
Sesampainya di rumah, Indira langsung
keluar dari mobil tanpa menunggu Nando, bahkan Indira hampir saja menabrak
Bella yang hendak keluar dari rumah, sontak Bella terkejut dan juga khawatir
karena melihat keadaan putrinya yang tengah menangis.
“Loh Indira? kamu kenapa sayang?”
tanya Bella dengan nada khawatir, namun Indira tidak menjawab, dia malah
melanjutkan langkahnya, dengan diikuti oleh Nando dibelakang Indira.
“Sayang, aku mintaa maaf atas nama
kedua orangtua ku?” ucap Nando dengan raut wajah merasa bersalah percuma
berulang kali kamu bilang maaf, tapi kenyataannya kedua orangtua kamu nggak
bisa nerima aku, aku sakit apalagi ketika kedua orangtua kamu membandingkan aku
dengan Kanaya!” seru Indira.
“Aku tahu ini pasti berat buat
kamu, tapi aku mohon kamu bisa lebih bersabar lagi, menghadapi sikap kedua
orantua ku,” ujar Nando mencoba untuk bersabar, sejujurnya dia juga bingung
harus bagaimana menghadapi situasi yang serba rumit sekarang ini, Nando juga
ingin kalau kedua orangtuanya menerima Indira dan menyayangi Indira, tapi
nampaknya cukup sulit.
“Nggak mas, kamu nggak tahu
apa-apa tentang aku, kamu nggak ngerti gimana perasaan ku, kamu lihatkan kedua
orangtua ku menerima kamu dengan tangan terbuka, tapi lihat orangtua kamu!”
sentak Indira.
“Lalu aku harus apa Indira!”
Nando balik membentak Indira, emosinya mulai terpancing.
Disisi lain, Bella juga nampak
khawatir mendengar keributan antara Indira dan Nando, saat Bella ingin mencoba
melangkah menuju kamar putrinya, suara Aditya menyapa pendengaran Bella.
“Apa mereka nggak malu siang hari
begini beradu mulut, bagaimana pendapat tetangga yang mendengar?” ujar Aditya
sinis.
“Mas, seharusnya bukan pendapat
tetangga yang kamu khawatirkan, tapi Indira dan juga Nando, nggak biasanya loh
mereka bertengkar seperti ini,” ujar Bella risau.
“Aku tidak mau ikut campur dengan
rumah tangga mereka, nanti malah aku akan dibentak seperti ibu, jadi sebaiknya
aku diam,” jawab Aditya santai.
“Mas, kok kamu tega sih sama anak
kamu sendiri,” ucap Bella dengan raut wajah tak percaya menatap Aditya.
“Tega? Indira aja tega kok sama
sahabatnya, sama Keysha yang sudah menjadi ibu susuannya, dan dia juga tega
sama ibu, bahkan yang lebih tega itu lagi kamu, karena kamu malah membela yang
salah,” ketus Aditya, setelah mendapatkan berkas yang dia cari, Aditya pun
langsung pergi.
“Mas, bisa nggak sih kamu nggak
terus ketusa sama aku, aku merasa hubungan kita semakin jauh dari kata harmonis
mas,” ucap Bella seraya melangkah mengikuti Aditya dari belakang.
Aditya tersenyum kecut, “kenapa?
apa kamu pikir hubungan kita sudah mulai tidak sehat? Kamu tahu kenapa? mungkin
itu karena pengaruh pernikahan Indira dan Nando, yang diawali oleh
pengkhianatan kepada banyak orang.” Kata-kata Aditya penuh penekanan, membuat
Bella terdiam seketika, karena dia tidak percaya, Aditya yang notabennya adalah
ayah kandung dari Indira bisa berucap demikian.
Tapi
tiba-tiba Bella dibuat terkejut karena mendengar suara bantingan pintu, yang
Bella yakini berasal dari kamar Indira, hal itu sontak membuat Bella khawatir,
dia pun langsung melangkah menuju kamar Nando dan Indira. Sesampainya disana, Bella
melihat Nando yang tengah mencoba membuka pintu kamar, karena dikunci dari
dalam, Bella pun bertindak cepat, dan meminta Nando untuk berbicara sebentar
dengannya karena Bella ngin mendengar penjelasan dari Nando tentang apa yang
terjadi, setahu Bella mereka berniat membagikan undangan pesta pernikahan
mereka.
