Keysha

Keysha
Season 2 (menemui Indira)



Indira pergi dari rumahnya dengan mengendarai mobil, Bella dan Desi mencoba untuk mengejar Indira, namun terlambat, mobil Indira sudah pergi meninggalkan pelataran rumah. Bella pun langsung menghubungi Aditya, yang masih di restoran.


"Mas, cepet pulang," ucap Bella seraya terisak.


"Kenapa sayang?" tanya Aditya khawatir.


"Indira pergi dari rumah, dia sudah tahu semuanya mas, dia tahu rahasia yang selama ini sudah kita sembunyikan," ujar Bella.


"Apa?" Aditya yang tengah duduk pun sontak berdiri, dia sangat terkejut dengan apa yang Bella katakan.


"Bagaimana bisa Bella?" tanya Aditya.


"Aku nggak tahu mas, tiba-tiba aja Indira pegang buku diary Rania," ucap Bella bingung.


"Ya sudah, aku pulang sekarang," ucap Aditya. Dia pun bergegas membereskan semua pekerjaan nya.


Sedangkan Indira, dia masih terisak seraya mengendarai mobilnya, Indira masih syok dengan kenyataan bahwa dia bukanlah anak kandung Bella, Indira adalah anak yang mungkin tak diharapkan kehadirannya.


Indira mengemudikan mobil tanpa tujuan, yang dia pikirkan adalah, dia ingin menenangkan pikirannya, hingga akhirnya, Indira memarkirkan mobil disalah satu club' malam, padahal Indira tak pernah datang ketempat seperti ini.


Indira masuk kedalam club' malam, dan langsung menuju meja bartender.


"Pesan apa mba?" tanya bartender ramah.


"Apa aja, yang bisa menghilangkan masalah," jawab Indira, sebenarnya jawaban Indira sulit untuk dipahami, namun bartender cukup tahu, mungkin pelanggan nya sedang ada masalah.


"Silahkan mba," Bartender menghidangkan satu gelas minuman dingin, dari baunya sudah dipastikan mengandung alkohol. Indira meminumnya dengan satu kali tegukan.


"Lagi," ucap Indira. Bartender pun terus memberikan minumnya lagi.


Sedangkan Aditya, Bella , Desi, dan Harun tengah cemas menunggu kepulangan Indira, mereka sudah coba untuk menghubungi Indira, namun ponsel Indira tidak aktif.


"Bagaimana Aditya?" tanya Harun cemas.


"Ponselnya nggak aktif Pak," jawab Aditya.


"Ya Allah, bapak takut terjadi apa-apa dengan Indira, dia mengemudikan mobil dengan amarah," ucap Desi.


Tiba-tiba saja Harun memegang bagian jantungnya, dan tergeletak pingsan, sontak semua keluarga terkejut.


"Bapak," seru Aditya, Bella dan Desi.


"Pak bangun pak," Aditya mencoba menepuk pipi Harun pelan, namun tak ada jawaban.


"Mas bawa ke rumah sakit," ucap Bella. Aditya pun langsung membawa Harun dengan dibantu supir. Selama perjalanan menuju rumah sakit, mereka terus berdoa untuk keselamatan Harun.


Sesampainya di rumah sakit, Harun langsung dibawa keruang UGD, semua keluarga menunggu Harun dengan harap-harap cemas, apalagi ponsel Indira sampai sekarang belum bisa dihubungi.


Disisi lain, Kanaya tengah berjalan disekitar komplek, dia bermaksud ingin membeli nasi goreng, karena dia tengah lapar, tapi Kanaya tidak sendirian, ada Raka juga bersamanya.


"Jarang-jarang ya kak kita jalan-jalan berdua begini, meskipun cuman mau beli nasi goreng depan komplek, tapi rasanya beda ajah," ujar Raka seraya tersenyum.


"Iya yah, apalagi dulu kakak ninggalin kamu selama 5 tahun, masa-masa kebersamaan kita berkurang banget," jawab Kanaya


"Kak, kalau nanti kakak udah nikah, jangan lupa ya sama aku," ucap Raka sendu.


Kanaya tertawa mendengar ucapan Raka, "nggak akan, kamu tahu? kakak itu sayang banget sama kamu, meskipun nanti kita sudah menjalani hidup kita masing-masing, itu nggak akan merubah kasih sayang kakak ke kamu," jawab Kanaya.


