
pukul 7 malam Aditya dan Bella pergi ke rumah sakit untuk,Bella nampak tidak sabar untuk bertemu dengan Keysha.
"mas aku bawain ini buat Keysha" Bella menunjukkan bantal guling karakter kucing yanh berwarna biru kepada Aditya "aku inget, Keysha suka bilang susah tidur kalau nggak ada bantal gulingnya"
"dia pasti suka" ucap Aditya sambil tersenyum
"ya udah yuk mas kita berangkat" ajak Bella , mereka pun memasuki mobil Adity
"loh mas kita ngga pake supir? kamu mau nginep kan? terus aku nanti pulang sama siapa?"
"hari ini aku tidur dirumah, karena teman teman Keysha yang akan menjaga Keysha malam ini" ucap Aditya
"lohh emang mereka gak sibuk?"
"mereka bilang mumpung ini malam minggu, yasudah ayo masuk mobil, habis dari rumah sakit aku mau ngajak kamu dinner" ucapan Aditya sontak membuat Bella senang namun kemudian berubah sendu, Aditya melihat perubahan wajah Bella pun bingung "kamu kenapa?" tanya Aditya sambil mengangkat dagu Bella agar menatap nya
"Keysha kan lagi sakit, masa kita malah pergi dinner"
"ga papa, nanti kalau Keysha sembuh kita bisa dinner bertiga, aku merasa beberapa hari ini aku kurang memperhatikan kamu Sayang, maaf kan aku yaa" ucap Aditya sambil mengelus lembut pipi Bella
Bella tersenyum " Keysha itu juga kan istri kamu mas, sudah sewajarnya kamu bertanggung jawab atas Keysha . Oh iya kamu sudah kabari orang tua Keysha?"
"Keysha melarang, dia bilang tidak mau orang tuanya khawatir . Tadi siang Keysha sudah menghubungi orang tuanya dan mengatakan bahwa dia sedang ada diluar kota"
Bella pun mengangguk paham.Akhirnya mereka sampai dirumah sakit , Aditya dan Bella memasuki ruangan Keysha dan disana sudah ada Dimas ,Alby dan Alena. Aditya membawa beberapa camilan untuk mereka dan menaruhnya dimeja .
Bella menghampiri Keysha
"Keyshaa" Bella pun memeluknya " aku seneng akhirnya kamu sudah siuman, maaf yaa aku baru bisa kesini"
Keysha pun tersenyum " ngga papa Bel "
"oh iya nih aku bawa sesuatu" Bella pun memberikan bantal guling kucing itu kepada Keysha
Keysha nampak senang menerima hadiah itu "waahh buat aku?"
"iyaa dong, aku tau kamu ngga bisa tidurkan kalau ngga ada guling?"
Keysha memeluk bantal itu dengan erat "makasih Bella"
Aditya tersenyum melihat kedekatan keduanya , dia pun mendekati kedua istrinya "kamu berhasil, Keysha sangat suka " ucap Aditya memandang Bella
"sekarang ada bantal dari Bella, tidur nyenyak ,perbanyak istirahat supaya kamu cepat sempat " ucap Aditya sambil mengacak gemas rambut Keysha
"pasti " ucap Keysha sambil tersenyum
Bella pun bercerita dengan Keysha tentang takutnya dia ketika Keysha sudah dinyatakan meninggal, dan juga tentang hal lain yang membuat Keysha tertawa mendengarnya, sedangkan Alena ,Dimas ,dan Alby hanya bisa memandang mereka bertiga dengan pikirannya masing masing .
Senyum Aditya terbit, dia bersyukur Bella dan Keysha bisa akur
"aku berharap kalian bisa seperti ini selamanya"batin Aditya
Sudah 1 jam Aditya dan Bella menemani Keysha, Aditya pun pamit kepada Keysha
"Key, aku dan Bella pamit yaa" ucap Aditya sambil menggenggam tangan Keysha "malam ini teman teman kamu yang akan menemani, ngga papa kan?"
