Keysha

Keysha
Season 2 (Kabur)



Selesai makan malam, Kanaya duduk diruang keluarga bersama Keysha dan Marvel, tadi Raka sempat menghubunginya dan membicarakan perihal hubungan nya yang kandas dengan Nando, marah? Raka sempat marah besar bahkan dia juga ingin pulang saat itu juga, namun pekerjaannya menuntut Raka agar tetap tinggal. Kanaya juga menenangkan Kanaya dengan mengatakan bahwa dia baik-baik saja.


Tiba-tiba telfon rumah berbunyi, dengan malas Kanaya pun mengangkat panggilan tersebut, yang ternyata itu adalah panggilan dari pos satpam, dan yang membuat Indira terkejut adalah, ada seseorang yang ingin berkunjung.


"Pah, ada yang mau datang," ucap Kanaya ragu.


"Siapa Nak?" tanya Marvel.


"Itu, nenek Desi," jawab Kanaya ragu.


"Bu Desi?" Keysha dan Marvel pun terkejut mendengar nama Desi, ada apa Desi datang malam-malam.


"Bu Desi datang dengan siapa?" tanya Keysha penasaran.


"Katanya sendirian Mah, bahkan nenek bawa tas cukup besar," jelas Kanaya.


"Ya sudah Pah, kita jemput Bu Desi dari pos satpam," ucap Keysha.


"Jangan, biar aku aja," ucap Kanaya menawarkan.


"Ya sudah kamu jemput bu Desi, hati-hati ya Nak," ucap Keysha. Kemudian Kanaya pun bergegas mengambil kunci mobil, udara diluar sangat dingin ,karena tengah diguyur hujan, Keysha pun berinisiatif, seraya menunggu Kanaya menjemput Desi dia akan membuatkan makanan sehat untuk Desi dan juga minuman jahe untuk menyambut kedatangan Desi.


Dari dalam mobil, Kanaya melihat Desi yang tengah duduk di pos satpam, seraya menggosokkan telapak tangannya karena dingin, Kanaya pun turun dari mobil seraya membawa payung dan juga jaket untuk Desi.


"Nek?" panggil Kanaya lirih. Melihat kedatangan Kanaya, Desi pun tersenyum teduh, Kanaya menyalimi tangan Desi.


"Ayo Nek." Ajak Kanaya, dia memberikan jaket lebih dulu untuk Desi pakai.


"Nenek kesini sendirian?" tanya Kanaya setelah mereka berada dalam mobil.


"Iya Nak," jawab Desi.


"Om Aditya tahu kan Nek?" tanya Kanaya lagi, namun Desi menggeleng lemah.


Benar dugaan Kanaya, Desi kabur dari rumah Aditya, pasalnya Aditya tak mungkin tega membiarkan Desi pergi sendirian malam-malam, apalagi tengah hujan cukup lebat.


Sesampainya di rumah Keysha dan Marvel, Desi langsung disambut hangat oleh mereka, Desi masih tak menyangka dirinya masih diterima oleh Keysha dan Marvel, apalagi Kanaya yang sangat tersakiti disini, Kanaya masih menghormati Desi selayaknya nenek kandungnya sendiri.


Desi baru saja menyantap hidangan makan malam yang dibuatkan langsung oleh Keysha, Desi memang tengah lapar meskipun sebelum kabur dia sempat makan sedikit.


"Jahenya enak Bu?" tanya Keysha kepada Desi yang baru saja menyesap minuman jahe buatan Keysha.


"Enak, kamu memang paling tahu apa yang ibu sukai," jawab Desi.


Keysha tersenyum menanggapi ucapan Desi, kemudian dengan perlahan dia menanyakan perihal kaburnya Desi dari rumah Aditya, pasalnya tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api.


"Bu, sebenarnya apa yang terjadi? kenapa ibu bisa sampai kabur Bu?" tanya Keysha.


"Ibu merasa bersalah dengan semua yang terjadi, dan ibu tengah berpikir bagaimana caranya ibu meminta maaf kepada kalian, terutama kamu Kanaya," Desi menatap Kanaya dengan sendu.


Kanaya mendekat kearah Desi, "Nenek, apa yang sudah terjadi biarlah, aku nggak mau melihat kebelakang lagi, dan aku nggak marah kok sama Nenek."


"Benar Bu, apa yang sudah terjadi kami tidak mau mengungkitnya lagi, namun kalau untuk memaafkan Indira, Nando dan Bella saya rasa saya dan Keysha masih cukup sulit," ujar Marvel.


