Keysha

Keysha
perasaan Keysha



Saat ini Keysha sedang berada di Coffe shop sendirian, dia tengah menikmati secangkir coffe Latte kesukaannya, Keysha sudah menghubungi Aditya bahwa dia akan pulang terlambat nanti. Saat tengah menyesap Coffe nya dipintu masuk Keysha melihat Dimas , Keysha pun melambaikan tangannya agar Dimas melihat keberadaanya , Dimas mendekat kearah meja Keysha , tapi sebelum itu dia memesan satu Kopi dan menunjuk meja Keysha


"sendirian loe?" tanya Dimas setelah duduk didepan Keysha


"rame tuh" tunjuk Keysha kepada pengunjung Caffe dengan dagunya


"susah ngomong sama orang modelan kaya loe" ucap Dimas dan hanya dihadiahi cengiran dari Keysha


"kenapa tuh muka? kusut amat" tanya Keysha


"biasa ada client " ucap Dimas


"kenapa kasusnya? cerai lagi?" tebak Keysha , ya Dimas memang seorang pengacara


"iyaa, tapi kayanya dia masih labil karena mandang dia punya anak berumur 6 tahun"


"kok cerai?"


"poligami" Jawab Dimas , saat Keysha akan bertanya kembali pelayan datang membawakan pesanan Dimas


"mereka udah nikah 10 tahun , dan 8 tahun pernikahan mereka menjalani pernikahan poligami, awalnya istri sah dan sirinya berpikir tak akan ada rasa cemburu antara mereka karna suami mereka yang meperlakukan mereka secara adil, tapi ternyata perkataan nggak semudah itu dijalankan . Penyakit iri hati pasti ada, wanita mana yang mau cintanya terbagi apa lagi suami, pendamping seumur hidup, dalam kasus ini istri sahnya mengalah dan memilih berpisah tapi dia merasa berat hati karna dia memiliki seorang anak, penyesalannya saat ini adalah, seharusnya dia mengajukan perpisahan ini sebelum dia memiliki anak agar anaknya tak merasakan sakitnya melihat kedua orang tua berpisah" jelas Dimas


"kaya pernikahan gue ya Dim"


"eh sorry Key, gue gak maksud.. "


"nggak papa kok Dim, denger cerita loe gue jadi tau apa yang harus gue lakuin"


"apa Key?"


"bantu gue buat pisah dari Aditya" ucap Keysha


"loe yakin?"


"iyaaa gue yakin"


"gue pasti bisa bantu sebisa gue" ucap Dimas


.


.


.


Keysha pulang kerumah pukul 9 malam dan Keysha melihat Aditya yang tengah menonton televisi ,


"mas" sapa Keysha


Aditya pun menoleh kearah Keysha "kamu udah pulang? "


Keysha mendekat dan mencium tangan Aditya "udah mas" Keysha melihat sekeliling dan tak menemukan Bella


"Bella mana mas?" tanya Keysha


"Bella lagi ada perjalanan dinas keluar kota " ucap Aditya


"ohh,kapan pulang?"


"kata Bella sih mungkin memakan waktu 4 hari, oh iyaa kamu udah makan?"


"udah mas , aku masuk kekamar dulu ya" pamit Keysha


"iyaa"


Keysha pun menaiki anak tangga, menuju kamarnya dan langsung mengunci pintu


"jangan sampai mas Adit masuk kekamar gue" batin Keysha


Dia pun bergegas mandi.


Aditya merasa matanya sudah sangat mengantuk pun memutuskan untuk menuju kamar,tapi bukan kekamar yang biasa dia tempati bersama Bella melainkan kamar Keysha


"lohh kok ga bisa dibuka"Aditya mencoba membuka pintu kamar Keysha tapi tidak bisa, dia melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 11 malam, "pasti Keysha udah tidur " Aditya pun melangkah kekamarnya .


Sedangkan Keysha sebelumnya belum tidur , dia berjaga jaga takut kalau Aditya masuk kekamarnya menggunakan kunci cadangan atau mungkin mendobraknya "hahh syukurlah , mas Adit kayanya udah masuk kekamar nya sendiri, gue bisa tidur sekarang" Keysha pun memejamkan matanya.


