
Dalam perjalanan pulang, Bella teringat, dia harus meminta izin kepada Keysha, karena besok dia tidak bisa datang ke butik. Namun saat Bella ingin membuka aplikasi chatting, Bella mendapat kiriman foto dari Dewi, yang sudah di kirim sejak sore tadi.
Dalam foto nampak Keysha tengah menggendong bayinya, membuat Bella merasa rindu dengan baby Indira.
"Oh iya Bu, hari ini Keysha juga melahirkan loh," ujar Bella.
"Oh ya?" tanya Desi.
"Iya Bu, ini dia foto-foto nya," Bella memperlihatkan foto-foto Keysha dengan bayinya.
"Perempuan?" tanya Desi.
"Iya Bu, cantik ya?" tanya Bella.
"Iya, ibu jadi tidak enak tidak bisa menjenguk nya," ujar Desi.
"Nggak papa kok Bu, pasti Keysha mengerti," ujar Bella.
"Iya Nak," jawab Desi.
Bella berpikir, untuk mengirimkan chat saja kepada Keysha, karena ini sudah larut, mungkin Keysha sudah tidur.
Bella
Keysha, sebelumnya aku minta maaf, besok aku tidak bisa datang ke butik, karena aku harus mengurus pemakaman Rania.
Begitulah isi pesan yang Bella kirim kan. Sesampainya di rumah Bella dan Desi merasa rumah sangat sepi, mereka melihat sebuah majalah tentang ibu hamil, yang biasanya Rania baca.
Lagi-lagi Bella dan Desi sama-sama terisak mengingat semua kenangan yang mereka lalui selama beberapa bulan ini.
"Bu, kita tidur satu kamar aja ya?" pinta Bella.
"Iya Nak, nanti ibu nyusul ke kamar kamu, ibu mau bersih-bersih dulu," ujar Desi.
"Iya Bu, " jawab Bella.
Pukul 06.00 Keysha terbangun dari tidurnya, Keysha melihat Marvel yang masih tertidur, karena semalam Marvel juga begadang menjaga baby Kanaya. Keysha mengecek ponselnya, dan ternyata ada notifikasi pesan dari Bella.
Keysha langsung terkejut melihat pesan yang dikirimkan oleh Bella, tanpa menunggu lama dia pun langsung menghubungi Bella untuk menanyakan kebenaran berita tersebut.
"Hallo Bella," ucap Keysha.
"Hallo Key," terdengar suara parau dari Bella, rupanya semalaman Bella tak dapat tidur, dia masih sangat kehilangan Rania.
"Bella, apa benar kalau ... Rania meninggal?" tanya Keysha cemas.
"Benar Key," jawab Bella, lagi-lagi Bella menangis ketika membahas tentang Rania.
"Innalilahiwainnailaihirojiun" Keysha ikut terisak mendengar kabar duka dari Rania.
"Apa yang terjadi Bel?" tanya Keysha.
"Ternyata, Rania punya penyakit kanker otak Key, itu sudah lama, sejak Rania hamil. Dan kemarin tiba-tiba Rania pingsan, saat di bawa ke rumah sakit, sel kanker nya sudah memasuki stadium 4, Rania pun menjalani operasi sesar, karena kondisi nya yang semakin mengkhawatirkan," ujar Bella menjelaskan.
"Ya Allah ..." Keysha merasa lemas, dia merasa tubuhnya tak berdaya, "lalu bagaimana dengan bayinya?" tanya Keysha.
"Alhamdulillah bayinya selamat, perempuan, sehat, dan rencananya hari ini juga akan pulang, dan hari ini juga jenazah Rania akan di makamkan," ujar Bella.
"Bell, aku benar-benar minta maaf, aku tidak bisa datang," ujar Keysha tak enak.
"Nggak papa kok Key, aku mengerti, kamu juga baru saja melahirkan. Tapi hari ini aku izin ya tidak bisa berangkat ke butik," ujar Bella.
"Iya Bel, nggak papa kok, kamu yang sabar ya, aku yakin Rania sudah tenang di alam sana, dan surga adalah tempat nya," ucap Keysha tulus.
"Aammiinn Key, terimakasih." ujar Bella.
