Keysha

Keysha
Selesai



Beberapa hari kemudian, Aditya mencoba mencari alamat Ardie, karena sudah 7 bulan Ardie resign dari restoran milik Aditya, sesuai amanat terakhir dari Indira, Aditya ingin menyampaikan surat untuk Ardie.


Akhirnya Aditya menemukan alamat Ardie setelah mendapatkan informasi dari beberapa teman dekat Ardie dulu ketika bekerja di restoran, Aditya melihat ada tenda-tenda yang di bangun di depan rumah Ardie.


"Apa akan ada yang menikah?" Batin Aditya. Dia pun melangkah menuju rumah yang di tengarai milik Ardie.


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam, cari siapa?" tanya lelaki paruh baya.


"Betul ini kediaman Ardie pak?" tanya Aditya memastikan.


"Betul, cari Ardie ya?"


"Iya pak."


"Mari nak masuk, saya antar kan ke kamarnya."


"Terimakasih pak," Aditya pun mengikuti langkah lelaki paruh baya tersebut, hingga berhenti di salah satu kamar, yang di duga milik Ardie.


"Ini dia kamarnya, silahkan ... saya tinggal dulu, karena ada yang harus di urus."


"Terimakasih pak."


Aditya pun mengetuk pintu kamar tersebut, tidak lama terdengar jawaban suara berat menanyakan siapa yang mengetuk pintu.


"Ini saya Ar, Aditya."


Mendengar nama Aditya, Ardie mengernyit bingung, apa mungkin Aditya tahu alamat rumah nya, mengingat ini bukan Jakarta, melainkan Bandung. Ardie pun keluar kamar, untuk memastikan apakah benar itu Aditya.


"Pak Aditya?" ucap Ardie terkejutnya.


"Syukurlah Ar, ternyata ini benar alamat kamu," ucap Aditya.


"Mari pak silahkan duduk," Ardie mengajak Aditya duduk di ruang tamu.


"Ada apa Bapak jauh-jauh datang kemari?" tanya Ardie, pasalnya tidak mungkin tidak ada yang penting, karena Aditya rela jauh-jauh datang menemui Ardie.


"Ini tentang Rania," ujar Aditya lirih.


"Saya tidak mau mendengar apapun tentang Rania Pak, saya akan memulai kehidupan baru, sebentar lagi saya akan menikah."


Aditya melihat, masih ada raut kekecewaan yang mendalam dari raut wajah Ardie, Aditya paham betul pasti menyakitkan ditinggalkan orang tercinta, namun jika Ardie tahu apa sebabnya, mungkin Ardie tak akan membenci Rania.


"Rania menitipkan surat Ar," ujar Aditya.


"Aku tidak peduli pak, katakan saja padanya, aku sudah melupakan nya, terimakasih atas luka yang sudah dia torehkan." Suara Ardie sedikit bergetar, sangat jelas dia memendam rasa kecewa yang begitu dalam.


"Tapi Ar..."


"Aku tidak mau tahu tentang Rania lagi pak." Potong Ardie.


"Rania sudah meninggal Ar," seru Aditya.


Ardie begitu terkejut, mendengar penuturan Aditya,yang mengatakan Rania sudah meninggal dunia, bahkan kedua orang tua Ardie yang secara tidak sengaja mencuri dengar pembicaraan Aditya dan Ardie pun ikut terkejut, mereka tidak pernah lagi mendengar berita tentang Rania, dan sekarang mereka di kejutkan dengan berita duka.


"Jangan bohong Pak," ucap Ardie, air mata tak mampu di bendung nya lagi.


"Pak saya harus kesana, antar saya kesana pak," ucap Ardie histeris.


"Jangan Ardie, kamu akan menikah lusa," cegah ibu Ardie.


"Tapi biar bagaimanapun, aku harus melihat pemakaman nya bu."


"Ardie, yang dibutuhkan oleh Rania sekarang adalah doa, kita bisa mendoakan Rania dimana pun kita berada, jadi saran bapak, tetap di rumah. Karena pamali calon pengantin bepergian jauh," ucap ayah Ardie menasehati.


"Benar apa yang dikatakan ayah dan ibu kamu Ar, dan kedatangan saya kesini juga, hanya ingin menyampaikan amanah terakhir Rania." Aditya pun mengeluarkan sepucuk surat untuk Ardie.


