Keysha

Keysha
Akhirnya



Semua orang masih terus terisak, apalagi Arya dia yang terlihat paling hancur di sini. Dokter dan para perawat pun ikut meneteskan air matanya melihat bagaimana Arya yang masih berusaha keras membangun Zahra.


Tiba - tiba Arya bangkit dan langsung berlari keluar ruangan, membuat semua orang terkejut.


"Arya kamu mau kemana?" Teriak Yuda. Namun Arya sama sekali tidak menjawab, dia terus berlari.


Rupanya Arya menuju tempat perawatan anaknya, dia menemui suster yang tengah melakukan pekerjaannya.


"Sus boleh saya bawa anak saya? Supaya istri saya mau bangun sus" ucap Arya meminta izin.


"Tapi pak..." Suter hendak menolak.


"Saya mohon sus" Ucap Arya dengan nada memohon, melihat Arya yang nampak kacau akhirnya suster pun mengangguk.


"Biar saya bantu ya pak, karena bayi bapak tidak boleh keluar dari inkubator " Ucap suster.


"Baik sus, terimakasih banyak" Ucap Arya, kemudian suster pun mendorong inkubator menuju ruangan Zahra.


Semua mata tertuju pada Arya yang baru datang bersama seorang suster yang mendorong inkubator anak Arya. Ketika baru memasuki ruangan Zahra, bayi Arya dan Zahra pun langsung menangis kencang seolah tahu tentang kondisi ibunya.


"Zahra ini anak kita, lihat dia menangis sayang.. dia ingin kamu memeluknya .. ayo Zahra bangun" Ucap Arya.


Tapi sama sekali tidak ada pertanda bahwa Zahra akan bangun, bayi Arya dan Zahra pun terus menangis, Arya kembali terduduk lesu dia menyerah sekarang, segala cara sudah dia lakukan namun Zahra tidak juga membuka matanya.


Tapi tiba - tiba suara monitor jantung terdengar, dan memberi pertanda bahwa jantung Zahra kembali berdetak.


"Dokter jantung Bu Zahra kembali berdetak" Ucap suster, dokter pun langsung memeriksa kembali keadaan Zahra.


"Alhamdulillah, ini mukjizat dai Allah SWT" Ucap dokter tersenyum, "detak jantung Bu Zahra kembali normal, kondisi Bu Zahra pun sudah normal tinggal menunggu Bu Zahra siuman" Ucap dokter.


"Alhamdulillah" Semua mengucapkan syukur tiada henti, bahagia itu yang mereka semua rasakan.


"Kami akan memindahkan Bu Zahra ke ruang rawat" Ucap dokter lagi.


"Baik dok terimakasih banyak" Ucap Arya. Kemudian suster juga kembali membawa bayi Arya dan Zahra keruang perawatan.


Kini Zahra sudah di bawa keruang rawat VIP, dia terus memandang wajah Zahra yang masih tertidur karena pengaruh obat bius, menurut dokter sebentar lagi Zahra akan kembali siuman.


Seolah takut kehilangan Zahra kembali Arya tidak mau meninggalkan Zahra sedetik pun, keluar Arya dan Zahra tengah berada di ruang perawatan bayi, mereka tengah melihat cucu pertama mereka.


Sedangkan Alby, Dimas ,Keysha dan Alena berada di ruang rawat Zahra, menemani Arya


Tak lama jari jemari Zahra mulai bergerak, pertanda Zahra siuman.


"Zahra.. sayang.." Panggil Arya.


"Kenapa mas?" Tanya Dimas.


"Jadi Zahra bergerak" Ucap Arya, dan benar mata Zahra sedikit demi sedikit bergerak.


Alena pun sigap menekan bel agar dokter datang keruangan Zahra.


Tidak lama dokter datang bersama seorang perawat, "ada apa pak Arya?" Tanya dokter.


"Zahra siuman dok" Ucap Arya, benar saja ketika dokter mendekat dan mulai memeriksa Zahra, Zahra mulai mengerjakan matanya perlahan.


"Loh dok kok isinya dinosaurus sih gede - gede banget lagi, ini saya di rumah sakit hewan ya?" Ucap Zahra sambil memandang ke empat temannya yang tengah berdiri menatap Zahra.


Keysha, Alena ,Dimas dan Alby saling berpandangan heran, begitu juga Arya. Namun dokter malah tersenyum mendengar ucapan Zahra.


