Keysha

Keysha
Season 2 (Terbongkar)



Akhirnya hari ini Nando dan Amanda harus kembali ke Jakarta,


sebenarnya berat pagi pasangann pengantin baru itu untuk kembali berpisah,


karena mereka berdua tahu kalau mereka sudah tiba di Jakarta nanti pastinya


Nando tidak akan bisa meluangkan banyak waktu untuk Amanda. Tapi ini sudah


menjadi keputusan Amanda, dia sudah mau menjadi istri kedua dan dinikahi secara


siri oleh Nando, maka dia harus bisa menerima konsekuensi bahwa waktu Nando


bukan hanya untuk nya, bahkan Amanda juga harus terima kalau dia tidak


diprioritaskan.


Kini Nando sedang berada di apartement Amanda, dia tengah


menikmati sisa waktu mereka berdua sebelum akhirnya Nando harus kembali pada


Indira istri pertamanya. Ingin sekali Amanda bisa memiliki Nando sepenuhnya,


tapi Amanda sadar kalau saat ini Nando bukan hanya suaminya, melainkan suami


wanita lain juga, dan saat ini ada wanita lain yang berstatus menjadi istri sah


Nando tengah menantikan kepulangan suaminya.


“Aku pamit pulang dulu yaa…” Nando mencoba berpamitan kepada


Amanda, dan yang bisa Amanda lakukan adalah mengiyakan suaminya pulang ke


pelukan wanita lain.


“Hati-hati ya mas …” ucap Amanda, dia memeluk suaminya


seolah berat untuk berpisah, padahal satu minggu mereka menikmati waktu berdua.


Amanda pun mengantarkan Nando untuk keluar dari apartementnya, dan pada saat


itu mereka berpapasan bertemu dengan kedua orangtua Nando yaitu Harlan dan


Lailla.


“Waah yang baru pulang dari bulan madu,” goda Lailla kepada


anak dan menantu keduanya.


“Mamah  ….” Amanda terlihat


malu dengan godaan yang Lailla ucapkan.


“Udah dong Mah jangan godain Amanda terus,” ujar Nando


seraya merangkul pundak istrinya.


“Iya dehh percaya penganten baru …” ledek Harlan.


“Ya udah Mah, Pah aku titip Amanda yaa … aku harus pulang


sekarang,” pamit Nando, dia harus pulang sekarang karena takut Indira curiga.


“Ya sudah kamu pulang istirahat,” ujar Lailla.


“Sayang aku pulang yaa?” Nando mencium kening istrinya dan


berlalu pergi, Amanda menatap punggung Nando yang kian menjauh dengan sendu.


“Jangan sedih Nak, meskipun raganya kini tidak bersama kamu,


tapi percaya lah hati dan pikirannya terus tertuju pada kamu Nak,” ujar Lailla


menenangkan Amanda, membuat Amanda tersenyum senang.


“Iya Mah … aku percaya dengan cinta mas Nando,” ujar Amanda


dengan yakin, “ya udah Mah, Pah ayo masuk.” Ajak Amanda.


“Tidak Nak, kami tahu pasti kamu sangat lelah, jadi lebih


baik kamu beristirahat saja,” Harlan memberikan saran.


“Ya sudah Pah, aku masuk dulu yaa …” pamit Amanda dan


diangguki oleh Harlan juga Lailla.


Kini Nando sendiri baru saja tiba di rumahnya, dia sudah


langsung disambut oleh Indira yang sengaja tidak pergi ke restaurant hari ini


demi menyambut kepulangan suami tercintanya yang sudah sangat dia rindukan.


“Akhirnya kamu pulang mas…” Indira langsung memeluk suaminya


dengan mesra.


“Kangen aku yaa??” tanya Nando menggoda Indira.


“Iya lah pake nanya,” ujar Indira seraya mengerucutkan


bibirnya lucu.


“Sayang … aku mandi dulu yaa … aku ngerasa badanku gatel


semua,” ucap Nando seraya mengeliatkan tubuhnya yang terasa kaku.


“Ya udah, kamu mandi biar aku yang urus baju kotor kamu ya??”


“Iya sayang, dan oh iya, dalam koper ada paperbag itu semua


buat kamu yaa …” Nando memang sengaja sudah menyiapkan oleh-oleh untuk Indira,


mendengar suaminya membawakan oleh-oleh, Indira berpikir kalau dalam keadaan


berjauhan pun Nando masih memikirkan dirinya.


