Keysha

Keysha
season 2 ( Bertemu)



Kanaya memeluk rindu kedua orangtuanya, setelah turun dari mobil, Kanaya sudah tidak sabar untuk bertemu Marvel dan Keysha, Raka sang adik pun hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang kakak.


"Mah, Pah Kanaya kangen...." ucap Kanaya.


"Mamah sama Papah juga Nak," ucap Marvel.


"Bagaimana keadaan kamu? Kamu baik-baik saja kan?" tanya Keysha.


"Aku baik kok Mah," jawab Kanaya.


"Mamah senang akhirnya putri Mamah sudah pulang, rumah ini kembali ramai sayang," ucap Keysha.


"Iya mah, aku juga senang bisa kembali ke sini," ucap Kanaya.


"Ya sudah, ayo masuk, mamah udah masak makanan kesukaan kamu, ayo Raka ajak Nabila juga , ayo Nabila masuk" ucap Keysha, mereka pun masuk ke dalam rumah untuk menyantap makan siang.


Pagi hari, Kanaya sudah siap untuk pergi joging, waktu masih menunjukkan pukul 05:30, udara pagi dan sinar matahari yang masih hangat sangat cocok untuk joging keliling komplek. Kebetulan hari ini Kanaya tidak ada agenda apapun, besok dia baru akan ke rumah sakit tempat nya bekerja.


Seperti biasa, Kanaya memulai pemanasan terlebih dahulu, kemudian dia pun mulai berlari kecil. Kanaya sangat menikmati joging nya, suasana komplek yang mulai sedikit ada perubahan, di lapangan komplek Kanaya juga melihat banyak orang yang tengah berolah raga.


Kanaya terus melanjutkan Joging nya, dan tidak terasa dia hampir sampai di rumahnya, namun dia haru melewati rumah Tama lebih dulu. Di depan rumah Tama, Kanaya melihat ada anak kecil yang tengah menangis dengan tersedu, nampaknya anak kecil itu terjatuh dari sepeda.


"Sayang kamu nggak papa?" tanya Kanaya, dia melihat ada luka di siku anak cantik tersebut.


"Sakittt ... Hiks..." anak kecil itu menatap Kanaya dengan tatapan sendu, ketika Kanaya menatap wajahnya Kanaya seolah mengingat wajah seseorang.


"Wajahnya kenapa mengingat kan aku dengan seseorang?" batin Kanaya.


"Ya ampun, kasihan ... rumah kamu mana sayang?" saat anak kecil tersebut ingin menjawab pertanyaan Kanaya, tiba-tiba seseorang datang dengan tergesa-gesa.


"Felly..." ucap lelaki tersebut dengan nada khawatir.


"Daddy..." Felly semakin terisak ketika melihat kedatangan Tama.


Kanaya tersentak ketika melihat kedatangan Tama, apalagi anak kecil yang bernama Felly memanggil Tama dengan sebutan Daddy.


"Tama..." lirih Kanaya.


Tama menoleh ketika mendengar namanya di sebut, "Kanaya..." ucap Tama kaget, gadis yang sudah lama menghilang sejak 5 tahun lalu, kini muncul kembali di hadapannya.


Namun, fokus Tama teralihkan, karena Felly kembali menangis dengan keras.


"Ya sudah, ayo bawa masuk, aku bantu obati." ucap Kanaya. Tama pun segera menggendong Felly untuk masuk ke dalam rumah.


Tama langsung masuk ke dalam rumah, dan mencari kotak obat setelah lebih dulu membaringkan Felly di sofa ruang tamu, tangis Felly pun terdengar oleh penghuni rumah Tama, yaitu Natasha, Anisa dan Oki.


"Itu suara tangisan Felly," ucap Oki khawatir.


"Iya Pah," jawab Anisa, mereka pun menuju ruang tamu, karena mereka merasa tangis Felly bersumber di depan rumah. Namun betapa terkejutnya mereka, melihat Kanaya yang tengah mengobati Felly, dan disampingnya ada Tama yang tengah menenangkan putri nya.


"Sudah sayang," ucap Kanaya setelah memasang plaster di siku Felly.


"Masih sakit?" tanya Kanaya lembut.


"Sedikit aunty," jawab Felly dengan bahasa cadelnya.


"Wah, Felly anak yang kuat ya, pasti Felly cepat sembuh," ucap Kanaya seraya tersenyum.


"Terimakasih aunty," ujar Felly tersenyum gemas.


