
Malam hari, dikediaman Keysha sudah berkumpul keluarga Zahra
dan Alena, beserta anak-anak mereka. Yang ternyata Alden adalah orang yang
sudah mengumpulkan mereka semua. Nabila dan Nathan keduanya nampak was-was,
apalagi ada Natasha juga disana. Tapi Nabila yakin Natasha tidak mungkin
membongkar semuanya, karena Natasha sudah berjanji akan menjaga rahasia itu.
“Jadi ada apa ini Alden?” tanya Marvel bingung.
“Baiklah Om Marvel, dan semuanya … sebelumnya saya meminta
maaf karena sudah menganggu waktu Om dan tante sekalin, tapi disini ada hal
yang ingin saya bahas dan sangat penting,” ujar Alden, dia langsung memasang
kaset rekaman cctv di laptopnya yang langsung terhubung ke televisi milik
Marvel.
Alden meminta mereka semua untuk menyaksikan rekaman cctv,
dia juga mengeraskan semunya. Nabila dan Nathan begitu terkejut karena Alden
memutar cctv kedatangan Nabila saat Natasha akhirnya tahu semua rahasia
hubungan mereka.
“Nabila?” ucap Raka ketika Alden menghentikan rekaman cctv
itu tepat pada saat Nabila datang.
“Untuk apa kamu menemui Alden?” tanya Alena merasa aneh.
Nabila mulai gusar dia bingung harus menjawab apa sekarang.
“Saya akan putar selanjutnya, mungkin jawabannya akan segera
kita tahu,” ujar Alden.
“Natasha?” lirih mereka semua semakin di buat bingung.
“Iya, dan apa ada yang melihat Nabila keluar dari ruangan Nathan?
Padahal sudah hampir dua jam loh,” ujar Alden.
“Sebenarnya ada apa ini Natasha?” tanya Raka to the point,
perasaannya mulai tidak tenang.
“Sekarang kita cari tahu jawabannya,” Alden kembali memutar
rekaman cctv dan mengeraskan suaranya, dari rekaman tersbut dapat mereka semua
dengar pengakuan langsung dari Nabila tentang apa hubungannya selama ini dengan
Nathan. Semua mata menatap mereka berdua.
“Natasha? Apa perempuan yang kamu lihat waktu itu adalah
Nabila?” tanya Raka, dan Natasha mengangguk dengan yakin. Raka begitu kecewa
dengan Nabila, dia masih ingat betul cerita Natasha yang mengatakan bahwa pada
saat itu Nathan tengah begitu intim dengan seorang wanita yang tidka lain
adalah Nabila.
“Sudah sejauh apa hubungan kamu dengan Nathan?” tanya Raka
lagi, Keysha dan Marvel tidak menyangka kalau kisah cinta putra dan putrinya
tidak pernah berjalan mulus.
“Nabila udah serahin semuanya sama gue, bahkan kevirginannya,” Nathan buka suara yang
membuat semua orang terkejut. Alena menatap Nabila dengan tatapan kecewa,
sebegai seorang ibu dia merasa sudah gagal dalam mendidik putrinya dan membuat
malu nama keluarga.
Raka menghela napasnya, selama ini Raka sudah berjuang untuk
bisa menjadi sekarang ini, karena Raka mau kehidupan Nabila setelah menikah
dengannya bisa bahagia. Raka sudah semampunya menjaga Nabila dan tidak berani
bertindak jauh, itu semua demi menjaga martabat Nabila, tapi nampaknya Nabila
justru bosan menjalani hubungan yang monoton dan kuno seperti yang Nabila
ucapkan, sampai-sampai Nabila mencari kehangatan pada pria lain.
Semua orang terkejut,
dan merasa tidak enak kepada Raka dan keluarganya, terutama Alena dan Zahra,
mereka adalah sahabat dekat, tapi anak-anak mereka malah tega mengkhianatinya
seperti yang dulu Indira dan Nando lakukan kepada Keysha.
“Kamu tahu kan Nabila, kalau aku begitu mencintai kamu, tapi
kenapa kamu malah melakukan hal ini? kenapa???” tanya Raka dengan histeris,
Nabila kini sudah menunduk seraya terisak.
“Maaf kan saya tante Alena, om Dimas, tapi saya tidak bisa
melanjutkan hubungan ini, jadi saya membatalkan pertunangan,” Raka melepaskan
cincin pertunangannya dengan Nabila, membuat Nabila menangis histeris dan
menghadang Raka.
