
Indira terdiam,sedangkan Lailla mulai merasa risih karena
mereka sudah menjadi pusat perhatian, bahkan para pengunjung mulai berbisik
membicarakan mereka semua. Lailla sudah tidak tahan dan langsung menarik Indira
dengan kasar dan mengajaknya pergi dari sana. Maksud Lailla pergi ke butik
Keysha adalah untuk berkenalan secara langsung dengan Keysha, mantan calon
besannya. Namun Lailla menganggap Indira sudah mengacaukan semuanya.
Plaakkk!! Satu tamparan Indira dapatkan lagi setelah Lailla
dan Indira keluar dari butik, emois Lailla benar-benar memuncak. Dia belum bisa
menerima Indira tapi kini Indira malah membuat Lailla semakin malu, membuat
Lailla malah semakin membenci Indira.
“Kenapa Mamah nampar aku?” tanya Indira seraya memegang
pipinya yang terasa panas, raut wajah terkejut juga dia tunjukkan, dia tidak
menyangka kalau ibu mertuanya bisa berlaku kasar padanya.
“Kamu tanya kenapa?!” seru Lailla, “kamu tuh punya otak
nggak sih Indira? kamu sudah mempermalukan saya didepan ibunya Kanaya!” bentak
Lailla dengan penuh emosi.
“Cukup Mah!” seru Indira, dia muak karena terus mendengar
nama Kanaya, hingga tidak sadar dia sudah membentak ibu mertuanya.
“Cukup Mamah terus menerus membawa nama Kanaya, menantu
Mamah itu aku bukan Kanaya, aku istrinya Nando bukan Kanaya, aku lelah Mah
terus dipojokkan oleh orang-orang,” ujar Indira seraya menitikkan air mata.
“Kamu bentak saya? Saya nggak nyangka ya kamau itu wanita
bermuka dua! Dihadapan Nando kamu selalu berkata halus dan manis, tapi sekarang
saya sudah melihat sifat asli kamu!” seru Lailla.
“Dan lagi, kenapa orang-orang menjauhi kamu dan memojokkan
kamu, itu semua salah kamu sendiri, karena kamu memang wanita penggoda, perusak
hubungan sahabat kamu sendiri, dan kamu adalah orang ketiga!” ucap Lailla
dengan penuh penekanan.
“Cukup Mah!” Indira merasa sakit hati karena ucapan Lailla,
ibu mertuanya yang seharusnya bisa mengangap Indira selayaknya putri kandung
sendiri, tapi malah mengatakan kata-kata yang begitu menyakitkan.
“Kamu memang wanita kurang ajar, bodohnya Nando malah
menikah dengan wanita seperti kamu!” tunjuk Lailla tepat didepan wajah Indira,
“seharusnya Kanaya yang menjadi menantu saya bukan kamu!” seru Lailla, setelah
mengatakan itu Lailla langsung pergi dan menyetop taksi.
“Mah .. Mamah !!” Indira mencoba mengejar, namun taksi sudah
melaju meninggalkan Indira. Indira menyugar rambutnya, dia begitu frustasi
dengan apa yang terjadi, masalah rumah tangga, restu yang belum dia dapatkan
dari orangtua Nando, ditambah sekarang.
“Kenapa cobaan berubi-tubi menghampiri ku Ya Allah,” batin
Indira seraya terisak.
Setelah berada dalam taksi Lailla langsung menghubungi Nando
putranya, Nando yang mendapat panggilan dari ibunya tersenyum, dia tahu kalau
hari ini Indira dan Lailla akan pergi berbelanja, karena semalam Indira sangat
bahagia mendapatkan pesan ajakan dari Lailla.
“Halo Mah … bagaimana jalan-jalannya? Menyenangkan?” tanya Nando.
“Menyenangkan apanya?” suara Lailla nampak ketus, “istri
kamu itu malah membuat Mamah malu Nando,” ucap Lailla.
Nando bingung dan berdiri dari duduknya, “maksud Mamah apa?”
tanya Nando.
“Istri kamu mempermalukan Mamah dengan cara mengatakan bahwa
Bu Keysha adalah pelakor dan juga orang ketiga, bahkan Indira mengatakan kalau
dia sama sekali tidak merasa menyesal telah merebut kamu dari Kanaya,” ujar
Lailla.
Nando mebelalakkan matanya, dia merasa tidak percaya kalau
Indira istrinya bisa mengatakan hal seperti itu.
“Mah, aku tahu Mamah tidak menyukai Indira, tapi aku mohon jangan
menjelakkan Indira seperti itu Mah,” ujar Nando masih membela Indira.
