Keysha

Keysha
Panik



Ini adalah hari Minggu, jadi tidak heran jalanan komplek pagi hari sudah ramai orang, karena mereka memanfaat kan untuk joging pagi. Seperti Keysha, saat ini dia tengah joging dengan Farah, bukan joging tapi lebih tepatnya hanya jalan - jalan santai keliling komplek.


Sedangkan Marvel dan Bagas mereka tengah bersama bapak - bapak komplek lain di lapangan bermain bola, atau bulu tangkis. Tak sengaja saat melewati salah satu rumah yang waktu itu Marvel ceritakan nampak ada mobil pindahan yang terparkir.


"Itu ada orang baru Key?" Tanya Farah, pasalnya barang - barang di mobil sedang di pindah ke dalam rumah.


"Iya beberapa waktu lalu rumah ini di jual, dan kata Marvel udah ada yang beli, orang Bandung loh Mah" Ujar Keysha.


"Oh ya, satu kampung sama kita dong" Ujar Farah seraya tersenyum.


Dan saat mereka tengah memperhatikan rumah tersebut, tiba - tiba ada seseorang yang keluar dari dalam rumah, sontak membuat Keysha terkejut.


"Anisa?" Ucap Keysha.


Anisa menoleh karena merasa namanya di panggil, "Keysha??" Ucap Anisa sambil menatap Keysha, dia pun berjalan dengan perlahan karena perutnya sudah nampak besar.


"Key apa kabar?" Tanya Anisa sambil memeluk Keysha.


"Baik Nis" Jawab Keysha.


"Anisa? Masih ingat Tante?" Tanya Farah.


"Masih dong Tante.." Jawab Anisa seraya tersenyum.


"Apa kabar Tante?" Tanya Anisa.


"Alhamdulillah baik Nis, Nisa gimana kabarnya?" Tanya Farah balik.


"Alhamdulillah Nisa juga baik Tante" Jawab Anisa.


"Udah berapa bulan nak?"Tanya Farah.


"9 bulan Tante" Jawab Anisa.


"Wah sebentar lagi dong" Ujar Keysha.


"Iya nih, dan pas banget rumah sakit suami yang ada di Jakarta sudah bisa beroperasi, jadi aku memutuskan pindah ke sini" Ujar Anisa.


"Jadi kamu pindah di sini?" Tanya Keysha memastikan.


"Iya.. oh ya kamu kok di sini?" Tanya Anisa.


"Rumah ku juga di komplek ini" Jawab Keysha.


"Oh ya?? Dimana?" Tanya Anisa heboh, pasalnya dia tidak menyangka akan bertetangga dengan Keysha.


"Cuman berjarak dua rumah dari rumah kamu" Jawab Keysha.


"Wah nanti aku main ya??" Tanya Anisa antusias.


"Boleh.. nanti aku tunggu ya??" Jawab Keysha.


"Siapp.. oh ya gimana udah isi?" Tanya Anisa.


"Alhamdulillah, lagi jalan 3 Minggu " Jawab Keysha seraya mengelus perutnya.


"Wah selamat yaa" Ucap Anisa ikut merasa senang dengan kabar kehamilan Keysha.


"makasih Nis.." ujar Keysha seraya tersenyum.


"Oke.. oh ya mau masuk dulu Tante? Keysha?" Tawar Anisa.


"Enggak deh Nis, kamu juga pasti lagi sibuk, aku sama mamah mau lanjut joging dulu" ujar Keysha.


"Oke deh, kalau gitu aku masuk dulu ya" Pamit Anisa.


Keysha dan Farah pun melanjutkan jalan - jalan pagi mereka di sekitar komplek.


"Nggak nyangka ya ternyata Anisa jadi tetangga kamu sekarang" Ujar Farah.


"Iya Mah, seneng deh" Jawab Keysha.


"Oh iya sayang, mamah sama papah rencananya besok sudah harus ke Bandung lagi" Ujar Farah.


"Soalnya kan papah juga harus mengurus bisnis nak" Ujar Farah.


"Ya udah deh mah, tapi nanti mamah harus sering telepon yaa."


"Iyaaa" Jawab Farah seraya tersenyum.