Tiba-tiba dari arah belakang ada suara anak kecil yang memanggil Kanaya.


"Dokter cantik,"


Kanaya dan Raka pun menoleh untuk melihat siapa yang memanggil nya, "wah Felly," ucap Kanaya.


Felly langsung berlari dan memeluk Kanaya, "dokter mau kemana?" tanya Felly.


"Ikut," Felly seraya tersenyum.


"Boleh ayo." Ajak Kanaya.


Kanaya pun berjalan bersama Felly, sedangkan Raka dibelakang bersama Tama. Tama dan Raka sama-sama menatap kedua wanita yang berarti dalam hidup mereka.


"Apa kabar kak Tama, sangat jarang ya kita ngobrol, padahal tetangga," ujar Raka.


"Baik Raka, ya begitulah, kamu sekarang sudah sibuk kan mengurus kantor, sedangkan aku mengurus anak," jawab Tama seraya tertawa.


"Nggak terasa ya kak, kehidupan sudah mulai berubah," ujar Raka.


"Ya Raka, hari ini akan menjadi masa lalu, sedangkan hari esok akan menjadi masa depan, apapun yang kita tanam hari ini, akan kita tuai untuk masa depan, saran ku," ucap Tama.


Raka tersenyum mendengar perkataan Tama, "aku nggak nyangka, kak Tama bisa berubah menjadi lebih dewasa seperti ini," ucap Raka.


"Aku hanya ingin menjadi ayah yang baik untuk Felly, kalau aku masih bertahan dengan sikapku di masa lalu, apa yang akan terjadi dengan Felly nanti? sedangkan aku, yang harusnya menjadi panutan, tak bisa memberikan contoh yang baik," jawab Tama bijak.


Mereka terus mengobrol sampai tiba ditempat penjual nasi goreng, Kanayadan Felly pun memesan makanan mereka.


Di sisi lain, Indira sudah sangat mabuk di club'malam, membuat bartender kebingungan, namun bartender menemukan ponsel Indira yang tergeletak di meja.


"Duh ponselnya mati," ucap bartender, karena memang terakhir ponsel Indira kehabisan baterai namun sudah dicas dan belum sempat dinyalakan kembali.


"Syukurlah," ucap bartender setelah berhasil menyalakan ponsel Indira, dia mencari log panggilan terakhir Indira.


Nando, yang tengah bersiap untuk tidur merasa heran karena ada panggilan masuk dari Indira.


"Tumben Indira telepon jam segini," ucap Nando, namun khawatir ada hal penting Nando pun segera menggeser tombol hijau.


"Halo Ra ada apa?"


"Selamat malam tuan, saya bartender dari club' malam the black, saya ingin mengabarkan, bahwa pemilik ponsel ini mabuk berat di club' malam kami tuan."


"Mabuk?" tanya Nando memastikan.


"Iya tuan."


"Baiklah, saya segera kesana," setelah panggilan berakhir Nando pun segera bersiap untuk pergi. Nando tak habis pikir, ternyata Indira juga datang ketempat seperti itu.


Akhirnya Nando memarkirkan mobilnya di parkiran yang tersedia di club'malam yang menghubungi Nando tadi, dia masuk dan mencari meja bartender.


"Itu Indira," ucap Nando, dia segera mendekati Indira, kepalanya sudah ditelingkup kan di atas meja. Tadi Nando sempat berpesan kepada bartender untuk menjaga Indira agar tak ada lelaki hidung belang yang berniat nakal.


"Indira," Nando sedikit menepuk bahu Indira pelan.


"Maaf mas siapa?" tanya bartender kepada Nando.


"Saya yang mas hubungi tadi," jawab Nando.


"Oh baiklah, temennya kayaknya baru datang ketempat seperti ini deh, soalnya dia baru minum 5 gelas udah," jelas bartender.


"Jadi Indira baru datang ketempat seperti ini? pasti ada masalah besar yang menimpanya," batin Nando.


"Oh iya mas, ini kunci mobil sama ponselnya, tadi temennya nggak bawa tas kok," jelas bartender tadi.


"Oh baiklah, lalu total berapa?" tanya Nando.


"1250.000 mas."


Nando mengambil uang sejumlah satu juta lima ratus, "ambil kembaliannya ya, terimakasih." Setelah itu Nando langsung menggendong Indira ala bridal style, Nando pun langsung melangkah menuju mobilnya.