Indira membuka koper Nando, dia melihat beberapa paperbag


berisi tas, spatu dan perhiasan dari merk terkenal, Indira tersenyum bahagia


karena Nando kini lebih sering memanjakan dirinya.


“Mas … ini kan semuanya pasti mahal,” lirih Indira


menggelengkan kepalanya, dia beralih mengambil baju kotor Nando, dan membawanya


ke belakang. Tapi saat Indira tengah memilah pakaian kotor Nando, Indira


melihat ada noda lipstick di salah satu kemeja Nando.


“Bekas lipstick siapa?” batin Indira, dia kemudian


mendekatkan kemeja tersbeut ke hidungnya, Indira mencium parfum wanita yang


diyakini itu bukanlah parfum milik Nando.


“Bu ….” Saat Indira tengah mencoba berpikir, tiba-tiba


asiten rumah tangga datang menghampiri Indira.


“Oh iya Bi ada apa?” tanya Indira.


“Dicari Bapak.”


“Oh iya, tolong lanjutkan ini ya Bi, saya mau ke kamar dulu,”


Indira melangkah menuju kamarnya dengan pikiran yang kalut.


‘Parfum siapa? Tidak mungkin kan kalau …. Ah tidak-tidak,


tidak mungkin Nando berkhianat dari aku, itu pasti tidak sengaja, aku yakin Nando


tidak mungkin melakukan hal itui,’ batin Indira, dia menepis semua pikiran


buruknya tentang Nando suaminya.


^^^


Natasha tengah berjalan menuju kantor Nathan, dia membawakan


makan siang yang dibuat khusus olehnya, dengan langkah yang santai, Nathasa


memasuki gedung pencakar langit milik ayah Nathan yang kini dikelola oleh


Nathan dan kakaknya Alden.


“Natasha?” Natasha menoleh saat suara yang dia kenal menyapa


pendengarannya.


“Kak Alden??” secara kebetulan Nathasha bertemu dengan kakak


Nathan.


“Mau ketemu Nathan yaa?” tebak Alden, dan diangguki oleh


Natasha.


“Ya udah yuk, kakak temenin,” ajak Alden, dia baru saja dari


luar kantor tadi. Selema perjalanan menuju ruangan Nathan, Alden dan Natasha


berbincang sedikit seputar kabar dan pekerjaan mereka.


“Ya udah kak, kita berpisah disini,” lantai ruangan Nathan


dan Alden memang berbeda.


“Iya have fun yaa pacarannya,” ledek Alden membuat Nathasa


tersipu malu. Natasha datang ke kantor Nathan tanpa memberi tahu kan terlebih


dahulu pada kekasihnya, karena Natasha bermaksud memberikan kejutan, Natasha


merasa bebeapa bulan terakhir ini hubunga mereka mulai berbeda, entah kenapa


Natasha merasakan kalau Nathan tidka lagi sehangat dulu, sikap Nahthan seolah


acuh dan dingin padanya.


Natasha berpikir mungkin saja rasa bosan sudah mulai


menjalar dalam benak Nathan, karena hubungan mereka yang terkesan monoton, tapi


Natasha akan berusaha menumbuhkan benih cinta itu lagi, karena bagi Natasha,


kini hubungan yang tengah mereka jalin bukan lagi hubungan yang hanya untuk


kesenangan semata, bagi Natasha dia menjalin hubungan dengan Nathan untuk


menuju ke jenjang yang lebih serius.


“Loh kok mba Melly nggak ada?” Natasha melihat meja Melly


yang tidak lain sekretaris Nathan kosong, dia pun melangkah menuju ruangan


Natan, dan memegang handle pintu, kemudian membukanya perlahan. Tapi apa yang


dilihat oleh Natasha benar-benar membuatnya terkejut bukan main, dia melihat


dengan mata kepalanya sendiri, kalau Nathan tengah bercumpu mesra dengan


Nabila, wanita yang tidak lain kekasih Raka dan sudah menjadi tunangan Raka.


“Kalian …. Braakkkk” kotak makanan yang Natasha bawa untuk Alden


jatuh berserakan ke lantai, dia terkejut dengan apa yang dilihatnya didepan


mata, bukan hanya Natasha tapi juga Nabila dan Nathan.


“Natasha??” sontak, mereka berdua langsung menjauhkan diri


karena ulah Nathan, sedangkan Nathan duduk santai dengan kancing kemeja yang


sudah terbuka, tidak hanya itu, terdapat juga bekas lipstick didadanya yang


membuat Natasha jijik melihatnya.