“Nando, jelaskan sama Mamah, apa
yang sebenarnya terjadi, kenapa waktu pulang Indira menangis? dan sekarang
kalian sampai bertengkar hebat, kalian ada masalah apa?” tanya Bella dengan
raut wajah khawatir.
maaf karena sudah membuat Indira menangis, tapi jujur ini bukan niat Nando,”
ujar Nando tak enak hati.
“Mamah percaya kalau kamu tidak
mungkin menyakiti Indira, dan mamah akan mendengarkan penjelasan kamu, sekarang
bisa kamu jelaskan?”
“Iya Mah,” Nando pun mulai
menjelaskan dari awal mula dia dan Indira mengirimkan undangan ke rumah sahabat
Indira, dan berakhir penolakan, sampai pada saat Nando mengajak Indira
menjemput kedua orangtuanya yang baru saja datang dari Medan. Bella ikut sedih
mendengar penjelasan Nando ketika dia menjelaskan bahwa kedua orangtua Nando
terus menyudutkan Indira, dan membandingkan Indira dengan Kanaya, bahkan mereka
secara terang-terangan memperlihatkan sikap ketidaksukaan mereka terhadap Indira.
“Pantas Indira menangis, itu
pasti sangat menyakitkan bagi Indira,” ujar Bella.
“Iya Mah, Nando minta maaf karena
belum bisa membuat Indira bahagia, bahkan sekarang Indira ditolak oleh kedua
orangtua Nando,” jawab Nando seraya menunduk, “Nando benar-benar merasa malu
Mah.”
“Sudah ya Nando, jangan
dipikirkan lagi Nak … biar Indira Mamah yang tenangkan lebih dulu, Mamah akan
bicara dengan hati kehati,” ujar Bella.
“Iya Mah,” jawab Nando.
Bella pun melangkah menuju kamar
Indira, saat dia membuka kamar Indira, dia melihat putrinya tengah duduk ditepi
ranjang seraya menangis, Bella pun mendekat dan mengelus puncak kepala Indira.
“Kamu boleh menangis Nak, karena
Mamah tahu betul bagaimana rasanya ketika kita tidak diterima,” ujar Bella,
Indira pun menoleh kearah Bella dengan tatapan bertanya.
“Maksud Mamah?” tanya Indira,
karena dia tidak tahu tentang Desi yang dulu sempat menentang keras hubungan
Bella dan Arya.
Bella duduk disamping Indira, “Mamah
juga pernah mengalami apa yang kamu alami sayang,” jawab Bella.
“Dulu, Mamah juga pernah sempat
tidak direstui oleh nenek Desi, bahkan Mamah dan papah pernah menikah secara
diam-diam, tepat setelah papah menikah dengan tante Keysha,” akhirnya Bella
menceritakan kepada Indira tentang masalalunya yang berkaitan erat dengan
Keysha.
“Apa? tante Keysha?” tanya Indira
terkejut.
“Iya, papah pernah menikah dengan
tante Keysha karena dijodohkan, dan itu hanya bertahan selama beberapa bulan,
mamah menikah dengan papah tepat 1 minggu setelah pernikahan papah dengan tante
Keysha, hal itu kami lakukan karena kami sangat mencintai, namun, akhirnya
semua itu terbongkar, akhirnya kakek dan nenek tahu tentang pernikahan
diam-diam kami, dan Mamah pikir, mungkin akan mudah bagi Mamah mendapatkan restu
nenek dan kakek, tapi ternyata salah, kakek dan nenek masih belum memberikan
restunya pada saat itu.”
“Tapi mamah terus berusaha keras
untuk mengambil hati kakek dan juga nenek, sampai akhirnya mereka menerima
mamah. Mamah harap setelah kamu mendengar penjelasan Mamah, kamu akan lebih
semangat lagi mengejar restu kedua mertua kamu, karena mamah yakin, pasti nanti
mereka akan luluh dengan sikap kamu yang gigih untuk mendapatkan restu dari
mereka, karena mereka akan berpikir kalau kamu menganggap mereka itu penting,
jadi jangan patah semangat ya?” ujar Bella menyemangati Indira.
“Iya Mah, Indira nggak mau putus
asa, Indira akan terus berusaha untuk mendapatkan restu kedua orangtua Nando,
dan aku yakin, suatu saat mereka akan bisa menerima aku dan menyayangi aku
selayaknya putri mereka sendiri,” jawab Indira, melihat putrinya yang sudah
jauh lebih baik, Bella pun memeluk Indira.
“Aku masih nggak nyangka, kalau
ternyata tante Keysha pernah menjadi orang ketiga dalam hubungan Mamah dan
papah,” batin Indira.