"Sama-sama cantik," jawab Kanaya.


"Opah, Omah, aunty lihat lutut Felly," ucap Felly mengadu, membuat Kanaya menoleh ke arah belakang, begitu juga Tama.


"Om Oki, Tante Anisa," ucap Kanaya, dia membeku beberapa saat, namun tiba-tiba Anisa mendekati Kanaya dan memeluknya haru.


"Kanaya, ini kamu Nak?" tanya Anisa seraya terisak, seolah dia sudah lama tidak berjumpa dengan putrinya sendiri.


"Iya Tante, ini Kanaya," melihat Anisa yang terisak, Kanaya pun ikut meneteskan air matanya.


"Tante tidak menyangka bisa melihat kamu lagi, kamu kemana saja?" tanya Anisa sambil melepaskan pelukannya.


"Maafin Kanaya Tante, karena Kanaya pergi tanpa pamit, Kanaya pergi mendadak karena Kanaya mendapatkan tawaran pekerjaan di luar negeri," Bohong Kanaya, sebenarnya dia tidak pergi mendadak.


"Tante sangat sedih ketika mendengar kamu pergi ke luar negeri, tapi mamah dan papah kamu tidak pernah mengatakan kemana kamu pergi," ucap Anisa.


"Iya Tante, Kanaya memang meminta mamah merahasiakan nya. Supaya Kanaya bisa lebih fokus." kilah Kanaya.


"Ya sudah, lupakan, itu sudah jadi masalalu. Ya sudah ayo kita sarapan bersama," ajak Oki.


"Nggak Om, makasih banyak, tapi Kanaya mau pulang aja, pasti mamah dan papah udah nunggu, kalau begitu Kanaya pamit," ucap Kanaya.


"Terimakasih aunty," sebelum Kanaya pergi, Felly kembali mengucapkan terimakasih kepada Kanaya.


"Sama-sama cantik," ucap Kanaya sembari mengelus pipi Felly, "Tama aku duluan," Setelah berpamitan, Kanaya pun keluar dari rumah keluarga Pratama.


Sepanjang jalan menuju rumah, Kanaya terus memikirkan pertemuan nya tadi dengan Tama dan Felly, dia tidak menyangka kalau ternyata Tama masih tinggal di sini, Kanaya pikir Tama dan Vanes akan tinggal di rumahnya sendiri.


"Tapi, kenapa aku nggak lihat Vanes ya?" batin Kanaya berpikir. "Ah mungkin Vanes lagi nggak di rumah," ucap Kanaya Kemudian.


Saat sampai di rumah nya, Kanaya mengernyit heran, karena ada mobil yang nampak asing berada di rumahnya.


"Mobil siapa?" ucap Kanaya.


"Sayang," suara yang sangat Kanaya kenali menyapa, siapa lagi kalau bukan Nando.


"Hai, kapan datang?" tanya Kanaya.


"Belum lama, habis joging?" tanya Nando.


"Iya, ya udah aku tinggal mandi dulu ya," pamit Kanaya.


"Iya," jawab Nando. Kanaya pun kembali masuk kedalam dan melangkah menuju kamarnya untuk mandi.


Selesai sarapan bersama keluarga, Kanaya dan Nando pun mengobrol santai dengan kedua orang tua Kanaya, sedangkan Raka pergi kencan dengan Nabila.


"Lalu kapan kalian akan meresmikan hubungan kalian?" tanya Marvel.


"Kalau aku sih, terserah Kanaya Om, kalau Kanaya siap, ya nanti aku ajak ketemu kedua orang tua ku," jawab Nando.


"Em... Kanaya masih mau lanjut karir dulu, paling ngga tunggu 1 tahun lagi deh Pah," jawab Kanaya.


"Apa sih yang kalian tunggu? umur sudah matang, Karir oke," ujar Keysha.


"Aku kan baru mau berkarir lagi di sini Mah," kilah Kanaya.


"Ya sudah, Mamah dan Papah mengerti, tapi jangan terlalu lama ya, nggak baik juga pacaran lama-lama," ujar Keysha.


"Iya Mah," jawab Kanaya.


Sebenarnya Kanaya hanya belum yakin dengan perasaannya sekarang, apa dia sudah yakin kalau Nando adalah pilihan yang terbaik? Kanaya masih ingin memastikan hatinya, jujur sampai sekarang Kanaya masih sangat labil untuk menentukan perasaannya.