Keysha

Keysha
Season 2 (Berita duka)



Dari penjelasan Tama tadi, tamu undangan yang sudah sempat


membaca berita miring beberapa waktu lalu akhirnya tahu, kalau berita itu semua


bohong, karena Tama benar-benar menjelaskan secara detail kapan pertemuannya


kembali dengan Kanaya, dan Tama juga mengatakan kalau dia pernah menikah


sebelumnya dengan wanita lain, namun Tama sama sekali tidak mengatakan atau


menyinggung wanita itu.


Saat semua tamu undangan merasa terbawa suasana dan ikut


merasakan bahagia atas pernikahan Kanaya dan Tama, hal itu malah dirasakan


berbeda oleh Nando, dia terlihat sangat cemburu dan kesal melihat kemesraan


yang ditunjukkan oleh Tama dan juga Kanaya.


‘Rupanya begini sakitnya Kanaya? dulu apa kamu juga


merasakan sakit seperti ini ketika kamu tahu aku menikah dengan Indira? bolehkah


aku menyesal? Kalau saja aku bisa memutar waktu, aku tidak akan melepaskan kamu


Kanaya,’ batin Nando penuh sesal, namun penyesalan Nando kini sudah tidak ada


artinya, dia harus menerima konsekuensi atas apa yang sudah dia pilih.


Acara masih terus dilanjutkan, tapi karena Indira tengah


hamil muda, jadi dia tidak betah duduk terlalu lama, karena melihat kondisi


yang nampaknya sudah lelah, akhirnya keluarga Aditya memutuskan untuk


berpamitan lebih dulu.


Selama perjalanan Nando masih terus memikirkan bagaimana


mesranya Kanaya dan Tama tadi, secara tiidak sadar Nando mencengkram stir


kemudi dengan erat dan melaju dengan cukup cepat, hal itu dirasakan aneh oleh


Indira, dia cukup takut dengan Nando yang nampak mengebut.


“Nando, jangan terlalu ngebut,” tergur Indira yang duduk


disamping suaminya.


“Oh iya maaf …” Nando yang tersadar bahwa kini dia tidak


sendirian pun sedikit menurunkan kecepatannya.


“Pasti Nando lelah dan ingin cepat sampai, kalau begitu biar


Papah yang memegang kemudi,” tawar Aditya kepada menantunya, karena akan sangat


bahaya kalau menyetir dalam keadaan lelah.


“Enggak kok Pah, Nando masih bisa,” tolak Nando.


“Yakin kamu?” tanya Indira memastikan.


“Iyaa ..” jawab Nando yakin, dia pun kembali fokus ke


jalanan, namun bayang-bayang Kanaya kembali muncul dihadapannya, sampai lampu


rambu-rambu lalu lintas yang berubah merah Nando tidak tahu.


“Nando! Lampu merah!” seru Kanaya memperingati suaminya,


namun terlambat, dari arah samping ada truk yang melaju dengan cukup kencang


sampai akhirnya …


Brukkk !!!!! suara hantaman benda keras begitu nyaring


terdengar, mobil yang ditumpangi oleh Nando dan keluarga Aditya langsung


terguling beberapa kali. Melihat ada kecelekaan beberapa orang langsung mencoba


menghubungi polisi dan memanggil ambulance.


Bella masih sedikit membuka matanya, samar dia melihat kaki


Indira yang mengeluarkan darah, “In …diraaaa,” lirih Bella, setelah itu mata


Bella terpejam.


Tidak lama, polisi dan mobil beberapa mobil ambulance


datang, mereka langsung mengevakuasi korban dan juga memberikan pertolongan


pertama.


“Mereka sepertinya pasangan suami istri, dan sudah meninggal


ditempat,” ujar petugas ambulance.


“Baiklah, lalu bagaimana yang lain?”


“Lalu dua korban yang lain?”


“Mereka masih hidup tapi dalam keadaan kritis.”


“Baik, jadi dua selamat dan 3 meninggal ditempat.” Mereka


pun langsung membawa dua korban selamat sedangkan 3 korban yang sudah


dipastikan meningeal langsung dievakuasi untuk di autopsy.


Polisi juga mencari barang korban seperti data diri dan juga


ponsel, karena dari sana mereka bisa mendapatkan nomor telepon sanak keluarga


yang mungkin bisa dihubungi.


Sedangkan disisi lain, acara pernikahan Kanaya dan Tama juga


sudah selesai, namun Kanaya dan Tama akan stay di hotel lebih dulu, sedangkan


kedua orangtua Tama dan Kanaya akan pulang bersama dengan Felly juga. Saat


Keysha baru saja sampai dikediamannya, tiba-tiba ponselnya berdering dan itu


dari ibu Desi. Keysha pikir mungkin saja Bu Desi ingin mengucapkan selamat atas


pernikahan Kanaya.


“Hallo Bu …”


“Selamat malam Bu.”


“Malam, maaf ini dengan siapa?” Keysha nampak bingung kenapa


suara lelaki yang terdengar.


“Kami dari pihak kepolisian Bu, plat mobil dengan no pol


Bxxxx mengalami kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit sejahtera, kami


menemukan salah satu ponsel korban untuk menghubungi keluarga korban.”


Keysha langsung lemas setelah mendengar ucapan dari polisi,


Keysha tahu itu adalah nomor plat mobil Aditya, beruntung Marvel sigap dan


langsung menahan tubuh Keysha.


“Bagaimana kondisi mereka Pak?” tanya Keysha dengan suara


bergetar.


“3 korban tewas ditempat dan 2 korban dalam keadaan kritis.”


“Meninggal?” Keysha langsung histeris dibuatnya, dia tidak


mampu lagi bertahan dan akhirnya pingsan.


“Mah … bangun Mah …” Raka dan Marvel berusaha membangunkan


Keysha, Marv el pun segera menggendong Keysha dan membawa masuk kedalam,


sedangkan Raka mencoba berbicara dengan ponsel milik Keysha yang masih


terhubung dengan panggilan.


Raka sama terkejutnya dengan Keysha, setelah mendengar bahwa


keluarga Aditya mengalami kecelakaan dan menawaskan 3 orang, tapi mereka masih


belum tahu siapakah korban yang selamat dan siapakah korban yang meninggal.


Setelah Raka masuk kedalam rumah, dia menjelaskan kepada


Marvel tentang apa yang membuat Keysha pingsan, mendengar hal itu Marvel pun


ikut khawatir, dia mencoba menghubungi sahabat Keysha seperti Alena dan Zahra


untuk ikut mengecek ke rumah sakit karena Marvel nampaknya butuh waktu karena


Keysha pingsan, namuan Marvel mewanti-wanti agar tidak memberitahukan kepada


Kanaya dan juga Tama perihal ini.


Tentu saja, baik Alena, Zahra dan yang lain langsung


bersedia untuk mengecek ke rumah sakit dan melihat kondisi keluarga Aditya,


meskipun apa yang sudah Bella dan Indira lakukan pernah menyakiti keluarga


Keysha, namun sebagai manusia mereka masih punya rasa iba dan rasa belas kasih,


mereka juga tidak lagi memikirkan tentang permasalahan tersebut, yang mereka


pikirkan semoga saja dugaan polisi salah, semoga semua keluarga Aditya


baik-baik saja.