.


.


Keesokan harinya Keysha sudah bersiap berangkat ke butik, tapi saat dia sampai dimeja makan Keysha tak melihat Aditya


"bi Asih, mas Adit manah?" tanya Keysha


Keysha mengerutkan dahinya "udah jam segini mas Adit belum turun? "


"iya Bu"


"ya sudah biar saya cek kekamarnya" Keysha pun melangkah menuju kamar Aditya, dia mengetuk pintu beberapa kali dan terdengar suara Aditya yang menyuruh masuk.


Keysha pun memasuki kamar Aditya, pertama kali yang Keysha lihat adalah Aditya yang masih tertidur diranjang namun dengan wajah yang pucat


"ya ampun mas, kamu kenapa" Keysha mendekati Aditya dan menyentuh dahinya " kamu demam mas, panas banget"


Aditya hanya merintih, wajahnya sangat pucat


"bentar yaa aku minta bi Asih buatin bubur buat kamu" Keysha langsunh berlari ke arah dapur


"Bi buatan bubur dong ,mas Adit sakit demam " ucap Keysha


"baik Bu" Bi Asih pun langsung mengerjakan apa yang Keysha minta , sedangkan Keysha menyiapkan air kompres dan obat penurun demam


"Bi nanti tolong yaa bawain kekamar mas Adit" ucap Keysha


"baik Bu,ini sebentar lagi matang"


"makasih Bi, saya kekamar mas Adit dulu ya " Keysha pun kembali kekamar Aditya sambil membawabair kompresan beserta obat penurun panas


"aku kompres kamu dulu ya mas" Keysha mengompres dahi Aditya " Bi Asih lagi bikin bubur buat kamu, nanti kamu makan ya , terus minum obat"


Aditya hanya mengangguk lemah, tak berapa lama Bi Asih mengetuk pintu kamar Aditya dan memberikan bubur kepada Keysha


"ini Bu buburnya "


"terimakasih ya Bi"


"sama sama Bu, kalau begitu saya permisi kedapur dulu" Bi Asih pun pamit


"mas aku bantu kamu buat senderan ya, kan mau makan "


"iyaa" Aditya menjawab dengan suara lemahnya


Keysha pun membantu Adity untuk duduk " aku suapin yaa mas" Keysha menyendokkan bubur dan meniupnya sedikit agar tidak terlalu panas lalu menyuapkan nya kemulut Aditya


"apa aku harus sakit dulu Key agar kamu mau memperhatikan aku?" batin Aditya setelah menerima suapan pertama dari Keysha


Keysha terus menyuapi Aditya sampai buburnya tandas


"udah kenyang belum mas? kalau belum aku ambilin lagi ya"


"ga usah Key, aku udah kenyang"


"ya udah,sekarang minum obat" Keysha menyerahkan obat dan air minum kepada Aditya , Aditya menerimanya dan langsung meminumnya


" makasih ya Key"


"sama sama, ini tanggung jawabku sebagai istri kan?"


"Key" Aditya menggenggam tangan Keysha "jangan tinggalin aku ya" pinta Aditya


Keysha hanya diam, tak tahu harus bersikap bagaimana


"aku mohon" Aditya kembali berucap


"aku ga bisa janji mas" jawab Keysha sambil melepaskan genggaman tangan Aditya


"apa kamu belum mencintai aku?" tanya Aditya sendu


"sudahlah jangan berpikir macam macam, sebaiknya sekarang kamu istirahat, aku harus menghubungi Alena sekarang" Keysha pun beranjak dari duduknya dan keluar dari kamar Aditya sambil membawa nampan berisi mangkok bekas bubur


"kamu menghindari pertanyaan ku Key, apa memang sudah tidak ada harapan lagi?" batin Aditya


"maaf mas , aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri" batin Keysha


.


.


.


.


haii readers dari kemarin ga ada yang setuju banget yaa kalau Keysha sama Aditya 😁 wahh kayaknya Aditya ga dapet restu nih dari para readers 😁


makasih juga yang udah kasih like dan komennya🥰