
Sebelum pulang ke
rumah Indira, seperti biasa Nando akan mampir dulu ke apartement Amanda
walaupun cuman sebentar, Nando hanya ingin bertemu dengan istri keduanya dan
melepaskan rindu mereka.
“Mas, tadi pagi aku ketemu mba Indira loh,” ujar Amanda seraya
meletakkan segelas kopi dihadapan Nando.
“Apa? dimana?” tanya Nando terkejut.
“Di rumah Mamah sama Papah,” jawab Amanda santai, Nando baru
tahu kalau Indira datang ke apartement kedua orangtuanya.
“Ternyata mba Indira cantik banget ya mas, kulitnya putih,
mulus … semua pakaian mba Indira bagus-bagus,” ucap Amanda memuji Indira.
“Kamu juga nggak kalah cantik kok sayang,” puji Nando seraya
mencium sekilas bibir Amanda.
“Tapi kan beda mas, tangan mba Indira aja halus banget, beda
sama aku,” Amanda mulai minder, tapi sebenarnya dia mengatakan hal ini, karena
dia juga ingin seperti Indira.
“Ya sudah, nanti aku akan belikan kamu make up yang sama
seperti Indira, semuanya …” ujar Nando membuat senyum Amanda terbit.
“Beneran mas?” tanya Amanda memastikan.
“Iya … bila perlu nanti kamu belanja pakaian juga ya??” ucap
Nando lagi.
“Makasih mas …” Amanda memeluk Nando karena bahagia, Nando
akan membelikannya produk kecantikan yang sama seperti dipakai oleh Indira.
‘Kalau aku pakai make up dan perawatan, aku yakin aku nggak
akan kalah cantik dari mba Indira, jadi nanti mas Nando nggak akan ragu lagi
untuk meninggalkan mba Indira,’ batin Amanda dengan percaya diri.
Dalam benak Nando, dia membenarkan ucapan Amanda, benar
memang kalau Indira jauh lebih cantik dari Amanda, bahkan saat Indira tidak
memakai make up pun sudah terlihat cantik. Jauh berbeda dengan istri keduanya.
‘Aku harus mulai memperhatikan penampilan Amanda dan
merubahnya, supaya aku nggak bosan nanti,’ batin Nando.
^^^
Sedangkan di sisi lain, Kanaya tengah memakai rangkaian
skincare wajah untuk malam hari, tiba-tiba Tama masuk ke dalam kamar dengan
menuju istrinya berada, “saayang ….”panggil Tama dengan nada halus. Nampaknya Tama
sudah mulai melancarkan aksinya, karena sekarang mereka sudah berada di kamar
setelah tadi menemani Felly tidur.
“Apa …?” jawab Kanaya, feelingnya mengatakan kalau Tama akan
meminta jatah mala mini, apalagi tentang ucapan Felly pagi tadi yang sudah
meminta adik.
“Ayo buat adek,” ajak Tama membuat Kanaya menajamkan
matanya.
“Apa sih Tama,” Kanaya sok ketus.
“Kamu nggak denger sayang tadi pagi anak kita minta apa?
minta adek,” ujar Tama mengingatkan Kanaya lagi, meski sebenarnya tanpa Tama
ingatkan pun Kanaya sudah ingat tentu.
Kanaya tersenyum manis kearah suaminya, “boleh, tapi nanti
ya ? soalnya aku lagi ada tamu,” Kanaya meninggalkan Tama dengan senyum penuh
kemenangan, tamu yang dimaksud Kanaya adalah datang bulan.
“Yah …..” Tama pun lemas melihat Kanaya yang pergi ke kamar
mandi dengan membawa pembalut di tangannya.
“Yahhh pending deehh,” lirih Tama lemas.
^^^
Kini dihadapan Indira dan Nando
ada seorang lelaki yang Nando tugaskan untuk menjaga Indira dan sebagai supir
pribadi Indira, padahal Indira sudah memiliki supir pribadi sendiri. Tapi,
Nando beralasan, bahwa pria yang berada dihadapan mereka ini bisa menjamin
keselamatan Indira, dan Nando tidak risau. Karena menganggap Nando melakukan ini demi
melindungi Indira, jadi Indira pun menuruti suaminya.
“Ya sudah sayang … aku pergi dulu
ya?” pamit Nando.
“Iya mas, kamu hati-hati,” jawab
Indira.
“Agus, kamu jaga istri saya,”
titah Nando.
“Baik Pak,” jawab pria yang
bernama Agus.
Sebenarnya, Agus adalah orang yang
sudah bekerja dibawah Nando, karena Nando menugaskan Agus sebagai supir pribadi
Indira sekaligus mata-mata. Ini semua dilakukan oleh Nando untuk berjaga-jaga,
supaya Indira tidak lagi bertemu dengan Amanda di rumah kedua orangtua Nando. Nantinya
Agus akan melaporkan kemanapun Indira akan pergi, termasuk ke rumah Laila dan
Harun. Licik bukan? Nando berkedok sebagai suami yang selalu mengkhawatirkan
istrinya, padahal dia hanya ingin semua rahasia tentang dirinya aman.
^^^
Natasha hendak berangkat ke rumah sakit, namun tiba-tiba
saja dalam perjalanan mobil Natasha mogok, dia mengecek mobil dan dia rasa
mesin mobil. Natasha hendak menghubungi Nathan, namun tiba-tiba Natasha
teringat kalau hubungan mereka sudah berakhir. Natasha menghela napasnya,
rupanya dia belum terbiasa tanpa Nathan.