"Keadaan Bu Zahra sudah mulai membaik, tinggal masa pemulihan pak Arya, dan jangan heran ya dengan perkataan nya tadi itu cuma karena pengaruh obat bius nya,sebentar lagi juga akan hilang kok" ucap dokter menjelaskan.


"Baik dok terimakasih atas penjelasannya" Ucap Aryo.


"Sama - sama pak, dan sekitar berapa jam sekali akan ada perawat yang datang mengecek kondisi Bu Zahra. Kalau begitu saya permisi pak" Ucap dokter.


"Sialan baru selesai operasi aja tingkah nya bikin kesel" Bisik Alby.


"Gue tahu tuh kenapa malaikat balikin nyawanya Zahra" Ucap Dimas masih berbisik.


"Apa emang?" Tanya Keysha.


Alena dan Keysha menahan tawanya agar Arya tidak mendengar.


Tidak lama nampaknya pengaruh obat bius sudah mulai menghilang, karena Zahra sudah tidak berbicara ngelantur lagi.


"Sayang??" Panggil Arya.


"Mas Arya???" Ucap Zahra.


"Iya sayang, mas disini" Ucap Arya.


"Loh kalian juga disini?" Tanya Zahra menatap sahabatnya bingung.


"Iya siapa lagi? Masa dinosaurus" Jawab Alby kesal.


"Mana dinosaurus jaman sekarang?" Ucap Zahra.


Kemudian Zahra memegang perutnya, dia terkejut karena perutnya sudah mengecil. Tidak ada tanda - tanda dia hamil sekarang, Zahra pun panik.


"Mas anak kita mana?" Tanya Zahra panik.


"Tunggu mas Arya, biar aku yang jelaskan" Ucap Dimas menahan Arya agar tidak menjawab pertanyaan Zahra.


Jailnya Dimas sudah mode on, Dimas sudah tersenyum kearah teman - temannya.


"Zahra.." Dimas berjalan mendekat ke arah Zahra.


"Apa? Mana anak gue?" Tanya Zahra tak sabar.


"Sebenarnya berat banget gue ngomongin ini, tapi..." Dimas sengaja menggantung ucapannya.


"Tapi apa???" Tanya Zahra semakin penasaran, "mana anak gue Dimas!" Seru Zahra.


"Anak loe udah ngakk..." Belum sempat Dimas melanjutkan ucapannya namun Zahra sudah terisak.


"Dimas ... Anak gue...." Zahra menangis sesenggukan.


"Ra gue belum selesai ngomong" Ucap Dimas.


"Gue nggak sanggup dengerin ucapan loe selanjutnya" Ucap Zahra terisak.


"Apa nya yang nggak sanggup sih, gue cuman mau bilang anak loe udah nggak ada di perut karena dia udah keluar Ra, dia udah launching .. soalnya dia udah nggak betah dalam perut" Ucap Dimas.


Sontak Zahra menghentikan tangisnya," anak gue? Udah lahir ?" Tanya Zahra memastikan, dia menatap sahabatnya. Alena ,Keysha,Alby dan Dimas pun mengangguk bersamaan.


"Mas anak kita udah lahir?" Tanya Zahra pada Arya.


"Iya sayang,kamu baru saja menjalani operasi sesar karena air ketuban kamu sudah kering, jadi terpaksa harus dilahirkan sekarang" Jawab Arya menjelaskan.


"Lalu anak kita dimana mas?" Tanya Zahra, "dan cowok apa cewek?" Tanya Zahra penasaran, pasal nya selama hamil Zahra dan Arya sengaja tidak mau tahu tentang jenis kelamin bayi mereka.


"Anak kita ada di ruang perawatan sayang, karena anak kita prematur. Dia lahir di umur kehamilan yang masih 8 bulan, dan jenis kelamin bayi kita adalah baby boy" Jawab Arya.


"Baby boy??" Tanya Zahra memastikan.


"Iya sayang" Jawab Arya.


"Maaf ya mas, aku nggak bisa jaga kandungan aku" Ucap Zahra penuh sesal.


"Sstt jangan bilang begitu Sayang, ini semua sudah takdir yang kuasa. Yang penting kamu dan bayi kita sekarang sehat " Jawab Arya sambil memeluk Zahra.


.


.


...**Ciee yang kena prank 🤣 selamat untu Zahra dan Arya atas kelahiran putra pertamanya , kasih selamat juga dong readers 😁😁...


...jangan lupa like ,vote dan komennya yaaa ...


...Terimakasih**...