Keysha

Keysha
Season 2 (merasa bersalah)



Sebelum pulang  ke


rumah Indira, seperti biasa Nando akan mampir dulu ke apartement Amanda


walaupun cuman sebentar, Nando hanya ingin bertemu dengan istri keduanya dan


melepaskan rindu mereka.


“Mas, tadi pagi aku ketemu mba Indira loh,” ujar Amanda seraya


meletakkan segelas kopi dihadapan Nando.


“Apa? dimana?” tanya Nando terkejut.


“Di rumah Mamah sama Papah,” jawab Amanda santai, Nando baru


tahu kalau Indira datang ke apartement kedua orangtuanya.


“Ternyata mba Indira cantik banget ya mas, kulitnya putih,


mulus … semua pakaian mba Indira bagus-bagus,” ucap Amanda memuji Indira.


“Kamu juga nggak kalah cantik kok sayang,” puji Nando seraya


mencium sekilas bibir Amanda.


“Tapi kan beda mas, tangan mba Indira aja halus banget, beda


sama aku,” Amanda mulai minder, tapi sebenarnya dia mengatakan hal ini, karena


dia juga ingin seperti Indira.


“Ya sudah, nanti aku akan belikan kamu make up yang sama


seperti Indira, semuanya …” ujar Nando membuat senyum Amanda terbit.


“Beneran mas?” tanya Amanda memastikan.


“Iya … bila perlu nanti kamu belanja pakaian juga ya??” ucap


Nando lagi.


“Makasih mas …” Amanda memeluk Nando karena bahagia, Nando


akan membelikannya produk kecantikan yang sama seperti dipakai oleh Indira.


‘Kalau aku pakai make up dan perawatan, aku yakin aku nggak


akan kalah cantik dari mba Indira, jadi nanti mas Nando nggak akan ragu lagi


untuk meninggalkan mba Indira,’ batin Amanda dengan percaya diri.


Dalam benak Nando, dia membenarkan ucapan Amanda, benar


memang kalau Indira jauh lebih cantik dari Amanda, bahkan saat Indira tidak


memakai make up pun sudah terlihat cantik. Jauh berbeda dengan istri keduanya.


‘Aku harus mulai memperhatikan penampilan Amanda dan


merubahnya, supaya aku nggak bosan nanti,’ batin Nando.


^^^


Sedangkan di sisi lain, Kanaya tengah memakai rangkaian


skincare wajah untuk malam hari, tiba-tiba Tama masuk ke dalam kamar dengan


menuju istrinya berada, “saayang ….”panggil Tama dengan nada halus. Nampaknya Tama


sudah mulai melancarkan aksinya, karena sekarang mereka sudah berada di kamar


setelah tadi menemani Felly tidur.


“Apa …?” jawab Kanaya, feelingnya mengatakan kalau Tama akan


meminta jatah mala mini, apalagi tentang ucapan Felly pagi tadi yang sudah


meminta adik.


“Ayo buat adek,” ajak Tama membuat Kanaya menajamkan


matanya.


“Apa sih Tama,” Kanaya sok ketus.


“Kamu nggak denger sayang tadi pagi anak kita minta apa?


minta adek,” ujar Tama mengingatkan Kanaya lagi, meski sebenarnya tanpa Tama


ingatkan pun Kanaya sudah ingat tentu.


Kanaya tersenyum manis kearah suaminya, “boleh, tapi nanti


ya ? soalnya aku lagi ada tamu,” Kanaya meninggalkan Tama dengan senyum penuh


kemenangan, tamu yang dimaksud Kanaya adalah datang bulan.


“Yah …..” Tama pun lemas melihat Kanaya yang pergi ke kamar


mandi dengan membawa pembalut di tangannya.


“Yahhh pending deehh,” lirih Tama lemas.


^^^


Kini dihadapan Indira dan Nando


ada seorang lelaki yang Nando tugaskan untuk menjaga Indira dan sebagai supir


pribadi Indira, padahal Indira sudah memiliki supir pribadi sendiri. Tapi,


Nando beralasan, bahwa pria yang berada dihadapan mereka ini bisa menjamin


keselamatan Indira, dan Nando tidak risau.  Karena menganggap Nando melakukan ini demi


melindungi Indira, jadi Indira pun menuruti suaminya.


“Ya sudah sayang … aku pergi dulu


ya?” pamit Nando.


“Iya mas, kamu hati-hati,” jawab


Indira.


“Agus, kamu jaga istri saya,”


titah Nando.


“Baik Pak,” jawab pria yang


bernama Agus.


Sebenarnya, Agus adalah orang yang


sudah bekerja dibawah Nando, karena Nando menugaskan Agus sebagai supir pribadi


Indira sekaligus mata-mata. Ini semua dilakukan oleh Nando untuk berjaga-jaga,


supaya Indira tidak lagi bertemu dengan Amanda di rumah kedua orangtua Nando. Nantinya


Agus akan melaporkan kemanapun Indira akan pergi, termasuk ke rumah Laila dan


Harun. Licik bukan? Nando berkedok sebagai suami yang selalu mengkhawatirkan


istrinya, padahal dia hanya ingin semua rahasia tentang dirinya aman.


^^^


Natasha hendak berangkat ke rumah sakit, namun tiba-tiba


saja dalam perjalanan mobil Natasha mogok, dia mengecek mobil dan dia rasa


mesin mobil. Natasha hendak menghubungi Nathan, namun tiba-tiba Natasha


teringat kalau hubungan mereka sudah berakhir. Natasha menghela napasnya,


rupanya dia belum terbiasa tanpa Nathan.


