Keysha

Keysha
season 2 (berdebat)



Sore hari, Kanaya pulang dengan di jemput oleh Raka, karena Nando tidak bisa menjemput Kanaya, pasalnya masih ada pasien darurat yang harus Nando tangani.


Ketika Kanaya Sampai dirumah, rupanya ada Bella yang tengah bertamu, Kanaya dan Raka tak lupa menyalami tangan Bella.


"Oh iya Nay, Tante mau ucapin makasih sama kamu," ucap Bella.


"Makasih apa tante?" Tanya Kanaya bingung.


"Makasih karena kemarin kamu sudah memperbolehkan Nando untuk mengantar kan Indira pulang, soalnya kemarin mobil Indira mogok," Jelas Bella.


Sontak Kanaya Terkejut mendengar penjelasan dari Bella, "Nando mengantarkan Indira? kenapa nggak ada yang ngomong apapun ke aku, apalagi Nando, tadi pagi juga dia cuman bilang kerja di tempat yang sama dengan Indira." Batin Kanaya.


"Kanaya? Kanaya?" Bella memecahkan lamunan Kanaya.


"Eh iya Tante, nggak papa kok, kan Indira teman Kanaya, jadi Kanaya percaya sama Indira." ucap Kanaya bohong, sebenarnya perasaan Kanaya mulai tak enak.


"Syukurlah, makasih ya sayang," ucap Bella.


"Sama-sama Tante, ya udah Kanaya masuk ke kamar dulu," pamit Kanaya.


Sampai di kamar, Kanaya terus memikirkan ucapan Bella, tentang Nando yang mengantarkan Indira pulang, "seharusnya mereka bilang ke aku, Nando juga nggak ada ngomong apa-apa, kalau kaya gini aku malau negatif thinking ke mereka," Ucap Kanaya.


"Besok aku akan tanyakan ke Nando," ucapnya lagi.


Keesokan harinya, Nando kembali menjemput Kanaya, selama perjalanan, Kanaya terus menantikan kejujuran Nando, namun nampaknya tak ada tanda-tanda Nando akan jujur perihal Nando yang mengantarkan Indira pulang.


"Nando," lirih Kanaya.


"Iya?" jawab Nando santai.


"Ada yang kamu tutupin nggak dari aku?" tanya Kanaya.


"Nggak ada," jawab Nando.


"Kamu pernah kan antar Indira pulang, mamahnya Indira yang bilang kemarin," ucap Kanaya.


"Kenapa kamu nggak bilang sama aku?" tanya Kanaya.


"Ayo lah Kanaya, masa kaya gitu aja di permasalahkan, Indira kan juga temen kamu," ucap Nando.


"Nando, aku nggak masalah kamu antar Indira, yang jadi masalah, kamu nggak ngomong ke aku, harusnya kamu hargai aku dong sebagai pasangan kamu," ucap Kanaya.


"Kamu kok jadi ribet gini sih?" tanya Nando.


"Ribet? kamu bilang ini ribet? Aku cuman mau hubungan kita itu baik-baik aja, kita jaga kepercayaan kita, dengan cara kamu jujur sama aku, dimulai dari hal-hal kecil dulu" ucap Kanaya mencoba memberikan pengertian.


"Kamu cemburu cuman karena aku nganter Indira?" tanya Nando.


"Ini bukan masalah cemburu Nando, ini masalahnya kamu itu, nggak jujur." ucap Kanaya lagi.


Tepat pada saat itu, mobil berhenti di rumah sakit tempat Kanaya bekerja, "aku gak bisa jemput, kamu dijemput Raka aja," ucap Nando dingin.


Kanaya langsung turun dari mobil, dan tanpa sepatah kata pun Nando langsung melajukan mobilnya.


"Kenapa aku ngerasa jauh sama kamu Nan? sikap kamu berubah" batin Kanaya seraya menatap mobil Nando yang mulai menjauh.


"Apa cinta selalu seperti ini? hanya manis di awal? Bagaimana dengan hubungan kita selama 2 tahun Nan? Kemana Nando yang dulu ku kenal? aku benar-benar merasa asing sekarang," batin Kanaya, dia melangkah kan kakinya memasuki rumah sakit, dia mencoba tersenyum ketika berpapasan dengan dokter lain, ataupun perawat. Lagi-lagi senyum adalah cara Kanaya menutupi lukanya. Kanaya hanya berharap, semua pikiran-pikiran buruknya tak pernah terjadi, semoga Indira bisa menjaga kepercayaan Kanaya. Kanaya meyakinkan hatinya bahwa Indira dan Nando tak mungkin mengkhianati nya, Indira adalah sahabat sekaligus saudara bagi Kanaya.


"Aku tidak boleh berpikir macam-macam, Indira tak mungkin tega kepada ku," batin Kanaya, dia mencoba berpikir positif, agar moodnya tidak berantakan.


Hari ini Kanaya cukup lelah, karena dia mendapatkan cukup banyak pasien, disela-sela istirahat nya dia mengecek ponsel sekedar melihat apakah Nando mengirim pesan? Namun Kanaya kembali menghela napas, karena Nando sama sekali tidak mengirimkan pesan.


Kanaya mencoba mengirim pesan lebih dulu, meminta maaf atas keributan tadi pagi, namun Nando hanya membaca chat Kanaya.


"Nando marah ke aku?" batin Kanaya, dia menelungkup kan kepalanya di atas meja, kepalanya terasa pening sekarang, tiba-tiba kepalanya terasa dingin, dan ternyata Natasha datang memberikan segala kopi dingin kepada Kanaya.


"Nih kak, biar nggak capek,." Ucap Natasha sembari tersenyum.


"Makasih Natasha, kamu emang paling pengertian." Kanaya langsung meminum es pemberian Natasha, rasanya sangat segar, dan mood Natasha seolah mencair, senyum pun kembali merekah.