"Ibu bangga dengan kalian, dengan apa yang sudah terjadi pada kalian, dan apa yang sudah Indira lakukan kepada kalian, namun kalian tidak memiliki niatan untuk membalasnya."


"Ibu percaya kepada kalian."


"Lalu, apa yang membuat ibu sampai nekat kabur Bu? kalaupun ibu ingin datang kemari, ibu bisa hubungi hubungi kami, nanti pasti kami jemput," ujar Marvel.


"Ibu sangat berterimakasih karena kalian masih baik dan perduli pada ibu, untuk alasan kenapa ibu kabur, itu karena ibu kurang cocok dengan pemikiran Bella, dan Indira," jawab Desi sendu.


Kanaya nampak penasaran, kemudian diapun bertanya, "memang nya kenapa Bu?"


"Indira akan mengadakan pesta resepsi pernikahan, yang menurut ibu seharusnya hal seperti itu mereka hindari dulu, bagaimana pun suasana sekarang kurang kondusif, karena berita mereka sudah menyebar, namun apa yang ibu katakan selalu salah Dimata mereka."


Batin Kanaya sedikit perih ketika mendengar Nando dan Indira akan mengadakan pesta pernikahan, tidakkah mereka semakin menyakiti hati Kanaya?


"Nek, kalau menurut Kanaya sih, pasti mereka berdua punya impian pernikahan, dan apa salahnya kalau mereka mengadakan resepsi pernikahan," ujar Kanaya, nampaknya Kanaya sangat enggan menyebutkan nama Indira dan Nando.


"Mungkin tidak masalah kalau pernikahan mereka tidak menyakiti seorang hati perempuan lain, tapi tidakkah mereka terkesan bahagia di atas penderitaan kamu Nak?" tanya Desi kepada Indira.


"Itu terserah mereka saja Nek, Kanaya sudah tidak mau lagi berurusan dengan mereka, bagi Kanaya semua sudah takdir," jawab Kanaya bijak.


"Bu, aku kabari Aditya yah kalau ibu ada disini?" tanya Marvel meminta izin.


"Jangan," cegah Desi.


Kanaya dan Marvel pun mengerutkan alisnya bingung, "kenapa Bu?" tanya Keysha.


"Bu, pasti Aditya dan yang lainnya cemas dan mengkhawatirkan ibu," ujar Marvel.


"Ibu ingin menenangkan pikiran Ibu, ibu boleh menginap disini?" tanya Desi dengan raut wajah tak enak.


"Nggak papa dong Bu," jawab Keysha seraya tersenyum, "baiklah kalau ibu ingin menenangkan pikiran ibu dulu disini, aku, Marvel, dan Kanaya akan menjaga ibu dan kami pastikan Aditya maupun Bella tidak mengetahuinya."


"Terimakasih ya Nak," Desi berucap seraya menggenggam tangan Keysha.


"Sama-sama Bu, ya sudah ibu istirahat yuk, sudah larut." Ajak Keysha, kemudian Keysha pun mengantarkan Desi untuk beristirahat dikamar Tamu.


Keesokan harinya, keluarga Aditya digemparkan dengan suara teriakan Bella yang mencari Bu Desi dari segala penjuru rumah, melihat keadaan pintu yang masih terkunci dari dalam, sangat tidak memungkinkan kalau Desi keluar dari rumah.


Pasalnya, Desi pergi saat Bella belum mengunci pintu, tas berisi baju sudah Desi siapkan sedari sore dan ditaruh diluar rumah, Desi menyembunyikan tasnya ditempat yang tidak memungkinkan orang rumah tahu.


"Kamu sudah cari kesemua tempat? " tanya Aditya.


"Udah mas, tapi ibu nggak ada," keluh Desi.


"Ya sudah Pah, aku cari diluar rumah ya?" tanya Nando.


"Kayaknya nggak mungkin kalau ibu keluar rumah, karena posisi pintu masih terkunci, kecuali...." Bella menggantung ucapannya.


"Kecuali nenek sudah pergi sedari semalam?" tanya Indira yang mengetahui maksud ucapan Desi.


"Iya, karena semalam ibu cuman makan sedikit, dan kemudian dia langsung pergi kekamar, semalam juga hujan jadi tidak ada yang keluar dari kamar," jelas Bella.


"Terus ibu kemana?" Aditya menyugar rambutnya frustasi, pasalnya disini tidak ada sanak saudara, karena asal Desi yang dari Bandung.


Aditya langsung mengambil kunci mobilnya untuk keluar dan mencari Desi, dari raut wajahnya sangat terlihat kalau Aditya sangat mengkhawatirkan kondisi Desi, apalagi mengingat Desi pergi dari semalam.