
Hari ini Keysha pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Alena, dia mendapat kabar bahwa Alena sudah melewati masa kritisnya meskipun belum sadar, Alena juga sudah dipindahkan keruang rawat
Keysha sampai di rumah sakit namun diruang tunggu tidak ada orang sama sekali,
"Mungkin mereka tengah sarapan" ucap Keysha, mengingat ini masih jam 7 pagi, saat Keysha hendak membuka pintu ruang rawat Alena, Keysha mendengar suara seseorang didalam
"Alena ,sadarlah gue nungguin loe disini, gue janji kalau loe sadar gue bakalan jujur tentang perasaan gue yang sebenarnya ke loe, meskipun mungkin loe bakal nolak gue " ucap Laki laki itu
" Jadi selama ini..." batin Keysha
"Len, bangun yaa gue kangen bercanda sama loe, gue kangen cerewet nya loe, marahnya loe" ucapnya
"Ekhem" Keysha membuka ruang rawat Alena dan sengaja berdehem keras, sontak laki laki yang berada diruangan Alena terkejut bukan main
"Ke..Keysha ?"
"Kenapa? kaget? " ucap Keysha
"Sejak kapan loe di sini?" tanya nya
"Sejak kapan? sejak gue denger loe nyuruh Alena bangun dan janji bakal ngutarain perasaan loe ke dia" ucap Keysha
"Key, loe marah sama gue?" ucap laki laki itu sambil mendekat ke arah Keysha
"Idihh ngapain gue marah? gue siapa loe emang?" tanya Keysha
"Ya kan kita berlima sahabat, loe pasti gak setuju kalau gue punya rasa buat Alena" ucap laki laki itu sambil menunduk
Keysha tersenyum "gue gak marah, selagi loe janji loe bakal selalu jagain Alena, dan loe janji gak akan kecewain Alena gue setuju" ucap Keysha sambil tersenyum
"Serius Key?" tanya laki laki itu memastikan
"Iya Dimas" ucap Keysha, ya laki laki yang ternyata memendam perasaan pada Alena adalah Dimas ,tak lama Alby datang memasuki ruangan
"Waah wahh lagi ada acara apa nih?" tanya Alby
"Gue direstuin sama Keysha Al" ucap Dimas sumringah
"Loh, jadi Alby udah tahu?" tanya Keysha
"Udah dongg" ucap Alby bangga
"Sialan cuman gue doang yang nggak tahu?" tanya Keysha
"Tahu apa?" dari belakang tubuh Alby Zahra muncul dengan perut buncitnya
"Zahraa?" ucap Mereka bertiga
"Haiii" Zahra melambai ke arah mereka
Kini mereka tengah duduk menunggu didalam ruangan Alena, orang tua Alena sedang beristirahat di apartemen Alena
"Jadi loe serius sama perasaan loe Dim?" tanya Zahra
"Gue serius Ra, dari dulu gue suka Alena tanya aja Alby" ucap Dimas
"Iya, loe tau gak senengnya Dimas waktu Alena putus dari Fahri, dia bahkan bela belain beliin gulali buat Alena, dia bawain ke apartemen " ucap Alby
"Hah? serius loe?" tanya Keysha memastikan
"Iya, hari berikutnya dia bawa boneka buat Alena pake alesan sepupunya ngga suka boneka dari pada mubazir mending buat Alena, gitu katanya" ucap Alby
"Kenapa emangnya?" itu bukan suara mereka berempat ,melainkan suara Alena
"Alena?" ucap mereka terkejut ,bahkan bengong
"Iya.. kenapa?" ucap Alena santai, dia ternyata sudah sadar sejak Alby menjelaskan perlakuan Dimas kepada Alena ketika dia baru saja putus dari Fahri
"Kok bengong?" ucap Alena , sebab ke empat sahabatnya hanya diam menatap nya
"Eh Alena sadar, panggil dokter Woyy" ucap Keysha yang tersadar akhirnya , Alby dan Dimas kelimpungan
"Dokter .. dokter" ucap mereka berdua tetapi hanya berputar didalam ruangan Alena
Alena hanya menatap sahabat nya bingung, dia menekan tombol terdapat disamping ranjangnya yang mudah untuk digapai
"Udahh.." ucap Alena santai
"Udah?" tanya Dimas dan Alby
"Loe berdua bego sih, disuruh manggil dokter malah heboh, tuh Alena yang baru sadar aja otaknya encer neken tombol" ucap Zahra
"Ya maaf namanya juga panik" ucap Alby, tak lama dokter dan perawat datang memeriksa Alena
"Keadaan Bu Alena sudah lebih baik, semuanya normal, kalau terus menerus menunjukkan kemajuan, Lusa mungkin bisa pulang" jelas dokter
"Alhamdulillah" ucap mereka berempat
"Kalau begitu saya permisi dulu ya, kalau ada apa apa silahkan panggil saya" ucap dokter
"Baik Dok, terimakasihh" ucap Dimas mewakilkan
Dokter pun pergi,tinggalah mereka berlima diruangan Alena, Alena langsung menatap mereka berempat
"Jadi, ada yang mau kalian jelasin? terutama Dimas" ucap Alena
"Ah gue mau hubungin orang tua loe dulu ya Len" ucap Alby dia pun keluar dari ruangan Alena
"Loh Ra ,lau mau ketoilet? duh jangan sendirian yuk gue anter yuk" ucap Keysha sambil memberi tanda kepada Zahra agar cepat keluar
"Ohh iya iya" ucap Zahra, mereka berdua pun meninggalkan Alena dan Dimas berdua
"Jadi ada yang mau loe jelasin Dim?" tanya Alena
"Iya Len, gue mau jujur tentang perasaan gue ke loe" ucap Dimas , dia menjeda kalimatnya sejenak "Gue suka loe sejak lama, waktu itu gue mau nembak loe tapi.. terlambat, loe cerita ke kita berempat bahwa loe baru aja jadian sama Fahri, akhirnya gue pendem rasa gue buat loe, gue tau mungkin loe bakalan tolak gue karna selama ini kita cuman sahabat" ucap Dimas
Alena tersenyum ke arah Dimas "Dim, gue seneng akhirnya loe jujur, gue gak akan marah ke loe karna mencintai adalah hak semua orang, tapi gue minta waktu ke loe supaya gue bisa mastiin hati gue, gue gak mau perasaan gue ke loe cuman rasa sesaat dimana loe cuman pelarian ,gue mohon loe ngerti ya" ucap Alena
"Gue ngerti Len, gue gak akan maksa loe jawab sekarang , gue masih bisa nunggu kok" ucap Dimas tersenyum kearah Alena
.
.
Bau baunya Alena bakal nemuin pengganti Fahri nih 😉 hayoo setuju gak Alena sama Dimas ?
Readers jangan lupa Klik Like Vote dan komennya yaa untuk mendukung author, karna Like Vote dan komen kalian sangat mendukung karya ku 🥰
Terimakasih 🥰