
Bella memejamkan matanya sejenak mencoba menekan perasaan nya, sekarang ada hal yang sangat penting yang harus Aditya ketahui.
"Mas duduk" Ucap Bella.
"Iya, tapi sama kamu sayang" Jawab Aditya.
Bella pun menghembuskan nafas lelah, dia melepas kan tangan Aditya yang berada diperutnya lalu berjalan mendahului Aditya, Rania , Keysha dan Raisa sudah duduk di kursi yang tersedia ala kadarnya di kontrakan.
"Ini lihatlah" Bella menyodorkan hasil pemeriksaan dokter beserta testpack milik Rania. Aditya pun menerimanya dan membaca surat keterangan dokter tersebut.
Betapa terkejutnya Aditya melihat hasil pemeriksaan yang menyatakan Rania hamil, serta bukti testpack yang memperlihatkan dua garis biru.
"Ini... " Bibir Aditya Kelu, dia tidak bisa meneruskan ucapannya.
"Iya mas, Rania hamil dan ini anak kamu" Ucap Bella.
Aditya menunduk dan terisak, "apa yang harus aku lakukan Bella" Ucap Aditya frustasi.
"Nikahilah Rania, dan aku sudah menyiapkan hati ku untuk kamu madu" Ucap Bella tanpa rasa keraguan.
Aditya menggeleng lemah mendengar ucapan Bella. "Bella apa yang kamu katakan" Ucap Aditya.
"Mas, bagaimana pun ini anak kamu dan kamu harus bertanggung jawab" Ucap Bella.
"Maaf Bella, Aditya kalau aku ikut campur, kenapa kita tidak menanyakan keputusan dari Rania juga?" Tanya Keysha.
"Kamu benar Key" Ucap Bella menatap Keysha, Bella pun beralih menatap Rania, "bagaimana Rania? Kamu mau kan menikah dengan mas Adit?" Tanya Bella.
"Maaf Bu saya tidak bisa" Jawab Rania yakin.
"Kenapa Rania? Bagaimana dengan anak kamu nanti?" Tanya Bella.
"Bagaimana kalau begini saja Bu, saya dan pak Aditya tidak perlu ada ikatan apapun, tapi jika pak Aditya ingin bertanggung jawab maka bertanggung jawablah terhadap kandungan saya saja, saya ingin bersembunyi dari masyarakat selama kehamilan saya ini , setelah melahirkan nanti saya akan serahkan anak ini kepada pak Aditya itupun kalau Bu Bella menerima anak ini. Saya janji saya akan pergi sejauh mungkin dari kehidupan pak Aditya dan Bu Bella" ujar Rania.
"Apa kamu yakin dengan keputusan kamu Rania?" Tanya Bella memastikan.
"Saya sangat yakin Bu" Jawab Rania.
"Baiklah, bagaimana keputusan kamu mas?" Tanya Bella.
"Aku setuju dengan Rania, dan aku akan menerima anak ku" Jawab Aditya.
"Baiklah Rania, aku juga akan menerima anak kamu, akan aku anggap anak kamu seperti anak kandung ku sendiri. Dan aku mohon selama kehamilan tinggal lah bersama ku dan mas Aditya, agar kami bisa mengontrol kamu dan menjaga kamu, bagaimana?" Tanya Bella meminta persetujuan Rania.
"Tidak perlu Bu, saya bisa mencari kontrakan lain" Tolak Rania.
"Tidak bisa Rania, aku tidak bisa tenang jika kamu jauh, aku mohon ikutlah bersama ku" Ucap Bella dengan nada memohon.
Akhirnya Rania pun mengangguk menyetujui permintaan Bella. Bella sendiri tersenyum lega begitu pun Keysha, akhirnya permasalahan Aditya menemukan titik terang.
Rania pun berkemas dibantu oleh Raisa, Rania hanya membawa pakaian dan barang - barang yang dinilai berharga bagi Rania, setelah selesai Raisa membawakan Peralatan Rania ke ruang tamu dimana semua orang berkumpul.
"Sudah semua Rania?" Tanya Bella.
"Sudah Bu" Jawab Rania. Kemudian mereka pun keluar dari kontrakan Rania menuju mobil.
"Key, kamu mau ikut bertemu bapak?" Tanya Bella pada Keysha.
"Nggak deh Bell mungkin lain kali.. aku titip salam aja ya buat bapak..soalnya ini udah sore dan mungkin sebentar lagi Marvel pulang, jadi aku langsung pulang aja ya??" Ucap Keysha.
