
“Tama dan Marvel kini tengah mengobrol berdua, karena
menurut Raka, Keysha tengah beristirahat dikamarnya, dan Tama tidak mau
mengganggu calon mertuanya itu.
“Jadi tante Keysha dan Kanaya belum tahu soal Indira Om?”
tanya Tama.
“Belum, karena Om yakin mereka berdua tidak akan setuju jika
Om melakukan itu,” jawab Marvel.
“Lalu Papah benar-benar akan membebaskan Indira?” nada
bicara Raka nampak tidak suka, dia malah ingin Indira mendekam dipenjara dengan
waktu yang lama.
“Papah akan membiarkan Indira merasakan lebih dulu,
dinginnya lantai jeruji besi. Papah ingin tahu, apakah nantinya aka nada efek
jera?” ucap Marvel.
“Kalau sampai rumah sakit tahu tentang Indira, pasti mereka
akan langsung mengeluarkan Indira dari sana,” ucap Raka lagi.
“Itu yang Papah inginkan, menghancurkan karir Indira, dan
juga mimpinya. Bukankah itu semua setimpal dengan apa yang sudah Indira lakukan
pada keluarga kita?” Marvel begitu kecewa dan marah ketika mengetahui bahwa
Indira sudah menyakiti putrinya, namun dia masih berusaha untuk sabar, dan kini
malah Indira menggali lubang kuburannya sendiri, dia tidak kapok berurusan
dengan keluarga Marvel, malah kini Indira langsung membuat Keysha sedih, hingga
akhirnya Indira tidak sadar kalau dia sudah membangunkan singa yang tengah tertidur.
“Om tenang saja, aku akan membantu ,” nampaknya Tama juga
akan bekerja sama dalam hal ini.
^^^
Kini, Aditya dan Bella sudah berada di kantor polisi, untuk
melihat keadaan putri semata wayang mereka, benar apa tebakan mereka, Indira
tengah menangis tersedu-sedu didampingi
oleh Nando dan Desi.
“Bagaimana Pah?” Nando bertanya dengan penuh harapan, kalau
aya dan ibu mertuanya datang dengan membawa kabar baik, bahwa mereka sudah
berhasil membujuk Marvel.
“Kami sudah membujuk Marvel, dan dia bersedia untuk membebaskan
juga Desi, terutma Indira.
“Tapi … Marvel bilang tidak hari ini, dia tengah banyak
kesibukan,” lanjut Aditya, yang tentu saja membuat Indira lemas seketika.
“Indira, kamu harus sabar ya Nak, berdoa saja semoga om
Marvel bisa luluh hatinya,” ucap Bella seraya terisak.
“Luluh? Yang harusnya luluh itu kalian, kalian yang selalu
membuat masalah. Dan lihat hasilnya sekarang,” ucap Desi dengan nada kesal.
“Bu, kita semua tengah
bersedih dengan keadaan Indira, memangnya tidak bisa ibu membela Indira dan
menenangkan dia?” tanya Bella.
“Kenapa disini seolah Indira merasa paling ditindas? Sedangkan
kamu tahu kan? kenapa Indira bisa berada disini, itu semua karena kamu!” tunjuk
Desi kearah wajah Bella.
“Sudah bu, jangan berdebat disini … tidak enak dengan yang
lain kalau kita membuat keributan.” Ujar Aditya menasehati.
“Indira, dengarkan Papah, baik-biaklah kamu disini, karena
Papah yakin om Marvel akan menepati janjinya, dia tidak mungkin mengingkari
semua yang sudah dia katakan. Hanya saja, kita harus sabar, karena pastinya
tidak mudah bagi om Marvel memaafkan kesalahan kamu,” ucap Aditya bijak, dia
juga berharap, semoga Indira bisa menerima dengan legowo ganjaran yang harus
dia dapatkan, karena ini termasuk ringan.
“Iya Pah, Indira tahu … Indira akan sabar disini,” jawab
Indira dengan raut wajah sendu.
“Papah berharap, ini bisa menjadi pembelajaran bagi kamu,
supaya kamu bisa menjadi pribadi yang jauh lebih baik.”
Karena jam besuk sudah selesai, akhirnya keluarga Aditya pun
berpamitan kepada Indira. Berat bagi Nando untuk meninggalkan istrinya, dan
melihat sang Istri terisak di balik jeruji besi, namun Nando juga tidak tahu
apa yang harus dia lakukan. Karena semua bukti sudah mengarh pada Indira,
mendengar Marvel akan membebaskan Indira saja, sudah menjadi kabar yang
membahagiakan bagi Nando, dan dia harus menunggu dengan sabar kapan kiranya
Marvel akan menepati kata-katanya itu.