
Kini Keysha ,Alena,Zahra, Dimas dan Alby berada didalam ruangan VIP restaurant , Alena mengobati luka Dimas tadi Zahra sudan meminjam kotak p3k di restaurant tersebut .
"harusnya hikks.. loe ga usah hikss .. berantemm .. hiks hikss.. kan mukalo jadi hiks.. jelek " Alena berucap sambil menangis namun tetap mengobati luka diwajah Dimas
" gue gak papa Alena cuma luka gini mah wajar namanya juga cowok" Dimas tidak mau Alena merasa tidak enak hati
"tapi kann hikkss.. loe kaya gini hikkkss.. karna gueee"
" kan loe temen gue , wajib gue belain , apalagi dia mau kasar ke loe Alena , udah loe ga usah nangisin dia lagi yaa" Dimas mencoba menenangkan Alena ,sedangkan Keysha , Zahra dan Alby hanya memperhatikan interaksi keduanya
"siapa yang hikks..nangisin tuh cowok hikkss.. gue nangisin loe tauu hikss hikkkss " Alena semakin tersedu sedu , Keyhsa dan yang lainnya pun ikut bingung , Alena kenapa
"kok nangisin gue sih Len? udah yaaa cup cup cupp aduhh anak cantiknyaa mamak " Dimas mengeluarkan jurus melawaknya kembali
"gara gara gue loe kaya gini hikkss.. gue takut Dim kalo tante mirna marahin gue gimana , hikss.. hikks"
"*jadi nih anak dari tadi nangisin nasibnya? yang takut dimarahin nyokapnya Dimas ? " batin Keysha
"sialan ,gue kira nangis kenapa" batin Alby
"jangan ngatain.. jangann.. ingeet ada dedek utun diperut" batin Zahra*
mereka hanya bisa membatin tak bisa langsung mengatai Alena ,bisa ngamuk siaga satu Alena .
"ga papa Alena, gue udah biasa kaya gini, dan Bunda ga pernah marah, jadi ga usah nangis ,aku jamin kamu ga akan dimarahin Bundaku " jawaban Dimas membuat mata Alena berbinar kembali, air mata yang sudah akan terjun bebas ke pipi pun langsun dihapusnya
"beneran? ini bener kan? " Alena mencoba memastikan jawaban Dimas
"iyaaa Alenaa"
Alena pun berdiri dan tersenyum girang ,sambil lompat lompat pula
"gue takut Dim, kalo tante Mirna marah sama gue gimana? kan tante Mirna baik banget sama gue , mana gue sering banget dikirim bolu buatan tante Mirna ya paliiiinngg enak, kalo tante Mirna marah sama gue kan gue gak akan dapet jatah dari nyokap lo Dim" Alena sudah duduk dan cengar cengir sendiri sekarang
Sedangkan Keysha dan yang lain memutar bola matanya malas .
