Keysha

Keysha
Di izinkan



Selesai makan siang, Marvel mengantar kan kembali Keysha ke butik, karena Keysha akan mengantarkan gaun untuk Alena yang Keysha beli tadi.


"Hai Len," sapa Keysha.


"Hai, katanya mau pulang?" tanya Alena, pasalnya tadi Keysha bilang, Keysha hanya akan di butik sampai siang.


"Iya, aku kesini cuma mau ngasih ini buat kamu," ujar Keysha. Jika di depan karyawan Keysha dan Alena memang memanggil dengan sebutan aku dan kamu, beda hal nya jika mereka hanya berdua atau pun berkumpul bersama teman, maka mereka akan menggunakan panggillan loe, gue.


"Apa ini Key?" tanya Alena.


"Kamu buka aja di rumah, semoga kamu suka ya," ucap Keysha. " Ya udah, kalau gitu aku pamit dulu, soalnya Marvel udah nunggu," pamit Keysha.


"Iya Key, makasih ya," ucap Alena.


"Sama - sama, ya udah aku pamit ya, bye Alena," ujar Keysha seraya melambaikan tangan.


"Hati - hati," seru Alena.


Keysha dan Marvel pun kini menuju kediaman Zahra, tadi Keysha sudah menghubungi Zahra kalau dia akan datang ke rumah nya. Dan kini sampailah mereka berdua di kediaman Zahra.


"Aku nggak sabar ketemu baby Alden" ujar Keysha seraya tersenyum.


"Ayo sayang, " Keysha menarik tangan Marvel dengan semangat.


"Hati - hati sayang," ucap Marvel mengingat kan.


Keysha pun menekan bel rumah Zahra, dan akhirnya pintu pun terbuka menampilkan bi Nawang dengan senyum ramahnya.


"Eh bu Keysha, mari silahkan masuk," ucap Bi Nawang mempersilahkan.


"Terimakasih Bi," Keysha dan Marvel pun masuk dan duduk di ruang tamu.


"Mau ketemu Bu Zahra kan?" tanya bi Nawang.


"Iya Bi," jawab Keysha seraya tersenyum.


"Sebentar ya, bibi panggil dulu," Bi Nawang pun bergegas naik ke lantai atas dimana kamar Zahra terletak.


"Permisi Bu Zahra, ada Bu Keysha dan suaminya di bawah," ujar Bu Nawang.


Zahra yang tengah bermain dengan baby Al pun bergegas keluar dari kamar.


"Keysha datang bi?" tanya Zahra memastikan.


"Iya Bu," jawab Bi Nawang.


"Ya sudah, sebentar lagi aku turun, jangan lupa buatkan minum dan camilan ya bi," ucap Zahra.


"Baik Bu, kalau begitu bibi permisi ke dapur dulu," pamit Bu Nawang.


"Iya Bi," Setelah itu Zahra pun keluar dari kamar sambil menggendong baby Al, karena Arya sedang berangkat ke kantor.


"Hai Key, Vel" sapa Zahra.


"Hai..." Keysha dan Zahra pun saling tempel pipi khas perempuan.


"Udah nunggu lama?" tanya Zahra.


"Enggak kok, baru aja sampai." jawab Keysha.


Tidak lama, Bk Nawang datang sambil membawa minuman dan beberapa camilan.


"Key, Vel silahkan di cicipi seadanya," ujar Zahra.


"Apaan orang banyak gini," jawab Marvel, Keysha dan Marvel pun menyesap teh hangat buatan bi Nawang.


"Ra, boleh gendong baby Al?" tanya Marvel.


"Boleh dong, nih" ujar Zahra, Marvel pun mengambil alih baby Al dari gendongan Zahra.


"Oh iya, ini Ra buat Lo sama baby Al," Keysha memberikan dua paperbag kepada Zahra.


"Loh, apa nih, pake repot - repot segala, " ujar Zahra tak enak.


"Nggak repot kok, semoga suka ya," Jawab Keysha.


"Pasti suka, makasih ya," ujar Zahra. Kemudian merek pun mengobrol ringan seputar tumbuh kembang baby Al, dan juga membahas tentang rencana resign Alena.


Malam harinya, Alena mencoba gaun yang Keysha berikan pada nya siang tadi, gaun nya sangat pas di tubuh Alena, menambah kesan anggun bagi pemakai nya.


"Sayang bagus nggak?" tanya Alena.


"Cantik sayang, gaun itu terlihat cantik karena kamu yang memakai nya," ucap Dimas.


"Ini pemberian Keysha loh," ucap Alena.


"Oh ya?" tanya Dimas.


"Iya, Zahra juga dapat, dan besok kita bakalan pake di acara nikahan Alby sama Dewi." ujar Alena.


"Boleh sayang, tapi pakai flatshoes aja ya? jangan high' heels," ujar Dimas memberi saran.


"Iya sayang, kamu tenang aja," ucap Alena.


Sedangkan kini, sesuai makan malam, Bella dan Aditya tengah duduk sambil bersandar di kepala ranjang. Bella nampak ragu untuk mengatakan niatnya kepada Aditya, karena takut Aditya akan menentangnya. Namun bagaimana pun Bella harus tetap mengatakan kepada Aditya.


"Sayang," Lirih Bella, nampak ragu Bella memanggil Aditya. Dan Aditya menyadari itu.