Natasha mendekati pasangan yang baru saja tertangkap basah


tengah berbuat mesum itu, dia menatap mereka berdua dnegan tatapan penuh


kekecewaa, kecewa atas pengkhianatan yang mereka lakukan. Apalagi Nabila


notabennya teman Natasha, meski mereka tidka terlalu dekat, sedangkan Nathan jelas


sangat mengenal Raka, karena mereka satu sekolah bahkan satu kelas.


“Aku nggak nyangka dengan kalian berdua, menjijikkan,” ucap


Natasha disertai tatapan jijik kepada mereka berdua.


“Natasha … aku bisa jelaskan,” Nabila mencoba mendekat namun


Natasha langsung memberikan isyarat supa Nabila menjauh.


“Kamu masih bisa duduk tenang Nathan? Padahal kamu sudah


tertangkap basah seperti ini? apa tidak ada penyesalan sedikitpun?” tanya


Natasha tak percaya dengan sikap Nathan.


“Menyesal?” tanya Nathan seraya menatap Natasha dengan


santai, “tidak, justru aku bersyukur karena akhirnya kamu melihat ku dengan


Nabila, ya seperti inilah hubungan kami dibelakang kamu dan Raka,” ucap Nathan


tanpa rasa bersalah sedikitpun, semakin membuat Natasha kecewa dengan sikapnya


yang acuh.


“Kamu keterlaluan Nathan!’ seru Natsha.


“Aku keterlaluan? Ya memang, tapi mau bagaimana lagi, aku


bosan dengan kamu Natasha, aku bosan menjalani hubungan seperti ini dengan


kamu, perasaan aku ke kamu udah nggak ada, dan malah perasaan aku berpaling ke


Nabila,” Nathan menatap Nabila dengan senyumannya.


“Jangan gila kamu Nathan, sejak awal kita jalani ini hanya


untuk melampiaskan perasaan kita yang bosan terhadap hubungan yang monoton, aku


udah bilang kan? jangan berharap lebih,” ucap Nabila kesal.


“Kalian sama-sama menjijikkan,dan kamu Nathan,” Natasha


menunjuk wajah Nathan, namun Nathan masih berekspresi sama yaitu, tenang, “kita


putus,” ujar Natasha, dia pun langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


“Kamu nggak mau kejar Natasha?” tanya Nabila tak percaya.


“Buat apa? aku udah nggak cinta sama dia,” jawab Nathan santai,


tapi Nabila langsung berlari mengejar Natasha.


“Sya tunggu …” Nabila menghentikan Natsha yang tengah


menunggu lift.


“Apa lagi?” ketus Natasha.


“AKu tahu aku salah, dan maaf sudah membuat hubungan kamu


dan Nathan hancur, tapi aku mohon, jangan beritahu Raka soal ini,” pinta Nabila


dengan memohon.


Natasha tersenyum miris, dia tidak percaya Nabila masih


punya muka untuk meminta itu pada Natasha.


“Kamu pikir aku bodoh dan mau melakukan hal itu untuk kamu?


jangan harap,” jawab Natasha ketus.


“Sya, tolong pikirin lagi, apa kamu mau membuat tante Keysha


da nom Marvel kecewa dan sedih, apalagi kamu tahu kan betapa Raka sangat


mencintai aku? aku mohon Sya, aku janji bakalan ninggalin Nathan dan nggak akan


lagi menjalin hubungan dengan dia,” ujar Nabila mencoba meyakinkan Natasha.


Natasha terdiam sejenak, dia memikirkan perkataan Nabila, ‘benar


apa yang dikatakan oleh Nabila, Raka begitu mencintai Nabila, dan pastinya Raka


akan hancur jika dia tahu apa yang sudah terjadi antara Nabila dan Nathan. Om Marvel


dan tante Keysha juga pasti akan hancur jika melihat putra mereka hancur, aku


nggak mau bikin mereka sedih,’ batin Natasha.


“Oke, aku kasih satu kesempatan untuk kamu, dan aku pegang


janji kamu Nabila, aku akan tutup mulut dan menjaga rahasia ini, tapi dengan


satu syarat kamu harus setia dengan Raka dan tidak akan mengulangi kesalahan


kamu lagi, dan janji bahwa kamu akan meninggalkan Nathan,” ucap Natasha.


“Iya aku janji,” jawab Nabila dengan yakin. Mendengar jawaban


Nabila yang sudah berjanji akan meninggalkan Nathan, Natasha pun pergi, dia


ingin menangkan dirinya atas semua yang terjadi. Natasha masih tidak menyangka


kalau Nathan yang dulu dikenalnya kini sudah sangat jauh berbeda.


