Keysha

Keysha
Periksa kandungan



Hari ini rencananya Rania akan periksa kandungan, ditemani oleh Bella dan Desi, sedangkan Harun akan ke restoran bersama Aditya.


"Sudah siap Rania?" Tanya Desi.


"Sudah Bu" Jawab Rania sopan.


"Ya sudah, karena sudah siap ayo kita berangkat" Ajak Bella. Bella duduk di kursi kemudi, dan Desi di samping Bella, sedangkan Rania duduk di kursi penumpang.


Raut wajah Desi sangat kentara bahwa dia sangat tidak sabar untuk mengetahui tumbuh kembang cucunya, begitu pula dengan Bella, ini adalah kali pertama Rania untuk check kandungan.


Namun berbeda dengan Desi dan Bella yang nampak senang, Rania malah nampak gelisah dan cemas, seperti ada yang Rania sembunyikan.


"Semoga dokter bisa memegang janjinya" Batin Rania.


Tidak lama akhirnya mereka sampai di rumah sakit tempat Rania akan check kandungan nya, Desi pun membantu Rania untuk turun dari mobil.


"Ibu Rania" Panggil suster.


"Saya sus" Jawab Rania.


"Silahkan masuk ibu" Suster mempersilahkan Rania untuk masuk.


"Kita boleh lihat kan sus?" Tanya Bella meminta izin.


"Silahkan Bu" Jawab suster mengizinkan, akhirnya Bella dan Desi pun ikut masuk ke dalam ruang periksa.


"Suster tolong bantu timbang berat badan ya" Ujar dokter memberikan arahan.


"Baik dok" Suster pun mulai melakukan pekerjaan nya.


Setelah selesai, suster membantu Rania untuk berbaring di brankar, kemudian suster juga menyelimuti Rania hingga sebatas perut, karena dress Vania juga akan di angkat hingga perut nya terlihat, satu hal lagi suster juga mengoleskan cairan di atas perut Rania, yang entah itu berfungsi untuk apa.


"Saya mulai ya Bu" ujar dokter sambil duduk disamping Rania. Dokter mulai menggeser alat di atas perut Rania dan di layar monitor terlihat sebuah gambar yang nantinya akan dokter jelaskan.


"Nah ini bisa lihat kursor nya" Ucap dokter, Rania, Bella dan Desi pun fokus menetap layar.


"Ini adalah janin Bu" Ujar dokter.


"Usianya sudah memasuki 4 Minggu" ujar dokter lagi.


"Alhamdulillah" Ucap Desi penuh haru.


"Kondisi janin nya sehat ya bu, tolong di pertahankan, dan jangan lupa makan - makanan yang bergizi" Ucap dokter menjelaskan.


"Mau di cetak foto?" Tanya dokter lagi.


"Boleh Rania?" Tanya Desi meminta izin.


"Boleh Bu" Jawab Rania mengizinkan.


"Boleh dok" Jawab Desi kepada dokter.


"Baik bu" kemudian dokter menekan beberapa tombol dan keluarlah foto janin Rania.


"Suster boleh bantu ibu Rania" Ujar dokter.


"Baik dok" Suster pun membersihkan cairan di perut Rania menggunakan tissue, setelah itu Rania menurunkan dress selutut nya, barulah suster melepaskan selimut yang tadi di gunakan untuk menutupi Rania.


Rania dipersilahkan duduk berhadapan dengan dokter, begitu juga dengan Desi dan Bella. Dokter tengah menulis beberapa resep vitamin juga mengisi buku kehamilan Rania tentang tumbuh kembang janin Rania.


"Ini Bu foto dan bukunya" Dokter menyerahkan buku serta foto janin Rania yang sudah berada dalam amplop.


"Terimakasih dok" ucap Rania sambil menerima buku dan foto janin nya.


"Saya tuliskan juga resep vitamin nya ya Bu... nanti ibu bisa datang lagi bulan depan sesuai jadwal" Ujar dokter.


"Baik dok" Jawab Rania paham.


"Oh iya dok, bagaimana kondisi Rania sendiri?" Tanya Desi penasaran, pasalnya Desi juga ingin memastikan bahwa kondisi Rania dalam keadaan baik.


"Kondisi Bu Rani baik Bu" Jawab dokter.


"Syukurlah ..."


"Kalau begitu saya permisi, terimakasih dokter" Ujar Rania seraya tersenyum, Rania seperti menutupi sesuatu hal, hingga dia ingin cepat pergi dari sana.


