Keysha

Keysha
Season 2 ( Kembali)



Waktu terus berjalan, hingga tidak terasa sudah 5 tahun lamanya Kanaya berada di Amerika, berarti usia Kanaya sekarang sudah menginjak ke 29 tahun, Keysha, Marvel dan Raka juga sering datang mengunjungi Kanaya. Hari-hari Kanaya di Amerika dilalui dengan Nando, ya Nando lelaki berdarah Medan itu sudah menjalin hubungan dengan Kanaya 2 tahun, 3 tahun menjalin pertemanan dan mulai timbullah rasa.


Nando sendiri sudah kenal dekat dengan orang tua Kanaya, karena setiap Keysha dan Marvel datang, mereka selalu mempunyai cara untuk menghabiskan waktu bersama. Keysha dan Marvel merasa cocok jika Kanaya dengan Nando, selain Nando lelaki yang baik, Nando juga tipikal lelaki humoris.


Lalu bagaimana dengan perasaan Kanaya kepada Tama? apakah Kanaya sudah melupakan Tama? jawabannya belum, tapi Kanaya hanya berusaha untuk tidak mencari tahu apapun tentang Tama, Keysha ataupun Marvel juga tidak membicarakan apapun tentang kehidupan Tama.


Kini disinilah Nando dan Kanaya, di salah satu restoran favorit mereka.


"Jadi ... besok kamu pulang ke Indonesia?" tanya Nando.


"Iya," jawab Kanaya sendu, "kamu tahu kan sedari awal? aku tidak punya niatan untuk menetap di Amerika, dan aku sudah mendapatkan pekerjaan disana" ujar Kanaya, dia memang mendapatkan penawaran pekerjaan di Indonesia, di salah satu rumah sakit terbesar di Jakarta, Kanaya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, dia merasa sudah cukup pelariannya ke Amerika, dan dia memutuskan untuk kembali ke Indonesia.


"Lalu bagaimana hubungan kita?" tanya Nando sendu.


"Kita masih bisa berhubungan, sekarang canggih Nando," ucap Kanaya.


"Baiklah, besok aku akan antar kamu ke bandara ya?" ucap Nando.


"Baiklah," jawab Kanaya.


Dan malam itu mereka pun jalan-jalan ke tempat-tempat yang memang mereka sukai, seperti menonton film,dan yang lainnya. Karena mulai besok, mereka akan jarang untuk bertemu.


Keesokan harinya, Kanaya sudah bersiap-siap, Kanya menatap ruangan apartemen yang sudah dia tempati selama 5 tahun ini, Kanaya pasti akan sangat merindukan nya.


Bel apartemen berbunyi, dan Kanaya melihat Nando yang sudah datang, ya meskipun mereka sudah mengenal cukup lama, namun Kanaya tidak pernah memberitahukan masalah pribadinya ke Nando,termasuk kode apartemennya. Kanaya sangat menjaga privasi, karena dia beranggapan pacaran belum tentu jodoh. Itulah yang menjadi pondasi Kanaya dalam menjalin hubungan, hingga saat ini Kanaya masih menjaga kesucian nya, meskipun terkadang Nando memberikan kode ingin melakukan hal yang lebih, namun Kanaya menolak dengan keras.


Bahkan pernah Kanaya meminta putus, namun Nando berjanji tak akan meminta hal seperti itu kepada Kanaya, hingga akhirnya Kanaya luluh, dan hubungan mereka bertahan sampai sekarang.


Kanaya membuka pintu apartemennya, dan menampilkannya senyum cerah dari Nando.


"Sudah siap?" tanya Nando.


"Sudah," jawab Kanaya.


"Kalau begitu ayo," Nando pun mengambil koper Kanaya dan membawanya. Mereka turun ke lantai satu menggunakan lift.


"Silahkan," ucap Nando seraya membukakan pintu mobil.


Namun Kanaya merasa aneh, kenapa mereka menggunakan taksi?


"Kenapa pakai taksi?" tanya Kanaya, "bahkan dua, satu koper aja cukup Nando buat taruh di bagasi mobil," ucap Kanaya.


Nando menyerahkan sebuah kertas, "bacalah" ucap Nando. Kanaya pun membaca isi kertas yang Nando berikan.


"Kamu ... juga mendapatkan rekomendasi rumah sakit di Indonesia? dan tempatnya di Jakarta?" tanya Kanaya.