‘Pada waktu itu loe hadir di waktu yang tepat Nathan, dan


itu membekas dalam hati gue, tapi sekarang loe juga menghancurkan hati gue,


perasaan gue dan cinta gue berkeping-keping. Loe terlalu jahat, apa salah gue?


sampe loe sakitin gue sedalam ini,’ batin Natasha sendu, cukup berat memang


bagi Natasha melupakan Nathan, sosok lelaki yang dulu sudah bersusah payah


mengobati lukanya, namun kini Nathan malah menorehkan luka yang sangat dalam


padanya.


Disaat Natasha tengah bingung harus berbuat apa, ditambah


lagi kegalauannya yang kini mulai menyapa perasaan Natasha, ada sebuah mobil


yang berhenti didepan mobil Natasha, dan dia tahu siapa pemilik mobil tersebut.


“Raka?” Natasha sebetulnya enggan bertemu dengan Raka, pria


yang menjadi tetangganya sekaligus tunangan dari Nabila, yang tidak lain


menjadi penyebab hancur nya hubungann Natasha dan Nathan. Tapi coba lihat


hubungan Raka dan Nabila, mereka terlihat adem ayem bahkan Nabila beberapa hari


ini sering menampilkan kegiatan mereka berdua di akun instagramnya.


“Mobilnya kenapa Sha?” tanya Raka.


“Nggak tahu, tiba-tiba mogok,” jawab Natasha.


“Ini udah siang loh, loe mau ke rumah sakit kan?” tebak Raka,


memang waktu sudah menunjukkan pukul 07:30 pagi.


Natasha menggaruk keningnya, “iya sih,” Natasha mulai


semakin bingung karena sudah cukup siang dan dia harus segera tiba di rumah sakit.


“Ya udah yuk gue anter, nanti urusan mobil gue hubungin


bengkel langganan gue,” tawar Raka, Natasha nampak menimang, sebenarnya Natasha


tidak nyaman berada di dekat Raka, tapi ini sudah cukup siang. Dengan agak


berat hati, akhirnya mau tidak mau Natasha menerima tawaran Raka.


Hal yang membuat Natasha merasa tidak nyaman bersama Raka


sekarang ini, karena Natasha merasa menjadi orang yang jahat, Natasha  merasa bersalah sudah menyembunyikan


perselingkuhan Nabila dengan Nathan, tapi … Natasha juga bingung harus


bagaimana berbicara dengan Raka. Karena yang Natasha lihat, Raka begitu percaya


dengan kekasihnya.


“Gimana hubungan loe sama Nathan?” tiba-tiba saja Raka


bertanya demikian, Raka sendiri tidak tahu kenapa dia malah membuka obrolan


dengan pertanyaan seperti itu.


“Gue udah putus,” Natasha menjawab dengan jujur.


“Hah? Putus?” nampak sekali Raka terkejut, karena dia juga


tahu kalau hubungan Natasha dan Nathan sudah terjalin cukup lama. Raka pikir,


mungkin Natsha dan Nathan akan melangkah ke jenjang yang lebih serius, tapi


ternyata salah.


“Iya, dia selingkuh,” emosi mullah menghampiri, tapi Natasha


mencoba menyadarkan dirinya bahwa dia tidak  boleh buka suara soal Nabila dan Nathan.


“Selingkuh?” Raka semakin terkejut dengan jawaban Natasha,


dia tidak menyangka kalau Nathan yang terlihat cuek terhadap wanita bisa


mempunyai nyali untuk berselingkuh, apalagi dengan Natasha, wanita yang


dianggap sempurna oleh teman-teman Raka sendiri. Mendengar keterkejutan Raka,


Natasha hanya mengangguk sebegai respone.


‘Kalau loe tahu siapa selingkuhannya, pasti loe akan lebih


terkejut Raka,’ batin Natasha.


“Gue masih sullit sih buat percaya kalau Nathan bisa


ngelakuin itu sama loe Sha, mungkin loe ssalah paham,” ujar Raka, karena Nathan


yang selama ini Raka tahu, adalah pria yang romantic, Raka sering sekali


dimintai oleh Nathan referensi kado untuk Indira, yang sebenarnya Nathan hanya


sedang mencari tahu apa saja kesukaan Nabila lewat Raka.


“Hak loe buat percaya atau enggak nya,” jawab Natsha


singkat, begonia masih cukup sakit mengingat kejadian hari itu.


“Sorry Sha, bukan gue nggak percaya sama loe, tapi … bisa


aja kan loe salah paham?” tanya Raka lagi.


“Salah paham?” Natsha menggelengkan kepalanya pelan, “gue


lihat dengan mata kepala gue sendiri, mereka lagi intim banget, bahkan mungkin


kalau gue nggak dateng, mereka bisa berhubungan badan, karena saat gue lihat


mereka aja, mereka lagi mesra banget Ka, mereka lagi ciuman,” jelas Natasha


dengan emosional.


Raka pun mencoba menenangkan Natasha, melihat Natasha yang


begitu tersulut emosi ketika membicarakan soal Nathan dan selingkuhannya, Raka


yakin kalau Natasha tidak sedang berbohong. Raka benar-benar tidak menyangka


Nathan bisa setega itu dengan.


“Maaf ya Sha…” Raka merasa bersalah karena tidak percaya


dengan ucapan Natasha tadi.


“Nggak apa-apa kok, lupain aja,” jawab Natasha santai.


Natasha juga merasa tidak enak dengan Raka, apa jadinya Raka


jika tahu siapa wanita yang menjadi selingkuhan Nathan? Dan tidak lain dia adalah


Nabila, tunangan Raka. Jika di pikir, Natasha masih jauh lebih baik, karena dia


hanya di khianati oleh kekasihnya, sedangkan Raka, dikhianati oleh tunangannya,


yang selama ini sudah menjadi penyemangat Raka dalam meraih kesuksesannya.