
“Lo itu bukan siapa siapa gue.
Jadi jangan ngatur hidup gue”
“Pak pak pak.. dia mau bolos pak” pekik Keysha ketika melihat seorang siswa yang sedang memanjat pagar
“Draco.. turun kamu” teriak Bu Roro yang kebetulan lewat
Draco terpaksa turun. Ia menatap tajam Keysha yang
telah mengagalkan aksi bolosnya
Sialan lo. Gue ga akan lepasin lo Aurell
“Draco. Ikut ibu ke ruang BK. Keysha, kamu bisa kembali ke kelas. Terimakasih ya” pinta Bu Roro tak terbantahkan
Keysha mengangguk sambil tersenyum. Sekilas ia melihat Draco yang menatap tajam dirinya. Namun ia tak peduli. Ia tetap acuh dan kembali ke kelas. Dan Draco masuk ke ruang BK. Lagi
“Draco.. kenapa selalu kamu yang bikin ulah. Ibu itu capek setiap hari harus ngadepin kamu” omel Bu Roro
“Kalo ibu capek. Kenapa ibu ga biarin saya pergi aja”
“Kalo ibu biarin kamu pergi. Kamu ga akan pernah jera Draco. Sekarang kamu ibu hukum. Bersihin gudang, jangan kamu coba kabur lagi. Nanti ibu cek”
Draco keluar dari ruangan BK tersebut. Satu nama yang harus ia cari “Aurell” gadis yang telah membuatnya sial hari ini.
Jam istirahat..
Draco mengedarkan pandangan. Mata elangnya mencari sosok perempuan cantik yang dulu pernah di tolongnya. Keysha sekarang tidak sedang berada dikantin. Draco memutar otak. Dimana biasanya gadis itu pergi. Satu tempat terpikirkan olehnya “perpustakaan”
“Ikut gue” Draco menarik paksa gadis itu setelah mendapatinya diperpustakaan tadi
“Ih apa apaan sih lo. Lepasin” Keysha mencoba berontak. Percuma saja.. cekalan Draco terlalu kuat
Draco membawa Keysha ke gudang. Ia berniat untuk menyuruh Keysha menjalankan hukuman dari Bu Roro tadi
“Ngapain lo bawa gue ke gudang”
“Bersihin gudang ini”
“Lo apa apaan sih. Kenapa gue coba”
“Karena lo yang udah gagalin gue bolos. Gue udah nolongin lo dua kali. Dan ini balesan lo?”
“Niat gue baik ya.. gue mau lo ga langganan terus sama BK. Gue mau lo berubah”
“Lo itu bukan siapa siapa gue. Jadi jangan ngatur hidup gue”
“Mau lo apaan sih”
“Gue mau lo bersihin gudang ini”
Mata Keysha membulat. Ini sudah hampir jam masuk pelajaran. Gudang ini luas dan berantakan. Pasti akan memakan waktu yang lama. Jika ia membolos pelajaran maka guru yang mengajar akan melaporkan hal itu ke Marinka ataupun Arkan
“Gue ga bisa. Bentar lagi bel”
“Dan gue juga ga akan biarin lo pergi”
Draco mengunci pintu gudang itu. Ia berjalan mendekati Keysha, sambil menatapnya tajam dengan mata hitam elangnya. Keysha berjalan mundur, kakinya gemetaran. Draco terus melangkah mendekati Keysha. Hingga gadis itu tak bisa mundur lagi. Punggung Keysha telah menyentuh dinding di belakangnya. Draco mengunci pergerakan gadis itu dengan tangannya. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah milik Keysha hingga gadis itu bisa merasakan hembusan nafas Draco.
“Jangan macem macem” suara Keysha bergetar. Ia mulai takut
“Bersihin gudang ini. Atau gue ga bisa jamin keselamatan lo” mata Keysha membulat. Ia sangat ketakutan sekarang
“Draco, plis jangan apa apain gue. Gue ga bisa bantuin lo karena kalo gue bantu lo pasti makan waktu banyak”
“Lo tinggal bolos satu jam pelajaran kelar kan?” ujar Draco enteng. Ia tak tau bagaimana nantinya nasib Keysha kalo sampai ia membolos
“Gue bisa dimarahin nyokap bokap gue, kalo bolos” Keysha sekarang menangis. Air mata yang sedari tadi ia bendung ternyata jebol juga. Draco merasa kasian terhadap gadis didepan nya ini.
