Keysha

Keysha
Bertemu Desi



Hari ini rencana nya Keysha akan menjenguk Zahra bersama dengan Alena, ya Zahra sudah pulang dari rumah sakit dua hari lalu, keadaan anak Zahra pun sudah mulai stabil.


"Sayang ingat ya kamu harus berhati - hati dan jangan terlalu lelah" Ucap Marvel, sudah ke empat kalinya dia mengatakan itu kepada Keysha.


"Iya sayang, kamu tahu nggak sih ini udah ke empat kalinya kamu ngomong ini ke aku" Ucap Keysha.


"Itu karena aku khawatir sayang" Ucap Marvel mencoba menasehati Keysha.


"Iya .. iya sayang, ya udah kamu berangkat gih, Farel udah nungguin kamu" Ucap Keysha.


"Ya sudah aku berangkat ya.. nanti pulang dari rumah Zahra kamu langsung pulang aja ,oke? " Ucap Keysha.


"Siap bos" Ucap Keysha dengan posisi hormat.


"Ya sudah aku berangkat" Marvel mencium kening Keysha dan tidak lupa Keysha mencium tangan suaminya.


"Hati - hati sayang" Ucap Keysha seraya melambaikan tangan kepada Marvel yang sudah menaiki mobil.


Setelah Marvel berangkat, Keysha pun bersiap untuk berangkat ke butik. Keysha keluar dari rumah ternyata sudah ada Raisa, namun ada yang membuat Keysha bingung karena ada Lavanya juga di sana.


"Loh Lavanya?" Ucap Keysha.


"Selamat pagi nona" Sapa Lavanya dan Raisa bersamaan.


"Pagi.." Jawab Keysha, "kok kamu di sini Lavanya?" Tanya Keysha.


"Iya nona, saya mendapat perintah dari tuan Marvel untuk menjaga nona" Jawab Lavanya.


"Huh Marvel berlebihan banget" Batin Keysha.


"Oh iya nona selamat untuk kehamilan nya" Ucap Lavanya.


"Selamat nona, semoga ibu dan bayinya selalu di beri kesehatan" Ucap Raisa menimpali.


"Aaammiinn terimakasih yaa" Ucap Keysha seraya tersenyum.


"Ya sudah ayo berangkat" Ajak Keysha, kemudian Lavanya pun membukakan pintu untuk Keysha , sedangkan yang duduk di kursi kemudian adalah Raisa. Mobil pun melaju perlahan meninggalkan kediaman Keysha .


Di sisi lain Bella,Harun dan Rania tengah bersiap, mereka hendak pergi ke lapas tempat Desi di tahan. Mereka juga membawa Rania untuk di perkenalkan kepada Desi. Sedangkan Aditya tidak ikut karena dia harus mengurus restoran nya.


"Rania kamu sudah siap??" Tanya Bella.


"Sudah kak" Jawab Rania.


"Ya sudah, ayo keluar" Ajak Bella, dia mengiring Rani keluar dari rumah untuk menaiki mobil.


"Rania kamu kenapa?" Tanya Bella ,dapat Bella lihat bahwa Rania sangat gerigi sekarang.


"Aku takut Bu Desi tidak menyukai kak" Ucap Rania.


"Kamu tenang saja Rania, kami sudah menceritakan semuanya kepada ibu, dan ibu mengerti kok" Ucap Bella menenangkan Rania.


"Benar Rani, jangan memikirkan hal - hal seperti itu ya.. ibu sudah menerima kamu kok, dan kami membawa kamu kesana agar ibu bisa kenal dengan kamu Rania" Ucap Harun menimpali.


"Baik paman, lalu nanti aku panggil Bu Desi apa?" Tanya Rania.


"Bude saja" Jawab Harun.


"Baiklah pak" Jawab Rania.


Setelah mengendarai beberapa menit akhirnya mereka sampai di kantor polisi, Bella membantu Rania turun dari mobil, sedangkan Harun membawa beberapa buah - buahan dan juga makanan untuk Desi.


"Ayo" Ajak Harun, mereka pun masuk ke kantor polisi, namun lebih dulu bawaan untuk Desi di periksa, dan setelah melewati pemeriksaan baru lah mereka masuk dan bertemu Desi.


Bella, Harun dan Rania duduk di menunggu Desi yang sedang di panggil oleh penjaga lapas. Tidak lama Desi datang.


"Ibu" Ucap Bella, dia mencium tangan Desi dan memeluknya erat, Desi pun membalas pelukan Bella dengan erat. Dia merasa iba dengan apa yang sudah terjadi pada rumah tangga Bella.


