsung memeluk Keysha,pelukan seorang kakak kepada Adiknya
"Jangan seperti ini Key, kami juga merasa kehilangan tapi aku mohon jangan seperti ini" ucap Dimas dia dan Alby juga sudah menitikkan air matanya
"Permisi pak Bu kami harus segera mengurus jenazah Almarhum" ucap Perawat
"silahkan sus" ucap Bagas
"Engga, jangan bawa omah" Keysha meberontak dan hendak mengejar perawat yang membawa omah Lisa namun langsung dihadang oleh Alby dan Dimas
"Key, jangan biarkan mereka mengurus jenazah omah, aku mohon kuatlah " ucap Alby
"Omaahhh!" teriak Keysha, dan detik berikutnya Keysha pingsan
"Keysha!" semua orang terkejut, tepat pada saat itu keluarga Aditya datang
"Bu Farah" panggil Desi , Desi pun memeluk Farah yang sedang berduka
"Pak Bagas, ada apa ini pak?" tanya Harun
"Ibu meninggal pak" jawab Bagas
"Innalilahiwainnailaihirojiun"
"Saya meminta maaf kalau semasa hidup ibu saya pernah berbuat salah pada keluarga Pak Harun" ucap Bagas
"Tidak pak, omah Lisa adalah orang baik, kami sudah memaafkan segala dosanya, semoga beliau bisa tenang disisi yang maha kuasa" ucap Bagas
"Kami ikut berduka ya om Tante " ucap Aditya
Bella mendekat kearah Keysha yang tengah pingsan dikursi tunggu " kita bawa Keysha kesalah satu ruang rawat saja" usul Bella
"Ya sudah, om Tante kami akan urus Keysha" ucap Dimas
"Terimakasih yaa" merekapun membawa Keysha kesalah satu ruang rawat dibantu oleh suster
Dan benar, tak lama mata Keysha mulai terbuka
"Aku dimana?" ucap Keysha lirih
"Kamu di rumah sakit Key" jawab Alby
"Al, omah mana? aku mimpi buruk tentang omah " ucap Keysha
Bella mendekat dan menggenggam tangan Keysha " kamu harus belajar ikhlas Key, omah memang sudah ngga ada" ucap Bella mencoba memberi pengertian
"Ja.. jadii omah bener bener.." Keysha tak sanggup menyelesaikan kalimatnya , dia kembali terisak
Bella tak kuasa melihat kesedihan Keysha, dia pun memeluk Keysha memberi kekuatan "yang tabah Key, supaya omah bisa tenang disana" ucap Bella
Kini Keysha sudha jauh lebih tenang meskipun terkadang banyak melamun, mereka semua kini berada di diruang tunggu didepan ruang UGD ,karena masih ada Alena didalam
"Dimana ibu Lisa akan dimakamkan Bu Farah?" tanya Aditya
"Rencananya kami akan memakamkan Ibu di Bandung" jawab Farah
"Aku sudah menghubungi pelayan dirumah mah, untuk menyiapkan semua perlengkapan kita, nanti Lavanya akan datang membawakan koper koper kita" ujar Keysha
"Baiklah Nak" jawab Farah
"Key maaf ya kita gak bisa ikut" ujar Alby
"Gak papa, kalian emang harus jaga Alena" ucap Keysha "gue titip Alena ya, kalau ada perkembangan hubungin gue" ucap Keysha
"pasti Key" jawab Dimas dan Alby
Tak lama Keysha mendapat kabar dari Lavanya bahwa dia sudah berada didepan rumah sakit bertepatan dengan perawat yang juga menyampaikan bahwa jenazah omah sudah bisa dibawa.
Rencananya Lavanya akan ikut ke Bandung atas perintah Farel, karna tidak mungkin Keysha ataupun Bagas mengemudikan mobil dalam keadaan seperti ini
"Kami pamit yaa" ucap Farah kepada semua orang
"Iya Bu Farah,kalian hati hati dijalan" jawab Desi
Keysha dan keluarganya pun melangkah kan kakinya keluar dari rumah sakit,
"Silahkan " ucap Lavanya , dia membukakan pintu mobil untuk kedua orang tua Keysha
Keysha sendiri duduk bersebelahan dengan Lavanya, mobil melaju diikuti mobil ambulance dibelakang mereka
"Aku tidak pernah menyangka akan mengantarkan omah ke Bandung dengan kondisi seperti ini" batin Keysha , dia tak kuasa menahan air matanya
Lavanya memperhatikan Keysha , dia tak tega melihat Keysha yang nampak kacau "saya tau nona, anda pasti butuh sandaran sekarang" batin Lavanya
.
.
.
okee cukup yaa 3 bab hari ini 😉, jangan lupa Like dan komen aku tunggu 🥰
happy reading 🥰