“Kamu masih membela istri kamu yang jelas-jelas bersalah
itu? Kalau kamu tidak percaya silahkan tanyakan langsung pada orang-orang yang
harus kamu tahu, Indira juga membentak Mamah.”
“Apa?” Nando semakin terkejut dengan ucapan mamah nya.
“Iya, dia membentak Mamah gara-gara Mamah menasehatinya
supaya dia tidak mempermalukan dirinya sendiri, dia malah membentak Mamah,”
Lailla berucap sembari terisak, membuat Nando percaya dengan apa yang Lailla katakana.
“Mamah tenang saja, nanti kalau Alena pulang aku akan bicara
dengannya,” ujar Nando menenangkan Lailla.
“Kamu harus bisa mendidiknya Nando, Mamah sangat malu hari
ini, dan satu hal lagi Mamah tidak mau bertemu dengannya lagi, Mamah sudah
telanjur sakit hati.”
“Mah, jangan bilang begitu, bagaimanapun Indira adalah
istriku,” ujar Nando.
“Mamah tidak perduli, Mamah sudah sangat membencinya.”
Lailla langsung memutuskan sambungan telepon.
Nando pun duduk kembali dan memikirkan perkataan Lailla,
Nando berpikir sangat tidak mungkin ibunya berbohong, apalagi berbicara sambil
menangis seperti itu.
Tidak lama, India pulang dengan langkah yang gontai, Nando
pun segera menghampiri Indira untuk menginterogasinya.
“Bagaimana belanjanya? Menyenangkan?” tanya Nando,
sebenarnya itu adalah sindiran, dan Nando ingin tahu apakah Indira akan jujur
padanya atau tidak.
“Kenapa diam?” tanya Nando lagi.
“Aku lelah aku dan aku ingin istirahat,” Indira tidak
menjawab apapun pertanyaan Nando, dia malah melangkah menaiki tangga menuju
kamarnya, melihat respon Indira, Nando pun yakin bahwa apa yang dikatakan oleh
Lailla itu semua benar.
“Kamu membuat masalah? Apa kamu membentak mamah ku?” tanya
Nando tanpa melihat Indira. Indira pun menghentikan langkah kakinya dan
berbalik menatap suaminya yang kini juga berputar badan menatap Indira.
“Apa kamu mengatakan sesuatu hal tentang tante Keysha? Apa kamu
membentak mamah ku?” tanya Nando dengan penuh penekanan.
“Apa mamah kamu mengatakan semua itu? Apa dia juga
mengatakan kalau dia menamparku?” Indira balik bertanya.
“Mamah ku melakukan itu karena dia ingin menyadarkan kamu
yang tengah mempermalukan diri kamu sendiri!” seru Nando, nampaknya
kesabarannya sudah mulai habis.
“Aku mengatakan apa yang memang harus aku katakana, tante
Keysha memang pelakor, orang ketiga dalam rumah tangga orang tuaku!” seru
Alena.
“Kata siapa?!” bukan suara Nando, melainkan suara Aditya. Aditya,
bella dan Desi baru saja pulang dari
rumah sakit, untuk check up kesehatan Desi. Mereka begitu terkejut mendengar
pertengkaran Nando dan Indira.
“Jawab pertanyaan Papah Indira, kata siapa tante Keysha
adalah orang ketiga?” tanya Aditya lagi.
“Aku sudah tahu Pah, tentang masa lalu Papah, Mamah dan tante Keysha. Aku juga sudah tahu
kalau dulu Papah dan tante Keysha pernah menikah,” jawab Indira dengan yakin.
“Siapa yang bilang?” tanya Aditya dengan nada tegas.
“A … aku mas,” Bella menundukkan kepalanya, dia mengakui
bahwa dirinya lah yang sudah memberikan informasi itu kepada Indira, namun
Bella tidak menyangka kalau akhirnya malah akan jadi begini.
“Apa yang kamu katakan sampai Indira menangkap informasi yang salah begitu Bella!” seru
Aditya membentak istrinya, membuat Bella berjingkat kaget.
“Aku tahu aku salah mas, aku tidak bermaksud menyudutkan
Keysha, aku hanya ingin memberikan gambaran kepada Alena, bahwa dulu aku juga
pernah diposisi nya yang tidak mendapatkan restu, hanya itu, tapi aku tidak
tahu kalau Alena akan menangkap hal lain,” Bella mencoba menjelaskan maksud dan
tujuannya mengatakan rahasia masalalu antara dirinya, Aditya dan juga Keysha.