"Ya sudah makasih ya udah mau aku repotin" ucap Bella.
"Nggak sama sekali kok" jawab Keysha seraya tersenyum. Dia pun meminta tolong pada Raisa untuk menurunkan koper Bella.
"Rania, jaga kesehatan yaa?" Ucap Keysha pada Rania.
"Iya Bu, terimakasih" Jawab Rania sopan.
"Ya sudah, semuanya aku pamit yaa" Ucap Keysha,kemudian dia pun memasuki mobil.
Didalam mobil Aditya, selama perjalanan menuju rumahnya tidak ada obrolan apapun yang terjadi antara Aditya, Bella atau pun Rania. Bella ml,9 duduk di belakang bersama Rania dibandingkan duduk di samping Aditya.
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam, akhirnya mereka pun sampai di kediaman Aditya. Harun yang yang tengah membaca koran di teras rumah merasa bahagia melihat Bella yang juga turun dari mobil milik Aditya.
"Bapak.." Bella pun mendekati Harun dan mencium tangan ayah mertua nya itu.
"Bagaimana kabar bapak?" Tanya Bella.
"Bapak baik nak, bagaimana dengan kamu? Ya Allah Bella bapak sangat khawatir nak" ucap Harun.
"Alhamdulillah bapak sehat kok pak, bapak nggak usah khawatir yaa" Ucap Bella.
Saat Harun ingin melihat Aditya, mata Harun melihat seorang wanita yang dia kenal berdiri disamping mobil.
"Rania?" Ucap Harun.
"Iya pak itu Rania, akan aku jelaskan nanti di dalam" Ucap Bella.
"Ayo Rania masuk" Ajak Bella, dia menggandeng tangan Rania , koper Bella dan koper Rania di bawakan oleh Aditya.
Kini di sinilah mereka, di ruang keluarga untuk menjelaskan semuanya pada Harun.
"Jadi ini sebenarnya ada apa Bella?" Tanya Harun.
Bella menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan dari Harun. "Rania hamil pak" Jawab Bella, sedangkan Rania hanya menunduk.
"Apa ? Hamil?" Tanya Harun memastikan.
"Iya pak, satu Minggu usia kehamilannya" Jawab Bella.
"Lalu apa yang akan kalian lakukan?" Tanya Harun.
"Rania tidak mau dinikahi mas Aditya pak, dan Rania hanya meminta di sembunyikan selama masa kehamilan, setelah melahirkan anak nya akan di serahkan kepada mas Aditya" Jawab Bella.
"Kamu yakin Rania?" Tanya Harun.
"Saya yakin pak" Jawab Rania.
"Baiklah kalau begitu keputusan kalian, bapak harap ini bisa menjadi jalan keluar yang baik, nanti kapan - kapan kita datang menemui ibu dan memperkenalkan Rania" Ucap Harun, dan di setujui oleh Bella.
"Oh iya pak, kalau tetangga tanya tentang Rania bagaimana?" Tanya Aditya.
"Jawab saja Rania ini keponakan bapak, yang akan tinggal disini karena suaminya tengah bekerja di tengah lautan" Jawab Harun.
"Baiklah Pak" Jawab Aditya.
"Ya sudah Rania ayo aku antar kamu ke kamar" Ajak Bella. Tadi dia sudah meminta tolong pada Bi Asih agar menyiapkan kamar untuk Rania yang terletak di lantai satu.
"Ini kamar kamu" Ucap Bella setelah membuka pintu kamar nya.
"Maaf ya kalau seadanya" Ucap Bella tak enak.
"Bu Bella, ini bahkan lebih dari cukup, kamar ini jauh lebih bagus dan lebih luas dari kamar saya di kontrakan" Ujar Rania.
"Syukurlah kalau kamu suka, oh iya jangan panggil aku Bu Bella lagi" Ucap Bella.
"Lalu saya harus panggil apa Bu?" Tanya Rania.
"Panggil aku kakak, begitu juga kepada Aditya, lalu panggil bapak Harun dengan panggilan paman saja ya? " Ucap Bella.
Rania pun mengangguk paham ,"baik lah kak" Jawab Rania.
"Nah begitu.. ya sudah, sekarang kamu bisa istirahat di sini.. aku pergi dulu ya" Pamit Bella, kemudian dia pun meninggalkan Rania sendirian di kamar.
.
.
...**Ada yang nungguin Keysha nggak nih? 😁 ...
...aku up pas subuh loh 🤣 jadi jangan lupa ya kasih like ,vote dan komen supaya aku lebih semangat buat up ...
...Terimakasih 😉**...