Keysha

Keysha
Mencari pengganti



Marvel menghampiri Keysha sambil membawa segelas susu untuk ibu hamil.


"Sayang minum dulu" Ucap Marvel seraya memberikan segelas susu yang dia bawa.


"Terimakasih sayang" ujar Keysha seraya tersenyum. Keysha menerima susu yang Marvel berikan dan meminum nya secara perlahan.


"Enak, makasih yaa" ucap Keysha seraya memberikan gelas kosong kepada Marvel.


"Sama - sama sayang" ucap Marvel seraya mengelus kepala Keysha dengan sayang, Marvel menerima gelas kosong tersebut dan menaruh nya di atas nakas.


"Sayang kamu memikirkan apa?" tanya Marvel, "kalau ada masalah, jangan di pendam sendiri ya, kamu bisa berbagi dengan ku, siapa tahu aku bisa bantu"ujar Marvel sambil duduk di samping Keysha dan menggenggam tangannya.


"Tadi Dimas menelpon ku" ucap Keysha sendu.


"Dia bilang, dia ingin Alena resign dari butik karena Alena tengah hamil, aku tahu niat Dimas baik, dia ingin menjaga Alena dan calon anak nya. Tapi jujur, aku sangat berat melepas Alena, karena dia sahabat ku dan rekan kerja yang paling mengerti aku Vel" ujar Keysha sedih.


"Dan aku mengatakan kepada Dimas, agar memberikan aku waktu, Dimas pun memberikan waktu satu Minggu, tapi sekarang aku bingung, siapa yang akan menggantikan posisi Alena di butik? sedangkan Dewi juga akan cuti hamil."


"Sayang, aku pun ingin seperti Dimas, aku ingin kamu berada di rumah supaya aku bisa memastikan kamu tidak kelelahan dan akan baik - baik saja, namun aku sadar betul bahwa kamu juga pasti memikirkan semua karyawan kamu yang sudah mengantungkan nafkah di butik, sebagai suami aku hanya bisa mendukung dan memberikan saran bila di perlukan" ucap Marvel.


"Terimakasih ya Sayang, kamu bisa mengerti kondisi ku" Ucap Keysha seraya memeluk Marvel.


"Sama - sama sayang... saran ku, coba kamu ingat - ingat, apa ada orang yang bisa kamu percaya lagi untuk memegang posisi ini " tanya Marvel.


Keysha pun mencoba berpikir sejenak, kemudian matanya langsung berbinar seolah dia menemukan sebuah ide cemerlang, "aku tahu siapa orang nya" ucap Keysha seraya melepas pelukannya.


"Siapa?" tanya Marvel.


Pukul 11.30 Rania terbangun dari tidurnya karena perutnya terasa lapar, Rania pun melihat jam dinding nya.


"Sudah malam? berarti aku melewatkan jam makan malam, pantas perut ku lapar" ucap Rania. Dia melihat tubuhnya yang terbalut selimut.


"Apa kak Bella masuk ke kamar ku?" batin Rania, dia menatao foto yang masih dia genggam dan menaruhnya kembali di dompet.


Rania turun dari ranjang dan mencuci mukanya, Rania berniat pergi ke dapur untuk mencari camilan yang bisa mengganjal perutnya.


Rania keluar dari kamar dan menuju dapur, namun matanya menyipit kala melihat lampu dapur yang masih menyala.


"Lampu dapur lupa dimatikan?" batin Rania, namun dia melihat Bella yang tengah berkutat di dapur tengah malam.


"Kak Bella??" sapa Rania.


"Eh Rania, kebangun?" tanya Bella.


"Iya kak" Jawab Rania seraya tersenyum.


"Pasti laper, kan kamu melewatkan jam makan malam " tebak Bella. Rania pun mengangguk seraya tersenyum malu.


Bella tersenyum melihat tingkah Rania, "kebetulan makanan sudah jadi, tadi aku membuatkan pasta buat kamu Rania" ujar Bella seraya menyodorkan sepiring pasta kepada Rania.


"Kak Bella bangun tengah malam untuk membuatkan aku makanan?" tanya Rania.


"Iya Ran, tadi saat jam makan malam aku masuk ke kamar kamu dan nggak tega buat bangunin kamu" ucap Bella menjelaskan.


"Terimakasih banyak ya kak, maaf udah ngerepotin kak Bella" ucap Rania tak enak hati.


"Nggak papa kok Ran, aku justru senang. Karena aku ingin memastikan kamu dan bayi kamu dalam keadaan sehat" Ujar Bella seraya mengelus perut Rania.


"Dia pasti tumbuh sehat kak, dan aku yakin kak Bella adalah ibu yang baik untuk nya kelak" ujar Rania ikut mengelus perutnya.


"Rania... bisakah aku meminta supaya kamu nggak pergi setelah kami melahirkan nanti? kita masih bisa mengurus nya bersama - sama" ujar Bella.


Rania menggeleng pelan, "nggak kak, aku nggak bisa" Jawab Rania.


"Kenapa?" tanya Bella.


"Aku belum bisa jelaskan, tapi memang lebih baik seperti itu, aku pergi jauh dari kehidupan kalian semua, aku yakin kak Bella akan menjadi ibu yang baik, dan dibawah pengasuhan kak Bella dan kak Aditya dia akan menjadi anak yang baik" ujar Rania.


Bella mendesah pelan ," ya sudah sekarang kamu makan ya... setelah itu kamu bisa kembali istirahat" ujar Bella.


"Iya kak, terimakasih ya" ucap Rania.


"Sama - sama Rania" jawab Bella.


