Keysha

Keysha
Bebas



Hari ini, adalah hari yang membahagiakan bagi keluarga Aditya, karena sidang banding Desi dikabulkan oleh pengadilan dengan demikian Bu Desi dinyatakan bebas hari ini juga.


Desi sampai sujud syukur karena dia akhirnya bisa kembali menghirup udara bebas, dan kembali berkumpul dengan keluarga nya.


"Ya Allah Terimakasih" Ucap Desi penuh haru.


"Selama ya Bu" Ujar Bella sambil memeluk Desi erat.


"Terimakasih Bella" Ucap Desi.


"Bu... akhirnya kita bisa berkumpul kembali" Ujar Harun, dia bergantian memeluk Desi.


"Iya Pak, maaf kan semua kesalahan ibu ya Pak" Ujar Desi terisak.


"Sudah Bu... Bapak sudah memaafkan segala kesalahan ibu, sekarang kita buka lembaran baru ya Bu... lupakan semua masa lalu, dan kita kembali menata masa depan bersama anak - anak" Ujar Harun.


"Iya Pak" Desi semakin erat memeluk suaminya. Desi sangat beruntung, karena disaat dia sangat terpuruk semua keluarga nya tidak meninggalkan Desi, apa lagi Harun.


"Bu..." Aditya tidak bisa berkata, dia teramat bahagia melihat ibunya sudah kembali bebas sekarang.


"Terimakasih Nak... karena kamu selalu ada untuk ibu selama ini" ujar Desi, kemudian dia beralih ke arah Rania yang tengah berdiri canggung.


"Rania.." Desi juga memeluk Rania dengan erat, dia sangat menyayangi Rania dengan tulus.


"Ya sudah Bu... sekarang kita pergi ke lapas ya, mengambil barang - barang ibu" Ucap Harun.


"Iya Pak" Jawab Desi. Kemudian keluarga Aditya pun memasuki mobil menuju lapas. Sesampainya di lapas, rupanya barang - barang Desi sudah di siapkan oleh polwan penjaga lapas tersebut.


"Selamat ya bu Desi atas kebebasan nya... semoga ibu tidak kembali lagi ke sini, dan jadikan masa lalu sebagai pembelajaran, jangan di ulangi lagi ya Bu" ujar salah satu polwan memberikan saran.


"Iya Bu... Insyaallah" Jawab Desi.


"Silahkan bu... Ini semua barang - barang ibu, silahkan di cek terlebih dahulu barang kali ada yang tertinggal."


"Terimakasih Bu" Desi pun mengecek barang - barang nya dan ternyata semua sudah dibawa.


"Sudah semua kok Bu... Kalau begitu saya permisi bu" Pamit Desi.


"Silahkan bu... hati - hati di jalan." Setelah itu Desi dan keluarga pun pergi dari lapas.


Selama di mobil, Desi sangat menikmati perjalanan menuju ke kediaman Aditya, Desi sangat rindu sekali suasana seperti ini. Sampai sekarang Desi masih belum menyangka bahwa dia bebas hari ini.


Selama ini Desi tidak pernah mengira bahwa dia akan bisa bebas lebih cepat dari masa hukuman, dan Desi sangat bersyukur kepada Yang Maha Kuasa atas segala nikmat Nya.


Tak terasa, akhirnya Desi sudah sampai di kediaman Aditya, Desi menatap rumah Aditya dengan tatapan rindu. Namun ada memori yang menyakitkan, yaitu pergi nya Keysha.


"Ayo Bu" ajak Bella. Mereka semua pun masuk ke dalam rumah bersama - bersama.


"Assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam"


"Ibu Desi, Alhamdulillah ibu sudah bebas" Ucap Bi Asih tersenyum hangat.


"Iya Bi... alhamdulilah" Jawab Desi.


"Baiklah, bibi buatkan jus mangga kesukaan ibu ya... cuaca panas begini sangat cocok loh Bu" ujar Bi Asih.


"Boleh Bi, terimakasih yaa" Ujar Desi seraya tersenyum.


"Sama - sama Bu... kalau begitu bibi ke dapur dulu" Pamit Bu Asih.


Kemudian Desi dan yang lainnya pun duduk di ruang Keluarga, untuk berbincang - bincang, Desi juga sangat rindu bercanda ria dengan keluarga tanpa ada batasan waktu, karena selama di lapas mereka selalu bertemu dengan terbatas.


"Alhamdulillah, bapak sangat bahagia sekali dengan kebebasan ibu" Ujar Harun.


"Ibu juga Pak, ibu bahagia karena bisa berkumpul dengan keluarga" ujar Desi.


"Oh iya, ibu ingin bertemu dengan Keysha, ibu ingin mengucapkan terimakasih atas semua bantuan Keysha selama ini, sampai ibu bisa bebas lebih cepat" Ucap Desi.