“Lo boleh minta apapun asal jangan untuk saat ini” sambung Keysha lagi. Ia benar benar takut jika harus membolos pelajaran. Ia takut mama dan papanya marah. Beruntungnya Keysha, karena Draco masih mempunyai rasa iba terhadap nya
“Oke. Gue akan lepas lo. Tapi lo harus turutin 10 permintaan gue”
“Banyak amat 10. 5 aja” ujar Keysha menawar
“9”
“6 deh”
“8”
“7 yaa..” bujuk Keysha
Keysha mengangguk. Tanpa diduga Draco mengangkat tangannya dan menghapus air mata Keysha dengan jari telunjuknya.
“Jangan nangis” ucap Draco lembut “Lo boleh keluar, ini kuncinya” Keysha mengangguk dan membuka pintu itu dengan kunci yang telah Draco berikan tadi. Meletakan kunci itu dimeja dan pergi ke kelasnya. Draco mulai membersihkan gudang itu sendirian.
30 menit berlalu. Draco telah selesai membersihkan gudang itu. Ia berniat mengembalikan kunci kepada Bu Roro. Selepas itu ia berniat untuk bersantai di rooftop.
“Sial. Gue lupa minta nomor tu cewek”
Ia membuka bungkus rokok. Menyalakan rokok itu dengan pematik dan menghisapnya. Ia mengeluarkan ponselnya dan mengetikkan sebuah pesan kepada seseorang
✨✨✨
Ting..
Sebuah pesan masuk diponselnya. Chiko membaca pesan tersebut. Chiko berbisik memanggil Keysha yang duduk disebelahnya
“Sut.. sut.. Key” Sebisa mungkin Chiko memelankan suaranya agar tidak terdengar oleh guru. Keysha samar samar mendengar ada orang yang memanggilnya. Ia celingak celinguk mencari si pemilik suara.
“Keyyy..” panggil Chiko lagi dengan suara pelan. Keysha menoleh kesamping kanannya. Ternyata Chiko yang memanggilnya. Keysha mengangkat satu alisnya seolah bertanya ada apa. Chiko mengerti akan bahasa tubuh Keysha
“Nanti.. jam istirahat ke.. dua.. lo disuruh ke rooftop”
“Ngapain”
“Gatau. Ke sana aja”
Keysha melangkahkan kakinya menuju rooftop. Ia berhenti dianak tangga terakhir. Ia melihat ada lelaki yang sedang tertidur di sofa. Keysha melangkah mendekati lelaki itu. Tampan. Satu kata yang dapat menggambarkan rupa lelaki itu. Keysha tak berniat membangunkan tidurnya. Ia masih fokus memandang setiap inci wajah lelaki itu.
Keysha POV
“Awas naksir” gue kaget. Dari mana dia tau kalo gue lagi liatin dia. Secara matanya aja masih merem. ****** malu dah gua. Ngapain ni bocah nyuruh gue ke sini? Suruh liatin lo tidur? Ga berfaedah banget
“Beliin gue makanan” hellooo.. gue bukan babu lo ya. Enak banget nyuruh anak orang se enak jidat
“Enak banget lo nyuruh gue”
“7 permintaan”
Oh damn it! Gue lupa kalo gue udah setuju nurutin 7 permintaan nya tadi. ******. Semoga aja ini cunguk kaga minta yang aneh aneh
“Mau makan apa?”
“Beliin gue kebab yang jumbo. Jangan pedes”
Gue nodongin tangan dong. Dan dengan santai dia bilang gini
“Pake duit lo lah”
Dasar manusia! Nyesel gue setuju sama 7 permintaan itu. Gue turun dari rooftop dan pergi ke kantin, buat ngantri dipenjual kebab.. untung kaga begitu rame. Setelah dapetin kebab itu gue balik lagi ke rooftop.
“Nih kebab nya. Udah kan? Gue balik ya”
“Minumnya mana?”
“Ya kaga beli lah. Lo aja kaga minta”
“Beliin gue jus alpukat. Ini perintah ga ada bantahan”
Astaga nagaaa.. tuhan Keysha sabar Keysha masuk surga. Amin. Terpaksa gue balik lagi ke kantin. Buat ngantri beli jus. Buseet antriannya panjang bet.
Setelah sekian lama akhirnya giliran gue juga. Gue balik lagi dong ke rooftop. Nyusahin aja tu bocah. Mana jarak kantin ke rooftop jauh lagi. Gue kasih ke dia jusnya. Dan kalian tau dia jawabnya apa?
“Lama. Gue ga mau”
Shiiitttt! Sia sia gue ngantri sepanjang itu
“Ga ngehargain orang banget lo. Udah ngantrinya panjang panjang. Terus lo gamau”
“Lo minum aja”
Dia ngasih hp nya ke gue. Buat apa coba?
“Nomor lo”
Gue ketik nomor gue dihpnya. Lalu gue balik badan buat balik lagi ke kelas.
“Aurell, masih ada 6 permintaan gue yang harus lo turuti”
Bodo amat!