
Keysha tengah duduk di ruang keluarga bersama Marvel. Dia tengah memikirkan keadaan Bella sekarang, dia takut Bella akan berpikiran nekat karena masalah ini.
"Sayang??" Panggil Marvel sambil memegang bahu Keysha.
Keysha terkejut karena sentuhan di bahunya, "eh ada apa Vel?" Tanya Keysha.
"Kamu kenapa? Kok ngelamun?" Tanya Rey.
"Aku memikirkan Bella Vel" jawab Keysha sendu.
"Aku tahu, ini adalah permasalahan yang cukup rumit. Aku yakin Aditya tidak pernah berniat melakukan ini kepada Rania, dia di bawah pengaruh alkohol, tapi bagaimana pun juga dia harus bertanggung jawab, namun sulit juga karena ada Bella yang harus di jaga perasaannya, pasti menyakitkan" Ucap Marvel, dia sudah tahu semuanya karena Keysha memang sudah menceritakan semua hal pada Marvel.
"Menurut kamu, langkah apa yang sebaiknya di ambil Marvel? Apa Aditya harus menikahi Rania?" Tanya Keysha.
"Apa kamu yakin, Rania mau menikah dengan Aditya? Lalu bagaimana dengan Bella?" Tanya Marvel.
Keysha menggeleng kan kepala sebagai jawaban tidak tahu.
"Pernikahan seperti itu hanya akan menyakiti mereka, menikah hanya untuk bertanggung jawab" Ucap Marvel.
"Lalu harus bagaimana?" Tanya Keysha frustasi.
"Coba kamu temui Rania, tanyakan apa yang dia inginkan" Ucap Marvel memberi saran, "bawalah Bella, kamu bisa datang ketika Bella sudah jauh lebih tenang" Ucap Marvel.
"Baiklah Vel, aku akan datang nanti dengan Bella dan akan membicarakan semua ini secara baik - baik" Ucap Keysha.
"Ya sudah, ini sudah larut, ayo tidur" Ajak Marvel.
Sedang kan Bella kini tengah duduk sambil memandang foto pernikahan nya dengan Aditya. Dia terisak mengingat begitu banyak cobaan yang harus dia lewati.
"Apa ini semua karma? Karena aku pernah menjadi orang ketiga dalam rumah tangga mas Aditya dan Keysha?" Tanya Bella bermonolog sendiri.
"Rania juga pasti hancur karena ini bukan kehendaknya, Rania adalah korban" Batin Bella.
"Bapak, maafin Bella pak, Bella pergi tanpa pamit ke bapak.. tapi Bella janji akan kembali dan menemui bapak.. Bella hanya perlu waktu untuk berpikir" Ucap Bella ketika dia mengingat ayah mertuanya.
"Aku harus menemukan cara agar bisa keluar dari permasalahan ini, apa berpisah adalah jalan terbaik? Tapi aku sangat mencintai mas Adit" Ucap Bella lesu, cintanya kepada Aditya teramat dalam, terbukti dengan Bella yang mau dinikahi secara siri dulu dan bahkan berstatus menjadi istri ke dua.
Kini Rania tengah terisak sambil menatap foto mendiang kedua orang tuanya yang sudah berpulang 2 tahun lalu karena kecelakaan.
"Ayah.. ibu.. Rania ingin ikut.. Rania nggak sanggup sendirian" Ucap Rania terisak. Dia sangat hancur dengan keadaannya sekarang.
"Rania sudah nggak suci ayah, ibu... Rania kotor" ucap Rania semakin terisak karena mengingat kejadian malam itu.
Rania memegang perutnya yang rata, "bagaimana kalau aku.. hamil" Ucap Rania, dia memikirkan hal yang mungkin saja terjadi.
"Apa aku bisa.." Semakin Rania memikirkan kemungkinan yang akan terjadi, semakin dia terisak. Bisakah dia menghidupi anaknya jika benar dia hamil?.
Rania tidak bisa membayangkan bagaimana dia akan bisa menjalani kehidupannya nanti, bahkan sekarang saja Rania sudah menjadi pengangguran, ya Rania sudah menjadi pengangguran karena dia sudah memutuskan untuk tidak bekerja lagi di restoran milik Aditya. Dia tidak bisa lagi berurusan ataupun bertemu dengan Aditya, dia ingin menjauh dengan orang - orang yang berkaitan dengan Aditya.
Tekad Rania sudah bulat, dia ingin memulai hidup baru sendirian tanpa ada bayang - bayang dari Aditya atau pun keluarga Aditya, Rania tidak ingin di cap perusak rumah tangga orang apa lagi sebagai perebut suami orang, selama ini Rania hanya menganggap Aditya adalah atasannya,tidak pernah terbesit sedikitpun dalam hati Rania untuk menggoda Aditya. Dan malam itu semua terjadi benar - benar di luar kehendak Rania.
.
.
...**Nah kan jadi bingung gimana penyelesaian nya? kalian ada ide? 😁 ...
...jangan lupa ya Readers kasih like, vote dan komen ...
......Terimakasih**......