Keysha

Keysha
Season 2 (Selesai)



Malam hari, dikediaman Keysha sudah berkumpul keluarga Zahra


dan Alena, beserta anak-anak mereka. Yang ternyata Alden adalah orang yang


sudah mengumpulkan mereka semua. Nabila dan Nathan keduanya nampak was-was,


apalagi ada Natasha juga disana. Tapi Nabila yakin Natasha tidak mungkin


membongkar semuanya, karena Natasha sudah berjanji akan menjaga rahasia itu.


“Jadi ada apa ini Alden?” tanya Marvel bingung.


“Baiklah Om Marvel, dan semuanya … sebelumnya saya meminta


maaf karena sudah menganggu waktu Om dan tante sekalin, tapi disini ada hal


yang ingin saya bahas dan sangat penting,” ujar Alden, dia langsung memasang


kaset rekaman cctv di laptopnya yang langsung terhubung ke televisi milik


Marvel.


Alden meminta mereka semua untuk menyaksikan rekaman cctv,


dia juga mengeraskan semunya. Nabila dan Nathan begitu terkejut karena Alden


memutar cctv kedatangan Nabila saat Natasha akhirnya tahu semua rahasia


hubungan mereka.


“Nabila?” ucap Raka ketika Alden menghentikan rekaman cctv


itu tepat pada saat Nabila datang.


“Untuk apa kamu menemui Alden?” tanya Alena merasa aneh.


Nabila mulai gusar dia bingung harus menjawab apa sekarang.


“Saya akan putar selanjutnya, mungkin jawabannya akan segera


kita tahu,” ujar Alden.


“Natasha?” lirih mereka semua semakin  di buat bingung.


“Iya, dan apa ada yang melihat Nabila keluar dari ruangan Nathan?


Padahal sudah hampir dua jam loh,” ujar Alden.


“Sebenarnya ada apa ini Natasha?” tanya Raka to the point,


perasaannya mulai tidak tenang.


“Sekarang kita cari tahu jawabannya,” Alden kembali memutar


rekaman cctv dan mengeraskan suaranya, dari rekaman tersbut dapat mereka semua


dengar pengakuan langsung dari Nabila tentang apa hubungannya selama ini dengan


Nathan. Semua mata menatap mereka berdua.


“Natasha? Apa perempuan yang kamu lihat waktu itu adalah


Nabila?” tanya Raka, dan Natasha mengangguk dengan yakin. Raka begitu kecewa


dengan Nabila, dia masih ingat betul cerita Natasha yang mengatakan bahwa pada


saat itu Nathan tengah begitu intim dengan seorang wanita yang tidka lain


adalah Nabila.


“Sudah sejauh apa hubungan kamu dengan Nathan?” tanya Raka


lagi, Keysha dan Marvel tidak menyangka kalau kisah cinta putra dan putrinya


tidak pernah berjalan mulus.


“Nabila udah serahin semuanya sama gue, bahkan  kevirginannya,” Nathan buka suara yang


membuat semua orang terkejut. Alena menatap Nabila dengan tatapan kecewa,


sebegai seorang ibu dia merasa sudah gagal dalam mendidik putrinya dan membuat


malu nama keluarga.


Raka menghela napasnya, selama ini Raka sudah berjuang untuk


bisa menjadi sekarang ini, karena Raka mau kehidupan Nabila setelah menikah


dengannya bisa bahagia. Raka sudah semampunya menjaga Nabila dan tidak berani


bertindak jauh, itu semua demi menjaga martabat Nabila, tapi nampaknya Nabila


justru bosan menjalani hubungan yang monoton dan kuno seperti yang Nabila


ucapkan, sampai-sampai Nabila mencari kehangatan pada pria lain.


 Semua orang terkejut,


dan merasa tidak enak kepada Raka dan keluarganya, terutama Alena dan Zahra,


mereka adalah sahabat dekat, tapi anak-anak mereka malah tega mengkhianatinya


seperti yang dulu Indira dan Nando lakukan kepada Keysha.


“Kamu tahu kan Nabila, kalau aku begitu mencintai kamu, tapi


kenapa kamu malah melakukan hal ini? kenapa???” tanya Raka dengan histeris,


Nabila kini sudah menunduk seraya terisak.


“Maaf kan saya tante Alena, om Dimas, tapi saya tidak bisa


melanjutkan hubungan ini, jadi saya membatalkan pertunangan,” Raka melepaskan


cincin pertunangannya dengan Nabila, membuat Nabila menangis histeris dan


menghadang Raka.