‘Pada waktu itu loe hadir di waktu yang tepat Nathan, dan
itu membekas dalam hati gue, tapi sekarang loe juga menghancurkan hati gue,
perasaan gue dan cinta gue berkeping-keping. Loe terlalu jahat, apa salah gue?
sampe loe sakitin gue sedalam ini,’ batin Natasha sendu, cukup berat memang
bagi Natasha melupakan Nathan, sosok lelaki yang dulu sudah bersusah payah
mengobati lukanya, namun kini Nathan malah menorehkan luka yang sangat dalam
padanya.
Disaat Natasha tengah bingung harus berbuat apa, ditambah
lagi kegalauannya yang kini mulai menyapa perasaan Natasha, ada sebuah mobil
yang berhenti didepan mobil Natasha, dan dia tahu siapa pemilik mobil tersebut.
“Raka?” Natasha sebetulnya enggan bertemu dengan Raka, pria
yang menjadi tetangganya sekaligus tunangan dari Nabila, yang tidak lain
menjadi penyebab hancur nya hubungann Natasha dan Nathan. Tapi coba lihat
hubungan Raka dan Nabila, mereka terlihat adem ayem bahkan Nabila beberapa hari
ini sering menampilkan kegiatan mereka berdua di akun instagramnya.
“Mobilnya kenapa Sha?” tanya Raka.
“Nggak tahu, tiba-tiba mogok,” jawab Natasha.
“Ini udah siang loh, loe mau ke rumah sakit kan?” tebak Raka,
memang waktu sudah menunjukkan pukul 07:30 pagi.
Natasha menggaruk keningnya, “iya sih,” Natasha mulai
semakin bingung karena sudah cukup siang dan dia harus segera tiba di rumah sakit.
“Ya udah yuk gue anter, nanti urusan mobil gue hubungin
bengkel langganan gue,” tawar Raka, Natasha nampak menimang, sebenarnya Natasha
tidak nyaman berada di dekat Raka, tapi ini sudah cukup siang. Dengan agak
berat hati, akhirnya mau tidak mau Natasha menerima tawaran Raka.
Hal yang membuat Natasha merasa tidak nyaman bersama Raka
sekarang ini, karena Natasha merasa menjadi orang yang jahat, Natasha merasa bersalah sudah menyembunyikan
perselingkuhan Nabila dengan Nathan, tapi … Natasha juga bingung harus
bagaimana berbicara dengan Raka. Karena yang Natasha lihat, Raka begitu percaya
dengan kekasihnya.
“Gimana hubungan loe sama Nathan?” tiba-tiba saja Raka
bertanya demikian, Raka sendiri tidak tahu kenapa dia malah membuka obrolan
dengan pertanyaan seperti itu.
“Gue udah putus,” Natasha menjawab dengan jujur.
“Hah? Putus?” nampak sekali Raka terkejut, karena dia juga
tahu kalau hubungan Natasha dan Nathan sudah terjalin cukup lama. Raka pikir,
mungkin Natsha dan Nathan akan melangkah ke jenjang yang lebih serius, tapi
ternyata salah.
“Iya, dia selingkuh,” emosi mullah menghampiri, tapi Natasha
mencoba menyadarkan dirinya bahwa dia tidak boleh buka suara soal Nabila dan Nathan.
“Selingkuh?” Raka semakin terkejut dengan jawaban Natasha,
dia tidak menyangka kalau Nathan yang terlihat cuek terhadap wanita bisa
mempunyai nyali untuk berselingkuh, apalagi dengan Natasha, wanita yang
dianggap sempurna oleh teman-teman Raka sendiri. Mendengar keterkejutan Raka,
Natasha hanya mengangguk sebegai respone.
‘Kalau loe tahu siapa selingkuhannya, pasti loe akan lebih
terkejut Raka,’ batin Natasha.
“Gue masih sullit sih buat percaya kalau Nathan bisa
ngelakuin itu sama loe Sha, mungkin loe ssalah paham,” ujar Raka, karena Nathan
yang selama ini Raka tahu, adalah pria yang romantic, Raka sering sekali
dimintai oleh Nathan referensi kado untuk Indira, yang sebenarnya Nathan hanya
sedang mencari tahu apa saja kesukaan Nabila lewat Raka.
“Hak loe buat percaya atau enggak nya,” jawab Natsha
singkat, begonia masih cukup sakit mengingat kejadian hari itu.
“Sorry Sha, bukan gue nggak percaya sama loe, tapi … bisa
aja kan loe salah paham?” tanya Raka lagi.
“Salah paham?” Natsha menggelengkan kepalanya pelan, “gue
lihat dengan mata kepala gue sendiri, mereka lagi intim banget, bahkan mungkin
kalau gue nggak dateng, mereka bisa berhubungan badan, karena saat gue lihat
mereka aja, mereka lagi mesra banget Ka, mereka lagi ciuman,” jelas Natasha
dengan emosional.
Raka pun mencoba menenangkan Natasha, melihat Natasha yang
begitu tersulut emosi ketika membicarakan soal Nathan dan selingkuhannya, Raka
yakin kalau Natasha tidak sedang berbohong. Raka benar-benar tidak menyangka
Nathan bisa setega itu dengan.
“Maaf ya Sha…” Raka merasa bersalah karena tidak percaya
dengan ucapan Natasha tadi.
“Nggak apa-apa kok, lupain aja,” jawab Natasha santai.
Natasha juga merasa tidak enak dengan Raka, apa jadinya Raka
jika tahu siapa wanita yang menjadi selingkuhan Nathan? Dan tidak lain dia adalah
Nabila, tunangan Raka. Jika di pikir, Natasha masih jauh lebih baik, karena dia
hanya di khianati oleh kekasihnya, sedangkan Raka, dikhianati oleh tunangannya,
yang selama ini sudah menjadi penyemangat Raka dalam meraih kesuksesannya.