Keysha

Keysha
Piknik kecil



Sore hari, saat matahari sudah tidak terlalu terik Desi dan Bella tengah menyiapkan sesuatu, hari ini pun Aditya di minta pulang lebih awal yaitu pukul 4 sore. Bella tidak mengatakan apapun kepada Aditya, intinya Bella mau Aditya sudah ada di rumah tepat jam 4 sore.


Harun sendiri tengah menyiapkan tikar yang di taman rumah, rupanya mereka akan mengadakan piknik, meskipun hanya di taman rumah dan terkesan sederhana, namun mereka berharap ini akan membuat hati Rania lebih baik.


"Sudah Pak?" tanya Desi kepada suaminya.


"Sudah Bu, tinggal kita bawa makanan nya kesana" jawab Harun.


"Ya sudah, kita siapkan dulu makanannya" Ujar Bella. Kemudian mereka pun menata makanan di atas tikar, ada makanan dan camilan kesukaan Rania, tidak lupa rujak buah segar yang menggoda selera, semua sudah mereka siapkan dengan bantuan bi Asih.


"Assalamu'alaikum" ucap Aditya.


"Waalaikumsalam"


"Akhirnya kamu pulang juga mas" Ucap Bella seraya tersenyum.


"Loh ini ada apa?" tanya Aditya bingung.


"Kita mengadakan piknik kecil - kecil lan di rumah, semoga dengan cara ini suasana hati Rania menjadi lebih baik" Ucap Desi.


"Ya sudah ayah, ibu dan kamu mas duduk dulu, aku mau panggil Rania" Ucap Bella, setelah itu Bella pun bergegas menuju kamar Rania.


"Rania?" panggil Bella.


"Masuk aja kak, pintunya nggak di kunci" Ujar Rania. Bella pun masuk ke dalam kamar.


"Ada apa kak?" Tanya Rania.


"Ikut aku yuk" Ajak Bella.


"Kemana kak?" Tanya Rania bingung.


"Udah ikut aja," Bella akhirnya menarik tangan Rania pelan. Bella pun mengajak Rania ke taman, dimana semua orang sudah berkumpul.


"Kejutan," Seru Desi,Harun dan Bella.


Rania menutup mulutnya melihat kejutan yang diberikan oleh keluarga Aditya, "ini kaya piknik kak," Ucap Rania.


"Iya Ran, piknik kecil-kecil lan, aku tahu kamu pasti nggak mau kalau aku ajak keluar, jadi kita adakan piknik aja di rumah," ujar Bella.


"Terimakasih kak Bella," Rania memeluk Bella penuh haru.


"Sama - sama Rania, ya sudah ayo duduk kita makan bersama," Ujar Bella. Rania pun duduk lesehan beralas kan tikar seperti yang lain.


"Ini semua makanan kesukaan aku kak?" Tanya Rania.


"Iya, aku sama ibu sengaja siapin ini buat kamu," Jawab Bella.


"Makasih ya Bu, kak Bella... maaf kalau aku jadi banyak ngerepotin," ucap Rania, air mata kini sudah menggenang di pelupuk mata nya.


"Sama - sama Nak, kami tidak merasa di repot kan kok " jawab Desi.


"Ya sudah Rania, sekarang ayo kita makan, ini ada rujak buah segar juga, pasti kamu suka," Ucap Harun.


"Iya Pak, terimakasih" Setelah itu Rania dan yang lain pun menyantap hidangan sore itu dengan penuh sukacita.


Pukul 16.30 Dimas menjemput Alena pulang dari butik, selama perjalanan Alena nampak diam tidak banyak bicara, dan Dimas tahu apa penyebabnya. Namum Dimas tidak mau membahas ketika sedang menyetir, karena akan berbahaya.


Sesampainya di rumah, bahkan Alena tidak menunggu Dimas membukakan pintu mobil untuknya, sebisa mungkin Dimas mencoba sabar dengan ibu hamil yang tengah merajuk itu. Dimas akui, Dimas memang salah karena tidak membicarakan terlebih dahulu perihal rencana resign Alena, karena biar bagaimanapun itu adalah karir Alena.


"Sayang, " Panggil Dimas halus. Namun Alena tidak menyahut sama sekali, Alena malah fokus pada ponsel nya.


Dimas pun duduk berjongkok di depan Alena, "sayang kamu marah ya sama aku?" tanya Dimas.