“Raka kamu nggak boleh ninggalin aku nggak …” tolak Nabila


dengan menggelengkan kepalanya, “aku janji akan berubah, aku akan setia sama


kamu, tapi aku mohon beri aku kesempatan,” pinta Nabila dengan memohon.


“Kamu sudah punya banyak kesempatan selama ini untuk tidak


melakukan hubungan itu, tapi kamu sendiri yang memulainya. Kamu sudah memilih


Nathan, jadi kembalilah padanya. Dalam hidup kamuu harus bisa belaja Nabila,


kamu tidak bisa mendapatkan semua yang kamu miliki, kamu sudah punya aku, tapi


kamu juga menggaet Nathan, kamu tahukan Nathan temanku, dan dia kekasih


Natasha,” Raka masih tidak habis pikir dengan yang mereka lakukan.


“Aku sepenuhnya sudah ikhlas untuk melepas kamu, semoga kamu


bisa berbahagia dengan pilihan kamu,” Raka melangkah menaiki anak tangga menuju


lantai atas, sedangkan Nabila mulai meraung memanggil nama Raka dan berharap


Raka akan menoleh melihatnya, tapi nihil Raka tidak sedikitpun mau melihat


Nabila lagi.


“Nabila stop,” Nathan bangkit dari duduknya dan menenangkan


Nabila.


“Raka udah nggak mau sama kamu, dan cuman aku disini yang


mau terima kamu,” ucap Nathan, tapi tatapan Nabila kepada Nathan sangat bereda,


dia membenci Nathan dan menilai Nathan adalah alasan kenapa hubungannya dengan


Nathan akhirnya berakhir.


Plaakkkk!!! Suara tamparan yang nyaring terdengar, itu


adalah suara tamparan dari Nabila, membuat pipi Nathan terasa sedikit panas.


“Gue benci loe!!” seru Nabila.


“Ayo pulang,” suara Dimas begitu menakutkan terdengar


ditelinga Nabila, dengan gontai dia melangkah mengikuti arah kedua orangtuanya.


“Memalukan,” tidak ada kata lain yang keluar dari bibir


Zahra, dia begitu kecewa dengan tingkah putra sulungnya.


Natasha, setelah itu Alden berpamitan kepada Keysha dan Marvel juga meminta


maaf atas kekacauan yang sudha Alden lakukan. Tapi dengan besar hati Marvel


mengatakan bahwa semua ini bukan kesalahan mereka, melainkan hal ini memang


seharusnya terungkap seja awal. Alden langsung menyeret Nathan keluar dari


rumah Keysha dan marvel, Alden yakin kedua orangtuanya sangat malu dengan


tingkah adiknya itu.


“Om … tante .. Natasha minta maaf …” Natasha merasa


bersalah, karena kini dia melihat bagaimana sedihnya Keysha yang tengah


ditenangkan oleh Kanaya.


“Ini bukan salah kamu sayang … sebaiknya kami semua tahu


diawal, dari pada sudah terlanjur nantinya,” jawab Keysha menenangkan Natsha.


“Ya sudah, ayo kakak antar,” Tama mengajak Natasha untuk


pulang, Tama yakin bukan hal yang mudah bagi adiknya untuk menguak semua ini.


tapi Tama bangga dengan adiknya, yang berani mengambil resiko.


Nabila dan Nathan sama-sama mendapatkan ultimatum tegas dari


kedua orangtua mereka, bahkan dari hasil musyawarah antar dua keluarga mereka,


Nabila dan Nathan akan dinikahkan secepatnya. Hal itu tentu saja kabar yang


membahagiakan bagi Nathan, tapi tidak Nabila, karena dia masih menaruh harapan


besar pada Raka, dia berharap Raka masih mau memaafkannya dan menerimanya


kembali. Tapi Bara seolah menyadarkan Nabila.


“Kamu tuh sadar nggak sih, ibarat kan barang kamu udah udah


rusak! Martabat kamu sebagai seorang wanita sudah rusak Nabila, dan itu karena


diri kamu sendiri, dan dengan tidak tahu malunya kamu mendambakan seorang Raka


yang sempurna, dia yang baik hati dan menjaga kamu! kamu pikir pakai otak,


pakai logika kamu!” Bara begitu marah dengan adiknya yang masih bersikeras


mengaharapkan Raka, disini Bara tidak menyalahkan Raka, justru Bara mendukung


keputusan Raka, jika Bara berada di posisi Raka, pastinya Bara akan melakukan


hal yang sama seperti yang Raka lakukan.


