Keysha

Keysha
season 2 (alasan Kanaya)



Selama perjalanan pulang, Indira dan Nando hanya diam, Nando


mencoba mengajak Indira bicara, namun nampaknya Indira enggan untuk mengobrol


dengan suaminya, hal itu membuat Nando cemas, Nando berpikir mungkinkah Indira mendengar


pembicarannya dengan Lailla?


“Sayang, apa kamu mendengar obrolan ku dengan mamah?” tanya


Nando hati-hati.


“Iya, semuanya aku dengar, bahkan saat mamah membandingkan


aku dengan Kanaya, dan meminta kamu untuk berpisah dengan ku, aku juga dengar,”


jawab Indira dengan nada suara bergetar.


Nando pun menepikan mobilnya, karena akan sangat bahaya jika


dia tetap menyetir.


“Indira dengarkan aku, apapun yang mamah dan papah ku katakana


tentang kita berdua, jika mereka meminta ku untuk meninggalkan kamu, maka semua


itu tidak akan pernah terjadi, karena aku sudah berjanji pada diriku sendiri


bahwa aku hanya akan menikah sekali seumur hidup,” ujar Nando dengan


bersungguh-sungguh.


“Tapi mereka tidak menginginkan aku Nando,” seru Indira, air


mata sudah membasahi pipi Indira.


“Tapi aku menginginkan kamu sayang,” ucap Nando, dia segera


memeluk Indira dengan erat.


“Aku mohon, bertahanlah dengan ku, dan kita lewati semua ini


sama-sama, kita buktikan kepada dunia bahwa kita tidak mudah untuk dipisahkan,”


Nando berucap seraya mengelus rambut surai milik Indira, Indira hanya mengangguk


disela isakannya sebagai respon.


Disisi lain, Kanaya yang tengah bersantai dirumahnya


menikmati waktu libur, Kanaya mengisi waktu libur dengan mendengarkan music di


gazebo rumah.


“Kanaya…” suara lembut Keysha menyapa pendengaran Kanaya.


“Iya Mah,” Kanaya melepas earphonenya, sebagai tanda


kesopanannya terhadap Keysha, Kanaya yakin ada yang ingin Keysha katakana.


“Mamah ganggu waktu santai kamu nggak?” tanya Keysha.


“Enggak dong Mah, ayo sini Mah duduk.” Ajak Kanaya, Keysha pun


duduk bersebrangan dengan Kanaya.


“Maaf ya sayang, bukannya Mamah ingin ikut campur, hanya


saja Mamah ingin memastikan keputusan kamu menerima Tama, sejujurnya Mamah


merasa keputusan kamu terlalu cepat untuk menerima Tama, karena seperti yang


Mamah tahu kamu tengah patah hati oleh kekasih dan sahabat kamu, dan Mamah


yakin itu tidak mudah. Mamah hanya takut, kamu menjadikan Tama pelampiasan kamu


Nak,” ujar Keysha mengeluarkan apa yang bersarang dalam benaknya.


Kanaya tersenyum kearah Keysha, seolah menunjukkan bahwa apa


yang Keysha takutkan tidak terjadi.


“Mah … makasih banget karena Mamah mau perduli dengan


perasaan ku, dan Mamah juga memikirkan aku, aku tahu Mamah ingin yang terbaik


untuk ku dan tidak mau aku salah dalam mengambil langkah. Tapi Mamah harus


percaya sama Kanaya, kalau apa yang sudah Kanaya putuskan, itu semua sudah


Kanaya pikirkan dengan matang.”


“Soal Indira dan Nando,  Mamah tidak perlu khawatir, karena aku sudah benar-benar melupakan


Nando, aku tidak memiliki perasaan apapun untuknya, yang tersisa sekarang hanya


kekecewaan atas apa yang sudah mereka lakukan pada ku, jadi Mamah nggak perlu


khawatir,” Kanaya menggenggam tangan Keysha, meyakinkan pada mamahnya bahwa


Kanaya mencintai Tama.


Cinta? Bukankah dulu Kanaya mencintai Tama? Lalu apa cinta


itu akan hadir kembali?


“Baiklah, Mamah lega mendengarnya,” Keysha tersenyum kearah


putrinya, “ya sudah Mamah tinggal dulu ya? kamu nikmati meetime kamu,” Keysha pun


memilih meninggalkan Kanaya di gazebo, karena kini Keysha memiliki pekerjaan


yang sangat penting, yaitu mendesign gaun pernikahan untuk putrinya serta jaz


untuk Tama.


Kanaya menatap bunga yang bermekaran di sekitaran gazebo,


dia kembali termenung dan mengingat obrolan adiknya , Yaitu Raka dan Nabila.


“Maaf ya Mah, maaf karena Kanaya berbohong, Kanaya menerima


lamaran Tama bukan karena Kanaya mencintainya, tapi ini semua Kanaya lakukan


demi hubungan Raka dan Nabila. Kanaya tidak mau menjadi penghalang dalam


hubungan mereka berdua, karena Kanaya tahu kalau Raka akan selalu mengutamakan


Kanaya,” batin Kanaya sendu.