Keysha

Keysha
Surprise



"Itu tuan Marvel nona yang memutar musik keras ,supaya nona berpikir saya dan tuan Marvel pergi ke club" Jawab Farel dengan tersenyum tak enak


"Maaf ya sayang" ucap Marvel sambil tersenyum 


"Jangan gitu lagi, aku udah negatif thinking tau" ucap Keysha 


"Ya sudah ayo semuanya ke meja makan" ajak Farah


"Eh iya kamu yang masak Vel?" Tanya Keysha 


"Bukan" jawab Marvel dengan cengirannya


"Terus?" tanya Keysha 


"Mamah Farah yang masak, aku cuma bantu nata di meja makan" Jawab Marvel


"Terus ngapain kamu pakai celemek?" tanya Keysha lagi 


"Takut tumpah" jawab Marvel sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Huh dasar" ucap Keysha,mereka semua pun pergi ke meja makan ,setelah itu membahas rencana pernikahan Keysha dan Marvel yang rencananya akan digelar 3 Minggu lagi 


Sedangkan kini Aditya tengah duduk di taman rumah, semenjak Aditya mengetahui tentang identitas dirinya dia lebih sering murung 


"Kamu kenapa mas?" tanya Bella 


"Nggak papa" jawab Aditya 


"Aditya?" panggil Harun 


"Eh bapak" ucap Adity, Bella yang mengetahui sepertinya Harun ingin berbicara serius pun memilih pergi 


"Kamu kenapa?" tanya Harun setelah duduk disamping Aditya


", Nggak papa pak" jawab Aditya bohong 


"Jangan bohong, katakan sejujurnya dengan bapak" ucap Harun. Dia tahu ada yang Aditya sembunyikan


"Bapak kenapa nggak bilang tentang masa lalu ibu?" Akhirnya apa yang Aditya pendam dia keluarkan 


" Maksud kamu nak?" tanya Harun 


"Aku tahu pekerjaan ibu di masa lalu" ucap Aditya 


"Kamu sudah tahu?" tanya Harun terkejut


"Iya, seseorang yang aku kira ayah biologis ku lah yang memberi tahu, dan bapak tahu siapa dia? Dia adalah adik dari ayah Marvel" ucap Aditya tersenyum getir


"Maksud kamu, omnya Marvel?" tanya Harun 


"Iya pak,namanya om Rayyan " jawab Aditya


"Dan dia bukan ayah kandung kamu?" tanya Harun lagi


"Iya pak, selama ini ibu salah paham, dan bapak tahu ibu sengaja hamil" ucap Aditya dia sudah menitikkan air matanya 


"Kenapa?" tanya Harun


"Karena ibu pikir om Rayyan orang pelanggan ibu,tapi ternyata om Rayyan hanya membantu temannya, ibu berniat menjadikan kandungannya sebagai alat agar ibu menikah dengan lelaki kaya. Tapi semua rencana ibu gagal" ucap Aditya menjelaskan


"Lalu dimana ayah kandung mu?" tanya Harun 


"Dia sudah meninggal pak, karena overdosis obat obatan" jawab Aditya


"Innalillahiwainnailaihirojiun"


"Aku malu pak, aku ini anak haram kan pak?" tanya Aditya terisak, Harun tak tega melihat Aditya, dia pun memeluk putranya 


"Jangan berucap seperti itu Aditya, apapun yang terjadi kamu adalah anak bapak" ucap Harun


"Maafin Aditya pak, Aditya minta maaf" ucap Aditya dia semakin mengeratkan pelukannya


Bella yang menatap dari pintu pun merasa sedih 


"Kasihan kamu mas" ucap Bella lirih


Di Sisi lain Dimas kini berada di apartemen Alena bersama kedua orang tua Alena juga ,dia tengah gugup sekarang 


"Maaf Ayah, bunda kalau kedatangan saya mengganggu" ucap Dimas 


"Ganggu apa sih Dimm, loe kan biasa kesini" ucap Alena


"Iya nak Dimas kaya sama siapa aja" ucap Bunda Susi dengan tersenyum


"Ada yang ingin nak Dimas sampaikan?" tanya Ahmad , dia dapat melihat ada kegugupan dari wajah Dimas, bahkan Dimas sedari tadi terus meremas tangganya sendiri


"Rilex nak Dimas" ucap Ayah Ahmad dengan tersenyum


"Iya Yah emmm sebenarnya ada hal penting yang ingin saya sampaikan" Dimas menjeda kalimatnya "saya ingin melamar Alena pak" ucap Dimas 


Sontak Alena ,Ahmad dan Susi terkejut


"Nak Dimas yakin?" tanya Ahmad


"Saya yakin Yah" jawab Dimas mantap 


"Nak Dimas sudah pikirkan?" tanya Susi


"Sudah Bun, saya sudah menyimpan perasaan ke Alena sejak lama, namun sudah keduluan dengan yang lain, dan sekarang saya tidak mau Alena diambil oleh orang lain lagi" ucap Dimas 


"Kalau Ayah terserah Alena, kan dia yang mau menjalaninya, bagaimana Alena?" tanya Ahmad 


"Emmm maaf Dimas " ucap Alena tak enak hati 


"Nggak papa Len, mungkin emang aku yang terlalu nggak sabaran" ucap Dimas menunduk, dia pasrah


"Maaf , karena aku terima lamaran kamu" ucap Alena sambil tersenyum


"Beneran Alena?" tanya Dimas dan Alena mengangguk 


"Ayah dan bunda merestui?" tanya Dimas 


"Kami merestui nak" ucap Susi 


"Alhamdulillah" 


"Kalau begitu nanti saya akan ajak orang tua saya kemari Yah" ucap Dimas 


"Kapan nak?" tanya Ahmad


"Mungkin minggu depan Yah, aku akan ajak Alena beli cincin tunangan dulu besok,boleh yah?" tanya Dimas meminta izin 


"Boleh nak" jawab Ahmad


Dimas tidak menyangka lamarannya akan diterima, padahal dia sudah menyiapkan hatinya kalau dia di tolak oleh Alena


.


.


.


...**cukup 2 bab ya readers😉 jangan lupa setelah baca klik Like Vote dan Komen yaa sebagai dukungan ke author🥰...


...dan jangan lupa klik favorit supaya kalian nggak ketinggalan update ceritanya 😉...


......Terimakasih**......