
Grep bukannya menjawab Aditya malah memeluk Rania dengan erat, Rania terkejut dan sekuat tenaga mendorong Aditya. Namun nihil, tenaga Rania tetap kalah dengan tenaga Aditya.
"Pak lepas, apa yang bapak lakukan" Ucap Rania sambil terus meronta.
"Be..bella" ucap Aditya, dia mengira Rania adalah Bella.
"Pak,saya bukan Bu Bella, saya Rania karyawan bapak " ucap Rania, dia sudah sangat takut sekarang. " Pak saya mohon lepas kan saya" Ucap Rania terisak
Seolah tuli, Aditya tidak mengindahkan permintaan Rania, dia malah semakin erat memeluk Rania.
"Tolongggg" Rania berteriak minta tolong, tapi percuma restoran sudah sangat sepi. Rania menyesal seharusnya dia tidak datang kemari sendirian.
Aditya semakin gelap mata dan semakin memaksa Rania untuk melakukan lebih jauh lagi. Aditya tidak menyadari itu semua karena pengaruh alkohol. Rania semakin terisak dengan semua perlakuan Aditya.
"Ya Allah, hampa mohon tolong hamba" Isak Rania.
.
.
Keesokan harinya pukul 5 subuh Bella berniat mencari Aditya, karena dia sangat khawatir dengan keadaan suaminya. Sejak semalam, perasaan Bella benar - benar tidak enak, ponsel Aditya juga tidak aktif.
"Kamu mau kemana nak?" Tanya Harun yang baru pulang dari masjid.
"Eh bapak sudah pulang" Ucap Bella sambil mencium tangan mertuanya, "aku mau ke restoran mas Aditya pak" Ujar Bella.
"Kenapa tidak menunggu Aditya pulang saja? Kamu masih harus banyak istirahat nak" Ucap Harun menasehati.
"Nggak pak, perasaan aku nggak enak" Ucap Bella.
"Ya sudah, kalau begitu bapak ikut ya?" Tanya Harun meminta persetujuan Bella.
"Iya pak" Bella pun menyetujui, dan setelah Harun menaruh perlengkapan sholat nya, mereka berdua pergi menggunakan mobil.
Jalanan belum terlalu ramai, jadi Bella dan Harun lebih cepat sampai. Namun aneh, ketika Bella dan Harun sampai mereka melihat pintu restoran yang tidak di kunci.
"Kok nggak di kunci?" Tanya Bella.
"Mungkin karena Aditya menginap di restoran Bella" Ucap Harun.
"Harus nya kan tetap di kunci dari dalam pak" Ucap Bella.
Mereka pun memutuskan untuk masuk kedalam ruangan Aditya, namun betapa terkejutnya mereka ketika sayup - sayup mereka mendengar suara idaman wanita.
"Pak, bapak dengar?" Tanya Bella berbisik.
"Dengar nak, suara wanita" Ucap Harun.
"Kita lihat perlahan ya pak?" Tanya Bella dan di angguki Harun. Sedikit demi sedikit Bella membuka pintu ruang kerja Aditya. Namun Bella di buat terkejut dengan apa yang dia lihat.
"Mas Adit, Rania" Ucap Bella, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Dia melihat dengan jelas kondisi Rania dan Aditya yang sudah bisa di tebak apa yang sudah terjadi antara mereka berdua.
"Bu..Bu Bella" ucap Rania terbata, Rania tengah duduk sambil memeluk lututnya. Melihat kedatangan Bella dan Harun Rania langsung mengeratkan baju yang dia pakai. Rania memakai kemeja milik Aditya, karena memang bajunya sudah tidak layak pakai setelah di robek oleh Aditya.
Aditya sendiri memakai selimut yang menutupi seluruh tubuhnya, selimut itu milik Aditya yang tersedia di ruang kerjanya.
Mata Bella memanas kala melihat semua pemandangan itu, dia memejamkan matanya sejenak, lalu dia melepaskan jaketnya yang panjangnya hampir selutut. Dia melepas jaket itu lalu memberikan kepada Rania.
"Pakailah" Ucap Bella dingin.
"Te.. terimakasih Bu" Ucap Rania terisak.
Harun keluar dari ruangan Aditya, dia mencoba mencerna apa yang terjadi, punggung Bella sudah bergetar karena menangis.
"Mas bangun" Bella menggoyangkan lengan Aditya agar Aditya terbangun, namun nihil.
Harun yang geram dengan sikap anaknya pun sudah tidak bisa menahan emosi, dia mengambil air putih yang ada di meja kerja Aditya lalu menyiram tepat di wajah Aditya.
"Akkhh dingin" Ucap Aditya terkejut, dia terpaksa membuka matanya, hal pertama yang dia rasakan adalah kepala yang berdenyut nyeri.
Setelah beberapa saat memulihkan kepalanya dia melihat keadaan sekitar, Bella yang mulai menangis dan pandangan Harun yang sulit di artikan, tetapi lebih mengejutkan nya lagi keadaan Aditya sendiri, lalu anehnya ada Rani di ruang kerja Aditya.
.
.
...**Maaf ya readers, beberapa hari ini aku lagi nggak konsisten untuk up, karena aku harus memprioritaskan real life ku.....
...tapi sebisa mungkin aku ingin menyajikan cerita yang tidak membosankan, semoga kalian suka.....
...terimakasih untuk support,dan semangat yang selalu kalian berikan ke aku** .. ...