‘Kenapa kamu setega ini Nathan? Aku sudah berusaha untuk


mempertahan kan hubungan kita, aku mencoba tidak perduli dengan sikap dingin


kamu pada ku, tapi apa? kamu seakan semakin acuh terhadapku, bahkan berselingkuh


dengan kekasih teman mu sendiri,’ batin Natasha terisak.


Kini, Natasha paham, lamanya suatu


hubungan tidak menjamin bahwa pasangan kita akan setiab, contohnya Natsha dan


Nathan, lalu Raka dan Nabila, hubungan mereka sudah terjalin saat duduk di


bangku SMA.


Natasha masih sangat ingat, saat


dulu dia duduk di bangku SMA, saat itu Natasha masih mencintai Raka, dan


berharap kalau Raka akan melihatnya dan menyambut cintanya. Tapi, semua sirna


ketika kabar bahwa Raka dan Nabila sudah resmi berpacaran berhambus kencang,


juga dengan mata kepalanya sendiri Natasha melihat bagaimana Raka memperlakukan


Nabila dengan penuh cinta. Hancur, ittu yang Natasha rasakan pada saat itu, dan


Nathan hadir mengobati luka di hati Natasha, menjadi pelipur lara Natasha


hingga akhirnya Natasha bisa melupakan cintanya untuk raka.


Sampai suatu hari, dengan tidak


terduga Nathan mengutarakan cintanya kepada Natasha dengan dibantu teman-teman


basketnya, Nathan mengutarakan perasaannya saat pertandingan basket antar kelas


mereka menang, Nathan dengan penuh percaya diri mengutarakan perasaan hingga


akhirnya tepat hari itu mereka berdua resmi memiliki hubungan special.


Tapi kini, semua sudah hancur,


kenangan indah antara Nathan dan Natasha menjadi kenangan yang sangat ingin


Natasha lupakan, Natasha tidak menyangka, kalau Nathan akan semudah itu


berpaling darinya dan menjalin hubungan dengan tunangan temannya sendiri, hanya


karena bosan.  Natasha jelas tahu apa


yang di maksud monoton oleh Nathan dan Nabila, hal itu menjurus pada kegiatan


ranjang yang memang sangat Natasha hindari, Natasha menolak hubungan ***


sebelum menikah, karena baginya belum tentu mereka berdua berjodoh. Kalau mereka


menjalin hubungan karena menuruti hawa nafsu, lalu bagaimana hubungan mereka


setelah menikah nanti? Pastinya tidak akan ada yang special lagi, karena semua


sudah diberikan saat masih berstatus kekasih.


“Gue nggak boleh nangis terus, gue


harus bisa bangkit dan lupain Nathan, gue bisa hidup tanpa dia karena dia bukan


segalanya,” ujar Natasha menyemangati dirinya sendiri, “lalu gimana sama Raka?”


batin Natasha was-was. Dia dilanda kebingungan, rasanya dia tidak tega dengan


Raka dan keluarganya, Natasha tidak tega jika nantinya Raka tahu tapi sudah


terlambat.


“Tapi … kalau gue ngomong sama


Raka, apa dia bakalan percaya? Sedangkan gue nggak punya bukti,” lirih Natasha


risau, Natasha jelas tahu, betapa besar perasaan Raka kepada Nabila dan Raka


sangat mempercayai kekasihnya itu, tidak mudah untuk mendapatkan rasa percaya Raka,


dan Natasha yakin kalau Raka malah akan menganggap Natasha berbohong jika


Natasha memberitahukan semuanya tanpa adanya bukti yang kuat.


“Tapi … Nabila juga udah janji


nggak akan ngulangin lagi, sebaiknya aku kasih dia kesempatan lebih dulu,


Natasha juga janji kalau dia bakalan ninggalin Nando, jadi aku hanya tinggal


lihat buktinya,” ujar Natasha lagi berbicara dengan dirinya sendiri.


Begitulah perangai Natasha yang


mudah luluh, dia mudah diperdaya oleh orang lain karena dia muda percaya dengan


janji, termasuk janji Nabila yang akan setia denga Raka dan akan meninggalkan


Nathan, tapi yang namanya setan kita nggak pernah tahu kan? manusia yang mudah


membuat janji nyatanya mereka juga mudah ingkar dengan janjinya dan bahkan


mereka sering berpura-pura lupa dengan janji yang pernah dikatakan.