Keysha

Keysha
Pernikahan Farel



Hari pernikahan Farel dan Lavanya sudah tiba, Anya juga baru saja selesai di rias, wajah cantik Anya sangat terpancar, bahkan Keysha sampai menatap kagum pada nya.


"Kamu sangat cantik Anya" Puji Keysha.


"Terimakasih nona" Jawab Lavanya.


"Ya sudah, semua sudah menunggu ayo turun" Ujar Keysha, Lavanya di bantu oleh Dewi dan Alena untuk menuju tempat resepsi. Acara pernikahan di gelar di salah satu hotel milik keluarga Atmadja, semua tamu undangan pun sudah hadir.


Tamu undangan Farel meliputi kolega bisnis, dan Lavanya meliputi teman - teman dekat serta teman semasa kuliah dulu.


Saat Lavanya berjalan di dampingi oleh Alena dan Dewi menuju kursi ijab qobul, Farel menatap Lavanya dengan penuh kagum, namun juga ada rasa haru.


"Ayah, hari ini Farel akan menikah, Farel mohon doa restu nya" Batin Farel sambil masih tetap menatap kagum Lavanya.


Lavanya pun duduk di kursi yang sudah di siapkan untuk ijab qobul, kemudian Farel membisikkan sesuatu tepat di telinga Lavanya.


"Kamu sangat cantik, sayang" Ucap Farel.


Debaran jantung Lavanya mulai tidak karuan, apa lagi setelah mendapat pujian dari Farel dan diakhiri kata sayang, kalau tidak ingat tengah ramai orang dan akan di mulai ijab qobul sebentar lagi, mungkin Lavanya sudah berjingkrak bahagia.


"Tenang Anya, kamu harus tenang" Batin Lavanya mencoba menenangkan dirinya.


Dimas, Alby dan Marvel melihat ketika Farel membisikkan kata - kata di telinga Lavanya.


"Vel, Alby kalian tahu nggak apa yang Farel bisikkan?" Tanya Dimas lirih.


"Enggak" Jawab Marvel dan Dimas bersamaan.


"Gue tahu" Ujar Dimas yakin.


"Apa??" Tanya Alby.


"Farel itu bisikin gini ke Lavanya, aku udah nggak sabar buat nanti malam sayang" Ujar Dimas.


Sontak Marvel dan Alby saling berpandangan,dan kemudian mereka pun tertawa tapi tertahan, karena semua orang tengah serius menunggu Farel mengucapkan ijab qobul.


"Sttt berisik" Ujar Keysha menegur 3 pria tersebut.


"Iya... sayang maaf" Ujar Marvel masih menahan tawanya.


Akhirnya acara ijab qobul selesai, Farel dan Lavanya pun bernapas lega, kini mereka tinggal ke acara selanjutnya yaitu resepsi pernikahan.


Lavanya dan Farel pun kini sudah duduk di kursi pelaminan, kini semua tamu undangan di persilahkan untuk mengucapkan selamat dan juga berfoto bersama pengantin.


Acara terus berlanjut hingga sore hari, karena acara di adakan pukul 10 pagi. Namun Fatma tidak juga menunjukkan batang hidungnya, keluarga Marvel lah yang berperan sebagai keluarga Farel, bahkan Ryan dan Sinta juga menemani Farel dan Lavanya duduk di kursi pelaminan khusus orang tua.


"Sayang, ibu tidak datang?" Tanya Lavanya lirih kepada Farel.


"Sudahlah sayang, jangan di pikirkan... aku sudah bilang kan, jangan memikirkan ibu" Ujar Farel.


"Itu berarti ibu tidak merestui kita kan?" Tanya Lavanya.


"Itu tidak berarti bagiku, kamu tahu kan... sudahlah kita fokus pada hari bahagia kita hari ini yaa" Ujar Farel lagi.


"Iya" Lavanya pun mengangguk patuh.


Akhirnya acara resepsi pernikahan Lavanya dan Farel pun selesai, semua tamu undangan juga sudah membubarkan diri. Farel langsung mengajak Lavanya untuk mengganti pakaian yang lebih nyaman, karena setelah ini mereka akan langsung menuju ke tempat yang spesial.


Kini kedua pengantin tengah berpamitan kepada keluarga untuk menuju ke tempat bulan madu mereka.


"Farel, jaga Anya ya... Ayah percaya kepada kamu" ujar Andre ayah Lavanya.


"Iya Ayah, kami minta doanya semoga semua nya dilancarkan" ujar Farel.


"Pasti Nak, dan semoga sepulang berbulan madu ada kabar bahagia" Ujar Keke.


"Aammiinn"


"Tuan, nyonya kami permisi" Ujar Farel.


"Hati - hati yaa" Ujar Ryan.


"Baik tuan" Jawab Farel.


"Kalau begitu kami permisi dulu" Farel pun menaiki mobil bersama Lavanya.