"Sama - sama Bu" Jawab dokter ramah. Rania, Desi dan Bella pun pergi keluar dari ruangan dokter, namun sebelum pulang, mereka mampir ke apotik dulu menebus resep vitamin yang dokter berikan tadi.


"Syukurlah semua berjalan dengan lancar" Batin Rania.


Sedangkan kini Dimas dan Alena baru saja pulang dari bulan madu mereka, dan langsung mampir ke rumah Keysha untuk memberikan oleh - oleh.


"Wah penganten baru, lama banget bulan madunya sampai dua Minggu " ujar Keysha.


"Nah ammiinn, biar nanti anak gue lahir punya temen yaa... ya udah masuk yuk" Ajak Keysha pada Dimas dan Alena. Rupanya di rumah Keysha juga ada tamu, yaitu Anisa.


"Ehh ada tamu" ujar Alena tak enak.


"Tetangga gue Len, dulu Anisa juga temen SMP gue dibandung, iya kan Nis?."


"Iya... " Jawab Anisa seraya tersenyum.


"Oh iya kenalan dulu deh, Anisa ini Alena sama Dimas suaminya, dan Len , Dimas ini Alena" Ujar Keysha. Kemudian Alena dan Dimas pun saling berkenalan.


"Anak nya umur berapa Nis?" Tanya Alena, tadi Nisa berkata untuk memanggil nya Nisa saja supaya lebih akrab.


"Baru 2 minggu " Jawab Anisa.


"Gemes banget..." Ucap Alena gemas.


"Oh iya siapa namanya?" Tanya Dimas.


"Tamasha Pratama, bisa dipanggil Tama" Jawab Anisa.


"Hallo Tama ganteng" sapa Dimas dan Alena.


"Oh iya, gue punya oleh - oleh buat kalian" Dimas menyerah kan masing - masing satu paper bag kepada Anisa dan Keysha.


"Aku juga dapet?" Tanya Anisa.


"Dapet dong, sebagai tanda perkenalan" Jawab Alena.


"Terimakasih ya..." Ujar Anisa.


"Sama - sama" jawab Alena.


"Wah sayang... kamu dapet oleh - oleh dari Tante Alena dan om Dimas" Ujar Keysha seraya mengelus perutnya, seperti berbicara kepada calon buah hati.


"Bilang apa sayang?? Ohh makasih" Ucap Keysha lagi.


"Makasih Tante Alena, om Dimas" Ujar Keysha.


"Sama - sama" Ucap Alena seraya mengelus perut Keysha.


"Ya udah duduk gih" Ucap Keysha, tidak lama seorang pelayan rumah mengantar kan minum dan beberapa camilan.


"Oh iya Key, loe udah tahu kalau Dewi sama Alby bakal nikah?" Tanya Dimas.


"Udah, tadi Dewi nelpon gue, dia bilang mau nikah 2 Minggu lagi" Ujar Keysha.


"Nggak nyangka gue Alby bisa setegas itu" Ucap Dimas sambil menggelengkan kepalanya.


"Emang loe? yang awalnya cinta dalam diam" ledek Keysha.


"Seenggaknya sekarang udah gue nikahin" Jawab Dimas.


"Oh iya, Farel juga mau nikah loh" Ucap Keysha.


"Hah? Kapan?" Tanya Alena dan Dimas terkejut, pasalnya mereka sama sekali tidak tahu bahwa selama ini Far memiliki wanita dekat.


"Masih inget Lavanya? " Tanya Keysha.


"Masih" Jawab Dimas dan Alena.


"Dia calon istrinya" Ujar Keysha seraya tersenyum bangga.


Kemudian Dimas dan Alena pun berdiri sambil bertepuk tangan, membuat Keysha dan Anisa mengernyit bingung.


"Heh ada anak bayi tidur" Bisik Keysha, dan seketika Dimas maupun Alena menghentikan tepuk tangannya dan kembali duduk.


"Lagian ngapain sih loe?" Tanya Keysha bingung.


"Standing applause Key" jawab Dimas sambil menyiapkan cemilan ke mulut nya.


"Buat apa?" Tanya Keysha bingung.


"Loh, hebat dong si Lavanya, dia bisa meluluhkan es kutub Farel sampe jatuh cinta ke Lavanya" Ujar Alena.


"Bener sih..." Jawab Keysha sembari mengangguk - anggukan kepalanya.


"Nah kan... " Dimas pun kembali menyuap camilan.


"Dan kini setelah kamu bisa mencairkan es kutub itu, kamu juga harus bisa mengambil hati ibunya Farel Anya. Bahkan kamu punya PR besar sekarang, untuk memperbaiki hubungan ibu dan anak itu" Batin Keysha sedih.