“Raka kamu nggak boleh ninggalin aku nggak …” tolak Nabila
dengan menggelengkan kepalanya, “aku janji akan berubah, aku akan setia sama
kamu, tapi aku mohon beri aku kesempatan,” pinta Nabila dengan memohon.
“Kamu sudah punya banyak kesempatan selama ini untuk tidak
melakukan hubungan itu, tapi kamu sendiri yang memulainya. Kamu sudah memilih
Nathan, jadi kembalilah padanya. Dalam hidup kamuu harus bisa belaja Nabila,
kamu tidak bisa mendapatkan semua yang kamu miliki, kamu sudah punya aku, tapi
kamu juga menggaet Nathan, kamu tahukan Nathan temanku, dan dia kekasih
Natasha,” Raka masih tidak habis pikir dengan yang mereka lakukan.
“Aku sepenuhnya sudah ikhlas untuk melepas kamu, semoga kamu
bisa berbahagia dengan pilihan kamu,” Raka melangkah menaiki anak tangga menuju
lantai atas, sedangkan Nabila mulai meraung memanggil nama Raka dan berharap
Raka akan menoleh melihatnya, tapi nihil Raka tidak sedikitpun mau melihat
Nabila lagi.
“Nabila stop,” Nathan bangkit dari duduknya dan menenangkan
Nabila.
“Raka udah nggak mau sama kamu, dan cuman aku disini yang
mau terima kamu,” ucap Nathan, tapi tatapan Nabila kepada Nathan sangat bereda,
dia membenci Nathan dan menilai Nathan adalah alasan kenapa hubungannya dengan
Nathan akhirnya berakhir.
Plaakkkk!!! Suara tamparan yang nyaring terdengar, itu
adalah suara tamparan dari Nabila, membuat pipi Nathan terasa sedikit panas.
“Gue benci loe!!” seru Nabila.
“Ayo pulang,” suara Dimas begitu menakutkan terdengar
ditelinga Nabila, dengan gontai dia melangkah mengikuti arah kedua orangtuanya.
“Memalukan,” tidak ada kata lain yang keluar dari bibir
Zahra, dia begitu kecewa dengan tingkah putra sulungnya.
Natasha, setelah itu Alden berpamitan kepada Keysha dan Marvel juga meminta
maaf atas kekacauan yang sudha Alden lakukan. Tapi dengan besar hati Marvel
mengatakan bahwa semua ini bukan kesalahan mereka, melainkan hal ini memang
seharusnya terungkap seja awal. Alden langsung menyeret Nathan keluar dari
rumah Keysha dan marvel, Alden yakin kedua orangtuanya sangat malu dengan
tingkah adiknya itu.
“Om … tante .. Natasha minta maaf …” Natasha merasa
bersalah, karena kini dia melihat bagaimana sedihnya Keysha yang tengah
ditenangkan oleh Kanaya.
“Ini bukan salah kamu sayang … sebaiknya kami semua tahu
diawal, dari pada sudah terlanjur nantinya,” jawab Keysha menenangkan Natsha.
“Ya sudah, ayo kakak antar,” Tama mengajak Natasha untuk
pulang, Tama yakin bukan hal yang mudah bagi adiknya untuk menguak semua ini.
tapi Tama bangga dengan adiknya, yang berani mengambil resiko.
Nabila dan Nathan sama-sama mendapatkan ultimatum tegas dari
kedua orangtua mereka, bahkan dari hasil musyawarah antar dua keluarga mereka,
Nabila dan Nathan akan dinikahkan secepatnya. Hal itu tentu saja kabar yang
membahagiakan bagi Nathan, tapi tidak Nabila, karena dia masih menaruh harapan
besar pada Raka, dia berharap Raka masih mau memaafkannya dan menerimanya
kembali. Tapi Bara seolah menyadarkan Nabila.
“Kamu tuh sadar nggak sih, ibarat kan barang kamu udah udah
rusak! Martabat kamu sebagai seorang wanita sudah rusak Nabila, dan itu karena
diri kamu sendiri, dan dengan tidak tahu malunya kamu mendambakan seorang Raka
yang sempurna, dia yang baik hati dan menjaga kamu! kamu pikir pakai otak,
pakai logika kamu!” Bara begitu marah dengan adiknya yang masih bersikeras
mengaharapkan Raka, disini Bara tidak menyalahkan Raka, justru Bara mendukung
keputusan Raka, jika Bara berada di posisi Raka, pastinya Bara akan melakukan
hal yang sama seperti yang Raka lakukan.