"Kalau begitu saya permisi," ucap Aditya.


"Saya ucapkan selamat untuk kamu Ar, saya doakan semoga keluarga kami bisa menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah," setelah mengatakan itu Aditya pun pamit pergi.


Ardie membuka surat dari Rania dengan tangan bergetar, kedua orang tua Ardie pun ikut duduk disamping Ardie.


...Assalamu'alaikum...


...Hai mas Ardie, apa kabar? Aku harap kabar kamu, ibu dan bapak selalu sehat. Sebelum nya aku ingin meminta maaf kepada kamu mas, serta bapak dan ibu, maaf karena aku harus pergi tanpa pamit, semua ini aku lakukan demi kebaikan kita bersama....


...Aku tahu mas, terlalu menyakitkan luka yang aku torehkan ke kamu, mimpi-mimpi indah yang sudah kita rajut bersama sudah aku luluh lantak kan, aku memang wanita yang tidak tahu diri kan mas?...


...Tapi mas Ardie, sedikit pun tidak pernah rasa ku berubah untuk kamu, bahkan sampai akhir nnafas ku, namamu masih ada dan tersimpan indah dihati, semua kenangan indah kita masih teringat jelas dalam memoriku, namun vonis dokter yang mengatakan aku memiliki kanker otak, membuat aku kembali berpikir untuk terus melanjutkan hubungan ku dengan kamu, aku tidak mau merepotkan kamu ataupun kedua orang tua kamu mas, jadi aku memutuskan pergi meninggalkan kamu sejauh mungkin....


...Sekali lagi, aku minta maaf mas, sudah membuat kamu kecewa, aku tahu pasti kamu membenci ku kan? Aku maklum, karena apa yang aku lakukan memang menyakitkan....


...Sampaikan juga maaf ku untuk bapak dan ibu, maaf karena aku sudah melukai putranya, putra kebanggaan nya, dan maaf aku sudah mengecewakan Bapak dan Ibu....


...Dan muungkin saat kamu membaca surat ini mas, aku sudah tidak ada mas, aku sudah pergi meninggalkan dunia ini, untuk menyusul kedua orang tua ku. Mas aku harap, kamu bisa mendapatkan pengganti ku, wanita yang lebih baik dariku, dan bisa menjadi menantu yang berbakti kepada ibu dan bapak....


...Terimakasih mas untuk semua cinta yang kamu berikan, dan aku juga mengucapkan banyak terimakasih kepada bapak dan ibu, yang selama ini sudah banyak membantu ku, serta selalu menanggap ku sebagai putri nya....


...Mas, asal kamu tahu, aku akan membawa cintaku selamanya, aku minta maaf mas Ardie, karena aku membawa cinta kita hingga akhir hayatku....


...Wassalamu'alaikum...


...Rania....


Hari terus berjalan, waktu demi waktu terlewati, tidak terasa usia Kanaya dan Indira sudah memasuki usia ke 2 tahun. Mereka tumbuh bersama dengan akrab, karena Keysha sendiri masih sering bolak-balik ke butik, terkadang Keysha juga membawa Kanaya, dan saat Keysha akan membawa Kanaya, biasanya Bella juga akan membawa Indira.


Karena Keysha menjadi ibu ASI untuk Indira, secara tidak langsung, Kanaya dan Indira adalah saudara sepersusuan.


Alena sendiri, melahirkan bayi laki-laki yang di beri nama Bara Yudha Manggala, sedangkan Lavanya memiliki melahirkan bayi perempuan yang di beri nama Angela Anastasya. Dan Dewi melahirkan bayi perempuan bernama Anita Lestari.


Keluarga mereka begitu bahagia atas kehadiran malaikat kecil mereka, karir yang semakin cemerlang menambah pundi-pundi kekayaan mereka.


Aditya dan Bella sendiri menutup rapat-rapat tentang jati diri Indira, karena mereka ingin tetap membuat Indira beranggapan Indira anak kandung Bella, anak yang lahir dari rahim Bella.


...**Selesai...


...Hai semuanya, untuk season 1 sudah selesai ya, dan kita akan melanjutkan season ke dua, mungkin besok aku akan up untuk season 2 di SINI, jadi tetap pantau terus yaaa....


...Terimakasih juga untuk dukungan yang selalu kalian berikan, love you readers**......