Ke esokan harinya Farah dan Bagas sudah bersiap untuk kembali ke Bandung, mereka sudah berpamitan dengan Keysha ,Marvel dan besan mereka. Sinta dan Ryan datang ke rumah Keysha jam 6 pagi, agar bisa sarapan bersama dan melihat kepulangan besannya itu.


Keysha sempat terisak ketika melambaikan tangan ke arah kedua orang tuanya, entah lah mungkin karena tengah hamil, membuat Keysha jadi sangat mudah menangis.


"Udah ya sayang, jangan nangis lagi.. aku sama papah mau ke kantor dulu" Pamit Marvel.


"Iya.. tapi jangan lupa ya pesanan aku" ujar Keysha dengan wajah imutnya.


"Iya sayang, nanti aku pulang bawa martabak manis buat kamu" Ujar Marvel. Keysha memang tengah ngidam martabak sekarang ini.


"Okee.." Ujar Keysha.


"Ya sudah, aku sama papah berangkat dulu" Ucap Marvel, Keysha pun mencium tangan Marvel dan tidak lupa ayah mertuanya juga.


"Hati - hati" Seru Keysha dan Sinta ketika mobil mulai melaju meninggalkan kediaman Marvel dan Keysha.


"Yuk Nak masuk" Ajak Sinta.


"Emm Mah, sebenarnya aku pengen ke rumah temen ku sih, dia baru pindah di sekitar sini kemarin" ujar Keysha.


"Ya udah, yuk mamah temenin" Ajak Sinta, mereka berdua pun berjalan kaki menuju rumah Anisa.


Saat Sinta dan Keysha sampai di kediaman Anisa, suasana nya nampak sepi.


"Nggak ada satpam atau penjaga di rumah Key?" Tanya Sinta, pasal nya nampak pos satpam yang tidak ada orang.


"Maklum mah, baru pindah kemarin" Jawab Keysha.


"Kita langsung masuk aja yuk mah, gerbangnya juga kebuka" Ujar Keysha.


"Ya udah yuk." Sinta dan Keysha pun melangkah masuk ke kediaman Anisa. Namun samar - samar mereka mendengar suara rintihan kesakitan dari dalam rumah Anisa.


"To..long...."


"Mah itu suara..." Keysha tidak bisa lagi berbicara dia langsung masuk ke dalam rumah di ikuti oleh Sinta.


Keysha dan Sinta begitu terkejut, karena melihat Anisa yang tengah terduduk di lantai sambil bersandar di dinding, raut wajahnya sudah sangat pucat karena menahan sakit.


"Ya Allah.. nak kamu mau melahirkan" Ucap Sinta panik.


"Oki mana Nis?" Tanya Keysha.


"Di rumah sakit.. nggak ada orang di rumah.." Jelas Anisa sambil terus mengatur napas mengikuti arahan Sinta.


"Kamu sabar ya.." Ucap Keysha.


"Mah, aku telepon supir rumah dulu" Ucap Keysha, dia pun segera menghubungi supir rumahnya agar datang ke kediaman Anisa membawa mobil. Sedangkan Sinta keluar rumah untuk memanggil warga membantu membawa Anisa.


Tak lama supir Keysha pun datang, beberapa warga juga sudah datang dan membantu Anisa untuk masuk ke dalam mobil. Setelah itu Keysha, dan juga Sinta bergegas menuju ke rumah sakit untuk mengantarkan Anisa.


"Pak lebih cepat sedikit ya" Ucap Sinta pada supir pribadi Keysha.


"Baik nyonya."


Akhirnya mereka sampai di salah satu rumah sakit terdekat, yang ternyata itu adalah milik suami Anisa, Supir langsung memanggil para perawat agar membantu Anisa.


Dan pada saat itu Oki sekilas melihat Keysha yang baru saja turun dari mobil, Oki tidak bisa melihat dengan jelas istrinya, karena tertutup oleh badan beberapa perawat yang membantu.


"Aku seperti kenal?" Batin Oki.


"Bukannya itu Keysha?" Ucap Oki lagi setelah dia melihat dengan jelas bahwa yang dia lihat adalah Keysha.


Oki berniat mendekat ke arah Keysha untuk menanyakan ada kepentingan apa Keysha datang kemari? Apa mungkin ada yang sakit? Begitu pikir Oki. Namun sebelum Oki mendekat ke arah Keysha, dia sudah melihat istrinya yang berada di atas brankar rumah sakit dan dibawa oleh perawat.!