"Bapak" Desi mencium punggung tangan suaminya.


"Ini???" Desi hendak bertanya tentang Rania.


"Ini Rania Bu.." Jawab Bella memperkenalkan.


"Desi" Ucap nya.


"Rania bu" ucap Rania.


"Kamu sehat nak??" Tanya Desi.


"Alhamdulillah sehat bu" Jawab Rania.


"Ya sudah ayo duduk,nanti kamu lelah" Ujar Desi, kemudian mereka pun duduk.


"Rania, ibu sebagai orang tua Aditya banyak meminta maaf atas perbuatan Aditya yang tidak senonoh kepada kamu, sampai membuat kamu menjadi seperti ini" Ucap Desi tulus.


"Mungkin, ini sudah menjadi suratan takdir Yang Maha Kuasa Bu, sekarang saya hanya ingin melanjutkan kehidupan saya dengan baik" ucap Rania.


"Ibu boleh tanya kenapa kamu tidak mau menikah dengan Aditya?" Tanya Desi.


"Saya tidak mencintai jaj Aditya Bu, di tambah lagi saya tidak mau di cap sebagai perebut suami orang atau pun orang ketiga dalam rumah tangga kak Aditya dan kak Bella " jawab Rania.


"Lalu kenapa kamu mau menyerahkan anak kamu kepada Bella dan Aditya ketika sudah lahir nanti?" Tanya Desi lagi, dia sudah tahu semua cerita nya karena Harun yang bercerita.


"Saya ingin melanjutkan kehidupan saya Bu, saya rasa kak Aditya dan kak Bella adalah orang yang tepat untuk menjadi orang tua nya kelak" Jawab Rania seraya mengelus perutnya yang rata.


"Kamu yakin tidak akan menyesal?? " Tanya Desi memastikan.


"Yakin Bu, asalkan anakku bahagia" Jawab Rania yakin.


"Terimakasih banyak Rania" Desi memeluk Rania, dia berterimakasih karena Rania mau berlapang dada menerima semua ini,bahkan Rania berbesar hati tidak menuntut tanggung jawab dari Aditya, dia bahkan mau memberikan anak nya kepada Aditya dan Bella.


Desi begitu terharu dengan apa yang di lakukan Rania, jujur saja Desi juga ingin memiliki cucu namun keadaan Bella yang tidak memungkinkan. Namun lewat kebesaran hati Rania, Desi akan bisa merasakan rasanya di panggil nenek oleh cucunya meskipun Desi tidak membenarkan kejadian yang menimpa Rania.


"Oh iya nak, bagaimana sikap Aditya kepada kamu??" Tanya Desi.


"Eemmm.. " Rania nampak bingung untuk menjawab.


"Mas Aditya nampak acuh bu" bukan suara Rania, melainkan suara Bella yang menjawab pertanyaan Desi.


"Kenapa??" Tanya Desi.


"Nggak papa Bu, lagi pula selama ini ada kak Bella dan paman Harun yang selalu menjaga Rania Bu" jawab Rania.


"Tapi biar bagaimanapun setidaknya Aditya harus memperhatikan calon anaknya" Ucap Desi.


"Itu lah Bu yang bapak juga tidak tahu, tapi sedikit demi sedikit bapak selalu menasehati Aditya kok Bu" Ucap Harun.


"Nanti, kalau Aditya datang ibu akan menasehati nya juga,karena bagaimanapun dia harus bertanggung jawab" Ucap Desi.


"Terimakasih juga nak, kamu mau berbesar hati menerima dan menjaga Rania" Ucap Desi kepada Bella.


"Bu, Rania tidak bersalah.. dia juga korban Bu, jadi tidak sepantasnya aku membenci Rania" Jawab Bella seraya tersenyum.


"Ibu berharap ibu bisa melihat cucu ibu nanti" ucap Desi penuh rasa harap.


"Pasti ibu akan melihat cucu kita nanti" Ucap Harun.


"Iya Bu, dan semoga saja ibu juga sudah bebas nanti" Ucap Bella menimpali.


"Aaammminn" jawab Desi.


"Oh iya Bu, kita bawa buah dan makanan buat ibu" Ucap Bella menyerahkan paperbag kepada Desi.


"Wah terimakasih ya" Ucap Desi. Kemudian mereka pun kembali melanjutkan mengobrol mereka, bahkan mereka juga menyiapkan nama untuk calon anak Rania nanti.


.


.......


......**Haii readers baru bisa up nih, kemarin author harus istirahat dikarenakan sakit......


...dan hari ini author nggak bisa kasih crazy up maaf yaa.....


...Terimakasih atas pengertiannya readers**...