
Kanaya begitu terkejut mendengar cerita teman-temannya, kiya
kini mereka tengah berada di kediaman Kanaya, mereka tengah membicarakan
kembalik apa yang seharusnya mereka lakukan, tapi ada satu hal yang ingin
Kanaya tanyakan kepada Indira, dia sangat yakin pastinya Indira memiliki
kecurigaan terhadap sikap Nando, sekecil apapun itu.
“Ra? Loe punya hal yang mungkin bisa menguatkan dugaan kita
nggak sih?” tanya Kanaya dengan raut wajah serius.
“Ada sih, itu terjadi setelah Nando pulang dari Amsterdam,
gue lihat di baju kemeja dia, ada bekas lipstick ditambah lagi bau parfum wanita,
tapi saat itu gue masih berusaha buat berpikir positif sama Nando, karena gue
nggak mau ada masalah antara kita,” jawab Indira,
“Ra … kenapa loe nggak cerita?” tanya Anita gemas.
“Karen ague berpikir positif Ta, gue pikir bisa aja itu
cuman nggak sengaja,” jawab Indira.
“Tapi ada yang harus loe tahu Ra, Nando cuman seminar pp 3
hari, dan saat kita makan siang di restaurant loe, waktu loe bilang Nando belum
balik dari Amsterdam, temen gue Leo yang juga ikut seminar disana udah pulang
Ra,” ujar Kanaya.
Indira begitu terkejut dengan pengakuan Kanaya, “kamu yakin
Nay?”
“Iya, gue yakin banget, pada saat itu gue juga inget waktu
loe bilang Nando lagi seminar selama satu minggu disana, makanya gue sempet
tanya apa Nando balik bareng mereka juga? Dan loe tahu apa jawaban mereka? Mereka
bilang Nando nggak balik bareng mereka, dengan alasan Nando mau menghabiskan
waktunya disana sama istrinya, sedangkan waktu itu kita makan siang bareng ..”
ujar Kanaya membuat Indira terkejut.
Indira merasa menjadi wanita paling bodoh, dia ditipu
mentah-mentah oleh suaminya dan Indira yakin kalau kedua mertuanya juga
mengadopsi anak dengan alasan dia ingin menikmati waktu bersama.
“Jangan-jangan Nando semalam bukan di rumah sakit,” ucap
Indira curiga, dia hendak bangkit dan memeriksanya sendiri, tapi langsung
ditahan oleh Kanaya dan teman-temannya yang lain.
“Jangan gegabah Ra …” tegur Anggel.
“Tapi gue nggak bisa diem aja …” ucap Indira seraya terisak.
“Gue tahu … tapi loe tahu? Satpam gue bilang ada mobil
mencurigakan depan rumah, nih,” Kanaya memperlihatkan foto mobil yang nampak
tengah mengintai rumahnya.
“Ini kan ….” Indira terkejut karena itu adalah mobil
miliknya, dan Indira yakin itu dikendarai oleh Agus, supir yang diperintahkan
Nando untuk menjaganya.
“Gue yakin, dia mata-mata loe Ra, dia ingin memastikan kalau
loe aman dalam pengawasan dia,” ucap Anita. Rupanya Nando bukannya ingin
menjaga Indira, melainkan dia ingin menjaga rahasianya sendiri, agar tetap
aman.
‘Apa yang kamu coba sembunyikan Nando? Benarkah kamu
memiliki wanit lain dibelakangku?’ batin Indira, mengingat wanita, Indira jadi
ingat wanita yang tidak sengaja bertemu denngan Indira di rumah kedua orangtua
Nando, yaitu Amanda.
“Gue pernah ke rumah orang tua Nando, dan saat itu gue
berpapasan sama seorang wanita, namanya Amanda. Tapi gue ngerasa aneh, karena
mereka seolah terkejut dan salah tingkah gue dateng kesana, dan satu hal lagi,
gue mencium bau parfum wanita itu sama persis sama bau parfum yang nempel di
kemeja Nando,” ujar Indira.
Akhirnya setelah berpikir beberapa saat, mereka mulai
menyusun sebuah rencana, untuk bisa membongkar kebusukan Nando tentunya.