"ngga papa kok" ucap Keysha sambil tersenyum
Bella pun mendekati kearah samping Keysha "eeemm Key" Bella nampak ragu untuk mengatakannya "maaf yaa, aku cumaaa mau ijin . Mas adit ngajak aku makan malam , kamu ngga papa?" nampak raut wajah Bella yang sepertinya tak enak hati
Keysha tersenyum dan menggenggam tangan Bella "ngga papa kok , kalian pasangan suami istri wajar kan untuk menikmati waktu berdua, kalian have fun yaaa"
"makasih ya Key" Bella memeluk Keysha
"ya sudah aku dan Bella pamit dulu " Aditya mencium kening Keysha kemudian tersenyum "beristirahat lah" Aditya pun menggandeng tangan Bella dan pamit kepada teman teman Keysha lalu mereka keluar ruangan Keysha.
Alena yang melihat ekspresi Keysha pun menghampiri
"kenapa?"
Keysha menoleh ke Alena lalu kembali menunduk "ngga tau, mungkin kaget karna baru kali ini mas Adit bersikap manis"
"mungkin loe sudah mulai membuka hati loe Key"
"entah lah, gue cuman nggak mau Aditya terlalu berharap karna gue sendiri nggak yakin bisa mencintai dia . gue terlalu mencintai Marvel Len" ucap Keysha yang kini terisak
Alby dan Dimas merasa kali ini hanya Alena yang bisa menangani, mereka pun keluar ruangan
Alena memeluk Keysha "jalani saja 1 bulan ini seperti air mengalir Key, biarkan perasaan loe sendiri yang menentukan bertahan atau melepaskan, jangan memaksakan"
Keysha mengangguk dalam isaknya ,kemudian ponsel Keysha berdering dan tertera nama Farel , Keysha menetralkan suaranya dan menghapus air matanya
"Halo, Rel?"
"malam nona, bagaimana keadaan anda?" suara Farel terdengar khawatir
Keysha tau, pasti anak buah Farel memberi tahu "aku sudah jauh lebih baik Rel "
"syukurlah , maaf Nona saya tidak bisa menjenguk anda , saya sedang berada di luar kota bersama Tuan dan Nyonya besar"
"ngga papa Rel, oh iyaa jangan sampai papah sama mamah tau yaa"
"kenapa Nona?"
"aku tidak mau mereka khawatir , kamu harus janji yaa"
"baiklah Nona, saya sudah cukup tenang mendengar kabar anda yang sudah lebih baik, semoga anda lekas pulih"
"terimakasih Farel"
"Nona maaf, Tuan memanggil saya , kalau begitu saya akhiri telvonnya" Marvel pun menutup ponselnya
Keysha kemudian menatap Alena "mereka sayang banget sama gue Len, ada tidaknya Marvel sama sekali nggak merubah sikap mereka ke gue"
"loe beruntung mendapatkan kasih sayang sebesar itu dari mereka Key"
"iyaa Len, gue harusnya bersyukur masih banyak yang peduli sama gue " ucap Keysha sambil tersenyum kearah Alena
Dimas dan Alby memasuki ruangan sambil menenteng bungkus makanan
"haii girls" ucap Alby tersenyum
Alena dan Keysha menatap mereka berdua heran
Dimas pun memberikan kepada Alena dan Keysha 1 kantong makanan yang dia bawa , isinya 2 cheese burger,kentang goreng beserta minum,membuat Alena dan Keysha tersenyum
"gue tau loe pasti bosen banget sama makanan rumah sakit" ucap Dimas
"makasihh Dimas" Keysha pun melahap makanannya begitu juga Alena,Alby dan Dimas
.
.
.
.
masih mau lanjut gakk? aku bakal lanjut kalau kalian komen lanjut 😌
Terimakasihh buat yang udah support karyaku