"Nanti Bella kabari Keysha ya Bu... dan nanti Bella antar ibu kesana" Ujar Bella.


"Iya Nak" Jawab Desi.


"Tunggu Bu... apa maksud ibu Keysha banyak membantu ibu?" Tanya Aditya penasaran.


"Iya Bu... apa ada yang tidak kami ketahui?" Tanya Harun.


"Jadi bapak dan Aditya belum tahu?" Tanya Desi ,sambil menatap Bella.


"Rahasia? Rahasia apa Bell?" Tanya Aditya.


"Tentang pak Rico" Jawab Desi.


"Pak Rico? Pengacara ibu kan?" Tanya Harun.


"Benar Pak, dan ternyata pak Rico adalah pengacara utusan dari Keysha" Jawab Desi.


"Benarkah itu? Ya Allah Bapak baru tahu" Ujar Harun.


"Ibu merasa sangat bersalah dengan sikap ibu selama ini kepada Keysha, dan ibu ingin menemui Keysha untuk menebus semua kesalahan ibu, dengan memperbaiki hubungan ibu dan Keysha terlebih dahulu" Ujar Desi dengan tulus.


"Ibu akan dukung ibu, nanti kita bertemu Keysha sama - sama yaa" Ucap Harun.


"Iya pak" Jawab Desi.


"Oh iya Rania, kamu sudah cek kandungan Nak?" Tanya Desi.


"Lusa Bu jadwal nya" Jawab Rania.


"Nanti ibu ikut yaa?" Ucap Desi meminta izin.


"Eemm... iya Bu" Jawab Rania.


"Terimakasih ya Nak... Ibu ingin melihat perkembangan calon cucu ibu" Ujar Desi seraya mengelus perut Rania.


"Dia pasti tumbuh sehat Bu, selama ini Kaka Bella selalu memperhatikan aku" Ujar Rania.


"Aku hanya melakukan apa yang harus dilakukan seorang kakak Rania" Ujar Bella.


"Ibu sangat bahagia, karena kalian bisa akur" Ujar Desi.


"Mereka memang sangat akur Bu... Aditya saja yang masih belum bisa memberikan perhatian kepada calon anak nya" Ucap Harun sambil menatap Aditya sekilas.


"Benar Aditya?" Tanya Desi memastikan.


"Maaf Bu..." Ucap Aditya, dia hanya bisa mengatakan maaf, karena Aditya tahu apa yang di katakan oleh Harun itu benar.


"Bukan kepada ibu kamu meminta maaf, tapi pada Rania, seharusnya kamu bisa bertanggung jawab kepada bayi yang Rania kandung, biar bagaimanapun itu calon anak kamu Aditya, darah daging kamu. Seharusnya kamu bisa bersikap dewasa seperti Bella istri kamu" Ucap Desi menasehati.


"Aditya akan berusaha Bu" Jawab Aditya.


"Yang ibu mau bukti Aditya, bukan hanya kata - kata" Ujar Desi penuh penekanan.


"Iya Bu..." Jawab Aditya lesu.


"Sudah bu... beri Aditya waktu, lebih baik sekarang ibu dan Rania istirahat yaa... Ibu ayo istirahat, biar bapak antar, dan Rania kamu juga harus istirahat ya Nak, karena kamu sedang hamil jadi harus banyak istirahat" ujar Harun.


"Iya Pak" Jawab Rania.


"Biar Bella yang antar Rania Pak" Ucap Bella.


"Ayo Bu" Ajak Harun.


"Iya pak... Bella, Rania, Aditya ibu ke kamar dulu ya" Pamit Desi.


"Iya Bu..." Jawab Bella, Aditya dan Rania bersamaan.


"Mas aku antar Rania ke kamar dulu ya..." Ijin Bella.


"Iyaa" Jawab Aditya seraya tersenyum hangat ke arah Bella.


"Ayo Rania" Ajak Bella, Rania pun beranjak dari tempat duduk nya untuk pergi ke kamar bersama Bella.


"Nah Rania sekarang kamu harus istirahat yaa" Ucap Bella setelah mereka sampai di kamar Rania.


"Iya kak, terimakasih yaa" Ujar Rania.


"Sama - sama, ya sudah aku tinggal yaa" Pamit Bella, dia pun pergi meninggalkan Rania, setelah Bella memastikan Rania beristirahat.


Setelah memastikan Bella pergi, Rania mengelus perutnya, dia terlihat gusar sekarang.


"Kalau ibu Desi ikut ketika aku cek kandungan, aku takut mereka akan tahu" Batin Rania.


"Aku harus menghubungi seseorang" Ucap Rania. Dia mencari nomor telepon dan ternyata itu adalah nomor dokter kandung tempat Rania cek kandungan nanti.


"Hallo dokter..."