
Rania memandang sekeliling kamar, dia juga berkeliling sebentar lalu berhenti di jendela yang mengarah pada taman samping rumah.
"Nak, semoga kamu selalu sehat ya.. mamah yakin kamu akan tumbuh di keluarga yang lengkap, maafkan mamah karena mamah nggak bisa mendampingi kamu kelak" Ucap Rania sambil mengelus perutnya yang masih rata.
"Mamah sangat menyayangi kamu nak, tapi keadaan yang tidak memperbolehkan kita bersama, mamah yakin di tangan papah Aditya dan mamah Bella kamu akan menjadi anak yang baik. Selama nya mamah akan selalu hidup di hati kamu" Ucap Rania seraya tersenyum, namun senyuman itu senyuman yang menyakitkan.
"Aku harus tetap menjaga rahasia ini sampai kapanpun" Batin Rania.
Sedangkan kini Bella sudah kembali ke ruang keluarga berkumpul bersama Harun dan Aditya.
"Bagaimana nak? Rania suka dengan kamarnya?" Tanya Harun.
"Suka kok pak, tadi Rania aku suruh istirahat dulu" Ujar Bella.
"Syukurlah kalau Rania suka" Ucap Harun. Sedangkan Aditya masih diam seribu bahasa.
"Mas.." Bella menyentuh tangan Aditya membuat Aditya sedikit terkejut.
"Eh iya sayang??" Tanya Aditya halus.
"Aku mohon sama kamu, bersikap baiklah kepada Rania, dia sedang mengandung anak kamu mas" Ujar Bella menasehati suami nya.
"Tapi apa itu tidak menyakiti hati kamu sayang?" Tanya Aditya sendu.
"Aku sudah menyiapkan hati ku mas, aku tidak mau egois. Bagaimana pun disini Rania itu korban yang paling di rugi kan" Ucap Bella.
"Baiklah, aku akan berusaha bertanggung jawab dengan anak yang ada dalam kandungan Vania" Ucap Aditya.
"Sayang, aku mohon jangan pernah tinggalkan aku ya??" Ucap Aditya memohon.
"Waktu itu aku hanya butuh waktu mas untuk sendiri, aku butuh menenangkan diriku agar tidak larut dalam emosi. Karena masalah ini juga harus menemukan solusi secepatnya, dan tidak mungkin kita berpikir dalam keadaan emosi tengah menguasai kita. Aku tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan,yang akhirnya itu akan membuat ku menyesal" jelas Bella.
"Baiklah sayang.. aku bener - benar minta maaf. Ini semua salah ku" Ucap Aditya penuh sesal.
"Bukan mas, ini semua sudah takdir, mungkin begini cara Yang Maha Kuasa memberikan kita keturunan, tapi saran ku kelak berikan salah satu restoran kamu untuk Rania menjalani kehidupannya yang lebih baik lagi, kita harus memberikan finansial yang cukup untuknya . Bukan bermaksud untuk membeli bayinya, namun kita juga harus bertanggung jawab kan untuk masa depan Rania" Ucap Bella.
"Baiklah sayang, aku akan mempersiapkan nya nanti" Jawab Aditya.
"Ya sudah, sebaiknya sekarang kamu istirahat nak.. Aditya ajak Bella ke kamar, biarkan dia beristirahat" ucap Harun.
"Baik pak" Jawab Aditya, "ayo sayang kamu harus istirahat, pasti kamu lelah" Ajak Aditya.
"Bella ke kamar dulu ya pak" Pamit Bella dan Harun pun mengangguk sebagai jawaban.
Kini Keysha tengah duduk di teras bersama Marvel, mereka berdua selalu membiasakan untuk bercerita dan mendengarkan cerita satu sama lain setelah seharian tidak bertemu.
"Jadi keputusan Rania,dia tidak mau menikah dengan Aditya? " Tanya Marvel.
"Iyaa.. dan Rania berjanji dia akan menyerahkan hak asuh anaknya sepenuhnya ke Aditya dan Bella, dia janji bakalan menjauh dari kehidupan mereka" Jawab Keysha.
"Rania yakin? Di sini dia paling di rugi kan loh, dia di lecehkan dan sekarang tengah mengandung tapi dia tidak mau dinikahi oleh Aditya yang notabennya ayah dari anak yang dia kandung, dan setelah melahirkan nanti dia akan menyerahkan anaknya begitu saja ke Aditya? Apa nggak aneh?" Tanya Marvel.
