Keysha

Keysha
Keputusan



Setelah beberapa menit mengemudi, akhirnya Bella dan Keysha sampai di kontrakan Rania, sebelum turun dari mobil Bella kembali mengatur nafasnya dan berusaha tegar.


"Kamu sudah siap?" Tanya keysha.


"Iya" Jawab Bella sambil mengangguk, kemudian mereka berdua pun turun dari mobil dan berjalan menuju kontrakan yang di tempati Rania, sedangkan Raisa mengikuti Keysha dan Bella dari belakang.


"Itu dia kontrakan nya" Tunjuk Bella pada salah satu pintu yang tertutup, mereka berdua pun mulai mendekati ke arah pintu, namun saat saat melewati jendela yang sedikit terbuka Keysha melihat Rania tengah memegang obat yang cukup banyak.


Sontak Keysha langsung membuka pintu kontrakan dengan keras, untung lah pintu tidak terkunci sehingga memudahkan Keysha untuk menghentikan Rania yang hendak menelan pil dengan jumlah banyak.


Prakkk suara obat - obatan yang terjatuh.


"Rania apa yang kamu lakukan?" Teriak Bella yang juga melihat Rania hampir menelan obatnya. Bella langsung mengambil obat - obat tersebut dan mengamankannya, dari tempat obat Bella tahu itu adalah obat tidur, namun jika di konsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan overdosis dan berujung kematian.


"Bu Bella saya mohon kembalikan" Ucap Rania sambil berusaha mengambil obat yang Bella amankan.


"Tidak, ini obat tidur dan kamu berniat meminum dalam jumlah banyak, itu bahaya Rania kamu bisa overdosis " seru Bella.


"Itu yang saya inginkan Bu, saya ingin mati.. saya tidak mau hidup lagi!!" Ucap Rania histeris.


Plakkk Bella menampar pipi Rania, membuat Keysha dan Raisa terkejut.


"Bell..." Lirih Keysha.


Rania yang tadinya berteriak histeris pun diam membisu hanya suara isakan yang masih terdengar dari bibir nya. Bella pun langsung memeluk Rania sambil terisak.


"Aku minta maaf Rania, aku hanya ingin kamu sadar bahwa apa yang kamu lakukan ini salah.. aku tahu kamu hancur, namun berpikir lah dengan kepala dingin, bunuh diri tidak menyelesaikan masalah Rania" Ucap Bella menasehati Rania. Sebenarnya Bella juga tidak tega untuk menampar Rania.


"Saya hancur Bu.. saya minta maaf.. saya minta maaf" Ucap Rania terisak, Rania membalas pelukan Bella dengan erat. Kedua wanita itu sama - terisak dalam pelukannya.


Keysha melihat sekeliling dan pandangannya terpaku pada sesuatu yang berada di atas nakas, dia pun mencoba mengambilnya dan melihat nya. Mata Keysha terbelalak ketika melihat testpack dengan dua garis merah dan ada surat keterangan dari dokter yang menyatakan bahwa Rania hamil, usia kandungannya masih sangat muda yaitu 1 minggu.


Keysha menatap Rania yang berada dalam pelukan Bella, "apa Rania ingin bunuh diri karena ini?" Batin Keysha.


"Rania??" Panggil Keysha lirih.


Rania pun melepas pelukannya dan menatap Keysha, Rania tahu siapa Keysha karena dulu Rania tahu tentang kasus Keysha, Bella dan Desi.


"Ada apa Bu Keysha?" Tanya Rania, dia belum menyadari bahwa Keysha memegang hasil testpack nya.


"Kamu hamil?" Tanya Keysha hati - hati.Sontak Bella dan Rania terkejut.


"Maksud kamu Key?" Tanya Bella.


"Ini lihatlah" Keysha memberikan hasil testpack dan surat pernyataan dari dokter yang menyatakan Rania hamil satu Minggu.


Bella pun menerima itu dan melihatnya sendiri, Bella menatap Rania yang tengah menunduk sambil meremas jemari nya.


"Ini anak mas Aditya kan Rania? " Tanya Bella, tidak ada raut kesedihan dari Bella yang ada raut wajah tegas.


