Keysha

Keysha
Season 2 (Berhenti mengganguku!)



Mendengar ucapan Nando, Kanaya malah dibuat bingung, namun


dia juga malu karena orang-orang yang disekitar mulai melihat mereka dengan


tatapan bertanya.


“Loe bisa nggak sih bicara biasa aja, nggak usah


teriak-teriak,” Kanaya menekan kata-katanya, ingin sekali Kanaya menyumpal


mulut Nando dengan batu besar.


“Kenapa? Loe malu Kanaya? loe takut semua orang tahu siapa


loe sebenarnya hah!!” seru Nando yang semakin membuat orang-orang menatap


mereka dengan tatapan tidak biasa.


“Loe mabuk ya? bicara loe ngaco tahu nggak sih,” Kanaya


hendak melangkah meninggalkan Nando, namun tangannya langsung dicekal oleh pria


itu, sekuat tenaga Kanaya berusaha melepas cekalan tangan Nando sampai Kanaya


jatuh terduduk di lantai, dan membuat luka ditelapak tangannya.


Melihat luka ditelapak tangan Kanaya, Nando pun tersadar dia


sudah cukup kasar dengan Kanaya,  dna


bermaksud menolong mantan kekasihnya itu, namun langsung ditepis kasar oleh


Kanaya.


“Loe pikir gue cewek lemah? Yang berdiri dengan kaki sendiri


aja gue nggak bisa!” kini giliran Kanaya yang berbicara dengan nada intonasi


tinggi.


“Apa nggak cukup dengan loe nyakitin hati gue? apa nggak


cukup loe sayat hati gue Nando? Apa itu semua belum cukup!!”


“Kenapa sih Nay, loe terus aja nyudutin gue sama Indira,


padahal loe sendiri juga salah. Loe sama gue cuman pelampiasan kan? loe nerima


gue cuman karena loe pengen lupain perasaan loe sama Tama kan? secara nggak


langsung, loe manfaatin gue!” Kanaya terkejut mendengar penuturan Nando.


‘Darimana Nando tahu gue pernah punya rasa sama Tama,


sedangkan oranglain aja nggak tahu kecuali ….’ Nampaknya Kanaya sudah tahu


siapa yang sudah membocorkan rahasianya, yaitu Indira.


Kanaya tertawa seolah ucapan Nando adalah bahan lawakan, “


memutar tubuhnya meninggalkan Nando.


“Loe jahat Nay, gue nyesel pernah kenal sama loe! Gue tahu Tama berkuasa, tapi


apa harus loe nyuruh dia siapa Indira dipecat?” seru Nando, dan ucapan Nando berhasil


membuat Kanaya menghentikan langkahnya.


“Indira dipecat?” lirih Kanaya, dia tahu betul kalau


cita-cita Indira sedari dulu adalah sebagai dokter spog, bahkan Indira ingin


memiliki klinik sendiri. Kanaya tidak mau dianggap lemah, dia pun tetap


melanjutkan langakahnya dan untuk masalah ini akan Kanaya bicarakan langsung


dengan orang yang ersangkutan, yaitu Tama.


Tepat pada saat Kanaya keluar dari gerbang rumah sakit, Raka


datang dan menghampiri Kanaya dengan tergesa-gesa.


“Maaf ya Kak, aku terlambat,” ujar Raka tidak enak, dia


yakin kakaknya sudah lama menunggu. Namun, tidak ada respon sama sekali dari


Kanaya membuat Raka berpikir mungkin saja kakaknya marah karena dia sudah


datang terlambat.


“Apa kamu tahu tentang Indira yang dipecat dari rumah sakit?”


tanya Kanaya dengan tatapan serius.


Raka terdiam, ‘kenapa Kak Kanaya bisa tahu? Siapa yang


memberitahunya?’ batin Raka bingung, tiba-tiba saja dia melihat dari dari


telapak tangan Kanaya. “Kak darah,” Raka nampak khawatir dan berusaha untuk


melihat luka Kanaya namun langsung ditepis.


“Jangan mengalihkan pembicaraan Raka, sekarang kakak tanya


lagi, apa kamu tahu soal itu?” kali ini Kanaya terlihat lebih serius.


“Iya aku tahu kak,” jawab Raka jujur.


“Kenapa? dan siapa yang merencanakan? Apa Tama? Atau Papah?”


“Kak Tama dan Papah yang sudah merencanakannya kak,” Raka


tidka bisa lagi menutupi apapun dari kakaknya, mengelak pun tidak akan bisa


karena Raka yakin sudah ada yang memberitahukannya kepada Kanaya, namun Raka


masih bingung siapakah orangnya.