Keysha

Keysha
Season 2 (Kehancuran Indira?)



Indira pulang dengan pikiran yang berkecamuk, dia tidak


menyangka ternyata buntut dari permasalahannya kemarin akan berdampak besar


pada masa depannya dan karirnya yang sudah menjadi cita-cita Indira sejak dulu.


Bella dan Desi yang tengah duduk santai di ruang keluarga, dibuat bingung


dengan Indira yang sudah pulang ke rumah dengan membawa beberapa


barang-barangnya.


“Sayang? kok kamu pulang?” tanya Bella dengan raut wajah


cemas, karena melihat raut wajah Indira yang nampak sendu.


“Kamu nggak apa-apa kan Indira?” tanya Desi ikut menimpali


Indira jatuh lunglai, dia terduduk di lantai, “aku hancur,


karir aku, cita-cita dan masa depan aku hancur, semuanya berakhir disini,”


jawab Indira seraya terisak. Membuat Bella dan Desi semakin tidak paham.


“Apa yang terjadi sebenarnya Indira? jelaskan ke Mamah,”


ujar Bella.


“Aku dipecat Mah!” seru Indira yang membuat Bella dan Desi


terkejut mendengar kabar itu.


“Kenapa kamu dipecat? Apa ada masalah?” kali ini Desi yang


bertanya.


“Tama,” ketika menyebut nama Tama, sangat terlihat kalau


Indira begitu membencinya, “ini semua karena Tama, dia memberitahukan kepada


kepala rumah sakit, bahwa aku adalah seorang mantan narapidana Mah, Nek,” isak


Indira semakin menyayat hati.


“Apa?” baik Bella maupun Desi sama-sama terkejut, melihat


Indira yang nampak tengah jatuh, Bella pun memeluk putrinya memberikan


kekuatan.


“Sabar sayang … Mamah akan coba bicara pada tante Anisa agar


mau membujuk suaminya dan bersedia menerima kamu lagi di rumah sakit,” ujar


Bella.


“Bella,” sentak Desi, “tidak seharus nya kamu berkata


demikian, ini adalah kebijakan rumah sakit, sekarang logika saja, rumah sakit


mana yang mau memperkerjakan seorang mantan napi, seharusnya kita bisa terima


ini dan cari jalan keluar lain. Mungkin memang bukan rezeki Indira,” ujar Desi


mencoba menasehati, dia tidak mau kalau Indira terus bergantung pada Bella dan


“Bu, harusnya Ibu tahu kalau menjadi Dokter adalah mimpi


Indira, dan Impian Indira sekarang ini adalah memiliki klinik sendiri. Kalau seperti


ini, maka semua nya akan berhenti disini Bu, dan aku nggak mau melihat Indira


sedih, sebagai seorang Ibu aku mau memberikan yang terbaik untuk Indira,” jelas


Bella mencoba memberikan pengertian pada Desi, dia seolah tidak mau mendengar


saran dari ibu mertuanya itu.


“Ibu tahu kamu sangat menyayangi Indira, tapi bukan begini


caranya Bella, bagaimanapun Indira harus belajar menerima konsekuensi atas


perbuatannya, supaya kelak dia bisa belajar dari kesalahan. Dengar ya Bella,


kalau sampai kamu menemui Anisa, maka kamu bukan lagi menantu Ibu, Ibu sudah


lelah mendengar permasalahan yang terus saja hadir dalam rumah ini karena


kalin,tolong beri jeda supaya rumah ini kembali seperti semuala.” Desi naik


darah, dia memilih pergi dari pada terus meladeni Bella dan Indira.


‘Tama, aku akan menunjukkan bagaimana rasanya menjadi


orangtua yang melihat anaknya disakiti,’ batin Bella.


^^^


Kanaya tengah menunggu Raka, karena hari ini Raka yang akan


menjemput Kanaya, namun saat Kanaya tengah bermain ponsel tiba-tiba ada yang


berdiri didepannya.


“Ada apa?” tanya Kanaya ketus, dia bahkan terlihat sungkan.


“Apa kamu begitu dendam dengan Indira? sampai kamu begitu


terhadapnya?” tanya Nando, iya Nando datang menemui Kanaya.


Alis Kanaya berkerut bingung, “apa maksud kamu?” Kanaya


mencoba mengingat,  dan ingatannya


tertuju pada perkataan Bella yang mengatakan kalau Indira dipenjera, “apa karena


Indira di penjara? Bukannya dia sudah bebas?” Kanaya bersikap acuh dan nada


bicara yang tidak biasa.


“Memang, tapi hari ini kamu sudah berhasil menghancurkan


mimpi, cita-cita dan masa depan Indira!” seru Nando penuh amarah, hal itu


membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian karena Nando berbicara cukup


keras.