Hari ini Keysha akan pergi ke butik untuk mengecek beberapa laporan, Alena juga sudah mulai kembali bekerja. Dan hari ini Marvel akan bekerja tanpa Farel, karena asisten pribadi nya itu tengah menikmati bulan madu bersama istri nya.


"Jadi hari ini kamu di bantu papah sayang?" Tanya Keysha di sela sarapan nya.


"Iya sayang... oh iya kamu jadi ke butik?" Tanya Marvel.


"Jadi dong, kan aku mau cek laporan butik serta mau cek juga bagian produksi " jelas Keysha.


"Tapi kamu harus tetap hati - hati ya... jangan terlalu lelah" Ujar Marvel menasehati Keysha.


"Iya sayang" Jawab Keysha.


"Ya sudah kalau begitu ayo kita berangkat" Ajak Marvel setelah melihat Keysha selesai makan.


"Kita? Kamu nganter aku?" Tanya Keysha sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya dong sayang, nanti Raisa akan mengikuti kita dari belakang" Jawab Marvel seraya mengelus lembut pipi Keysha.


"Oke... ya sudah ayo berangkat" Ajak Keysha, mereka berdua pun berjalan bersama - sama menuju mobil.


Disisi lain Aditya baru saja sampai di restoran, dan dia melihat salah satu karyawan nya yang nampak melamun.


"Seperti nya Ardie sedang ada masalah" Batin Aditya. Dia pun mendatangi Ardie bermaksud ingin menanyakan ada apa sebenarnya, siapa tahu Aditya bisa bantu, begitu pikir Aditya.


"Ardie" Aditya menepuk pelan bahu Ardie yang tengah duduk sambil melamun.


"Eh astaghfirullah, Pak Aditya" Ucap Ardie gelapan, nampaknya Ardie terkejut dengan kedatangan Aditya.


"Kamu kenapa?" Tanya Aditya.


"Galak Pak" Bukan Aditya yang menjawab namun sahabat Ardie yang baru saja lewat.


"Galau?" Ucap Aditya sambil mengernyitkan alisnya bingung. "Galau kenapa?" Tanya Aditya.


"Galau karena udah nggak pernah ketemu sama Rania lagi Pak" Kali ini yang menjawab adalah karyawan wanita bernama Meli. Meli sendiri adalah teman Rania yang cukup akrab.


"Hust" Ardie memberi kode supaya Meli tetap diam.


"Kamu ada hubungan dengan Rania?" Tanya Aditya, jujur saja mendengar jawaban para karyawannya mengenai Ardie yang tengah galau karena Rania, membuat Aditya tidak nyaman.


"Loh, Pak Aditya nggak tahu? Mereka udah pacaran Pak, bahkan Aditya sudah merencanakan untuk melamar Rania" Kali ini Faozan sahabat dekat Ardie yang menjawab.


"Benar Ardie?" Tanya Aditya langsung kepada Ardie.


"Benar Pak" Jawab Ardie sambil menunduk dalam, nampak nya dia benar - benar merasa kehilangan Rania.


"Kamu sudah coba hubungi Rania?" Tanya Aditya.


"Sudah Pak, tapi Rania tidak mau mengangkat telepon saya, malah sekarang nomor nya tidak aktif" Jawab Ardie sendu.


"Pantas Rania mengganti nomor telepon nya" Batin Aditya.


"Kamu yang sabar... saya juga tidak tahu harus menolong kamu dengan cara apa" Jawab Aditya. Jujur saja sekarang pikiran dan perasaan Aditya kalang kabut. Aditya tidak tahu kalau ternyata Rania memiliki kekasih, bahkan mereka sudah merencanakan untuk bertunangan.


"Tidak apa - apa Pak, terimakasih sudah memperhatikan saya" Ujar Ardie seraya tersenyum.


"Oh iya Pak, waktu Rania mengirimkan surat pengunduran diri itu lewat pos atau bagaimana?" Tanya Faozan.


"Iya Pak, siapa tahu lewat surat itu kita bisa tahu alamat Rania sekarang" Timpal Meli.


Aditya terkejut mendengar pertanyaan karyawan nya, "emm ... itu, Rania mengirimkan lewat ... email, iya lewat email" Meskipun tadi Aditya sempat bingung, namun akhirnya Aditya menemukan jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan dari karyawan nya.


"Kalau lewat email sih susah" Ujar Meli.


"Ya sudah, kalian tidak perlu risau, doakan saja semoga tidak terjadi sesuatu kepada Rania, dan sekarang kalian bisa kembali bekerja" Ujar Aditya.


"Baik Pak." Jawab mereka serempak.


Aditya pun melangkah menuju ruang kerjanya dan dia tutup dengan rapat, Aditya menyugar rambutnya frustasi.


"Ya Allah... rupanya Rania memiliki kekasih" Ucap Aditya penuh rasa bersalah.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang, aku sangat merasa bersalah dengan Ardie" Ucap Aditya, dia memijit pelipisnya karena pening.