"Iya, waktu kamu bilang mendapatkan tawaran pekerjaan di Jakarta, aku pun mencari tahu informasi lewat kepala rumah sakit, mereka pun memberikan rekomendasi kepadaku untuk meneruskan karier ku di rumah sakit yang mereka rekomendasi kan, jadi kita nggak perlu LDR lagi." ujar Nando menjelaskan.


"Aku senang," ujar Kanaya.


"Ya sudah, kita berangkat sekarang ya?" ucap Nando dan Kanaya pun mengangguk. Nando meminta kepada driver untuk melaju menuju bandara.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 21 jam akhirnya pesawat yang Kanaya dan Nando pun mendarat dengan selamat, seorang lelaki berparas tampan tengah menyenderkan tubuhnya di sisi mobil, nampaknya dia tengah menunggu seseorang.


Tak lama, dia melambaikan tangannya kepada seorang wanita, senyumnya merekah tatkala melihat seseorang yang dia sayangi sampai dengan selamat.


"Raka..." Kanaya memeluk adik tampan nya itu. Kini usia Raka sudah menginjak 23 tahun, dia sudah mulai menjalankan bisnis Marvel, dan di tangan Raka dia bisa memajukan perusahaan dengan sangat pesat.


"Nabila..." Kanaya bergantian memeluk Nabila sayang, sewaktu di Amerika, tak jarang Nabila juga ikut mengunjungi Kanaya.


Tak lupa, Raka juga memeluk Nando sebagai sambutan selamat datang.


"Ya sudah kak, ayo masuk" ajak Raka. Dia pun membantu Nando memasukkan koper ke dalam bagasi.


"Bagaimana perjalanan nya?" tanya Raka.


"Lancar Ka, ya lumayan capek juga sih perjalanan jauh," ujar Kanaya.


"Oh iya kak Nando mau langsung aku antar ke apartemen?" tanya Raka.


"Boleh, biar aku juga istirahat, besok baru aku ke rumah kamu ya sayang," ucap Nando kepada Kanaya.


"Tunggu, apartemen?" tanya Kanaya tak paham.


"Iya sayang, aku meminta bantuan Raka untuk melakukan proses jual beli apartemen, bahkan aku juga beli kendaraan." jelas Nando.


"Benarkah itu Raka?" tanya Kanaya memastikan.


"Iya kak," jawab Raka seraya tersenyum.


Raka pun lebih dulu mengantarkan Nando ke apartemen nya, supaya Nando bisa beristirahat lebih dulu.Mobil terus melaju membelah keramaian kota Jakarta, Kanaya pun sangat menikmati perjalanan nya, kalau dulu, mungkin Kanaya akan bosan, namun beda halnya dengan sekarang.


"Jakarta nggak berubah ya?" Ucap Kanaya.


"Yang berubah keadaan kak," jawab Nabila.


"Kamu benar Nabila, semua sudah berubah," jawab Kanaya sendu.


"Apa kabar kamu Tama? bagaimana keluarga kamu? aku harap kamu selalu bahagia." Batin Kanaya.


Seorang gadis cantik berusia 4 tahun lebih 6 bulan, berlari sambil merentangkan tangannya, seolah meminta untuk dipeluk.


"Daddy..." seru anak kecil itu sambil berlarian, dia menyambut kepulangan Daddynya dengan senyum bahagia.


"Putri daddy" lelaki itu pun membawa anaknya kedalam pelukan dan menggendongnya nya.


"Tama, kamu sudah pulang?" suara Anisa menyambut kepulangan anaknya yang sudah 3 hari berada di Yogyakarta.


"Iya Mah," jawab Tama. Ya dia adalah Tamasha Pratama.


"Felly, Daddy baru pulang pasti lelah, Felly main sama kak Natasha dulu ya?" ucap Natasha mencoba merayu keponakannya Felysia Inez Pratama.


"Iya aunty," jawab Felly dengan suara khas anak kecil, Natasha pun mengambil alih Natasha dari gendongan kakaknya.


"Ya sudah, Tama titip Felly ya mah, Tama mau istirahat dulu," ujar Tama.


"Iya Nak," jawab Anisa.


"Felly, Daddy istirahat dulu ya, nanti kita main oke?" tanya Tama pada putrinya.


"Oke Daddy," jawab Felly. Tama pun melangkah kan kakinya menuju kamarnya.