"Awal nya aku juga merasa begitu, tapi mungkin saja bagi Rania dengan dia menyerahkan anaknya kepada Aditya dan dia pergi dari kehidupan mereka, mungkin dengan begitu Rania bisa melanjutkan kembali kehidupannya yang selama ini dia inginkan " jawab Keysha.
"Tapi .. itu juga menurut ku sih" ucap Keysha.
"Tapi dalam pikiran aku masih belum yakin sayang, masalah nya ibu mana yang rela berpisah dengan anak kandung nya sendiri, meskipun awal nya mungkin keberadaan anak itu tidak di inginkan tapi tetap saja aku yakin batin seorang ibu tidak akan sanggup jika berpisah dengan anak nya, meskipun anak itu nantinya akan di besarkan oleh ayah kandungnya sekalipun, memangnya Rania benar - benar rela? Karena kemungkinan besar anak nya tidak akan mengenali Rania sebagai ibu kandungnya, melainkan Bella" ucap Marvel menjelaskan.
"Kamu benar Vel, aku juga merasa ada yang Rania sembunyikan, tapi apaa??" Tanya Keysha bingung.
"Ya sudah lah sayang, kita lihat saja nanti bagaimana akhirnya. Kita juga tidak bisa terlalu jauh mencampuri urusan mereka" ucap Marvel.
Saat ini Keysha tengah berada di butiknya, dia tengah mendesign beberapa gaun pesanan milik Client yang kebanyakan gaun pernikahan. Saat tengah fokus tiba - tiba pintu di ketuk dan terdengar suara Alena, Keysha pun mempersilahkan Alena untuk masuk.
"Ada Len?" Tanya Keysha.
"Laporan untuk bulan ini" Jawab Alena, dia menyerahkan berkas kepada Keysha.
"Nggak sibuk kan Len?" Tanya Keysha.
"Enggak kok, udah senggang, kenapa emang?" Tanya Alena.
"Duduk dulu, nemenin gue" Jawab Keysha seraya tersenyum.
Alena pun duduk di depan Keysha, "udah lama ya, kita nggak kumpul bareng" Ucap Alena.
"Nanti malam kumpul yuk" Ajak Keysha.
"Boleh, eh tapi tadi Zahra minta gue ngajak loe makan siang di rumahnya" Ucap Alena.
"Suaminya?" Tanya Keysha.
"Lagi ke luar kota, kasihan dia lagi hamil besar di tinggal Mulu" ucap Alena seraya tertawa.
"Ya udah nanti kita kesana ya?" Ucap Keysha.
"Okee" jawab Alena mengiyakan.
Dan saat jam makan siang tiba, Alena dan Keysha pun bergegas menuju kediaman Zahra, mereka menggunakan satu mobil yaitu mobil milik Keysha dengan Raisa yang mengemudikan.
Setelah hampir satu jam mengemudi Keysha dan Alena pun sampai di kediaman Zahra, mereka menekan bel rumah namun tidak juga di buka, kemudian saat mereka hendak menekan bel lagi tiba - tiba asisten rumah tangga Zahra keluar dengan tergesa - gesa.
"Bu Keysha.. Bu Alena" Ucap Bi Nawangsih panik.
"Loh Bi Nawang kenapa?" Tanya Keysha bingung.
"Bu tolong Bu.. tolong .." Nawang berbicara sambil terisak, dia tidak bisa menjelaskan lebih detail karena dia sudah sangat panik sekarang.
"Aduh Bi bicara yang jelas" Alena yang mendengar pun jadi bingung.
"Bu Zahra jatuh dari kamar mandi" Ucap Nawang, yang sontak membuat Keysha dan Alena terkejut.
"Dimana Zahra sekarang Bi?" Tanya Keysha.
"Didalam Bu ayo" Bu Nawang mengajak Keysha dan Alena masuk.
"Bibi sudah menelvon ambulan?" Tanya Keysha sambil berjalan menuju tempat Zahra.
"Sudah Bu, tapi belum datang" Jawab Bi Nawang.
"Astaghfirullah Zahra!!" Ucap Alena dan Keysha bersamaan ketika mereka sampai di kamar Zahra.
.
.......
......**Kira² Zahra kenapa? dan gimana kondisinya? ada yang tahu?? ......
...tulis di komen ya 😁 dan jangan lupa buat kasih Like ,dan vote nyaa kalau berkenan kasih tips juga yaa 😁...
...Terimakasih Readers 🥰**...