"Iya sayang aku akui aku salah, aku minta maaf ya" ucap Dimas dengan nada memohon.


"Kamu tuh harusnya bisa hargain aku Dim, kamu tanya pendapat aku dulu, apa lagi ini tentang aku, menyangkut karir aku," Ucap Alena kesal.


"Iya sayang, aku memang salah, pada saat itu yang aku tahu aku ingin kamu dalam keadaan baik - baik saja, dan aku tahu kalau aku bilang ke kamu pasti kamu akan menolak nya," ujar Dimas menjelaskan.


"Tapi tetap cara kamu ini salah," ujar Alena.


"Iya sayang... aku minta maaf, yang aku pikirkan cuman kesehatan kamu dan calon anak kita, udah itu aja," jelas Dimas.


"Tapi aku kecewa sama cara kamu yang diam - diam itu," Setelah mengatakan itu, Alena pun pergi ke kamarnya meninggalkan Dimas di ruang keluarga.


Dimas menyugar rambutnya frustasi, dia bingung harus berbuat apa sekarang, "Alena ngambek lagi," Batin Dimas.


"Sayang..." panggil Dimas, dia mengejar Alena untuk memperbaiki hubungan mereka.


"Sayang, dengerin aku dulu" Ucap Dimas sambil menggenggam tangan Alena.


"Aku tahu aku salah, tapi apa yang akan aku lakuin ini demi kebaikan kamu sayang, aku nggak terjadi apapun ke kamu dan calon anak kita, karena aku sangat mencintai kamu" ujar Dimas.


Mendekat pernyataan cinta dari Dimas, akhirnya perlahan hati Alena pun luluh, pandangan nya sudah tidak sekesal tadi.


"Ya sudah, aku maafin kamu" ucap Alena.


Dimas menatap Alena dengan berbinar, "benarkah sayang?" tanya Dimas.


"Iya, tapi ada satu syarat," Ucap Alena.


"Apa itu?" Tanya Dimas.


"Jangan lakuin lagi, apapun itu kamu harus bilang dulu ke aku, karena aku jadi ngerasa nggak di hargain sama kamu," Ujar Alena.


"Iya sayang, aku janji nggak akan ngulangin lagi," Ucap Dimas yakin, kemudian dia memeluk istrinya penuh sayang.


Sedangkan Keysha kini tengah bersama dengan Marvel, menceritakan tentang Alena yang tidak tahu perihal rencana resign.


"Mungkin Dimas punya alasan sayang," ucap Marvel.


"Iya aku rasa juga begitu, semoga saja malam ini masalah mereka cepat selesai ya?" ucap Keysha.


"Iya sayang... oh iya kamu bilang kamu sudah menemukan siapa yang cocok sebagai pengganti Alena, memang nya siapa dia sayang?" tanya Marvel.


"Aku pikir Bella cocok untuk posisi ini," Jawab Keysha.


"Bella istrinya Aditya?" tanya Marvel mencoba memastikan.


"Iya sayang, memang nya kenapa?" Tanya Keysha.


"Nggak papa... tapi kamu sudah benar - benar yakin?" tanya Marvel mencoba memastikan.


"Iya sayang aku yakin, tapi aku perlu bicara dulu dengan Alena."


"Ya sudah, coba kita lihat bagaimana besok, kamu besok Alena dan Dimas sudah baikan kamu bisa bicarakan dulu dengan Alena, bagaimana pun juga Alena punya andil cukup besar dalam pengembangan butik hingga bisa berkembang pesat," Ujar Marvel.


"Iya sayang, sebenarnya aku juga berat melepas Alena, tapi aku tahu sebagai suami pasti Dimas ingin memastikan yang terbaik untuk istrinya," Ucap Keysha.


"Ya sudah, sekarang kamu istirahat ya... ini sudah cukup larut, jangan terlalu memikirkan hal seperti ini, aku tidak mau kamu terlalu stress dengan masalah butik, karena akan berdampak pada kesehatan kamu dan calon anak kita," ujar Marvel seraya mengelus perut Keysha.


"Iya sayang ku" Ucap Keysha, setelah itu Keysha pun membaringkan tubuhnya dan terlelelap. Marvel menatap istrinya seraya tersenyum, kemudian mendarat kan bibirnya di kening Keysha.


"Selamat tidur sayang, tidur yang nyenyak ya" ucap Marvel seraya mengelus kepala Keysha dengan sayang.