Rania hanya diam dia tidak berani menjawab, Rania terus menunduk dalam, "ya Allah aku harus bagaimana?" Batin Rania.


"Rania tatap aku" Bella menyentuh dagu Rania agar menatapnya.


Rania menatap Bella bingung," apa Bu Bella marah? Bu saya janji saya tidak akan mengatakan apapun kepada pak Aditya, saya janji saya akan pergi sejauh - jauhnya dari kehidupan ibu dan juga pak Aditya" ucap Rania.


"Aku tidak marah Rania, aku sudah memikirkan tentang ini semua, dan keputusan apa yang harus aku ambil jika kamu hamil, dan ternyata benar kamu hamil. Bagaimana pun mas Aditya harus tahu tentang kehamilan kamu, aku akan menghubungi mas Aditya agar dia datang kemari" Ucap Bella.


"Bu saya mohon, jangan Bu.." Ucap Rania dengan nada memohon dan terisak. Membuat siapapun yang mendengarnya akan merasa iba pada wanita malang itu.


"Rania.." Panggil Keysha sambil berjongkok mensejajarkan dengan Rania yang terduduk lemas. " Dengarkan aku, bagaimana pun Aditya harus mengetahui tentang kehamilan kamu, dan selanjutnya kalian bertiga lah yang akan memutuskan" Ucap Keysha.


"Ya sudah Bell, kamu hubungi dulu Aditya" Ucap Keysha, dan Bella pun mengangguk, Bella mencari nomor telepon Aditya dan langsung melakukan panggilan.


Aditya yang tengah terduduk lesu di ruangan kerjanya karena memikirkan tentang Masalah rumah tangga nya bersama Bella, belum lagi keberadaan Bella yang belum Aditya ketahui saat ini, namun seolah mendapat secercah harapan, senyum Aditya terbit kala mendengar dering telepon nya dan ternyata itu adalah Bella,wanita yang sudah satu Minggu lebih dia cari dan sangat dia rindukan.


Tanpa menunggu lama, Aditya langsung menggeser tombol hijau, "hallo sayang.. kamu dimana ? Kamu baik - baik saja kan?" Tanya Aditya bertubi - tubi.


"Kalau kamu mau bertemu dengan ku mas, maka datanglah ke kontrakan Rania sekarang juga " Ucap Bella.


"Ke kontrakan Rania? Tapi untuk apa?" Tanya Aditya.


"Kalau kamu tidak datang, maka aku akan mengurungkan niatku untuk pulang ke rumah" Setelah mengatakan itu Bella langsung memutuskan sambungan teleponnya.


Aditya menghela nafas frustasi, dia sedikit khawatir jika harus ke kontrakan Rania, tapi jika dia tidak datang, maka Bella tidak akan pulang. Akhirnya Aditya memutuskan untuk pergi ke kontrakan Rania.


"Bagaimana Bell?" Tanya Keysha.


"Mas Aditya akan datang kok, kita tunggu saja" ucap Bella, dia pun menghampiri Rania yang masih menunduk sambil terisak.


"Rania.. apapun yang aku lakukan sekarang, ini demi kebaikan anak yang ada di kandungan kamu.. nanti kita akan bicarakan masalah kehamilan kamu kepada mas Aditya" ucap Bella.


"Baik bu" ucap Rania.


Dan tidak berapa lama Aditya datang ke kontrakan Rania, Aditya langsung memeluk Bella kala melihat istrinya tengah berdiri membelakangi pintu.


"Sayang" Ucap Aditya lirih, tidak hanya itu bahkan suara isakan pun mulai terdengar dari Aditya.


"Kamu kemana aja? Aku udah cari kamu kemana - mana" Ucap Aditya,dia mengadu selayaknya anak kecil.


Keysha dan Raisa hanya diam melihat tingkah Aditya itu.


Ingin rasanya Bella menangis dan memeluk suaminya, Bella juga sangat merindukan Aditya namun rasa kecewa masih menyelimuti hatinya, sebisa mungkin Bella menahan perasaanya sekarang.


.


.


...Kira - kira Aditya menikah nggak ya dengan Rania?...


...tulis **jawaban kalian ya di kolom komentar, dan jangan lupa Like, vote dan komennya .. ...


...Terimakasih**...