
Keysha masih diam, sedangkan Lailla nampak tidak enak dan
malu karena pengunjung butik mulai menatap mereka.
“Indira jangan bilang begitu, ayo pulang jangan bikin malu,”
bisik Lailla.
“Enggak Mah, aku mau mereka semua yang ada disini tahu,
bahwa wanita yang ada dihadapan ku ini tidak sebaik yang mereka pikirkan.” Ujar
Indira dengan tatapan penuh emosi.
“Aku capek ya Tante, harus terus menerus dipojokkan atas
hubungan aku dengan Nando, bahkan gara-gara tante semua teman-teman ku tidak
ada yang mau hadir ke pesta pernikahan ku, itu semua karena anak tante. Tante selalu
saja mengtakan bahwa aku ini orang ketiga, perusak hubungan Kanaya dan lain
sebagainya, padahal itu semua juga melekat pada diri tante,” ucap Indira dengan
tegas.
“Jangan pernah tante pikir, kalau aku tidak mengetahui
apapun tentang masa lalu tante dan kedua orangtuaku,” Indira menatap Keysha
dengan tatapan yakin, sedangkan Keysha juga tidak menunjukkan wajah takut sama
sekali, Keysha malah semakin penasaran apa yang ingin Indira katakan.
“Aku tahu, kalau tante pernah menjadi orang ketiga dalam
pernikahan kedua orangtua ku,” ujar Indira dengan lantang, namun bukannya
terkejut Keysha malah tersenyum tipis, seolah ini adalah pertunjukkan yang
menarik.
“Dan sekarang aku malah tidak merasa bersalah sama sekali,
karena aku yakin ini semua adalah karma yang harus tante terima atas apa yang
tante lakukan pada kedua orangtuaku, dan karma itu datang kepada anak tante,”
ucap Indira dengan berani.
Mendengar Indira membawa Kanaya dalam hal ini dan mengaitkan
tentang Karma, tentu sebagai orangtua Keysha merasa tidak terima, apalagi apa
yang Indira katakan tidak benar sama sekali. Amarah Keysha mulai memuncak, dia
pun mendaratkan tamparan di pipi mulus Indira.
Lailla dan beberapa pengunjung butik nampak terkejut dengan
Keysha lakukan, karena mereka berpikir Indira memang sudah sangat keterlaluan.
“Kamu tahu apa tentang masalalu saya, ayah kamu dan mamah
kamu itu. Pada saat itu kamu belum ada, tapi kamu sudah bisa menyimpulkan semua
cerita itu?” tanya Keysha seraya menatap tajam kearah Indira.
“Dengarkan saya baik-baik Indira, saya memang pernah menikah
dengan papah kamu, tapi satu hal yang harus kamu tahu adalah, karena kami
dijodohkan, dan pada saat itu saya tidak memiliki kesempatan untuk menolak. Selang
satu minggu pernikahan saya dan papah kamu, papah kamu menikahi Bella yang
tidak lain mamah kamu, dan itu tanpa sepengetahuan saya Indira, sekarang saya
tanya, siapa disini yang menjadi orang ketiga?”
“Saya tidak akan mempersalahkan itu, saya terima Bella
dengan senang hati, asal kamu tahu, semenjak menikah saya dan papah kamu tidak
pernah sekalipun tidur dalam satu ranjang, bahkan kami memiliki kamar
masing-masing. Lalu bagaimana dengan Bella? Tentu Bella mendapatkan tempat special
dari Aditya karena mereka saling mencitai, lalu apa saya cemburu?” tidak
Indira, tidak sekalipun saya cemburu pada mamah kamu, malah yang harus kamu
tahu, saya terima Bella dengan senang hati, saya anggap dia sebagai sahabat
saya sendiri, meskipun balasan Bella begitu menyakiti hati saya.”
“Kamu ingin tahu apa yang pernah Bella lakukan? Dia melakukan
tindakan criminal dengan mencoba mencelakai saya, dengan cara menabrak saya menggunakan
mobil,” jelas Keysha, sontak Lailla dan Indira begitu terkejut mendengar
penjelasan Keysha.
“Nggak mungkin, tante pasti bohong,” Indira tidak ingin
percaya dengan apa yang Keysha katakana, karena dia yakin Bella adalah wanita
yang sangat baik dan tidak mungkin tega melakukan hal seperti itu, bahkan
Indira juga yakin Indira bahkan tidak akan mungkin memikirkan cara-cara keji
seperti apa yang Keysha katakan.
“Oh ya? kalau bukti-bukti itu masih ada sampai sekarang apa
kamu juga tidak akan percaya?” Tanya Keysha menantang.