Keysha

Keysha
Rencana Bella



Mendengar peringatan dari Aditya, Bella pun mencoba tenang,


dia tidak mau lepas kontorl hingga akhirnya bertindak gegabah dan merugikan dia


dan juga Indira. Bella benar-benar harus bersabar, harapan satu-satunya adalah


Kanaya, dia bertekad untuk mendatangi Kanaya besok.


‘Iya, aku yakin Kanaya akan bisa membujuk Marvel untuk bisa


membebaskan Indira secepat mungkin,’ batin Bella, namun dia harus hati-hati


agar Aditya tidak membaca rencananya itu.


^^^


Keesokan harinya, Tama dan Kanaya berangkat bersama, mereka


juga lebih dulu mengantarkan Felly ke sekolahnya.  Melihat kebersamaan itu Keysha dan Marvel


seolah melihat keluarga kecil yang begitu harmonis, mereka sangat serasi,


bahkan Felly benar-benar terlihat seperti anak kandung Tama dan Kanaya.


“Mereka Sangat cocok kan Pah?” tanya Keysha meminta pendapat


suaminya.


“Iya Mah, melihat mereka bersama Papah merasa tenang. Papah


yakin Tama adalah lelaki yang tepat dan Papah yakin Tama akan bisa menjaga


putri kita,” ujar Tama seraya mendekap mesra istri tercintanya.


“Begitupun Mamah.”


‘Papah janji Nak, tidak akan lagi orang yang berani


menyakiti kamu Kanaya, siapapu mereka akan berhadapan dengan Papah jika mereka


berani menyakiti kamu,’ batin Marvel.


Tama dan Kanaya akhirnya ssampai di sekolah Felly, mereka


mengantarkan Felly sampai kedepan gerbang. Melihat hal itu, membuat para


ibu-ibu yang juga tengah mengantar putra-putrinya ke sekolah merasa iri dan


senang melihat keharomonisan keluarga Tama. Namun, melihat tatapan Ibu-ibu itu


malah membuat Kanaya merasa risih, karena terus saja menjadi pusat perhatian.


Setelah mengantarkan putrinya, kini giliran Tama


mengantarkan Kanaya ke rumah sakit, saat mobil berhenti tepat didepan gedung


rumah sakit, semua mata menatap Kanaya dan Tama, mereka menilai kalau Tama dan


Pujian terus keluar dari bibir para teman sejawat Kanaya,


mereka memuji Kanaya dan Marvel, mereka juga mulai berpikir jauh kira-kira


seperti apa nantinya anak Kanaya dan Marvel, karena kedua orangtuanya saja


sudah dari bibit unggul.


Karena mal uterus menjadi topic utama perbincangan, Kanaya


pun melarikan diri menuju keruang kerjanya, namun tiba-tiba ada seseorang yang


masuk kedalam ruangan Kanaya diantar oleh suster, dia adalah orang yang


sebenarnya sangat malas Kanaya temui.


Namun, kini posisinya dia adalah pasien Kanaya, jadi Kanaya


harus tetap bersikap sopan dan ramah dengan pasien. Kanaya mempersilahkan


pasiennya untuk duduk, sedangkan Kanaya meminta suster untuk menunggu di luar,


karena Kanaya tahu tujuan orang yang ada dihadapannya kini bukanlah konsultasi


mengenai penyakit, melainkan ada hal penting lainnya.


“Ada apa tante? Saya yakin ada hal yang ingin tante sampaikan


sampai membuat tante mau repot-repot begini berpura-pura sakit,” ujar Kanaya


yang bisa membaca rencana Bella.


“Maaf Kanaya kalau tante sudah menganggu waktu kamu, Tante


hanya ingin meminta tolong ke kamu, karena tante nggak tahu lagi pada siapa tante


bisa meminta tolong. Tante yakin, hanya kamu yang bisa membantu tante,” Bella


memperlihatkan wajahnya yang begitu menyedihkan dan memohon.


“To the point saja, akau tidak suka basa-basi,” ujar Kanaya


dingin.


“Kanaya, tante tahu apa yang sudah Indira lakukan memang


keterlalauan, tapi bisakah kita bicarakan ini baik-baik. Tante mohon Kanaya,


bujuk papah kamu supaya dia mau mencabut tuntutannya atas Indira,” pinta Bella.


“Apa ?? tuntutan?” Kanaya belum tahu apapun tentang tuntutan


yang dimaksud oleh Bella, karena memang Marvel merahasiakannya dari Kanaya dan Keysha.