"Oh iya kalau kak Bella mau istirahat, kakak bisa duluan" Ucap Rania, pasalnya ini sudah larut malam.


"Ya sudah kak" Jawab Rania.


"Gimana rasanya?" tanya Bella setelah Rania memasukan satu suapan ke dalam mulutnya.


"Enak kak" Jawab Rania seraya tersenyum, "kakak mau?" tawar Rania.


"Enggak buat kamu aja" tolak Bella.


Keesokan harinya Keysha kembali ke butik, karena ingin membicarakan perihal Alena. Tadi Alena sudah menghubungi Keysha, bahwa hari ini Alena akan berangkat ke butik, karena Alena merasa kondisinya sudah kembali Vit.


"Ada Key manggil aku?" tanya Alena kepada Keysha. Kini Alena tengah duduk di berhadapan dengan Keysha di ruang kerjanya.


"Jadi gini Len, semalam kan Dimas sudah menghubungi aku perihal rencana resign kamu, dan aku juga..." Belum selesai Keysha berbicara namun Alena sudah memotong pembicaraan Keysha.


"Tunggu - tunggu, kamu bilang apa Key? rencana resign?" tanya Alena memastikan.


"Iya, memang kenapa? Ada yang salah?" Tanya Keysha.


"Kapan Dimas menghubungi kamu Key?" tanya Alena penasaran.


"Sekitar jam 9 " jawab Keysha.


"Berarti aku udah tidur, tapi sumpah Key aku nggak pernah tahu kalau Dimas bilang gitu ke kamu, karena kita nggak ada pembicaraan tentang hal itu, tadi pagi juga Dimas nggak ngomong apapun ke aku" ujar Alena bingung.


Keysha terkejut mendengar penjelasan Keysha, "apa mungkin Dimas menyembunyikan perihal rencana resign Alena? pasti Dimas punya alasan tertentu" batin Keysha, dia benar - benar tidak tahu kalau Alena belum mengetahui perihal ini, kalau saja Keysha tahu, mungkin Keysha akan meminta izin dulu kepada Dimas.


"Mungkin Dimas punya alasan untuk menyembunyikan dari kamu lebih dulu Len" ujar Keysha mencoba menenangkan Alena.


"Nggak bisa gitu dong Key, ini tentang karir aku yang sudah aku jalani sebelum sama Dimas. Harusnya dia hargain aku, harusnya dia tanya dulu ke aku" ucap Alena dengan nada penuh kecewa.


"Alena kamu harus tenang, kamu itu lagi hamil" ujar Keysha, "semalam Dimas bilang ke aku, dia ingin memastikan bahwa kamu dan calon anak kalian itu selalu baik - baik saja, dan dokter juga menyarankan kamu untuk istirahat kan?" tanya Keysha.


"Aku tahu Key, tapi seharusnya dia bisa hargain aku, dia bilang dulu ke aku tentang ini, jangan ambil keputusan sendiri" ujar Alena kesal.Keysha merasa tidak enak sekarang.


"Aku harus hubungin Dimas" Alena mengambil ponselnya dan mencoba untuk menghubungi Dimas.


"Alena tunggu" Keysha menahan Alena yang hendak menghubungi Dimas.


"Ada apa Key?" tanya Alena.


"Sebaiknya kamu bicarakan masalah ini nanti di rumah setelah pulang kerja, dan bicarakan ini dengan kepala dingin" ucap Keysha memberi saran.


Alena mencoba menimang saran dari Keysha, dan Alena merasa Keysha memang benar. "Baiklah, aku akan bicarakan nanti dengan Dimas" putus Alena.


"Baiklah" jawab Keysha.


"Ya sudah, kalau begitu aku permisi ke depan dulu ya Key" ucap Alena berpamitan.


"Iya Len, ingat ya jangan terlalu lelah, kalau kamu ingin istirahat, kamu bisa datang kemari" Ujar Keysha.


"Iya, kamu tenang aja, aku bisa jaga diri kok" Ucap Alena seraya tersenyum. Setelah itu Alena pun keluar dari ruangan Keysha.


Setelah Alena keluar, Keysha mencoba berpikir sejenak langkah apa yang harus dia ambil, Keysha pun mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi seseorang.


"Hallo Dimas" ucap Keysha.


"Iya Key ada apa?" tanya Dimas di seberang telepon.


"Dim aku mau ngomong soal rencana resign Alena" jawab Keysha.


"Oh iya, ada apa?" tanya Dimas lagi.


"Aku minta maaf sebelumnya, apa kamu sembunyikan perihal ini dari Alena? Soalnya tadi aku membicarakan rencana resign ke Alena tapi Alena malah nggak tahu apa - apa" ujar Keysha.


Dimas sedikit terkejut mendengar hal itu, "eemm iya Key aku memang masih menyembunyikan dari Alena, dan masalah kamu sudah mengatakan kepada Alena itu memang salah ku, karena aku tidak mengatakan ke kamu untuk tidak membahas hal itu, rencana nya aku ingin mengatakan nya nanti sambil aku mencari waktu yang tepat. Tapi tidak apa, nanti sepulang kerja aku akan bicara baik - baik dengan Alena" ujar Dimas menjelaskan.


"Ya sudah Dim, itu semua terserah kamu, aku hanya ingin mengabarkan hal ini, supaya kamu nggak terkejut nanti" Ujar Keysha.


"Iya Key, aku benar - benar minta maaf " Ujar Dimas tak enak.


"Nggak papa kok, ya sudah aku tutup telepon nya ya" ujar Keysha, setelah itu panggilan pun terputus.