“Terserah kamu Nabila, kalau kamu nggak mau menikah dengan
Nathan, tapi yang jelas setelah ini Mamah dan Papah nggak akan lagi mau tahu
tentang kamu, kamu atus sendiri jalan hidup kamu,” Alena sudah lelah dengan
sikap Nabila, dia juga harus menanggung malu kepada keluarga Keysha atas
perbuatan adiknya.
Raka sendiri kini, masih merenung di kamarnya, dia tidak
menangis sama sekali. Karena bagi Raka sebaiknya dia tahu sekarang dari pada
Nanti. Dan dia sudah ikhlas sepenuhnya melepas Nabila, mungkin memang bukan
Nabila jodohnya. Sekeras apapun Raka mengejar Nabila, jika bukan jodohnya maka
Yang Maha Kuasa akan memisahkan mereka dengan cara-Nya.
‘Semoga kamu bisa bahagia dengan pilihan kamu Nabila,
belajarlah menjadi pribadi yang lebih baik, aku akan hidup dengan baik tanpa
kamu,’ batin Raka.
Beberapa bulan kemudian.
Kini kehidupan berjalan dengan dengan semestinya, sampai
detik ini Raka masih betah sendiri, bukan karena belum bisa move on dari mantan
kekasihnya Nabila, tapi Raka ingin lebih selektif lagi, pun demikian dengan
Indira, dia juga masih sibuk menjadi Dokter anak.
Sedangkan Indira, masih sibuk mengurus bisnis restaurant
peninggalan Aditya, dia masih menyandang status janda setelah 2 bulan lalu
gugatan perceraiannya dikabulkan oleh pengadilan. Indira menjalankan
kehidupannya dengan jauh lebih baik dari sebelumnya, sedangkan Nando masih mendekam
di penjara, usia kehamilan Amanda sudah memasuki 8 bulan, Lailla dan Harlan
sudah belajar dari masalalu, mereka menerima Amanda dan menjaga Amanda dengan
baik. Tidak ada dendam sedikipun dihati mereka pada Indira yang membuat Nando
masuk penjara, karena memang Nando bersalah dalam hal ini.
Kanaya kini tengah berbahagia dengan keluarga kecilnnya,
apalagi dengan kehamilan buah cintanya dengan Tama, Felly juga menunjukkan
kasih sayangnya pada calon adiknya yang dalam waktu 4 bulan lagi akan lahir.
Kanaya tengah melihat foto almbumnya semasa sekolah, dia
kembali teringat perjalanan hidupnya yang bisa dibilang tidak terlalu mulus
didalam percintaan, dia pernah kehilangan cintanya, dan Kanaya juga pernah
kehilangan sahabatnya, bahkan sampai berseteru berkepanjangan. Tapi itu semua
sudah berlalu, kini Kanaya sudah hidup bahagia bersama dengan Tama dan Felly,
dan sebentar lagi mereka akan menyambut anggota keluarga baru mereka.
Keysha juga tengah merasakan kebahagian, melihat putrinya
sudah sukses berumah tangga, dan putranya yang sukses dalam berbisnis. Dulu kisah
cintanya dengan Marvel tidak lah mudah, dia harus merasakan rasanya dijodohkan
dan dipologami. Bahkan Keysha harus menempuh jalur cukup panjang untuk bisa
berpisah dengan Nando.Kini Keysha dan Marvel sedang berada di pemakaman Bella
dan Aditya, Keysha menaburkan bunga diatas pemakaman mereka, Keysha berharap
pak Harun, bu Desi, Bella dan Aditya tenang disana.
Keysha banyak belajar
dari rasa sakit, kecewa, kehilangan dan juga pengorbanan, dan hanya satu yang
bisa menyembuhkan itu semua, yaitu ikhlas. Keysha sudah mengikhlaskan semuanya,
semua yang sudah terjadi dalam hidupnya, kesakitan yang dia alami kini sudah
terbayar dengan kabahagiaan keluarganya.
TAMAT
Hai semuanya, author
mau mengucapkan terimakasih banyak kepada kalian yang selalu memberikan
dukungannya kepada author, dan author juga mau mengucapkan permohonan maaf yang
sebesar-besarnya, mungkin dicerita ini banyak yang kurang kalian suka dan
sebagainya. Alhamdulillah hari ini author bisa menyelesaikan novel author yang
bejudul Keysha, terimakasih banyak atas partisipasinya yaa, kita berjumpa lagi
di novel author yang lain.
Terimakasih …