"udah lahhh sekarang kita lupain Alena dengan tante Mirna , gue mau introgasi loe Keysha" ucap Alby
Keysha yang dari tadi duduk tenang pun menjadi tegang, karena tatapan dari Alby ,Zahra ,dan Dimas
"mati gue" batin Keysha
ketika Keysha akan menjawab tiba tiba pelayan datang mengantarkan pesanan mereka , seteleh pelayan pergi baru Keysha menjawab apa yang ingin ditanyakan oleh Alby dan teman temannya yang lain
"iyaa iyaaa ..pertama tama gue minta maaf banget, ga pernah ngomongin ini sama kalian, gue cuma ngga mau bebanin kalian cukup kalian tau hilangnya Marvel . Tapi gue rasa sekarang gue harus ngomong ini kekalian" Keysha menarik nafasnya dalam sambil menggenggam tangannya
" Gue dijodohin sama Omah Lisa dan beberapa minggu lalu gue nikah, nama suami gue Aditya Wijaya, orang yang berantem sama gue diparkiran,yang waktu itu loe liat Alby itu adalah suami gue , kita nikah tanpa cinta dan itu sulit banget buat gue jalananin, hati gue masih sakit kehilangan Marvel dan gue dipaksa nikah dengan orang lain, kalau gue ga fikiran kondisi omah yang lagi drop mungkin waktu itu gue udah kabur "
Keysha melihat sebentar kearah teman temannya dan mereka masih mendengarkan ceritanya ini lah yang Keysha suka , mereka perduli dengan Keysha bukan hanya sekedar ingin tau , mereka benar benar menjadi pendengar yang baik tak ada yang memegang ponselnya masing masing,Keysha kembali melanjutkan cerintanya
"seminggu setelah pernikahan gue, Mas Aditya nikah lagi sama Bella yang tak lain pacar mas Adit , kalau ditanya gue terima atau enggak jawabannya gue terima , karna selama kita nikah sampai sekarang gue dan mas Adit gak pernah tidur satu ranjang, kondisi yang ngebuat hubungan gue dan mas Adit ga bisa menyatu , kita sama sama ga bisa menerima kehadiran satu sama lain dan gue sadar Mas Adit butuh figur istri yang bener bener pyur jadi istrinya , dan wanita yang mas Adit inginkan adalah Bella. Kalau kalian tanya kenapa Mas Adit gak dari dulu aja nikah sama Bella, jawabannya karna mereka gak direstuin bahkan pernikahan mereka pun orang tua Mas Adit gak tau"
Teman teman Keysha tekejut dengan pernikahan Keysha terkecuali Alena yang sudah lebih dulub tau , mereka tak menyangka pernikahan Keysha yang berjalan tak selayaknya pernikahan pada umumnya, mereka pun saling berpelukan sama sama menguatkan , indahnya persahabatan .
"terus loe punya rencana apa Key kedepannya?" tanya Alby setelah mereka melepas pelukannya
"sekarang omah lagi rawat jalan, dan gue berharap kondisi omah semakin membaik supaya gue bisa pisah dari mas Aditya" ucap Keysha
"loe yakin Key? meskipun .. maaf ya Key .. meskipun Marvel ngga balik lagi ke loe?" tanya Dimas hati hati
"iya, kembali ataupun tidak Marvel ngga akan mempengaruhi keputusan gue ,dan Aditya juga udah setuju"
"kalo memang ini udah jadi keputusan loe kita cuman bisa berdoa yang terbaik buat loe Key" kalini Zahra yang menimpali
"makasih yaa, kalian semua selalu ada buat gue , gue beruntung punya kalian"
"terus Key, yang lo kecelakaan itu loe udah tau siapa pelakunya? " Alena pun menanyakan tentang kecelakaan Keysha yang membuat Zahra,Dimas dan Alby terkejut
"loe kecelakaan Key? kapan? " tanya Zahra panik
"iyaa kemarin siang , waktu gue mau ke Caffe depan butik ada mobil yang mau nabrak gue, keliatan banget dia sengaja ngincer gue untungnya Farel yang nggak lain asisten dan orang kepercayaan Marvel mengutus anak buah buat jagain gue jadi gue bisa selamat dari hal mengerikan itu"
"terus pelakunya?" tanya Alby penasaran
"madu gue ,Isabella atau lebih dikenal Bella "
"apa? jadi Bella yang lakuin ini? " Alena menutup mulutnya tak percaya
"Gila... psikopat jangan jangan" Dimas ikut menimpali
"enggak, gue yakin dia lakuin ini karna cemburu, dia terlalu takut kehilangan suaminya"
"ya tapi kan loe itu istri pertamanya Key, disini dia dong yang pelakor" ucap Zahra menggebu gebu, dia juga seorang istri apa lagi sedang hamil sekarang, perasaanya jadi lebih sensitif
"loe masih secinta itu sama Marvel?" tanya Zahra
"masih, bahkan akan selalu begitu " ucap Keysha tenang
Zahra menggenggam tangan Keysha "gue berdoa , semoga penantian loe selama ini akan berbuah manis Key"
"iyaa makasih yaa" Keysha kembali mengeluarkan air matanya , rasanya sudah lama Keysha tak menangis didepan orang lain, sebisa mungkin Keysha menahan air matanya ketika merindukan Marvel ,dia hanya akan menangis ketika sendirian
"ya udah kita makan yukk ,laper nih" Alby kembali mencairkan suasana
Merekapun menyantap makan siang dengan gurauan mereka,makan siang pun menjadi penuh canda tawa dari mereka semua, Alena bahkan sepertinya sudah melupakan masalahnya.