“Terserah kamu Nabila, kalau kamu nggak mau menikah dengan


Nathan, tapi yang jelas setelah ini Mamah dan Papah nggak akan lagi mau tahu


tentang kamu, kamu atus sendiri jalan hidup kamu,” Alena sudah lelah dengan


sikap Nabila, dia juga harus menanggung malu kepada keluarga Keysha atas


perbuatan adiknya.


Raka sendiri kini, masih merenung di kamarnya, dia tidak


menangis sama sekali. Karena bagi Raka sebaiknya dia tahu sekarang dari pada


Nanti. Dan dia sudah ikhlas sepenuhnya melepas Nabila, mungkin memang bukan


Nabila jodohnya. Sekeras apapun Raka mengejar Nabila, jika bukan jodohnya maka


Yang Maha Kuasa akan memisahkan mereka dengan cara-Nya.


‘Semoga kamu bisa bahagia dengan pilihan kamu Nabila,


belajarlah menjadi pribadi yang lebih baik, aku akan hidup dengan baik tanpa


kamu,’ batin Raka.


Beberapa bulan kemudian.


Kini kehidupan berjalan dengan dengan semestinya, sampai


detik ini Raka masih betah sendiri, bukan karena belum bisa move on dari mantan


kekasihnya Nabila, tapi Raka ingin lebih selektif lagi, pun demikian dengan


Indira, dia juga masih sibuk menjadi Dokter anak.


Sedangkan Indira, masih sibuk mengurus bisnis restaurant


peninggalan Aditya, dia masih menyandang status janda setelah 2 bulan lalu


gugatan perceraiannya dikabulkan oleh pengadilan. Indira menjalankan


kehidupannya dengan jauh lebih baik dari sebelumnya, sedangkan Nando masih mendekam


di penjara, usia kehamilan Amanda sudah memasuki 8 bulan, Lailla dan Harlan


sudah belajar dari masalalu, mereka menerima Amanda dan menjaga Amanda dengan


baik. Tidak ada dendam sedikipun dihati mereka pada Indira yang membuat Nando


masuk penjara, karena memang Nando bersalah dalam hal ini.


Kanaya kini tengah berbahagia dengan keluarga kecilnnya,


apalagi dengan kehamilan buah cintanya dengan Tama, Felly juga menunjukkan


kasih sayangnya pada calon adiknya yang dalam waktu 4 bulan lagi akan lahir.


Kanaya tengah melihat foto almbumnya semasa sekolah, dia


kembali teringat perjalanan hidupnya yang bisa dibilang tidak terlalu mulus


didalam percintaan, dia pernah kehilangan cintanya, dan Kanaya juga pernah


kehilangan sahabatnya, bahkan sampai berseteru berkepanjangan. Tapi itu semua


sudah berlalu, kini Kanaya sudah hidup bahagia bersama dengan Tama dan Felly,


dan sebentar lagi mereka akan menyambut anggota keluarga baru mereka.


Keysha juga tengah merasakan kebahagian, melihat putrinya


sudah sukses berumah tangga, dan putranya yang sukses dalam berbisnis. Dulu kisah


cintanya dengan Marvel tidak lah mudah, dia harus merasakan rasanya dijodohkan


dan dipologami. Bahkan Keysha harus menempuh jalur cukup panjang untuk bisa


berpisah dengan Nando.Kini Keysha dan Marvel sedang berada di pemakaman Bella


dan Aditya, Keysha menaburkan bunga diatas pemakaman mereka, Keysha berharap


pak Harun, bu Desi, Bella dan Aditya tenang disana.


 Keysha banyak belajar


dari rasa sakit, kecewa, kehilangan dan juga pengorbanan, dan hanya satu yang


bisa menyembuhkan itu semua, yaitu ikhlas. Keysha sudah mengikhlaskan semuanya,


semua yang sudah terjadi dalam hidupnya, kesakitan yang dia alami kini sudah


terbayar dengan kabahagiaan keluarganya.


TAMAT


Hai semuanya, author


mau mengucapkan terimakasih banyak kepada kalian yang selalu memberikan


dukungannya kepada author, dan author juga mau mengucapkan permohonan maaf yang


sebesar-besarnya, mungkin dicerita ini banyak yang kurang kalian suka dan


sebagainya. Alhamdulillah hari ini author bisa menyelesaikan novel author yang


bejudul Keysha, terimakasih banyak atas partisipasinya yaa, kita berjumpa lagi


di novel author yang lain.


Terimakasih …