"Sama-sama Bel, oh iya lalu bayi Rania akan minum susu apa? " tanya Keysha.
"Rencananya sufor, karena aku takut kalau mencari ibu asi, ini kan bukan hal yang main-main Key," ujar Bella.
"Alhamdulillah Key, tentu aku mau, bahkan aku sangat berterima kasih," ujar Bella terharu.
"Sama-sama Bel, mungkin inilah alasan kenapa Allah memberikan ASI ku melimpah, supaya aku juga bisa membantu kamu," ujar Keysha.
"Terimakasih banyak Keysha."
"Sama-sama Bel, ya sudah aku tutup dulu telepon nya, sekali lagi aku minta maaf ya, aku tidak bisa datang ke pemakaman Rania," ujar Keysha tak enak.
"Nggak papa Keysha, oh ya sudah dulu ya, sepertinya mas Aditya sudah pulang," ujar Bella.
"Iya Bel, salam untuk bapak dan ibu."
Aditya, Bella, Desi dan Harun, nampaknya masih betah berada di pemakaman Rania, beberapa menit lalu, baru saja di laksanakan pemakaman jenazah Rania, nampak keluarga Aditya sangat terpukul dengan kepergian Rania yang mendadak ini.
Baby Indira sendiri, kini tengah di jaga oleh Bi Asih, kemudian datang dua orang wanita dengan menenteng tas.
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam, cari siapa?" tanya bi Asih seraya menggendong baby Indira.
"Sebelum nya perkenalkan, saya Dewi dan ini kak Alena. Kami teman kak Bella," rupanya Dewi datang bersama dengan Alena, Dewi juga membawa titipan dari Keysha, ya itu ASI untuk baby Indira.
"Kebetulan, ibu Bella sedang ke pemakaman, karena kami semua tengah berduka, mari silahkan masuk dulu, mungkin sebentar lagi pulang," Bi Darmi pun mempersilahkan Dewi dan Alena untuk masuk.
"Terimakasih Bi." Dewi dan Alena pun duduk menunggu Bella dan Aditya, melihat Bi Asih yang nampak repot, Dewi menawarkan untuk membantu ni asih menjaga Indira.
Indira termasuk anak yang penurut, terbesit di hati Dewi rasa iba kepada Indira karena masih kecil sudah di tinggal kan oleh ibu kandung nya.
"Cantik ya Wi," ujar Alena seraya mengelus pipi Indira.
"Iya kak, cantik banget, gemes," Dewi mencium sayang kening Indira. Tidak lama suara deru mesin mobil terdengar, nampak nya keluarga Bella sudah kembali dari pemakaman.
"Assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam"
"Eh ada tamu," ujar Bella ketika dia memasuki rumah, melihat ada Dewi dan Alena. Bi asih pun mengambil alih Dewi yang sudah tertidur di pangkuan Dewi.
"Nunggu lama Dewi, Alena?" tanya Bella.
"Enggak kok kak, baru aja," jawab Dewi.
"Kami ikut ber belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya Rania, semoga keluarga yang di tinggal kan diberi ketabahan," ujar Alena mewakilkan.
"Terimakasih ya Dewi, Alena" ucap Aditya.
"Oh iya, kami juga membawakan titipan dari kak Keysha," Dewi menyerahkan tas yang berisi ASI.
"Terimakasih ya Dewi, Alena, maaf jadi merepotkan," ucap Bella tak enak.
"Nggak merepotkan sama sekali kok, kak." jawab Dewi.
"Keysha juga menyampaikan permintaan maaf sedalam-dalamnya, karena tidak bisa datang untuk berkabung," ucap Alena.
"Tidak papa, kami mengerti, karena Keysha juga baru saja melahirkan." ujar Harun ikut menimpali.
"Baiklah Bella, Aditya, om, Tante, kami pamit dulu," pamit Alena.
"Loh kami baru saja pulang, tinggal lah lebih lama," ujar Desi.
"Terimakasih Bu, Dewi harus harus kembali ke butik, jadi kami harus permisi sekarang," ujar Dewi.
"Baiklah Nak, terimakasih banyak ya." ucap Harun.
"Sama-sama pak,bu" setelah itu, Dewi dan Alena pun berpamitan pulang.