.
.
.
.
jam 5 sore Bella baru sampai dirumahnya , Bella pulang dijemput oleh supir Aditya , Bella memasuki rumah dan melihat amplop coklat dimeja ruang tamu
"untuk Bella" Bella membaca tulisan yang ada diamplop tersebut, Bella pun membuka amplop itu dan membaca satu persatu isinya , Bella membelalakkan matanya terkejut
"i..ini kan .."
"eitttss " Keysha mengambil amplop yang sedang Bella pegang
"Keysha kembalikan itu punyaku" Bella mencoba meraih amplop itu dari tangan Keysha
"mau ini? " Keysha mengayunkan kertas coklat kedepan wajah Bella
"iyaaa .. itu punyaku" Bella menatap Keysha dengan wajah memohon
"apa ? punya kamu? iyaa dan ini dari aku Bella" Keysha tersenyum devil
"a..apaa" Bella terkejut
"kenapa kaget begitu? kaget aku punya bukti kejahatan kamu? "
Bella terpaku dan tak mampu menjawab pertanyaan Keysha
"bahkan bukti ini sudah ada sejak kemarin" Keysha berucap dengan entengnya
Bella masih tak dapat berbicara , bibirnya kelu "apa ini akhirnya?" batin Bella
"aku menunggu kamu loh Bel,untuk mengakui semuanya kemarin "
"tapii apa jadinya yaa kalau bukti bukti ini sampai kekantor polisi" Keysha berucap sambil mengayunkan amplop ditangannya
Bella langsung memandang Keysha dan bersimpuh
"Aku mohon Key, jangan lakukan itu aku mohon aku ngga mau diceraikan oleh mas Adit, aku akui aku yang ngelakuin itu , tapi aku mohon maafin aku dan aku janji gak akan ngelakuin hal hal bodoh itu lagi" Bella sudah menangis dan memohon dikaki Keysha , sedangkan Keysha memundurkan tubuhnya
"nggak, apa jaminannya kalau kamu mencoba mencelakai aku lagi?" Keysha sedang manatap tajam kearah Bella
"nggak Key aku bersumpah ,aku ngga punya keberanian itu lagi, aku cuma takut mas Aditya akan berpaling ke kamu ,aku janji aku ngga akan melakukan itu lagi, aku janji Keysha ,aku mohon jangan laporin aku kepolisi"
"baiklah aku pegang janji kamu"
Bella tersenyum lega mendengar perkataan Keysha
"tapi ingat Bella, kalau sampai kamu berbuat macam macam bukan polisi yang akan menangkap kamu, tapi anak buah ku , mereka akan melakukan apapun untuk menyingkirkan orang yang berniat jahat pada ku , kamu paham? ancam Keysha
"a..aku paham , aku bakal tepati janji ku ,terimakasih Keysha ,terimakasih"
Keysha pun berlalu kekamarnyaa sambil tersenyum "nggak susah untuk mengancam kamu Bella, karna aku tau kamu itu baik, tapi cemburu kamu yang membuat kamu seperti ini , hah untung tadi aku pulang lebih cepet, jadi bisa aku pancing Bella supaya mengakui kejahatannya " batin Keysha
.
.
.
.
Terus dukung karyaku yaa , kalau kalian suka karyaku jangan lupa like vote dan komen sebanyak banyaknyaa
Terimakasih