"Kenapa sayang?" tanya Aditya lembut.


"Eemm aku mau ngomong, tapi kamu jangan marah ya?" ucap Bella takut.


"Nggak akan, kamu mau ngomong apa?" tanya Aditya lagi.


"Jadi gini sayang, tadi pagi Keysha menghubungi aku, dia bilang Alena akan resign dari butik karena hamil, jadi Otomasi Posisi yang selama ini di isi oleh Alena akan kosong." Bella menjeda kalimatnya dan melihat respon Aditya, rupanya Aditya masih mendengar cerita Bella dengan seksama.


"Jadi, Keysha menawarkan pekerjaan kepada ku, untuk mengisi posisi yang dulu di isi oleh Alena, jadi apa kamu mengizinkan aku sayang?" tanya Bella ragu.


Aditya tersenyum melihat tingkah Bella yang nampak takut, "kamu tertarik dengan penawaran Keysha?" tanya Aditya halus.


Bella pun mengangguk dengan ragu, "kamu kan tahu, Keysha adalah designer yang aku idolakan, jadi bekerja sama dengan Keysha tentu saja sangat menarik buat ku" jawab Bella.


"Ya sudah, kamu ambil saja sayang," ucap Aditya, membuat Bella terkejut.


"Kamu yakin sayang?" tanya Bella memastikan.


"Yakin sayang, aku tahu kamu pasti suntuk jika terus di rumah, jadi aku akan membebaskan kamu, asalkan kamu tetap menjaga kesehatan dan jangan terlalu memforsir tubuh kamu, kalau kamu lelah maka istirahat, oke?" tanya Aditya.


"Iya sayang, aku janji akan selalu menjaga kesehatan tubuh ku, terimakasih ya" Bella memeluk Aditya sangkin gembira nya.


"Kalau begitu, aku akan hubungi Keysha dulu, untuk mengatakan kabar ini," ucap Bella, dia hendak mengambil ponselnya, namun langsung di cegah oleh Aditya.


"Sayang, ini sudah malam, mungkin Keysha sudah beristirahat, jadi besok saja ya?" Ucap Aditya.


Bella pun melihat jam dinding, rupanya sudah jam 22.00, "oh iya sayang, maaf aku sangkin semangat nya mungkin," ujar Bella seraya tersenyum.


"Ya sudah, sekarang kita tidur ya, sudah malam," uajr Aditya.


"Iya sayang." Jawab Bella.


Di sisi lain, ada seorang lelaki yang tengah deg - degan karena hari esok akan menjadi hari yang paling penting dan paling bersejarah dalam hidup nya. Alby, kini dia tengah meminta bantuan kepada Dimas supaya dia tidak merasa grogi nantinya saat ijab qobul.


"Gimana dong Dim, caranya supaya gue bisa terlihat tenang dan nggak grogi? " tanya Alby lewat sambungan telepon.


"Nih, saran gue ya sekarang loe tidur, dan besok loe bangun wajah loe itu lebih Fresh. Terus jangan mikirin hal yang aneh - aneh supaya loe bisa fokus, loe mau salah ijab qobul sampe 3x, nanti loe batal nikah lagi," ucap Dimas, bukan nya menenangkan malah kata - kata Dimas membuat Alby semakin takut.


"Loe kok ngomong gitu sih, harusnya loe itu nenangin gue," ucap Alby kesal. Sedangkan Dimas malah tertawa terbahak - bahak di atas penderitaan Alby.


Alena yang mendengar cerita Alby pun merasa iba, apa lagi jawaban Dimas yang malah membuat Alby semakin grogi.


Alena pun mengambil ponsel yang tengah di pegang oleh Dimas secara paksa.


"Hallo Al? Ini gue Alena," ucap Alena.


Seolah mendapatkan seberkas sinar dia kegelapan, Alby langsung tersenyum cerah ketika mendengar Alena yang berbicara sekarang.


"Halo Len... tolongin gue dong," ucap Alby dengan suara sendu.


"Alby, dengerin gue... sekarang loe istirahat, besok hari yang penting buat loe, jangan mikirin hal - hal yang gak penting yang nantinya malah ngebuat pikiran loe gak karuan, loe udah hapal kan lafadz ijab qobul nya?" tanya Alena.


"Udah kok Len," jawab Alby.


"Nah, kalau loe udah hafal, apa lagi yang loe raguin, loe harus percaya sama diri loe sendiri, kalau ngucapin ijab qobul aja loe masih nggak yakin, apa lagi selanjutnya loe harus nafkahin Dewi, dan bertanggung jawab atas diri istri loe. Mana Alby yang gue kenal, percaya diri, dan gak ragu dengan apa pun," ujar Alena mencoba menyemangati Alby.


"Loe bener Len, gue nggak boleh kalah sama rasa takut gue, gue harus yakin bahwa gue bisa," ujar Alby mantap.


"Nah gitu dong, itu baru temen gue." ucap Alena seraya tersenyum.


"Makasih ya Len atas nasehat nya, ya udah kalau gitu gue mau istirahat dulu, loe juga harus istirahat biar besok nggak telat," ujar Alby.


"Iya bawel, ya udah sana tidur." ucap Alena.


"Oke, good night Alena, mimpiin gue ya, " Setelah mengatakan itu, Alby pun mematikan telepon nya sepihak, supaya dia tidak mendengar makian pedas dari Alena.