
"maaf Pak,Bu pasien tidak dapat diselamatkan , karena luka dikepalanya cukup Fatal"
tubuh Aditya lemas "apa? ini mimpikan? tidak mungkin"
Alena dan Bella segara berlari kedalam UGD
"Key bangunnnn " ucap Bella mencoba menggoyangkan tubuh Keysha
"Key, bangun jangan bercandaa buka mata kamuu"
Adit memasuki ruangan Keysha dengan lunglai
"apa benar aku pembunuh, Key bukan maksudku seperti itu"
Alena menatap Aditya dan langsung mendorong Aditya keluar ruangan
"dasar pembunuh!!" ucap Alena sengit
"kamu yang menyebabkan Keysha meninggal, pergi kamu"
"aku suaminya dan aku berhak atas itu" setelah mengucapkan itu Aditya kembali masuk keruangan Keysha
Bella masih setia menggenggam erat jemari lentik Keysha, Aditya mendekati ranjang pesakitan aroma obat obatan sangat kerasa, layar monitor yang menampilkan detak jantung Keysha sudah tak berdetak membuat Aditya semakin merasa bersalah, dia berharap ini mimpi buruk
"Keyshaa,bangunn aku mohon" ucap Aditya membelai lembut rambut Keysha "aku akan kabul kan apapun permintaan kamu asalkan buka mata kamu aku mohon maaf kan aku Key ,aku tidak bermaksud melakukan ini aku mohon buka mata kamuu" ucap nya sambil terisak
kini Alena telah kehilangan sahabatnya dia masih menangis terisak dia sudah tak mampu berdiri, Alena teringat kebersamaanya bersama Keysha , Keysha yang selalu ada disaat Alena membutuhkannya
"kenapa kamu menyerah Key?bukankah kamu akan menunggu Marvel"
Alena kembali berlari ke ruangan Keysha , Alena berdiri disamping Keysha "Key buka mata kamu, ayo bangkit aku mohonn ingat Marvel, suatu saat Marvel akan kembali ke kamu buka mata kamu Keyshaaa" Alena terisak histeris
Suster pun datang memasuki ruangan Keysa
"Permisi Pak ,Bu saya harus melepas alat yang ada ditubuh Ibu Keysha"
Bella langsung menghalangi Suster
"enggak,jangan Sus saya mohon, saya yakin Keysha bisa selamat"
"maaf Bu, monitor sudah menunjukkan bahwa detak jantung Ibu Keysha sudah tidak ada "
"enggak sus , Keysha masih hidup dia cuma tidur, Keysha ayo buka mata kamu aku mohon ingat bukaa Keyshaaa " kini giliran Alena yang mencoba meyakinkan suster agar tak melepas alat bantu Keysha
"tolong Bu, jangan seperti ini kami harus urus jenazah Ibu Keysha " Suster pun melangkah mendekati Keysha, namun ketika suster ingin melepaskan alat bantu pernafasan Keysha bunyi layar monitor mendeteksi jantung Keysha kembali berdetak
"alhamdulillah jantung Bu Keysha kembali berdetak" ucap Suster , Suster pun langsung menekan bel untuk memanggil dokter
Aditya , Bella dan Alena mengucap Syukur karena Keysha telah kembali, tak berapa lama dokter pun datang
"Pak ,Bu tolong tunggu diluar supaya dokter bisa menangani pasien " ucap Suster sambil mendorong pelan Aditya Bella dan Alena
setelah menunggu beberapa menit dokter yang menangani Keysha pun keluar
"dok bagaimana kondisi Keysha" tanya Aditya
"alhamdulillah ini mukjizat dari Yang Maha Kuasa Pak ,Bu jantung Pasien kembali berdetak namun kondisinya belum stabil pasien masih kritis , kita berdoa semoga pasien segera melewati masa kritisnya, maka dari itu kami akan pindahkan nona Keysha keruang ICU "
"apa Keysha sudah boleh dijenguk dok?" tanya Alena
"silahkan tapii setelah pasien dipindahkan yaa ,dan hanya boleh satu persatu biar suster yang akan membantu"
" trimakasih dok" ucap Bella
"sama sama ,kalau begitu saya permisi"
"Alena , tolong biarkan mas Adit masuk lebih dulu, setelah ini kamu" ucap Bella , dan Alena hanya mengangguk
Aditya pun memasuki ruangan Keysha namun kali ini Aditya memakai pakaian serba hijau yang disediakan dirumah sakit
Aditya memandangi wajah Keysha , air mata Aditya sudah tidak bisa dibendung lagi "Keyy" Aditya memangil Keysha dengan suara lembut dia genggam jemari lentik Keysha "aku mohon cepat pulih , buka mata kamu Keyy aku mohonn" Aditya terisak
Aditya pun berdiri dan mengecup kening Keysha dengan lembut ,setelah itu dia keluar dari ruangan Keysha
Sekarang giliran Alena yang memasuki ruangan Keysha , air mata Alena sudah mengalir deras
"Keyshaaa" Alena menggenggam jemari Keysha
"ini aku Alena, Key ayo bangun aku yakin kamu kuat, kamu bukan wanita lemah ayo bangkitt Key " suara Alena semakin serak karena terlalu lama menangis
"nanti kalau kamu sadar aku janji akan bantu kamu cari Marvel yaa Key, jadi ayo bangunn "
Alena pun pergi keluar ruangan Keysha untuk bergantian dengan
Bella
"silahkan Bel" ucap Alena setelah dia berada diruang tunggu
"mas aku masuk dulu yaa" pamit Bella
Kini hanya ada Aditya dan Alena diruang tunggu
"Lepaskan Keysha" ucap Alena tanpa melihat kearah Aditya
Aditya menoleh kearah Alena sekilas, lalu kembali menatap kearah depan
"kenapa? "
"semakin kamu berusaha mempertahankan Keysha semakin kamu menyakiti dia"
Aditya tak menjawab
"dulu Keysha pernah depresi" ucap Alena, sontak membuat Aditya kaget
"maksudnya?"
"Ketika Keysha kehilangan Marvel, Keysha sempat bunuh diri, dia meminum obat tidur dan over dosis"
"apa? kenapa aku baru tau, bahkan omah Lisa tidak pernah cerita"
"tentu, karna hanya aku yang tahu, Keysha selamat karena mendapatkan pertolongan dengan cepat meskipun keysha tertidur selama 3 hari, dan ketika Keysha sadar dia bahkan hampir bunuh diri lagi, dia berusaha menyayat denyut nadinya ,tapi berhasil digagalkan karena Keysha diberi obat penenang" Alena kembali mengenang masa masa pahit Keysha
"orang tuanya juga tidak tahu masalah ini?"
"iya mereka tidak tahu, karna aku tutup rapat rahasia ini, Keysha selalu memanggil nama Marvel bahkan saat tidur " Alena kembali terisak " jadi aku mohon biarkan Keysha bahagia ,dan aku tau kebahagiaan Keysha saat ini adalah lepas dari kamu "
"beri aku waktu 1 bulan"
Alena mengernyit heran "untuk apa?" tanya Alena
"dalam waktu satu bulan aku akan membuat Keysha jatuh cinta padaku, tapi jika aku gagal maka itu semua terserah Keysha aku pasrah"
"kalau hal itu harusnya kamu meminta izin pada istri kamu"
setelah mengatakan itu Alena pun pergi, sedangkan Aditya masih merenungkan pembicaraannya dengan Alena.
.
.
.
.
hari ini aku up 2 episode nihh , karna aku ga mau gantung perasaan kalian 😁
jangan lupa like vote dan komeen yaaa
terimakasihh